*DISCLAIMER*
❤️Dimohon dengan sangat agar membaca hingga bab 20- bab 40- bab 80. Hal tersebut sangat membantu Author untuk terus bersemangat menghasilkan karya baru.❤️
Kehidupan seorang gadis cantik berubah seketika saat sang kakak tewas di tangan Raja Makhluk. Kekuatan sihir misteri datang begitu saja dan membuatnya harus setiap menghadap setiap bahaya yang datang.
Bersama sang sahabat, Attalarik sang pemburu makhluk mulai menguasai kekuatan baru dan mengumpulkan bola-bola arwah yang akan mengambilkan kedamaian di muka bumi.
Hingga sebuah takdir besar mengikat kedua dalam satu ikatan, dan inilah kisah Mirabella yang tak lain reinkarnasi dewi bulan.
Jangan lupa
🌟 Like
🌟 Subscribe
🌟 Gift
🌟 Vote
🌟 Rate 🌟 5
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh tujuh
Malam ini angin berhembus tak terlalu kencang tak terlalu pelan. Langit malam gelap pekat tanpa taburan cahaya bintang yang biasanya menghiasi. Ribuan kunang-kunang berkumpul membentuk barisan formasi, menyambut sang dewi bulan yang akan segera dibangkitkan kembali.
Bulan masih bersemburat jingga terang, menanti waktu puncak dan berganti dengan cahaya biru berkilauan. Para makhluk dan siluman berdiam dalam persembunyiannya, menghindari terkena sinaran bulan biru yang akan menyebabkan mereka lumpuh dan kehilangan energi.
Sepasang suami istri yang baru saja meresmikan hubungannya tampang canggung di peraduannya. Tak ada seucap kata apapun, mereka sibuk dengan pikiran nya masing masing.
"Attalarik, Bella siapkan diri kalian. Sebentar lagi puncak bulan purnama biru. Lakukan dengan tenang, jangan anggap ini beban. Apapun yang terjadi jangan mengganggu aktivitas puncak kalian. Nikmatilah malam ini karena setelah ini tanggung jawab di pundak Kalian akan bertambah. Berkonsentrasi jangan sampai iblis berhasil menyusup dan mempengaruhi ritual kalian. Malam ini milik kalian berdua. Bersiaplah. Aku akan berjaga di luar dan membuat segel pelindung sebanyak tujuh lapis. Hanya untuk berjaga-jaga walaupun sinar bulan biru juga sudah menjadi pelindung utama untuk kalian," ucap Vemort . Lalu dia pergi meninggalkan Atta dan Bella.
Sebentar lagi mereka akan menjadi diri mereka seutuhnya. Selepas malam ini, tak ada lagi segel yang membatasi kekuatan dan energi yang mereka miliki.
Kedua nya masih terbelenggu dalam kebisuan, tak ada yang mau mengakhiri kesunyian diantara mereka.
Baik Atta maupun Bella masih memiliki keraguan dalam hatinya, meskipun semuanya terlihat baik-baik saja. Yang menjadi pikiran keduanya bagaimana kedepannya setelah malam penyatuan ini selesai, belum ada bayangan kejadian di masa depan. Belum jelas apa yang akan mereka berdua hadapi dan bagaimana lawan rupa dan kekuatan lawan atau musuh mereka.
Tapi masing-masing dari mereka berusaha meyakinkan diri jika mereka akan berusaha sekuat mungkin untuk saling melindungi, meningkatkan kemampuan dan kekuatan secara bersama-sama. Setelah ini jiwa dan tubuh mereka saling menyatu, jika salah satu terluka maka yang satunya akan merasakan sakitnya. Dengan artian jika Bella terluka maka Atta akan merasakan juga sakitnya. Tubuh Bella menjadi milik Atta, begitu juga sebaliknya.
"Apa ada hal kau takutkan Bella?" Ucap Atta sambil memandang bulan yang masih menampakkan semburat kejinggaan
Bella menolehkan kepala hingga saat ini kedua pandangan mereka saling beradu. Terlihat tatapan yang saling mendamba satu sama lain tapi harus mereka tahan hingga waktu puncak itu terjadi.
"Tidak ada," jawabnya singkat
Bella terdiam sejenak kemudia mulai merapat tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di bahu tegap milik Atta. Sebuah kenyamanan yang sering kali Bella rasakan ketika mereka berdua berdekatan.
"Bohong!" Seru Atta
Dia bisa membaca ekspresi wajah Bella yang sedang berbohong.
"Apa kamu takut setelah ini semua isi otakmu itu akan bisa aku ketahui??" tanya Atta.
Ya..setelah penyatuan ini, Atta akan mampu membaca pikiran Bella, semua hal. Begitu juga Bella. Tetapi Bella sejak awal memang sudah bisa membaca pikiran Atta karena kemampuan sihirnya.
"Bahkan aku tidak pernah berbohong padamu, untuk apa takut."
Bella mengembangkan senyuman di bibirnya. Ekspresi wajah Bella yang berbeda membuat Atta sedikit merasa cemas. Atta menghela nafas panjang.
"Aku takut kedepannya akan menjadi bebanmu saja," lanjut Bella.
Atta membalikkan badannya sehingga mereka kini saling berhadapan.
"Apa maksudmu?" ucap Atta.
Dia berusaha menyelami apa yang tengah di khawatirkan oleh Bella.
"Aku takut kamu terluka karena ku. Aku takut tak bisa menjaga diri sehingga nanti kamu akan sakit dan terluka," ucap Bella dengan sendu.
"Dengar istriku, tak ada yang harus dikhawatirkan. Sudah menjadi kodratnya aku merasa kesakitan yang kamu alami. Tapi aku berjanji akan melakukan segala cara untuk melindungi mu. Kelak kita akan menjadi satu tubuh dua jiwa, tak ada yang bisa kita rahasia kan atau sembunyikan apapun diantara kita," ungkap Atta.
Atta lalu merapatkan tubuhnya pada sang istri, kemudian perlahan menyentuh setiap bagian wajah Bella yang tampak lebih cantik malam ini.
Bella langsung memejamkan kelopak matanya ketika sang suami mulai menyentuh keningnya. Jemari dari tangan lainnya mulai merapikan anak rambut Bella yang sedikit berantakan.
Bella kembali membuka kedua matanya dan langsung menatap wajah sang suami yang tepat di hadapannya. Tatapan yang begitu dalam diantara kedua insan yang saling mendamba.
Ada ketakutan yang Atta rasakan jika suatu saat ada ketidakmampuan nya untuk melindungi Bella dari bahaya. Dia tau jika Bella memiliki kekuatan yang sangat besar, tetapi terkadang Bella suka bertindak tanpa memikirkannya terlebih dahulu.
Hal yang saja juga dirasakan oleh Bella. Atta yang memiliki ledakan energi dan kekuatan nyatanya belum mampu mengendalikannya jika sewaktu -waktu kekuatan itu hadir tanpa kendali. Meskipun Bella masih bisa membantu untuk mengendalikan kekuatan yang Atta miliki.
*
*
Di luar, Vemort menatap penuh perubahan sang bulan yang perlahan mula terlihat. Sedikit bagian bulan mulai berubah biru seiring waktu yang mendekati tengah malam. Tepat ketika bulan purnama Biru bersinar sempurna.
Para hewan yang bersembunyi sepanjang siang mulai keluar dan menikmati pancaran sinar bulan yang memberikan cahaya kehidupan baru. Bunga -bunga yang kuncup mulai bermekaran seiring sinar bulan yang menyinari kelopak bunganya.
Sesosok peri hutan terbang dengan lincah dan mulai mendekati Vemort .
"Tuan, izinkan aku untuk bersama menjaga malam ini," ucap peri hitam.
Vemort hanya membalas dengan senyuman dan kembali menatap prosesi perubahan warna bulan yang mulai berganti.
Langit malam yang semuala hanya berhiaskan cahaya bulan kini mulai menampakkan cahaya lain. Bintang-bintang mulai muncul membentang formasi penyambutan bulan purnama biru. Kini sudah setengah tahap warna bulan berganti biru.
"Setelah sekian lama kini aku bisa merasakan kehadiranmu cinta," guman Vemort dalam hati.
Vemort seolah-olah bisa merasakan kehadiran Demora sang kekasih yang berdiri disampingnya. Kerinduan yang terpendam kini bisa dilampiaskan sesuka hati meskipun dalam waktu yang singkat. Setidaknya dia memiliki kesempatan untuk menyentuh dan merasakan peluk tubuh kekasih tercinta
"Mort"
Lembut suara Demora yang kini nyatanya benar hadir. Berkat bulan purnama biru, mereka bisa bertemu setelah sekian lama terpisah.
"Mora," deru suara berat Vemort
Matanya begitu berbinar, mendamba kekasinya yang sangat amat dirindukan. Biarkan bulan ini menjadi saksi atas cinta yang dahsyat.
"Vemort, aku rindu," ucap Demora dengan lirih.
Vemort kemudian merengkuh tubuh Demora dan mulai meresapi aroma yang sudah sekian lama dia rindukan. Berbagi hasrat yang terpendam, menyatukan cinta dan kasih yang terpisah jarak dan dimensi.
"Aku juga Mora," balas dalam pelukan erat.
Memang tak banyak waktu kebersamaan mereka saat ini. Setidaknya ada kesempatan yang begitu berharga.
"Tunggu aku kembali sayang, kelak kita tak akan bisa terpisahkan kembali," ucap Vemort sambil membelai wajah cantik Demora
"Aku selalu menunggu kepulangan mu Ben. Selalu berharap kau hadir ketika aku membuka mata,"
Demora mengembangkan senyuman di bibirnya, matanya berbinar menatap wajah Vemort yang tak terawat. Tapi tak melunturkan rasa cinta yang dia miliki. Bagaimana pun Demora tulus mencintai Vemort . Dia juga tau bagaimana kesulitan Vemort bertahan hidup di dunia manusia. Kesepian tanpa seseorang yang menemaninya. Hanya menunggu waktu untuk dirinya bisa kembali ke tempatnya semula
"Berjanjilah kamu akan setia menungguku sayang. Akan aku lakukan apapun agar aku bisa kembali kesana, disamping mu sepanjang waktu," ucap Vemort penuh keyakinan.
Demora menganggukkan kepalanya pelan, keyakinan akan hal itu tak pernah hilang. Apalagi benang jodoh masih terhubung diantara mereka meski terpisah jauh.
"Aku selalu menanti saat itu terjadi sayang. Aku kan menyambut kepulangan mu dengan pelukan hangat ini."
"Mora, aku selalu merindukan mu."
*
*
Bella perlahan menyentuh pipi Atta dengan tangannya, mengembangkan senyuman yang manis. mereka berdua terdiam untuk waktu yang cukup lama, saling menikmati suasana dengan memandangi wajah mereka masing-masing dengan rasa kagum.
Dan ini puncak terjadinya bulan purnama biru. Warna biru sudah terlihat sempurna dan menyorot kepada kedua insan yang terpilih. Memberikan efek dashyat untuk keduanya.
Atta menatap Bella denga intens. Dorongan dalam dirinya mulai muncul, dengan gerakan cepat dia mulai merengkuh tubuh sang istri dan membuat tubuh mereka saling memempel.
"Atta"
Bella berucap dengan suara tertahan, mulai merasakan sesuatu yang beda dalam dirinya.
"Bella"
Mendapat dorongan diri, Atta mulai menautkan bibirnya, menciptakan ciuman manis saat memulai penyatuan dipuncak bulan purnama biru. Usapan bibir yang lembut membuat Bella mulai terbawa suasana.
Diantara cahaya biru yang menerpa kulit mereka dengan sempurna membuat suasana semakin manis dan terwujud kehangatan bersama. Dibawah sinar bulan purnama biru, mereka berdua memulai ritual penyatuan yang sudah di takdirkan. Dorongan energi yang muncul dari dalam diri membuat mereka semakin terhanyut dalam syahdunya penyatuan yang di restukan alam.
"Atta," ucap Bella di tengah prosesi penyatuan.
Mesti tubuhnya terasa begitu redam, tapi hasratnya yang sudah terbakar membuatnya merasakan kesyahduan dan melupakan kesakitan.
"Bella"
Desah Atta.
Proses penyatuan yang sangat lancar, kini mereka telah menjadi satu sama lain. Tak ada lagi yang mampu memutuskan takdir mereka. Dan mereka lah yang akan menentukan takdir masa depan mereka.
Penyatuan dua insan terpilih menjadi menjadi awal perjuangan mereka untuk mengembalikan tatanan dunia dan dimensi yang sempat kacau.
Vemort kembali menatap kedua bola mata Demora, terakhir kalinya sebelum mereka akan di persatuan selamanya. Sebentar lagi malam bulan purnama biru akan berakhir, dan berakhir juga kebersamaan Demora dan Vemort .
Disaat terakhir, mereka saling menyatukan sentuhan bibir mereka. Menyatukan kerinduan pada kesempatan terakhir. Merasakan manisnya cinta kasih yang tak pernah pudar, kehangatannya kian terasa sebelum semua berakhir.
Tanpa disadari sosok Demora telah menghilang. Namun aroma tubuhnya masih bisa di rasakan oleh Vemort , dia tak berani membuka matanya. Dia belum siap kembali kehilangan. Menikmati terakhir kalinya, pilu begitu sadar kekasinya telah kembali.
Atala kamu gak papa kan
alur dan diksi kata2nya..
syukurlah kalau energi dari dewi bulan, akhirnya bs masuk ke pedang Atta. mgkin krn efek energi baru makanya pedang berubah ada coraknya. semoga lain waktu mereka akan mendamaikam.bumi utk terus membinasakan iblis yang jahat.
Sukses terus buat karya"nya kak, semoga bisa mengahasilkan banyak karya" yg menarik lagi.. Fighting 😊
Bella sangat sayang kepada Sahabatnya Atta, hingga rela berkorban utk Ata. Salut sama Bella.