Tak pernah terpikirkan oleh Chiara jika hari pernikahan yang dia dambakan selama ini malah berakhir dengan kesedihan. Kesedihan yang begitu menyakitkan bagi Chiara.
Setelah satu tahun berpacaran , Chiara memutuskan menikah dengan Aldo - pria yang sudah menjadi tambatan hatinya selama ini. Bukan pernikahan indah yang dia dapatkan , tapi Chiara malah mendengar kabar kalau calon suaminya telah meninggal.
Nenek Dewi - selaku Nenek Aldo merasa sangat kasihan pada Chiara. Dia sudah menganggap Chiara seperti cucunya sendiri. Karena tamu undangan sudah banyak yang datang , Nenek Dewi lalu menyuruh Dario - cucu kesayangannya yang terkenal berandalan sebagai pengganti Aldo. Dario bersedia menjadi mempelai pengganti karena dia tidak tega melihat Neneknya yang terus memohon.
Apakah pernikahan mereka akan bertahan lama ? Atau justru berpisah karena tak saling mencintai ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin menikah lagi
Di sebuah hotel
Setelah sampai di hotel , Aldo terus saja tersenyum mengingat pertemuannya dengan Chiara . Aldo tak menyangka akan bertemu Chiara di sana. Padahal dia sudah menghindari Chiara dan pergi cukup jauh dari kota kelahirannya agar tidak bertemu dengan wanita itu , namun dia tetap bertemu dengan Chiara.
" Mungkin ini yang namanya jodoh. Kalau sudah berjodoh, kemana pun kita pergi pasti akan tetap bertemu juga," gumam Aldo sembari terus tersenyum. Dia sangat yakin kalau dirinya pasti berjodoh dengan Chiara.
Sedangkan raut wajah Keysa terlihat sangat marah ketika melihat Aldo baru datang. "Dari mana saja kau ? Kenapa membeli susu saja begitu lama ? Atau jangan - jangan kau pergi mencari Chiara ? " tuduh Keysa. Mata Keysa terbuka lebar dengan titik pupil yang tampak marah dan buta oleh amarah.
"Aku memang keluar membelikanmu susu , tapi di depan supermarket malah tidak sengaja bertemu dengan Chiara. Aku langsung lari , akan tetapi Chiara malah mengejarku hingga dia hampir ditabrak oleh mobil. Akhirnya aku memutuskan berhenti lari , lalu menghampirinya," terang Aldo seraya meletakkan susu yang dia beli di atas meja.
Kedua mata Keysa semakin terbuka lebar mendengar ucapan suaminya.
"Dasar wanita murahan . Seharusnya Chiara di tabrak oleh mobil itu agar dia mati. Kalau dia mati maka Aldo pasti akan berhenti memikirkannya," gerutu Keysa di dalam hatinya. Kedua tangannya mengepal kuat hingga kuku - kuku jarinya memutih.
Keysa menghampiri Aldo dengan mata melotot."Seharusnya kau tak menghampirinya," teriak Keysa sambil mendorong Aldo.
" Sayang , kau tidak boleh egois begitu. Seharusnya kau merasa bersalah karena telah merebutku dari Chiara. Dan asal kau tahu, setelah bertemu dengan Chiara , aku berpikir sepertinya aku berjodoh dengan Chiara. Buktinya kami bertemu di kota ini. Padahal aku telah meninggalkan kota kelahiranku dan datang ke kota ini untuk bersembunyi dari Chiara , tapi ternyata kami malah bertemu di sini. Aku yakin dari awal Chiara sama sekali tak percaya kalau aku telah meninggal . Pasti dia pergi ke setiap kota untuk mencariku, " kata Aldo sembari duduk dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.
Raut wajah Keysa semakin berapi - api mendengarnya. "Aldo , kau harus ingat kalau Chiara sudah memiliki seorang suami," ucap Keysa seraya menatap Aldo dengan tatapan yang sangat tajam.
"Ya , aku tahu. Chiara pun mengatakan begitu. Tapi aku yakin Chiara tak mencintai suaminya. Tadi aku meminta Chiara agar bercerai dari suaminya lalu menikah denganku. Aku memberikan Chiara waktu untuk memikirkan semuanya sampai besok. Tapi kau tenang saja, aku belum menceritakan pada Chiara kalau aku telah menikah denganmu. Rencananya setelah menikah dengan Chiara , aku baru akan menceritakan mengenai hubungan kita. Jika Chiara ingin marah maka dia tak akan bisa melakukan apapun karena sudah menjadi istriku. Jadi aku mohon biarkan aku menikah dengan Chiara," sahut Aldo dengan raut wajah memohon. Dia meraih tangan Keysa lalu menciumnya berkali - kali.
Keysa hanya dia saja. Keysa yakin Aldo pasti belum mengetahui kalau suami Chiara adalah saudara tirinya sendiri. Kemarin Mama mertuanya mengatakan kalau yang menghadiri pernikahan Chiara dan Dario hanyalah Nenek Dewi saja. Jadi sudah pasti banyak yang tidak tahu kalau Chiara menikah dengan saudara tirinya Aldo. Kira-kira bagaimana reaksi Aldo jika dia tahu kalau Dario adalah suami Chiara ?
" Sayang , kenapa malah diam saja ? Kalau kau diam saja, maka aku anggap kau setuju aku menikah lagi dengan Chiara," ucap Aldo . Pria itu mengecup pipi Keysa sambil tersenyum.
Keysa menaruh dengan kasar ponselnya di atas meja lalu meninggalkan Aldo sendirian.
" Aku akan menunggumu Chiara. Kalau kau berani menikah dengan Aldo maka setelah acara pernikahan selesai aku akan mengirimmu ke neraka . Aku sendiri yang akan membunuhmu," gerutu Keysa sembari melempar - lempar semua bantal yang ada di tempat tidurnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Apertemen Dario.
Setelah sampai di apartemen, Chiara hanya diam saja. Dia terus memikirkan ucapan Aldo. Dia benar-benar bingung. Apakah dia harus berpisah dengan Dario ? Lalu bagaimana dengan perasaan orang tuanya ?
Rasanya kepalanya seperti mau pecah memikirkan semua itu. Karena terlalu asik melamun, bahkan dia tidak tahu kalau Dario sudah pulang dan duduk di sampingnya
" Chiara, apa yang terjadi denganmu ? Apa kau sakit ? " tanya Dario sembari menempelkan punggung tangannya ke dahi Chiara.
Chiara pun terlonjak kaget ketika merasakan ada yang menyentuh dahinya.
" Da- Dario ? Kau sudah pulang ? " tanya Chiara dengan kedua mata yang membulat sempurna .
" Iya , aku pulang untuk menjemputmu. Tapi apa yang terjadi denganmu ? Kau bahkan tidak menyadari akan kedatanganku," ujar Dario. Raut wajah Dario pun terlihat sangat cemas .
" Aku baik - baik saja," sahut Chiara seraya menunduk. Chiara langsung memikirkan reaksi Dario jika dia menceritakan pada pria itu kalau tadi dia bertemu dengan Aldo .
Dario memperhatikan ke sekeliling ruangan itu. Ketika dia meninggalkan apartemennya, apartemen itu sangat berantakan . Karena telat bangun , jadi dia tidak sempat membersihkan rumah. Tapi kenapa apartemennya saat ini sangat bersih ? Siapa yang membersihkan apartemennya ? Apakah Chiara yang melakukannya ? Tapi selama ini Chiara tak bisa mengerjakan perkerjaan seperti ini ?
" Chiara, siapa yang melakukan semua ini ? Aku masih ingat betul kalau sebelum pergi rumah dalam keadaan berantakan. Apakah kamu yang melakukannya ? " tanya Dario sembari menaikkan alisnya.
" Iya , tentu saja aku yang melakukannya. Memangnya siapa lagi yang akan melakukannya ? Aku melakukan semua ini karena aku ingin belajar menjadi seorang istri yang baik. Maaf , karena selama ini aku selalu menyusahkanmu, tapi aku janji mulai sekarang aku akan belajar menjadi seorang istri yang baik," kata Chiara dengan tulus.
" Chiara , kau tak pernah menyusahkanku. Malahan aku senang melakukan semua itu. Aku sangat senang dengan sikapmu yang sangat manja itu. Kau pasti sangat capek karena membersihkan apartemen ini ? Biar aku pijat ya ? " ujar Dario dengan raut wajah yang semakin cemas. Pria itu pun langsung memijat kaki Chiara.
Dario bingung dengan apa yang Chiara lakukan. Kenapa wanita itu tiba-tiba membersihkan rumahnya ? Apakah kemarin dia pernah mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati Chiara ? Jujur, dia memang lebih suka melihat Chiara yang sangat manja dengannya.
" Tidak usah, aku baik-baik saja kok. Seharusnya aku yang memijatmu , karena kau baru pulang kerja," kata Chiara yang kemudian menarik kakinya dari tangan Dario.
" Aku juga baik - baik saja kok. Lain kali biar aku saja yang membersihkannya," ucap Dario sembari tersenyum manis.
Chiara terdiam mendengar jawaban Dario. Sifat Aldo dan Dario memang sangat jauh berbeda. Dulu ketika Aldo baru pulang dari bekerja dan mampir ke rumahnya, pria itu selalu menyuruhnya untuk memijatnya. Tak hanya itu , bahkan kalau Aldo makan pria itu selalu minta di suapin. Sedangkan dia malah sibuk dengan ponselnya.
" Dario , kenapa kau bisa jatuh cinta padaku ? " tanya Chiara dengan raut wajah serius.
"Bukankah aku sudah mengatakan semuanya kemarin ? " tanya Dario dengan raut wajah semakin bingung. Dia bingung kenapa Chiara tiba - tiba bertanya seperti itu ?
" Tapi aku ingin mendengarnya lagi," ucap Chiara.
" Chiara, aku tak punya alasan kenapa aku bisa mencintaimu. Hanya satu yang aku tahu, aku bahagia saat bersamamu. Cinta itu perasaan dalam hati yang tidak bisa di lukiskan lewat kata - kata. Tapi aku akan membuktikan padamu kalau aku benar - benar mencintaimu," terang Dario sembari menatap wajah Chiara dengan jarak yang cukup dekat.
Dario mengecup kening Chiara dengan lembut. "Sekarang pergilah mandi," kata Dario dengan raut wajah yang terlihat sangat senang. Dia senang karena Chiara sama sekali tak marah ketika dirinya mencium kening wanita itu.
semoga saja Chiara akan baik2 saja dan rencana nenek Dewi tidak jadi kenyataan .
kasihan Chiara dan Dario kalo sampe itu terjadi