Menikah sekali seumur hidup, itulah impian setiap orang. Tidak ada yang menginginkan perceraian. Namun manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhan lah yang menentukan jodoh serta kematian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L-viie Ann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SETELAH AKU BERCERAI
Aku Saras , terkejut tiba-tiba Yusuf, supir pribadi Mas Al menepikan mobilnya di tempat sepi.
Ia keluar dari mobil lalu masuk kembali ke tempat aku duduk.
" Ada apa Suf?" Tanyaku bingung.
" Kau benar-benar lupa padaku Saras ?"
Yusuf justru balik bertanya, membuat aku semakin tidak mengerti.
" Aku Baihaki, Yusuf Baihaki.. Teman sekolah mu waktu kita sama-sama duduk di bangku sekolah menengah pertama sampai Menengah Atas "
Mataku mengerjap, menelisik wajah di depan ku itu. Baihaki ?? Nama itu seperti tidak asing.
Ah iya, aku ingat sekarang. Baihaki adalah tetangga ku sekaligus teman sekolah ku dulu ketika kedua orang tua ku masih hidup.
" Aku tidak pernah mengira jika kita akan bertemu disini, sebagai Tuan dan Majikan. Tapi aku sangat kasian kepada mu, Suamimu masih mencintai mantan istri nya. Apa kamu tahu itu?"
Aku terperangah, kenapa Yusuf bisa berkata demikian ?? Dia masih baru untuk bisa mengetahui kehidupan pribadi rumah tangga ku.
" Dari mana kamu tahu hal itu ?" Tanyaku.
" Setiap Hari, suamimu selalu diam-diam mengintai perempuan yang bernama Olivia . Dia sempat mengatakan jika perempuan itu adalah mantan istri nya dan juga anaknya. Dia juga mengatakan jika semua kehidupan yang dialami saat ini adalah karma, dulu dia menyingkirkan istrinya demi menikah dengan mu yang sudah hamil. Dan sekarang, kamu justru tidak bisa hamil sedangkan istrinya yang sudah diceraikan justru dalam keadaan mengandung "
Aku sungguh tidak percaya jika Mas Al tega menceritakan semuanya kepada Yusuf. Yang hanya seorang supir, bukan siapa-siapa dalam keluarga ini.
Dan semua keterangan Yusuf diperkuat oleh pengakuan Mas Al kepada kedua orang tuanya yang tanpa sengaja ku dengar.
Mereka tidak tahu jika pada saat itu aku sudah pulang.
Mendengar kenyataan itu aku berbalik dan mengajak Yusuf pergi lagi.
Di mobil, tangisan ku tumpah ruah. Aku menangis sejadi-jadinya tanpa sungkan kepada Yusuf.
Tanpa ku sadari, Yusuf membawa ku ke sebuah pondok yang agak masuk ke dalam hutan kecil.
Ia mengajak ku naik ke sebuah rumah pohon, disana Yusuf menyuruhku untuk meluapkan segala perasaan di dalam hati ini.
" Menangis lah, kalau perlu berteriak lah... Tidak akan ada yang mendengar teriakkan mu disini. Keluar kan segala kemarahan mu"
Aku diam, tapi jika aku memikirkan semua yang menimpa membuat ku semakin tersakiti.
" AAAAAAAAAAAAKKKKHHHHHH OLIVIAAAAAA AKU INGIN MEMBU-NUH MUUUUUUUUUU!!!"
Teriakan yang cukup lantang dan menggema , nafas ku tersengal-sengal. Hati ini terasa lebih baik. Ku ulangi sekali lagi.
" BAJI**N KAU MAASSSSSSS TEGA SEKALI KAMU SAMA AKUUUUU!!!!!"
Rasanya plong sekali, tiba-tiba Yusuf memeluk ku dari belakang. Aku berontak, namun pelukannya cukup erat. Ia mencium tengkuk leher, membuat seluruh tubuh ku meremang.
" Aku mencintaimu Saras , dari dulu hingga sekarang "
Mataku membulat mendengar pengakuannya, tidak berhenti disitu Yusuf semakin gencar menggerayangi tubuhku.
Aku terlena, sehingga dapat ku resapi sentuhan sembari memejamkan mata.
Begitu hangat dan menggairahkan. Kami berdua larut dalam hubungan yang tidak direncanakan. Aku pasrah saat dia menaiki tubuhku, kami melakukan nya hingga berkali-kali. Karena sudah lama aku tidak merasakan hubungan yang menggairahkan seperti ini.
Setiap Mas Al memenuhi hasratnya, semua terasa flat saja. Tidak seperti dulu ketika kami menjalin hubungan perselingkuhan.
Kami berdua pulang ketika malam menjelang, rasanya bahagia sekali. Sakit di hati ini berhasil diobati oleh kehangatan yang disuguhkan oleh Yusuf.
Perasaan cinta ku kepada Mas Al dalam sekejap memudar. Dan ketika dia minta maaf atas kecurigaan nya kepada ku, Aku tidak perduli sama sekali.
Biarlah, terserah dia mau apa? Yang penting aku bahagia. Dan hubungan ini akan ku simpan rapat-rapat sampai aku bisa menguras uang Mas Al.
Aku tidak mau rugi, aku harus membuat pria yang sudah menyakiti ku miskin semiskin-miskinnya.
" Sayang, nanti kita makan malam diluar Yuk"
Rupanya Mas Al masih mencoba membujuk ku saat ia sudah bersiap untuk pergi ke kantor.
Aku tak menjawab, pura-pura tidak mendengar. Ku lipat selimut dan ku rapikan tempat tidur seperti semula.
" Sayang "
Tiba-tiba Mas Al memeluk ku dari belakang. Dulu posisi ini adalah kesukaan ku . Semarah apapun jika Mas Al sudah begini, maka aku pasti akan luluh.
Tapi tidak dengan sekarang, justru aku merasa bangga dan akan semakin brutal membuatnya tersiksa oleh perasaan bersalah.
" Mau kan nanti malam kita dinner, aku punya tempat yang bagus di Surabaya. Pasti kamu suka"
" Terserah kamu Mas,,,, tapi nanti siang aku mau pergi fitness. Bosan di rumah terus, Apalagi harus dengerin sindiran Ibu " Cetus ku.
Akan ku jadikan kesempatan ini agar bisa keluar lagi bersama Yusuf. Sentuhan lembut nya sangat ku rindukan.
" Baiklah "
" Tapi aku ingin Yusuf yang anterin aku ke tempat Fitnes " Sambung ku.
Mas Al tidak langsung menjawab, ia diam sesaat kemudian mengangguk setuju.
Ah senang nya, aku akan memberi tahu Yusuf secepatnya. Pasti dia juga akan senang sekali.
Segera ku hubungi nomor nya setelah ku perkirakan Mas Al sudah tiba di kantor. Tapi kenapa tidak bisa dihubungi ??
Padahal kemarin Yusuf sendiri yang menelpon nomor ku lalu baru ku simpan nomor nya. Apa yang terjadi ?? Apakah Yusuf sengaja mempermainkan aku hanya untuk bisa tidur dengan ku??
Ahhh... Aku jadi gusar, pikiran negatif mulai bermunculan. Mengingat dulu Yusuf memang pernah mengirim surat cinta kepada ku, namun ku tolak.
Ya iyalah, wong waktu itu Yusuf sangat kucel sekali. Berbeda dengan sekarang, tubuhnya gagah berotot meskipun wajah nya tidak setampan Mas Al. Namun cukup sedap dipandang mata.
Di tengah kegundahan memikirkan Yusuf, suara ketukan pintu membuat ku tambah geram. Siapalah yang mengganggu ??
Saat ku buka pintu, rupanya Ibunya Mas Al.
" Enak ya, suami pergi kerja kamu malah enak-enakan di kamar. Nyapu kek, ngepel Kek... pemalas banget kamu " Cetus Ibu mertua dengan kepala digerakkan disertai tatapan sangar.
" Kan ada Ibu, rugi dong kalau aku harus membersihkan rumah sedang kan orang yang numpang tinggal malah tidak melakukan apa-apa " Balasku tidak mau kalah.
" Apa??? Numpang ?? Ini rumah anakku, tahu!!! Dasar tidak tahu malu!!!" Beliau menunjuk wajah ku dengan penuh tekanan.
" Rumah Mas Al bukan berarti rumah Ibu kan, karena ini rumah Mas Al tentu rumah ku juga. Bukan rumah Ibu atau pun Bapak.. Ohya?? Denger-denger Ibu pengen pindah cepat ke sini karena ditagih hutang sana sini ya??" Sengaja ku buat Ibu mertua malu.
" Kur4ng aj-ar !!!!! Siapa yang ngajarin kamu tidak sopan bicara sama orang tua !!!"
" Ibu lah, karena Ibu sendiri tidak menghargai saya sebagai istri sah Mas Al "
😂😂