NovelToon NovelToon
Ruang Hati Untuk Karin

Ruang Hati Untuk Karin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Pelabuhan Hati

Bagi orang lain Karin adalah si antagonis untuk kehidupan kakaknya, namun siapa sangka di balik sikap yang dia tunjukkan selama ini dia menyimpan banyak luk. Di tambah dengan malam kelam yang terjadi adanya akibat ulah sahabat-sahabatnya, hidup Karin sejak hari itu berubah total.

Sementara itu Aiden sengaja datang ke Indonesia untuk mencari perempuan yang membuatnya selalu dalam rasa bersalah sejak malam itu. Namun siapa yang menyangka jika dirinya tak perlu bersusah payah untuk menemukan perempuan tersebut. Lalu apakah ada ruang untuk Karin di hati Aiden? Atau dia melakukannya hanya karena sebuah rasa bersalah?

“Selalu ada ruang untukmu di hatiku,” Aiden

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25# Memanas-manasi Karin

Pagi itu mama Ayu kembali membuat ulah saat mereka sedang sarapan, dia selalu mengungkit tentang Nala di depan Karin dan Aiden hanya bisa diam karena tidak ingin membuat Karin makin di pojokkan sang mama. Suasana sarapan pagi yang seharusnya hangat menjadi tidak nyaman, entah sejak kapan Karin dan Aiden kehilangan momen sarapan dengan tenang bersama putra kecil mereka.

“Mbak Nanik!” panggil Karin.

“Iya, bu.” Nanik menghampiri Karin.

“Tolong bawa Vian ke kamarnya dulu! Nanti aku bawa sarapannya ke kamar,” pinta Karin diangguki Nanik. “Adek diantar mbak Nanik ke kamar dulu, ya! Nanti mama susul setelah menemani papa sarapan,” beruntung pagi itu Alvian tidak rewel, bocah tiga tahun tersebut langsung menurut saat di minta menunggu sang mama di kamar.

Nanik menggendong Alvian menuju kamar bocah itu, sementara Karin melanjutkan menemani suaminya untuk sarapan. “Mas mau di bawakan bekal makan siang atau tidak?”

“Tidak usah, sayang. Nanti aku makan siang di kantor saja,” jawab Aiden. “Tapi bawain ropang juga boleh, sayang. Isi coklat keju kacang!” pinta Aiden pada istrinya.

Karin tersenyum. “Siap pak bos,”

“Kamu dengar mama bicara tidak sih, Aiden?”

“Dengar, ma. Kalaupun aku larang memang mama bakal nurut?”

“Kamu yang harus nurut sama mama, Aiden! Bukan mama yang nurut sama kamu,” kesal mama Ayu.

Aiden tidak lagi membalas ucapan sang mama, dia hanya menghela napas dan melirik istrinya yang sudah ada di dapur.

Karin sengaja buru-buru melesat ke dapur untuk membuatkan ropang coklat kacang keju untuk suaminya, dia memang sengaja tidak ikut nimbrung. Karin tidak mau di tuduh mempengaruhi suaminya, lagi pula saat itu masih pagi dan hari masih cukup panjang untuk suasana hatinya berubah menjadi buruk.

Beberapa saat kemudian Karin kembali ke meja makan sambil membawa ropang permintaan suaminya, berbarengan dengan itu mama Ayu sudah selesai sarapan dan sudah meninggalkan meja makan.

Aiden juga sudah selesai dengan sarapannya, dia bersiap untuk berangkat ke kantor. Namun dia ke kamar putranya lebih dulu sebelum berangkat, Aiden selalu mengusahakan pamit pada Alvian.

“Hati-hati di jalan, mas.” Karin merapikan dasi suaminya. “Kabari kalau sudah sampai,” imbuhnya diangguki Aiden, entah kenapa hari itu langkahnya seolah berat meninggalkan rumah.

Aiden meng3cup kening sang istri. “Aku berangkat dulu!” pamitnya di jawab dengan senyum manis sang istri, tak lupa Karin menci um punggung tangan suaminya.

Karin hanya mengantar suaminya sampai depan pintu kamar putra mereka, karena dia harus menyuapi Alvian yang tertunda sarapan akibat drama sang nenek. Seperti hari-hari biasanya, Karin akan di sibukkan kegiatan mengurus rumah setelah selesai mengurus suami dan anaknya. Ada mbak Nanik yang membantu dirinya bukan berarti membuat Karin bersantai dan menyerahkan semua pekerjaan rumah pada Nanik.

Ada hal yang tidak bisa Karin wakilkan pada Nanik, tentu saja soal pengasuhan Alvian. Karin selalu menemani setiap tumbuh kembang putranya, dia menjadi sekolah pertama untuk Alvian belajar. Seperti pagi itu, Karin mengajari putranya tentang berbagai ilmu pengetahuan. Dia menggunakan metode bermain sambil belajar agar Alvian tidak bosan dan bisa mengingat juga menghapal dengan mudah.

“Mama!”

“Iya, sayang. Vian butuh apa, hmm?”

Alvian berdiri, bocah tiga tahun tersebut mengambil buku dan memberikannya pada sang mama. Karin mengambil buku tersebut dari Alvian.

“Mama tolong bacakan celita untuk Pian!” pintanya pada sang mama, Alvian langsung duduk di pangkuan Karin.

Karin mulai membacakan cerita bergambar untuk putranya, Alvian denagn khusyuk mendengarkan sambil melihat buku cerita bergambar yang di baca sang mama.

“Kula-kulanya jalan cepelti ciput tapi kenapa menang ya, mama?” tanya Alvian saat sang mama membacakan buku cerita sang kancil dan kura-kura.

“Karena kura-kura tidak sombong seperti kancil, si kura-kura juga tekun. Meskipun jalannya lambat seperti siput, tapi kura-kura yakin dan optimis. Dia jalan pelan tapi si kura-kura tidak pernah berhenti,” jelas Karin pada putranya.

“Kalo begitu Pian ndak jadi kacihan cama kancilnya. Coalnya dia combong,” ucap Alvian, dia lantas berbisik pada sang mama. “Cepelti nenek lombeng dan Cumala lampil,” lanjut Alvian sambil menaruh jari telunjuknya di depan bibir.

“Adek!”

Alvian terkikik sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan saat Karin menegurnya. “Pian ndak calah lho ini mama. Bibilnya Pian bicala cecuai pakta,” cicit bocah tiga tahun tersebut.

Karin menghela napas, anak kecil seusia Alvian yang bahkan belum paham perselisihan yang ada di sekitarnya saja bisa merasakan kalau Nala dan mama Ayu punya pengaruh buruk.

***

“Jalan keluar yuk, mbak! Aku jemput,”

“Ke mana, Al?”

“Ketemu mbak Rhea,”

“Oke. Aku bilang suamiku dulu,”

Hari itu ternyata Alya sedang cuti kerja, dan dia mengajak Karin untuk keluar menemui Rhea kakak mereka. Karin tentu tidak menolak, dia memang ingin bertemu dengan Rhea dan ingin cerita banyak hal.

Karin kemudian mengirim pesan singkat pada Aiden, dia tetap harus minta ijin dan mengabari suaminya tersebut ke manapun dia pergi dengan putranya.

Karin

“Aku sama Vian keluar dulu, mas. Mau ketemu mbak Rhea dan Alya,”

Aiden

“Oke, sayang! Share lock saja kalian di mana, nanti aku jemput. Kita makan siang bersama,”

Setelah mendapat ijin dari suaminya, Karin kemudian bersiap. Dia lebih dulu mengganti baju Alvian dan mendandani putranya tersebut, setelah itu barulah dia bersiap. Alvian terus melihat mamanya yang sedang mondar mandir.

“Pucing pala Pian lihat mama mondal-mandil,” gumamnya.

Karin tersenyum mendengar gumaman putranya tersebut. “Mama sudah selesai, sayang.” Karin menghampiri putranya yang duduk di tampat tidur. “Let’s go! Hari ini kita jalan-jalan,” Karin membantu putra turun.

“Hole. Pian jalan-jalan cama mama,” girang Alvian saat mendengar kata jalan-jalan, Karin belum memberi tahu putranya kalau mereka akan bertemu Rhea dan Aretha. Sudah pasti si kecil akan bersorak lebih girang kalau dia tahu sang mama mengajaknya bertemu dengan dua orang kesayangannya tersebut.

Karin menggendong Alvian saat menuruni tangga, dia bergegas karena Alya sudah sampai. Adiknya itu tidak mau turun karena di dalam ada mama Ayu, Alya memang tidak ingin menambah masalah jika harus bertemu dengan mertua sang kakak.

“Karin sama Vian pergi dulu, ma! Mungkin balik agak sorean,” pamit Karin pada Ayu.

“Bagus banget kamu, Karin. Suami kerja banting tulang, eh istrinya malah foya-foya. Tidak tahu diri sekali kamu,” ketus mama Ayu.

“Karin sudah ijin mas Aiden, ma. Mas Aiden kasih ijin Karin bawa Vian jalan-jalan,” jawab Karin.

Mama Ayu tiba-tiba tersenyum sinis, dia menunjukkan layar ponselnya pada karin. “Lihat nih! Apa aku bilang, di hati Aiden itu masih ada Nala. Buktinya mereka saat ini meeting bersama, aku yakin Aiden tidak memberitahumu kalau mereka sekarang berkerja sama. Aiden juga tidak mungkin menolak Nala karena dia butuh  Nala,”

Deg

Karin berusaha menutupi keterkejutannya, dia tidak ingin sang mertua semakin menginjak-injak harga dirinya.

“Mas Aiden sudah kasih tahu Karin kok, ma. Karin pergi dulu,” bohong Karin pada sang mertua, dia berlalu pergi meninggalkan mama Ayu yang terlihat kesal pada Karin. Niat hati dia ingi memanas-manasi menantunya tersebut, ternyata malah mendapat jawaban di luar yang dia mau.

1
partini
aiden untuk saat ini kamu lelaki terBeGE,dammm letoyyyyyy
partini
yg ini full mengseddih
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hidup karin lbh mengsedih dr rhea ternyata huhu🫣
total 1 replies
muthia
ulat bulu ulat bulu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hrs dbasmi ya kk 🤭
total 1 replies
muthia
semangat thor selalu di tunggu up nya 🙏❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk
total 1 replies
partini
ibu mertua lucknat
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭 hrs dibasmi pke roundap kalo kata aretha sm viam
total 1 replies
muthia
semangat dan sehat selalu 🙏❤
muthia
baru sempat hadir, banyak acara tetangga🙏🙏
muthia: ❤❤❤❤❤
total 2 replies
partini
Alvin cadel,, kalau merujuk dr novel sebelah agak lelet si aiden ya Thor bakal elus dada lama si Karin
partini
masa lama ya Thor drama rumah tangga nya
a yulaela_fa(Ayu Anfi): engga ka... klo g keblabasan 2 eps nnti lgsg loncat ke alvian yg 3 thn.
total 1 replies
Zea Rahmat
emang otaknya gesrek.... kaga ada hubungan neeee🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 dia msh denial
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): smg nnti ato bsk bs lbh dr 2 ya kk..
total 1 replies
Zea Rahmat
alur mundurnya jgn kelamaan ya ka🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kagak sist... hbs ini kan mrk nikah. di part rhea kan mrk nongol dikit.. 🤭
total 1 replies
Zea Rahmat
disini blm ketemu Aiden ya
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hbs ini ketemu... knnpas otw rega kec ini
total 1 replies
Zea Rahmat
ternyata karin pura2 jd antagonis🤔🤔
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 gara2 slh phm doangqsbnrny, sm dicekokin maknya
total 1 replies
Zea Rahmat
ouhh pantes alvian nempel ke Rhea... udh di ulti am emaknya🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk msh sebiji polong aja udh diulti maknya 🤣
total 1 replies
partini
ok lanjut Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): otw kk 🤭❤️
total 1 replies
Zea Rahmat
pecah telor juga ka🤭🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 lama y sist....aq blm pernh soalekan nulis kish yg ada ksus diawl lgsg hamidun... jd tu mkr dl majju mundur syantik wkwk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!