NovelToon NovelToon
To Be Protagonis

To Be Protagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Trauma masa lalu / Cintamanis / Romansa Fantasi
Popularitas:101k
Nilai: 5
Nama Author: Iin permata

Vivian yang kembali mengulang waktu begitu bahagia, serasa mendapatkan durian runtuh.
"Aku akan menjauh, bahkan takkan menampakkan diriku lagi dihadapanmu Alexander Smith" Ucap vivian penuh tekad
Tapi bagaimana jika takdir malah mendekatkannya dengan pria yang ingin dijauhinya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin permata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Tok ,tok ,tok"

"Vivian, Vivian, cepat buka pintunya" Teriak Kevin tidak sabaran "Cepat bangun dan buka pintu"

Vivian yang mendengar teriakan Kakaknya terbangun, dan menengok jam dinding di kamarnya "Jam enam pagi ngapain Kak Kevin ke kamarku?" Pikirnya bingung, segera beranjak berdiri dan membuka pintu kamar sambil menguap.

"Kamukan sudah kuperingatkan untuk menjaga jarak dengan orang yang bernama Alex itu kenapa kamu malah berdansa dengannya? Ucap Kevin menyerobot masuk dan duduk di pinggir kasur, menatap Vivian tajam "Sudah kuperingatkan padamu kalau dia orang yang berbahaya"

"Dari mana Kakak tahu kalau semalam , Vivian berdansa dengannya?" Tanya Vivian penasaran, Kak Kevinpun menyodorkan handphonenya di sana terdapat sebuah video.

Vivian kemudian mengklik tombol putar dan mulai menonton video , tentang dirinya yang sedang menari salsa dengan Alex , yang kini tengah viral di aplikasi T**t*k dan telah di tonton sepuluh juta kali.

"Jadi apa yang mau kamu jelaskan dari video itu?"

"Huuuh aku akui, aku salah Kak. Itu semua kulakukan karena aku sebal, selalu di tuduh menggoda pacarnya, jadi sekalian saja kupanasin pacarnya itu, dengan berdansa dengan Alex. Aku tidak menyangka akan jadi seviral ini" Ucap Vivian menunduk .

"Vivian mungkin Kakak tak punya bukti foto-foto nyata, tapi orang yang bernama Alex ini sangat berbahaya, dari teman hacker Kakak, Kakak mendapat informasi kalau Alex , orang itu menjual senjata-senjata ilegal dan mafia yang suka membunuh, Kakak tidak ingin terjadi sesuatu padamu" Ucapnya dengan wajah khawatir.

"Baik Kak , masa kontrak kami akan segera habis kok"

Sepeninggal Kak Kevin , Vivian segera membuka handphonenya, banyak notifikasi memenuhi handphonenya, yang menanyakan perihal video tersebut, Vivian memilih mengabaikan dan tak ingin menjelaskan apapun. Dia juga malas pergi ke cafe yang pastinya akan di brondong dengan banyak pertanyaan.

Seperti saat ini ketika sampai ke gedung maxim untuk mengantarkan makan siang, semua mata karyawan tertuju padanya, padahal Vivian sudah memakai topi, kacamata dan masker tapi masih bisa di kenali lewat bekal makan siang yang dibawanya.

Vivian bernapas lega ketika telah masuk ruang Alex

"Ya Ampun dari rumah ke sini saja terasa berat, serasa banyak menginjak ranjau darat"

"Kamu kenapa?" Tanya Alex yang melihat Vivian menyender di belakang pintu.

" Ah, tidak apa-apa, Oh iya menu hari ini adalah menu Harian Orang Indonesia, biar Kak Alex tidak bosan"

"Oh iya apa itu?"Ucapnya terlihat tertarik

"Sayur bobor, ampal udang dan ayam goreng, nasi putih dan jus semangka"

"Seperti biasa kau yang suapi ya"

"Kak Alex belajarlah makan sendiri"

"Kalau ada kamu, untuk apa aku belajar"

Akhirnya Vivian memilih diam dan mulai menyuapi Alex, karena malas berdebat.

"Vi, enak sekali. Perpaduan udang ini dengan sayurnya sangat pas" Ucap Alex melahap dengan semangat " Udang di tepung ini sangat enak sekali, apa namanya tadi?"

"Ampal"

"Oh ampal"

"Sebenarnya sayurnya ini akan lebih enak kalau di tambah sambal terasi, tapi kak Alexkan tidak suka pedas"

Tak berapa lama, makan siang yang di bawa Vivian, habis tak bersisa di makan oleh mereka.

"Kak Alex , apa kakak tahu tarian kita semalam , viral di sosial media?"

"Iya tahu"

" Maaf kak, aku telah lancang mengajak Kak Alex menari, aku tak tahu kalau jadi viral seperti itu"

"Sudahlah dari pada itu, aku lebih penasaran dari mana kamu belajar tari salsa, gerakanmu itu seperti orang yang sudah profesional, jangan bilang otodidak belajar dari sosial media" Tanya Alex penasaran.

Vivian hanya bisa mengangguk sebagai jawaban, karena tidak mungkin menjelaskan yang sebenarnya pada Alex.

"Ck, ck,ck , bagaimana kalau kita berdansa sekali lagi" Ucap Alex antusias, menyalakan musik salsa dari handphonenya dan mendorong beberapa perabotan ke dinding, setelah itu mengulurkan tangannya ke arah Vivian.

Kembali mereka menari dengan penuh semangat, menggoyangkan pinggul, berputar-putar mengikuti irama musik, siang itu Alex merasa bahagia bisa menari untuk yang kedua kalinya dengan Vivian, tanpa orang yang menontoni mereka seperti semalam, bagi Alex Vivian adalah Orang yang tepat menjadi patner berdansanya.

Ketika musik berhenti, mereka tertawa sambil mengatur napas yang masih ngos-ngosan sehabis menari. Melihat Vivian yang seperti itu membuat Alex tergoda , menarik Vivian mendekat dan hendak menciumnya.

Vivian langsung menutup mulut Alex dan menggeleng-gelengkan kepala, Alex tampak kecewa melihat penolakan Vivian.

"Ada hati yang Kak Alex harus jaga" Vivian menyadari sikap keras Alex tidak bisa dilawan dengan keras juga, Vivian berucap lembut dan penuh kesabaran sambil menyentuh dada Alex "Dan dia adalah nona Sasa".

"Asal dia tidak tahukan , tidak apa-apa"

Vivian pura-pura tidak mendengarkan kata-kata Alex dan mulai membersihkan bekas makan mereka, melihat itu Alex duduk ke sofa dengan langkah lesu karena gagal mendapatkan ciuman bibir Vivian.

Tiba-tiba Sasha masuk ke ruangan Alex, membuat Vivian lega, karena menolak ciuman Alex, apa kabar kalau Sasha melihatnya, Vivian tidak bisa membayangkan pasti bakal terjadi perang dunia ketiga saat itu juga disana, membayangkan itu membuat Vivian merinding.

Ketika Sasha telah mendekat, Alex menarik tangannya sehingga Sasha kehilangan keseimbangannya dan jatuh kepangkuan Alex, dengan cepat Alex ******* bibir Sasha, mendapati hal itu, Sasha langsung membalasnya dan memperdalam Ciumannya hingga saling ******* dan bertukar saliva, tidak memperdulikan ada Vivian yang masih berada di sana.

Melihat hal itu ada rasa sakit yang dirasakan di hati Vivian "Hei, aku masih ada di sini, ck, ck dasar Alex tidak mendapatkan bibirku, berpindah mencari bibir lain, dasar semua laki-laki sama saja" pikir Vivian kesal dalam hati dan pergi meninggalkan ruangan itu tanpa pamit.

Melihat Vivian keluar dari ruangannya, Alex berhenti mencium Sasha dan menurunkannya dari pangkuannya dan berpindah ke kursi kerjanya dan kembali mengerjakan pekerjaannya, dia melakukan itu semua karena ingin membuat Vivian kesal, tapi bukan hanya Vivian, Sasha juga kesal setengah mati, saat tengah menikmati ciumannya, Alex malah berhenti. Dengan kesal Sasha keluar dari ruangan Alex dengan membanting pintunya, membuat Alex berjengkit kaget.

"Ternyata baik di kehidupan sebelumnya , ataupun kehidupan yang sekarang , kita tidak akan pernah berjodoh" Batin Vivian sedih, bayang-bayang Alex yang mencium Sha Sha masih terngiang-ngiang di benaknya.

"Ting, ting, ting" Bunyi handphone membuyarkan lamunannya. Ketika melihatnya , tertulis nama 'Kak Putra ' menelponya, Vivian segera mengangkatnya.

"Hallo Vivian bisakah kau menolongku sekarang?"

"Menolong apa?"

"Biasalah kedua pacarku memergokiku, kami ada di Hotel Ne* "

"Ck, ck, ck aku tidak mau, kau minta tolong saja pada Kak Kevin"

"Aku sudah menghubunginya duluan, tapi dia tidak mengangkatnya"

"Memang apa yang bisa aku bantu?"

"Kamu kesinilah dulu , ok . Kamar nomor seribu dua puluh satu"

"Baiklah" Ucap Vivian mengakhiri telepon

"Pak Budi, bisakah bapak mengantarkan aku ke Hotel Neo , aku ada urusan di sana?"

"Baik, Non" Ucapnya memutar arah mobil, Vivian memasang topi, kacamata dan maskernya kembali dan mengeluarkan jaket dari dalam tas, Vivian tak ingin dikenali orang-orang ketika pergi ke hotel nanti, karena Videonya yang terus saja banyak yang menonton, bahkan kini sudah di tonton lima belas juta kali.

Sesampai di hotel, Vivian tampak mengenali seseorang yang sedang duduk menunggu orang dilobi hotel.

"Apa Nona Sasha menginap di hotel ini ya?" Batin Vivian tak bergeming dari tempatnya menatap ke arah Sasha, tiba -tiba dari arah restauran muncul laki-laki yang memeluk dan mengecup bibir Sasha sekilas, lalu merangkulnya mesra, membawanya ke arah lift, Vivian mengenali laki-laki itu adalah Ricardo, sahabat Alex "Apa memang begitu ya, cara menyapa orang luar?"

Karena penasaran Vivian ikut menuju ke arah lift dilihat nomor lantai yang Sasha dan Ricardo naiki, lantai lima belas. bertepatan lift sebelah yang juga terbuka Vivian memasukinya dan memencet lantai lima belas.

Begitu sampai lantai lima belas dan pintu lift terbuka, Vivian tercengang dengan pemandangan yang dilihatnya . Tampak, Sasha berciuman dengan Ricardo dengan sangat membara, bahkan bunyi ******* dan erangan terdengar sampai ketelinga Vivian dengan baju atas Sasha yang sudah hampir terbuka, Ricardo menggendong Sasha sambil terus ******* bibirnya dan meremas bokongnya dengan Sasha yang ******* ***** rambut Ricardo, dari lorong hotel hingga akhirnya masuk ke dalam kamar hotel dan menutup pintunya.

Vivian ingin maju, tapi suara dering handphone menghentikannya, Vivian segera mengangkatnya

"Iya Kak Putra"

"Kau ada di mana?"

"Aku sudah dilift"

"Cepatlah aku dilantai sepuluh"

Vivian segera memencet lantai sepuluh, pikirannya kembali berkelana pada apa yang dilihatnya tadi

 " Aku masih tak percaya Sasha dan Ricardo berselingkuh" Batin Vivian merasa gamang, tiba-tiba Vivian teringat tentang kehidupannya di masa lalu, sebuah kepingan ingatan muncul , dalam ingatan itu terlihat Sasha dan Ricardo yang tampak sedikit bertengkar, lalu Ricardo memeluknya, dan Sasha mulai menangis. "Pantas aku seperti pernah melihat Ricardo sebelumnya, karena aku hanya melihatnya sekali itu saja dikehidupan sebelumnya jadi aku tak begitu mengingatnya"

Pintu lift terbuka di lantai sepuluh, Vivian mencari nomor kamar Kak Putra, ketika Vivian mengetuk pintu kamar, tak lama pintu terbuka, dengan cepat Kak Putra menarik Vivian masuk ke dalam kamar.

Terlihat Tasya dan Riska yang terus menggedor pintu kamar mandi , Kak Putra menatap Vivian dengan wajah memelas.

"Ck, ck, selingkuhan kak Putra pasti ada dikamar mandi" Ucap Vivian berdecak kesal "Mau sampai kapan kak Tasya dan kak Riska diselingkuhin terus, kalau aku jadi kalian berdua aku akan tinggalin orang seperti dia"

"Sebenarnya kamu ke sini mau bantuin aku tidak sih" Protes Putra .

"Aku di sini buat kak Tasya dan Kak Riska, karena kami sama-sama wanita. Ayolah Kak, cowok di dunia ini bukan dia saja" Ucap Vivian berusaha membuka mata mereka "Begini saja, kalian berdua pindah dari sini, setahun saja, ganti nomor, jangan hubungin, jangan stalking akun sosmed kak Putra sama sekali, kalau kalian masih begitu merindukan dan menginginkan Kak Putra, fix kalian cinta mati dengannya"

"Kalau tidak?" Tanya Riska penasaran

"Selamat, itu tandanya kalian sudah move on. Jadi, mari kita tinggalin mereka" Ucap Vivian merangkul keduanya

"Ish, enak saja, terus mereka melanjutkan selingkuh di sini ,gitu"

"Nah, Kak Tasya tahu kelanjutannya kalau mereka di tinggal, Itu tandanya dia bukan jodoh kakak, Kalau dia pria yang baik , dia akan selalu menjaga perasaan Kakak , bukan malah menyakiti seperti ini" mendengar hal itu, mereka terlihat sedih.

"Aku tahu ini berat untuk Kakak berdua saat ini, tapi yakinlah ada pelangi setelah badai, akan ada pria yang akan tulus mencintai Kakak kelak, bukalah mata kakak terhadap pria-pria lain di luar sana"

Mendengar hal itu Tasya mulai menangis terisak. Melihat hal itu , Riska pun jadi ikut menangis, Vivian memeluk mereka berdua yang semakin kencang menangis, menepuk pundak mereka, agar perasaan mereka jadi lebih baik, hampir setengah jam mereka menangis seperti itu

Hingga akhirnya tangis mereka mulai mereda, dengan langkah gontai, mereka mau mengikuti Vivian keluar dari kamar hotel, Kak Putra yang melihatnya hanya bisa diam membisu, karena dia tak bisa menjanjikan kesetiaan yang sangat diinginkan oleh mereka, jadi yang terbaik mungkin adalah melepaskannya.

1
nacho
okkkk
Umi Kulsum
baru baca novel toon lagi, nemu cerita yg seru... semangat thorrr.💪
baca aja
thorr up dong🥲... ini masih menunggu😊😅😅. Sehat selalu Thor semangat up nya, dilancarkan rezekinya dan sehat selalu. up ya Thor disini saya masih menanti kelanjutan ceritanya atau ada info apakah kasih tahu 😏😄. salam kangen, salam sayang, salam rindu, dan salam.. salam banyak-banyak😁😁
baca aja
Tuhan dalam doaku ini aku meminta engkau jaga selalu kesehatan dan kelancaran rejeki autor ini. Jika ada kesusahan yang sedang dihadapinya engkau lancarkan Tuhan. Tuhan ketuk lah pintu hati autor ini agar ia up Tuhan. Amin 🙏



authooor.. up lah😭 banyak yang masih menantikan kelanjutan ceritanya. tetap semangat, jangan digantung ceritanya. lebih dari setahun aku menanti update dari mu. hingga saat ini aku masih menanti. rela komen panjang dan sekaligus berdoa untuk mu . up ya aku masih menanti😊😊
Marsya Adelia putri
uppp thooor
Marsya Adelia putri
thor up lah
Evi Yana
gmn kbar up nya thor.. dah kangeeen nich ma jlan critanya
baca aja
kenapa gak up..
nuke
najisss alex
Asna
Luar biasa
Asna
Lumayan
Queen AL
bagus kalau alex juga mengulang waktu
single is the best for me🎶🎶
Thor up ya
Evi Yana
dah tamatkah ?
Rara2109
buah katapi, bukan kecapi... lain jua mangga kasturi... tapi... asam kasturi.
Ayu Nick
lumayan, tapi coba kalau karakter ceweknya bisa d buat lebih tangguh, dan karakter prianya yg notabenenya orang luar negri, dingin, kejam, tapi semuanya tidak d tonjolkan, jd, karakternya mcm biasa aja, gregetnya gk dapat gitu
Evi Yana
kok lama bgeeeet gk up thor
Cty Badria
knp g up thor
Evi Yana
kok lama up nya thor ?
Evi Yana
ayok up lg donk thor.. seru nich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!