NovelToon NovelToon
Sang Antagonis (Transmigrasi)

Sang Antagonis (Transmigrasi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Crazy Rich/Konglomerat / Dunia Lain / Transmigrasi / Cinta Terlarang / Chicklit
Popularitas:58.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayiii

Kimora seorang gadis penyakitan yang jiwanya terjebak ditubuh seseorang setelah meninggal akibat penyakitnya. Tuhan memberinya kesempatan untuk hidup, tapi Tuhan juga memberinya ujian yang sangat berat.


Kimora harus terjebak dalam tubuh seorang gadis antagonis, ia sangat suka membuli dan itu sangat kebalikannya dari sifat asli Kimora. Tapi entah kenapa dari sifat Rivera yang buruk ini, Kimora merasa banyak sekali rahasia yang Rivera simpan sendirian.


"Jauhi Alastar atau gua bikin hidup lo gak tenang?."

"Lo cuma sampah, gak usah belagu jadi berlian."

"Hidup lo hidup gua."

"Jika takdir tidak membiarkan aku bahagia, kumohon biarkan takdir membuat ku tenang."

"Jika takdir ku dan takdirmu bukan diriku, akan aku pastikan lo dimiliki orang yang tepat."

"jangankan mencintai lo, mencintai diri sendiri aja susah."

"lo gak usah sok drama baik dihadapan aki aki itu bangsat."

"Gua minta maaf ra. Maafin gua."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ikut ekstra

Setelah keributan dikantin tadi, teman teman sekelasnya langsung mengantar Rivera menuju kedalam kelas.

Sedangkan dikantin semua siswa saling berbisik satu sama lain ketika melihat perubahan drastis dari Rivera. Bahkan semua anggota untosik pun ikut terkejut untuk sekian kalianya, mereka tak menyangka respon Rivera akan seperti itu.

"Banyaak bangeeet!" seru Rivera saat melihat banyak sekali sosis yang ada tepat diatas mejanya. Gara gara sosis Rivera yang jatuh dan membuatnya menangis bahkan sudah sampai kelas pun ia tetap menangis, akhirnya teman teman sekelasnya sepakat membelikan sosis bakar untuk Rivera.

"Kalian baik banget deeh" Ucap Rivera sambil cengar-cengir.

"Tapi ini kebanyakan, mana mungkin aku makan semuanya"

"Aku ambil ini aja deh" putus Rivera sambil meraih lima buah sosis bakar, ia mengambil sesuai angka sosis bakar yang terjatuh dikantin tadi.

"Nah sisanya kalian makan ajaa"

"Makasih teman teman ku yang paling aku sayang, paling aku cinta" ucapnya sambil memakan sosis bakar, ia memakan sosis bakar tersebut sambil menggelengkan kepalanya, mungkin karena sangat enak sekali.

Teman teman sekelasnya yang melihat tingkah lakunya hanya bisa menggelengkan kepala, ia sangat heran sekali pada Rivera. Kenapa sekali berubah malah menjadi seperti anak kecil saja.

"Enak Ra?" tanya Adira.

"Enyaaak, enyaaak banget. Rasanya seperti ingin menjadi zumaaaa!" jawab Rivera dengan sangat antusias ia bahkan tak henti henti untuk menggelengkan kepalanya dan menggerakkan kakiknya.

"kok kodok zuma?" tanya Adira, ia benar benar dibuat tertawa karena jawaban ngawur dari Rivera.

"Soalnya saking enaknya, mangkanya rasanya membuatku seperti ingin melompat lompa!" jawab Rivera sambil cengengesan.

Mendengar jawaban random dari temannya itu Adira mengembuskan nafas dalam dalam, betapa berubah sekali yang dahulu nya sangat menyeramkan dan menyebalkan sekarang berubah seperti ini.

Saat sedang asik menikmati sosis bakarnya, tiba tiba saja ponselnya berbunyi menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk. Rivera langsung saja membuka ponselnya, ternyata pesan tersebut dari kak Tiara, ketua ekskul dance nya.

"Rivera, untuk latihan dancenya kamu bisa mulai setiap hari kamis ya. Jadi hari ini setelah pulang sekolah jangan pulang terlebih dahulu, kamu langsung menuju roon dance untuk latihan yaaa!" isi dari pesan yang dikirimkan oleh Tiara.

Seusai membaca pesan tersebut, Rivera langsung kembali bersemangat bahkan kali ini lebih semangat dari sebelumnya. Akhirnya ia bisa mengikuti ekskul dance.

'Mari kita buktiin, Rivera yang buruk akan mendapatkan prestasi dimana mana' monolog Rivera pada dirinya sendiri, ia akan membuktikan bahwa dirinya tidak bodoh. Pintar bukankah tidak harus dalam bidan akademik, non akademik pun juga termasuk pintar apalagi bisa mendapatkan prestasi dimana mana.

...----------------...

Bel yang selalu tunggu tunggu oleh murid yang ada dunia ini telah berdering, kini sudah waktunya semua murid untuk pulang kerumah masing masing kecuali yang ada jadwal ekskul hari ini.

"Lo semangat banget Ra" cletuk Adira, ia sedari tadi melihat Rivera senyum senyum sendiri bahkan lebih semangat dari teman teman lainya.

"Hehe, soalnya hari ini first time akuu ikut ekskul dance," seru Rivera dengan sangat semangat.

"Wih keren dong.. Semangat cuy," ujar Adira memberikan semangat kepada Rivera sambil memukul pelan bahu Rivera.

"timakaccih diraa," ucap Rivera dan dihadiahi kedipan mata dari Adira.

Seusai berbincang bincang dengan Adira, Rivera langsung berlari menuju ke room dance yang ada disebelah gedung utama.

Sesampainya di room dance Rivera berdecak kagum melihat ruangan yang sangat luas dan lebar tersebut, dilengkapi dengan kaca yang begitu besar dan dengan cat yang berwarna putih. Benar benat seperti room dance yang pernah ia lihat lihat di media sosial.

"Selamat datang Rivera," sambut Tiara selaku ketua dari ekskul dance serta seseorang yang mengajak Rivera untuk latihan hari ini.

"Terimakasih kak Tiara," ucap Rivera sambil tersenyum sangat lebar dan menyalaminya.

"Ayo keatas semuanya udah kumpul diatas, sekaligus kamu kenalan dulu sama mereka," ajak Tiara sambil menunjuk keatas. Di ruangan ini terdapat dua lantai, lantai pertama dikhususkan untuk latihan dance sedangkan lantai dua sebagai tempat berkumpul dan bersantai.

"Baik kak," kata Rivera sambil mengikuti kak Tiara menaiki tangga.

"Heh, jangan panggil kak. Kita seumuran tau, satu angkatan juga" tegur Tiara, ia merasa merinding jika ada orang yang seumuran memanggilnya dengan embel embel "kak".

Sesampainya di sana, Tiara langsung membuka gagang pintu. Rivera melihat, ada sekitar 80an anak yang sedang berkumpul santai diruangan tersebut. Saat Rivera melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan itu, semua mata tertuju pada Rivera.

Mereka semua menatap Rivera dengan pandangan yang berbeda beda hingga membuatnya kikuk.

"Hai semuanya, aku Rivera. Aku baru gabung di ekskul ini, jadi mohon bantuannya dan semoga kita bisa bekerjasama dengan baik. Senang bertemu dengan kalian," ucap Rivera memperkenalkan diri, sejujurnya tatapan yang sulit diartikan dari mereka semua membuat Rivera tremor.

Untuk sesaat tak ada jawaban dari mereka, bukanya merespon perkenalan Rivera. Mereka malah tetap setiap menatap Rivera dan saling tatap dengan teman teman sebelahnya.

"Haloo Rivera, gua Zia," akhirnya salah satu dari mereka membuka mulutnya dan merespon Rivera.

"Hai Zia," kata Rivera dengan senyuman yang tulus sambil melambaikan tangan kearah Zia.

"Ayo yang lainya perkenalkan diri kalian, masa cuma zia aja memperkenalkan diri. Ada murid baru loh" ucap kak Tiara kepada semua orang agar mau memperkenalkan dirinya.

"Hai gua Dina"

"Gua Cella"

"Gua Ellena, salam kenal Rivera"

"Gua putri, semoga betah disini ya"

Dan masih banyak lagi, semua orang memperkenalkan dirinya satu persatu dan berusaha untuk menerima Rivera didalam lingkungan mereka.

Rivera tersenyum sangat lebar untuk sesaat ia merasakan kehangatan ketika ia diterima orang banyak atas kehadirannya walaupun ada beberapa orang yang masih menatap sinis kearah dirinya.

"Emmm... Sebelumnya aku ingin minta maaf jika kehadiran ku disini mengganggu pemandangan kalian, tapi aku mohon.... aku tidak akan berbuat ulah lagi, dan aku janji akan berusaha yang terbaik untuk kedepannya"

"Terimakasih semuanya, semoga kalian bisa menerima aku dengan lapang dada" jelas Rivera, ia ada sedikit keraguan saat mengatakannya.

"Rivera tenang, kita menerima kamu kok. Yaaa walaupun tadi ada sedikit keterkejutan karena melihat seorang Rivera gabung dalam esktra ini" jelas Cella kepada Rivera. Rivera merasa Cella disini orang yang paling dewasa diantara yang lainnya.

"Gua yakin, temen temen yang lain juga setuju dengan pendapat Cella. Jadi lo jangan khawatir, kita semua disini baik kok" ucap Dina.

"Kalau boleh tau, apa alasan lo mutusin buat ikut ekskul ini?" tanya Ellena sedikit menyelidik penasaran terhadap Rivera.

"Aku gabut" jawab asal Rivera, ya walaupun sebenarnya jawabannya untuk menambah nilai tapi yang ada di otaknya itu, jadi yang muncul di mulutnya juga itu.

Mendengar jawaban dari Rivera semua orang melotot, benar benar tak disangka seorang Rivera ternyata bisa gabut.

"Sudah sudah, ayo kita le lantai bawah untuk memulai latihannya" putus Tiara untuk menggiring semua orang menuju kebawah.

Dilantai bawah, Tiara bertugas memimpin dance, jadi semua orang melihat kearah kak Tiara dan mengikuti gerakannya. Sedangkan Cella ternyata ia disini bertugas mengawasi nya, ia akan membenarkan gerakan yang salah dari teman temannya.

Untung saja Rivera tidak merasa kesulitan menirukan gerakan dari Tiara, ia merasa sedikit lihai walaupun masih sedikit kaku. Dulu saat ia masih menjadi Kimora ia selalu menghafal dance dari beberapa kpop, jadi untuk sekarang ia merasa tidak terbebani sedikit pun.

"Rivera lo jago juga" sanjung Cella sambil menepuk nepuk pundak Rivera.

"Makasih" ucap Rivera sambil tersenyum.

1
Yuli Yanti
lanjut thor
ayi🐣
readers maaf banget udah lama aku ga update lagii, karena ada suatu kendala. untuk kedepannya aku bakal usahain update setiap hari, terimakasih yang udah setia membaca karyaku dan maaf yang kecewa yaa/Pray//Pray/
Karlina Sugiharti
autornya kayak gk niat buat ceritanya,lama buanget gk up.pdhl bnyak yg nunggu
Anggie Melliani
ditunggu up ya thor
Welda Arsy❤
penasaran banget,,,,cerita nya benar² bagus.
Welda Arsy❤
fakta apaain sih thooor,,,penasaran🤔
Yuli Yanti
benar2 karya yg bagus
Yuli Yanti
Thor lama gak up nya
nanti up 2 bab sekaligus ye thor
Mardiyana
Menurut aku sbnyak aku baca tentang reinkarnasi baru ni cerita aneh gak nyambung dan tidak ada perubahan dalam tokoh utama kayak gak niat bikin novel ya
Dianra Malakut
aku suka cerita reinkarnasi time travel dimn sseorang dberi kesempatan hidup tuk merubah kehidupan nya tp lihat cerita ini agak monoton, maaf y thor karakter rivera msh lemah mau aja d tindas d fitnah sana sini baik sm kluarganya atau tmn2nya tidk ad tindakan, dsni kn tokoh utama nya rivera dr judulnya antagonis jd apanya yg berubah?? jd lah antagonis yg tegas pintar bls semua perbuatan mereka2 yg sdh menindas rivera trmasuk kluarga nya sndri yg buta akan kebenaran
maaf tu hnya pendapatku sja, aku gemes klo peran utamanya kurng maximal, klo bisa rivera mndri aja kluar dr rmh & bls dendam dgn cara yg cantik gtu
Menik Cute
alah keluar aja lah,ngapain sic bertahan dirumah layaknya neraka...
anak pungut dipuji2,anak kandung berasa anak pungut...
kalau q digituin,tinggal pergi trus hapus nama marga keluarga.
anggap aja mereka mati
Pudji Alfarizi
,q ragu klau emak tirinya itu baik ankny aj modelan dajjal gtu🤭😂
Ian
bagus
Ian
semangat syg/Drool/
Alfatih Cell
lanjut thor seru nih
up lagi yaaaa
IndraAsya
👣👣👣
Hana Syaripah
Author semangat
Aku tunggu lanjutannya
ayi🐣
saya minta maaf sebanyak banyaknya atas ketidaknyamanan nya, dan terimakasih atas kritiknya. untuk kedepannya saya akan lebih berusaha semaksimal mungkin lagi untuk up episode lebih sering lagi. terimakasih atas dukungannya/Joyful//Rose/
Sri Dewi Sri
bgus tp jrng up ny,jd kesel
mr. rmayy
baguss bangett yaahh.. semangat teruss thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!