NovelToon NovelToon
I'M Not A Savior

I'M Not A Savior

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Kontras Takdir
Popularitas:62.2k
Nilai: 5
Nama Author: FantaRiyah

Dikhianati oleh adik angkatnya, di penghujung kematiannya sang ratu iblis menggunakan kekuatan terakhir untuk melakukan perpindahan jiwa.

Jiwa ratu iblis berkelana untuk mencari raga baru dan masuk ke dalam tubuh anak bungsu kaisar yang disebut aib karena lahir dari hubungan gelap kaisar bersama wanita penghibur.

Mengisi raga baru, ia bertekad untuk merebut kembali posisinya sebagai ratu iblis sekaligus membersihkan namanya sebagai aib keluarga kekaisaran. Tapi, apa yang harus dilakukannya ketika sebuah masalah muncul, dimana tubuh baru itu diberkahi oleh dewi penyembuhan yang kemudian dirinya digadang-gadang akan menjadi saintess menjanjikan bagi kekaisaran? Padahal kenyataannya ia adalah ratu iblis, sosok yang jauh dari kekuatan suci apalagi penyelamatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantaRiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27| Keresahan Casara

...Terima kasih telah telah mendukung cerita ini mulai dari komentar dan vote. Saya harap cerita ringan ini bisa menghibur kalian. ...

...SELAMAT MEMBACA...

Casara marah besar saat tahu perintah yang diturunkan untuk menghancurkan naturelis belum dilaksankan oleh Lucane dan rekan lainnya.

Lucane memberi alasan bahwa kehadiran Qearis dan Nell penting untuk misi ini karena mereka adalah yang terkuat tapi Casara justru makin marah dan berkata apakah Lucane tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.

Lucane dan lainnya hendak protes, tapi mereka tidak akan pernah bisa melakukan itu di hadapan master. Kecintaan mereka pada sosok Femina sudah sangat kuat terlebih penyesalan mereka terhadap rencana Algrus sebelumnya telah menjadi rasa bersalah besar terhadap sang master.

"Bukankah ini yang kita inginkan? Master tidak lagi naif, dia sudah jadi begitu kejam dan berhati dingin." Briana berujar pelan, tatapannya melemah dan sedih.

Lucane dan lainnya berkumpul setelah mendapat kemarahan dari sang master. Benar, inilah keinginan mereka agar Femina tidak lagi direndahkan oleh ras lain karena mengemis perdamaian, mereka berharap Femina menjadi lebih keras dan menjinakkan seluruh ras di bawah bangsa iblis alih-alih mengharapkan kedamaian yang mustahil.

Lucane menyentuh dada, tidak terima atas perubahan yang ia harapkan pada Femina.

"Aku mau master yang dulu." Vico merunduk.

Maley dan Charl mengembuskan napas, mereka tidak bisa berbuat apapun kecuali bersiap untuk pergi ke Naturelis, mengacaukan negeri para peri disana.

"Mari berangkat."

Briana telah bersiap di atas burung iblis, Lucane dan lainnya segera menyusul dan meninggalkan Diabolus menuju Naturelis sementara itu Casara yang memandangi kepergian mereka mulai mengembuskan napas berat.

Ini sulit. Jika iblis-iblis itu tahu bahwa dirinya bukan master yang asli maka percuma kesempatan ini dia dapat setelah ribuan tahun lamanya! Dia tidak mau menjadi sampah lagi, dihina karena tidak memiliki kemampuan menguasai segalanya!

"Bukankah dua iblis lainnya tidak ada?" Casara melirik Algrus yang setia berdiri di belakang.

"Benar."

"Mereka sudah tahu bahwa aku bangkit tapi kenapa tidak satu pun dari mereka kembali?" Casara mulai gusar.

"Maaf, kan, saya, Master."

Algrus baru hendak menjawab tapi tiba-tiba wanita berambut cokelat agak kemerahan muncul dalam sekejap, menunduk penuh hormat.

"Qearis menghadap Master," ujarnya.

Casara memperhatikan Qearis dari atas sampai bawah lalu bertanya, "Dimana rekanmu?"

"Saya tidak bersama Nell sejak awal."

"Apa?" Casara mengerutkan dahi.

Berdasarkan semua yang diceritakan Algrus, Nell adalah iblis yang amat memuja Femina sampai rela melakukan sumpah dan menyematkan mantra kuno kutukan di jantung sendiri jadi kenapa iblis satu itu malah tidak lebih dulu muncul.

"Jika dia belum juga datang sampai besok, tugasmu adalah mencarinya," perintah Casara.

Dari balik kelopak mata yang sejak tadi terpejam, Qearis mulai membuka mata, menampakan iris violet cerah yang berkilat penuh makna ketika pandangannya beradu pada Casara lantas wanita iblis itu menyembunyikan seringai.

"Siap, Master."

"Jangan panggil aku Master, tapi Yang Mulia "

Lagi. Qearis mengulum senyum lalu angguk kepala. "Baik, Yang Mulia."

...***...

Pedesaan sudah jauh lebih baik, hanya saja rumah yang hancur tidak bisa ditinggali jadi bala bantuan dari akademi membangun tenda sementara sebagai pengganti rumah.

Sekarang mereka semua berada di luar, menikmati makan malam yang telah disajikan oleh warga yang sudah sembuh total berkat kekuatan penyembuh Seana.

Damiez, Syira, Geas, Ronav, Zielda, dan Seana berada di satu tempat yang terdiri dari satu meja panjang dan lebar dilengkapi dua bangku kayu panjang. Zielda, Ronav dan Seana berada di sisi kanan sementara tiga lainnya di sisi kiri.

Ronav dan Zielda sangat akur, semua anak kaisar tahu hal itu. Walau keduanya hampir sebanding kuatnya, tidak ada perselisihan apalagi pertempuran akan perebutan kekuasaan. Ronav dengan terbuka menarik diri untuk mendukung Zielda menaiki takhta, tapi apa yang dilihatnya sekarang? Geas mengedipkan mata berkali-kali melihat raut wajah Zielda yang biasanya keras dan kaku kini melunak ketika memangku Seana bahkan sesekali jemari-jemarinya menyisir rambut keperakan gadis itu.

"Sekarang kamu punya peliharaan baru, ya?"

Ronav menopang dagu sambil menatap rubah merah yang terlelap di atas meja namun rubah itu masih terjaga, telinganya bergerak-gerak mendengarkan keramaian di sekitar.

Seana melirik Nell. Untung saja Nell tidak banyak tingkah hingga menimbulkan kecurigaan. Sungguh, apalagi Zielda yang peka ada di sekitarnya

"Seharusnya kamu memiliki hewan lucu seperti ini dari pada seekor naga," celetuk Zielda.

Hah? Naga?

Damiez, Syira, dan Geas yang mendengar itu berhenti menyesap minuman mereka.

"Aku iri sekali saat tahu bahwa kamu memanggil familiar untuk melindungi Zielda." Raut wajah Ronav sedikit masam.

Hah? Seana mengerutkan dahi bingung. Dia tidak memanggil Hell untuk melindungi Zielda melainkan meluapkan amarah karena Lucane membuat masalah yang amat dibencinya.

Zielda sendiri tersenyum angkuh. Dia memerintah anggota pasukannya untuk menyebar rumor semacam itu seolah demi kakak yang paling dekat dengan Seana, gadis itu mati-matian melindunginya saat pergi memburu monster.

"Itu hanya rumor, kan? Tidak ada manusia yang bisa menjadikan makhluk legenda sebagai familiar." Damiez berujar skeptis.

Zielda menatap Damiez dingin. "Itu benar. Kamu pikir bagaimana bisa adikku sampai ke istana tanpa sebuah kapal? Apa kamu pikir dia bisa terbang?"

Damiez diam sejenak lalu melongo sambil bertanya skeptis. "Itu ... Tidak mungkin kamu menunggangi naga, kan?" Damiez menatap Seana.

Seana menunjukkan cengiran. "Aku tidak punya pilihan."

Syira tertawa pendek melihat Damiez tidak berkata-kata lagi walau begitu mereka masih menganggapnya candaan.

"Ah, ya, tentang iblis yang kamu ceritakan...," Ronav agak menggantung kalimatnya dan menatap Geas lekat. "Kita harus menangkapnya. Melihat kekacauan yang dia perbuat seorang diri, sudah dipastikan bahwa iblis itu sangat kuat mungkin kemampuannya sebanding dengan iblis di Sanguira."

Nell langsung bangun, melirik Ronav. Manusia itu bertemu Grisa tapi masih kembali dalam kondisi selamat bahkan bugar.

"Dia berhasil memotong satu tangan Grisa dan kabur, tapi terkena racun serangga, aku menyelamatkannya."

Seana mengirim telepati pada Nell sehingga rasa penasarannya raib tapi, walau begitu tetap saja mengejutkan. Terlebih, wanita yang sejak tadi memangku masternya memiliki energi yang sangat besar, mungkin saja dia akan kerepotan jika menghadapinya. Sungguh, Nell belum pernah melihat manusia-manusia sekuat ini di sekitarnya.

"Sebenarnya master memasuki raga siapa? Kenapa bisa memiliki ikatan dengan orang-orang ini?" Nell mengirim telepati.

Seana menyunggingkan senyum kebanggaan. "Aku ini anak bungsu Kekaisaran Zalmitic, salah satu kekuasaan terkuat di kalangan manusia."

"Hm? Ada apa dengan rubahmu? Apa dia terbangun karena mimpi buruk?" Syira berkomentar melihat mata Nell yang melotot, seolah hendak lompat dari tempatnya.

Seana tertawa pelan. "Sepertinya benar."

...BERSAMBUNG ......

1
MmhRuhyan Ruhyana
Semangat ya thor..
지성한
author ini gk ada lanjutannya kah? padahal bagus dan seru thor.
`Shara 💫
neneknya imuttt 💗
Murni Gulo
apakah ini nggak ada kelanjutannya Thor?
Murni Gulo
apakah ini nggak ada kelanjutannya thor
Danella Juanitha
sangat beruntung jika kita memiliki orang dalam apa lagi jika itu adalah KAKEK BUYUT 😂😂😂
Iswati
bikin ketawa ngakak coyyy🤣🤣🤣🤣
Farniyanti Farni
sangat bagusss 🤩🤩
hiro😼
Author kemana si? Udh 2024 masih ga up, padahal udh nunggu bgt
Nani Kurniasih
lah ini author kemana gak update update
rain
Luar biasa
rain
Biasa
Ifarim
SEMNGATT LANJUTTT🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Ifarim
Ihhhh luu yg manupulasi lucaneee
Ifarim
busettt sonoll aneh bnget😭
Sartika Wati
lanjutt thor double up
panty sari
Thor lanjut dong
Black Moon
Thor, lama ga ada kabar? sehat, kan?
Udah 2 Minggu lebih ga up, lagi sibuk kah?
Aliyah Rengat
kapan lanjut Thor
Salma Cheng
mampir thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!