NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Ares

Istri Rahasia Tuan Ares

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.

Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga Yang Harus Dibayar

“Bibirku ….” Lyra menyentuh bibirnya yang menurutnya sangat cantik, bahkan tak kalah seksi dari bibir seorang model. “Cantik, wajahku juga cantik dan mungil.”

“Sariawan, Ra?”

Lyra berdecak saat dikejutkan oleh sahabatnya yang tiba-tiba muncul. “Perasaan dari tadi pagi kamu ngaca terus, liatin apa sih?”

“Na, menurutmu tubuhku gimana?”

“Tubuhmu_” Sena memperhatikan Lyra dari ujung rambut hingga ujung kaki. “Lumayan sih.”

“Lumayan?” Lyra meringis lalu berdiri dari kursinya, ia berputar di depan Sena lalu meminta penilaian ulang. “Cuma lumayan?”

Jawaban yang Sena berikan tidak lebih baik dari apa yang Ares katakan padanya.

“Tubuhmu bahkan nggak menarik untuk dilirik.”

Dengan susah payah Lyra mengumpulkan keberanian untuk memperbaiki hubungannya dengan Ares. Mungkin Ares memiliki beberapa syarat dalam pernikahan bisnis mereka, Lyra siap memenuhi syarat tersebut sebagai kompensasi karena sudah menyeret pria tak bersalah dalam masalahnya, bahkan jika seandainya pria itu meminta haknya sebagai suami, Lyra siap menyerahkan diri.

Toh sudah sama-sama dewasa, sama-sama memiliki kebutuhan biologis. Selama tidak hamil, Lyra merasa tidak rugi jika hanya tidur dengan Ares.

Namun, apa yang dikatakan pria itu justru memukul ego dan harga dirinya sebagai wanita yang selalu percaya diri.

Ares mengatakan tubuhnya tidak menarik untuk dilirik.

“Cih, lalu tubuh siapa yang menarik?” Lyra berdecih saat mengingat kembali jawaban dingin sang suami. “Tubuh Liana, gitu?”

“Maksudnya?” tanya Sena yang melihat tingkah aneh sahabatnya.

“Ares bilang tubuhku nggak menarik untuk dilirik,” sungut Lyra yang langsung membuat Sena terkikik.

“Ya harap maklum, Sis. Wanita-wanita di sisi Pangeran kegelapan itu montok-montok semua, sedangkan kamu ….” Dengan jahil Sena mengukur dada Lyra dengan tangannya. “Dadamu bahkan nggak sampai segenggam tanganku yang kecil ini.”

Lyra merengut karena apa yang dikatakan Sena benar adanya, ia sendiri merasa kurang percaya diri dengan dadanya yang hampir rata, bahkan tak jarang Lyra sering menggunakan bra dengan busa tebal untuk menunjang penampilannya. Apalagi ia sebagai seorang desainer yang harus selalu tampil cantik, seksi dan elegan.

“APA-APAAN KALIAN?”

Sena dan Lyra langsung menoleh terkejut saat mendengar suara menggelegar itu. “Pak Ares?” gumam Sena saat melihat pria yang dijuluki Pangeran kegelapan tiba-tiba ada di depannya.

“Apa kalian_” Ares meringis melihat tangan Sena yang masih bertengger di dada Lyra. “tanganmu_ singkirkan tanganmu, sialan!”

Sena tersentak saat Ares memukul lengan kecilnya, pun dengan Lyra yang tak menyangka dengan reaksi Ares. “Melakukan pelecehan seksual di siang bolong.”

“Pelecehan seksual?” pekik Sena dengan mata melotot, wajahnya langsung merah padam karena kesal, sementara Lyra hanya bisa menahan tawa.

Sebagai sahabat sejak kecil, sudah biasa keduanya melakukan kontak fisik seperti itu, apalagi Sena hanya mengukur dadanya. Selain itu, mereka adalah desainer, menyentuh tubuh orang lain untuk mengukur sudah menjadi makanan sehari-hari, meskipun tentu saja mengukurnya tidak dengan cara Sena sekarang yang memang terlihat seperti melakukan hal lain.

“Pulang!” titah Ares yang langsung membuat air muka Lyra berubah.

“Maksudnya?”

“Maksudnya pulang sekarang!”

Lyra mengerutkan dahi karena diperintah oleh Ares, sedangkan keduanya sepakat untuk menjalani hidup masing-masing … walaupun kesepakatan itu tak terucap secara nyata tapi Lyra merasa memang seharusnya seperti itu.

“Tuan Ares, saya sampai lupa bertanya maksud kedatangan Anda ke perusahaan kecil saya.” Lyra menyunggingkan senyum ramah dan professional yang justru ditanggapi dengan seringai oleh sang suami.

“Bukannya kamu mau membicarakan syarat denganku? Mumpung aku ada waktu.”

Pembicaraan di hari sebelumnya memang gagal karena Lyra merasa Ares hanya merendahkannya sehingga ia segera masuk ke kamar lalu menghindari pria itu, bahkan pagi ini ia ke kantor di pagi-pagi buta hanya agar tidak perlu berhadapan dengan Ares.

“Oke,” jawab Lyra pasrah. Ia tidak tahu sampai kapan harus berada dalam pernikahan yang hambar dan dingin, jadi lebih baik membicarakan semuanya dengan jelas dari sekarang agar tak jadi masalah di kemudian hari.

Ares memberi isyarat untuk pergi bersama tapi Lyra segera menolak. “Saat ini pernikahan kita masih rahasia, jika ada yang melihat kita bersama mungkin tidak baik untukmu, Tuan Ares.”

Ares hanya tersenyum miring lalu melenggang pergi, meninggalkan Lyra yang hanya bisa menarik napas panjang.

“Gila, pria itu sudah seperti kulkas 12 pintu aja,” gerutu Sena setelah Ares tak lagi terlihat. “Dan bisa-bisanya dia ngira aku melakukan pelecehan seksual sama kamu. Otaknya miring apa?”

“Otaknya nggak ada,” sahut Lyra kesal yang langsung disetujui oleh Sena. “Semua gara-gara Ryan sialan.”

“Belum ada kabar tentang dia, Beb?”

Lyra hanya menggeleng lemah. “Kamu masih cari dia?”

“Masih, bagaimana pun juga aku akan harus menemukannya.”

*********

“Ares mana?”

Seperti biasa, Lyra disambut oleh Bi Mia, bahkan wanita paruh baya itu seakan sudah tahu kapan Lyra sampai di rumah karena selalu berada di depan pintu saat majikannya pulang, padahal Lyra tidak pernah mengabari kepulangannya.

“Di ruang kerjanya, Nyonya.”

Lyra mengangguk mengerti. “Oh ya, Bi. Bisa tolong bantu aku pindahkan barang-barang ke kamar tamu?”

“Nyonya mau pindah ke kamar tamu? Kenapa?”

“Ares nggak mau sekamar sama aku, jadi lebih baik aku yang di kamar tamu karena ini rumahnya.”

Sudah dua malam Ares berada di rumah dan pria itu tidak pernah masuk ke kamar utama, Lyra merasa dirinya harus tahu diri.

“Kalau Tuan tidak mau satu kamar dengan Nyonya, sejak dulu Nyonya sudah ditempatkan di kamar tamu, kan?”

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumah Ares, Lyra memang langsung diarahkan ke kamar utama, saat itu ia tidak menolak karena berpikir Ares yang meminta. Jika pun pria itu tidak ingin memiliki hubungan suami istri yang sesungguhnya, mereka bisa tetap satu kamar tanpa melakukan apa pun. Akan tetapi, selama dua malam ini Ares bahkan tidak menginjakkan kaki ke kamar utama, jadi Lyra merasa Ares memang tidak mau satu kamar dengannya.

“Dia sudah punya kekasih, tubuh dan jiwanya sudah pasti untuk sang kekasih,” pikir Lyra.

“Kalau Bibi nggak sibuk, bisa bantu aku pindahkan barang-barang sekarang? Mumpung Ares masih di ruang kerjanya.”

Bi Mia hanya mengangguk pasrah lalu mengekori Lyra ke kamarnya. “Oh ya, Nyonya ingin makan malam apa?”

“Apa saja, aku nggak pilih-pilih makanan kok, Bi. Jadi jangan selalu tanya aku mau makan apa. Masak saja apa yang ada.”

“Saya hanya melakukan perintah Tuan Ares.”

“Maksudnya?” Lyra mengerutkan dahi tapi belum sempat Bi Mia menjawab, Ares tiba-tiba muncul dengan wajah datarnya.

“Berwajah antagonis banget,” gumam Lyra kesal, ia sampai bingung apa yang disukai oleh model sekelas Liana dari Ares yang selalu berwajah dingin, tegang, bahkan alisnya selalu mengkerut seperti angry birds.

“Mau apa?” tanya Ares dengan nada yang menusuk, membuat Bi Mia gemetar takut.

“Pindah kamar.” Lyra menjawab dengan malas sambil memasukkan barang-barang di meja rias ke dalam tas. “Dari pada kamu yang di kamar tamu, sebaiknya aku yang di sana. Lagi pula ini rumahmu.”

“Keluar!”

Lyra langsung mendongak mendengar perintah itu, jantungnya kembali berdegup kencang, tak menyangka ia akan benar-benar diusir dengan kasar. Dengan kesal, Lyra langsung memasukkan semua barangnya dengan cepat dan sembarang.

“Ba-baik, Tuan.”

Bi Mia menjawab dengan suara gemetar lalu segera berlari tergopoh-gopoh dari kamar, membuat Lyra tercengang karena merasa dirinya yang diusir.

Saat Bi Mia sudah keluar, Ares langsung mengunci pintu lalu mendekati Lyra, langkahnya pelan tapi tegas, seperti pemburu yang sedang berhati-hati saat menargetkan buruannya. Mata Ares yang tajam menatap tepat di matanya, bibir pria itu menyunggingkan senyum miring.

Alarm dalam kepala Lyra menyala, memperingatkan bahaya yang mengancam.

“Ma-mau apa?” tanyanya gelagapan, meski takut, Lyra tetap mengangkat wajah dan membusungkan dada, berharap hal itu membuat Ares melihatnya sebagai sosok yang tidak bisa tindas.

“Aku ingin mengajukan syaratku.”

Lyra mendesah berat, ia bersedekap tangan di dada lalu berkata, “Katakan.”

“Syarat pertama, kita hanya orang asing di luar tapi di dalam rumah harus tetap jadi suami istri.”

“Maksudnya?” Lyra menaikkan ujung alis, tidak mengerti apa yang Ares maksud.

“Maksudku, suami istri berbagi kamar, berbagi ranjang, berbagi selimut dan bantal.”

Lyra menelan ludah mendengar syarat yang Ares ajukan, apalagi pria itu menyebutkannya dengan sangat detail. Awalnya ia mengira tidak apa-apa bahkan meski harus tidur dengan pria itu, tetapi saat Ares memberikan kesal ingin melakukan hal tersebut, jiwanya meronta, dadanya bergejolak.

“Bagaimana menjawab syarat Pangeran kegelapan ini?” Lyra mengepalkan tangan, ia ingin menolak, benar-benar ingin menolak mentah-mentah.

“Jangan lupa, dalam pernikahan ini aku yang sangat dirugikan.” Ares berkata penuh penekanan. “Kamu harus memberikan kompensasi yang layak, kan?”

“Oke!” seru Lyra pasrah.

“Lalu syarat kedua_”

“Berapa banyak syaratmu?” sergah Lyra tak terima, satu syarat yang Ares ajukan sudah membuat ego dan harganya tercabik-cabik.

“Untuk saat ini, aku hanya ajukan dua syarat.”

“Untuk saat ini?” ulangnya. “Apa nanti akan ada syarat tambahan?”

Ares mengangguk dengan seringai liciknya. “Jangan keterlaluan, Ares. Bukan hanya kamu yang merasa terjebak dengan pernikahan ini, aku juga. Kamu pikir mudah menjalani hidup setelah semua yang terjadi? Calon suamiku hilang, lalu dipaksa menikah dengan calon kakak ipar, menjadi istri rahasia dari pria yang sudah memiliki kekasih itu nggak mudah.”

“Kamu bisa menolak, saat itu kamu bisa melarikan diri seperti calon suamimu yang pengecut itu tapi kamu tetap di tempatmu semula, berdiri sebagai pengantin wanita sehingga keluargamu harus mencarikan pengantin pria,” cecar Ares dengan nada rendah nan penuh penekanan, matanya berapi-api, rahangnya mengeras.

Ekspresi Ares yang penuh kemarahan ini membuat nyali Lyra menciut, bahkan ia baru tersadar bahwa apa yang baru saja Ares katakan ada benarnya.

Mengapa ia tak terpikirkan hal itu dulu? Mengapa tidak lari saat pengantin prianya hilang?

Lyra tertunduk, kecewa dan marah pada dirinya sendiri yang begitu bodoh.

“Maaf,” lirihnya. Meskipun Ares terkenal arogan dan licik, tetapi dalam hal ini pria itu memang tak bersalah, hanya korban keegoisan keluarga.

“Permintaan maafmu juga harus ada harganya, Lily.”

“Oke, katakan syarat keduamu.”

“Jangan biarkan siapa pun menyentuhmu, terutama payudaramu yang lebih kecil dari bakpao itu.”

“Ares anak setan!”

1
Indra Kusuma
kayak nya si Ares ini pemilik dahar harta keluarga jatmika dehhh🤣
Arsyad Algifari.
jadi Ares anak kandung tuan tama
Mei 71
Apakah Ryan anak kandung juga?
Mei 71
Hubungan saling menguntungkan tapi tidak tulus...
🌺 Tati 🐙
wah ternyata ares anak kandung,...sampe sejauh ini belum ketebak alurnya,masih banyak pertanyaan😅
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
nah kan Ares anak dari tuan Tama,

duh giliran ada gratisan langsung ok hehwhe
Nata Abas
lanjut kak penasaran lanjutan y
Arsyad Algifari.
seperti ada dendam pribadi Ares pada keluarga Ryan
yulithong
tambah penisirin kita....lanjut kak
Milla
Lanjut thorrr cerita mu bagus kok g banyak yang baca yaa ??? 🥺😔 apa belum tau aja para pemirsah pembaca ini yaaaa 😔
Mei 71
Keren Lyra 👍
Kudukung kamu..
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
ada dendam apa kamu sama kluarga Ryan, kurasa bukan hanya kamu mencintai lyra ,, TPI ada hal lain di balik semua ini
Indra Kusuma
kayak nya novel ini bertema balas dendam yg tersebung dehh ,,, curiga nya GK habis"🤭
🌺 Tati 🐙
yang dikira baik belum tentu baik,yg dikira jahat blm tentu jahat...yg pasti aku penasaran di balik semua ini...lanjut
Arsyad Algifari.
gimana ini ly yang satu suamimu yang satu mantanmu .tapi sebaik baiknya Ryan dia tetap mantanmu
apa iya . hilangnya Ryan hari itu ulah ortunya lira
💥💚 Sany ❤💕
Jangan goyah ya Ly...., ingat apapun dan gimanapun sikap Ryan ke kamu tetap aja dia mantan.
💥💚 Sany ❤💕
Waduh... gawat ni, yang satu merasa masih kekasih Lyra dan yang satu emang suaminya.
💥💚 Sany ❤💕
Lyra dah mulai ada rasa ne ma Ares, cuma blom nyadar aja.
💥💚 Sany ❤💕
Balas aja Ly...., tangan ada nanti Ares rezeki banyak 😂😂😂
💥💚 Sany ❤💕
suka banget ma karakter Sena, enerjik dan lucu 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!