NovelToon NovelToon
Tahanan Adik Kaisar

Tahanan Adik Kaisar

Status: tamat
Genre:Perperangan / Identitas Tersembunyi / Teman lama bertemu kembali / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cintapertama / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Huacheng Imut

Demi menghindari pernikahan politik dan memenuhi permintaan Ayahnya, Xiao Su Jin memalsukan identitasnya sebagai seorang laki-laki bernama Xiao Su Yeo ditengah-tengah krisis ekonomi dan politik yang sedang terjadi serta tindakan korupsi yang dilakukan oleh anggota kerajaan hingga merugikan rakyat.

Dengan berpura-pura menjadi anak angkat dari pasangan Eun Ji dan Xiao Xuluan, Xiao Su Yeo banyak menemukan masalah dalam hidupnya bahkan harus terlibat dalam urusan politik istana dan terikat hubungan Tuan dan Pelayan dengan Pangeran ketiga bernama Zhou Yuan.

Di waktu yang berbeda, Adik dari sang Kaisar, Mu Xinyang mulai mencurigai kebenaran dibalik Xiao Su Yeo. Dia mulai mencari tahu dibalik sosok Xiao Su Yeo yang merupakan Xiao Su Jin yang asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huacheng Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27 - Sihir Boneka Jerami III

Gunung Jiayu menjadi gunung terseram yang pernah mereka berdua lewati selama ini. Bagaimana mungkin gunung itu tidak menjadi gunung terseram. Di sekeliling gunung itu terdapat makam-makam tua dan sebuah pemukiman kecil yang sudah tidak lagi ditempati oleh siapapun di sana. Kuda yang mereka tunggangi juga sempat mengamuk berkali-kali karena menolak untuk memasuki wilayah gunung Jiayu yang jika dilihat dari kejauhan saja sudah tampak menyeramkan.

”Serius? Apakah kau sungguh ingin memasukinya?” tanya Wu Xing yang tiba-tiba terlihat ragu untuk memasukinya. Jalanan yang ada di depan saja hanya berupa jalan setapak yang gelap gulita. Bahkan mataharinya saja tidak mampu menembus tebalnya kabut yang muncul di sekitarnya.

”Kalau kau seorang pengecut, pulang saja! Aku bisa melakukannya sendiri.” cibir Zhou Yuan kemudian melajukan kudanya ke depan.

”Siapa yang kau panggil pengecut? Kau sendiri juga takut menghadapinya sendiri kan?!” balas Wu Xing dengan membentak.

”Sejak aku memutuskan untuk pergi, aku sudah tidak lagi merasa takut pada apa saja yang menghalangiku di depan sana. Toh, lagipula aku hanya akan menggunakan pedang yang sudah berkarat karena lama tidak digunakan.” jawab Zhou Yuan sesaat kemudian.

”Kau cukup pintar berbahasa sopan. Apakah karena nilai sastra mu tinggi? Ahh, sudah kuduga aku akan kalah darimu.” ucap Wu Xing asal-asalan sembari berusaha mengiringi langkahnya dengan kuda milik Zhou Yuan.

Zhou Yuan terdiam selama beberapa saat seolah sedang memikirkan sesuatu. ”... Oh, ya. Mengenai pertanyaanmu tadi, alasan mengapa aku sampai perlu repot-repot melakukan hal ini. Aku rasa kau memang benar.” Zhou Yuan memberi jeda selama beberapa saat. ”... Aku memang menyukai Su Jin. Bukan sebagai pelayan dan tuannya tetapi sebagai seorang laki-laki terhadap wanitanya.”

Wu Xing berkedip berkali-kali. Dia menatapnya dengan terkejut seolah tak percaya Zhou Yuan akan mengatakan hal jujur yang bahkan tidak semua orang mampu mengatakannya. Sungguh berani. Dia tidak tahu apa yang akan dikatakan Su Jin jika dia mendengar hal ini keluar dari mulut Zhou Yuan.

Zhou Yuan kemudian melanjutkan, ”Rencananya aku ingin berhenti menyukainya karena ada seseorang yang menantinya sejak bertahun-tahun lalu. Tetapi, dia selalu saja membuatku terpesona dan bersikap serakah pada semua orang seolah Su Jin hanya bisa menjadi milikku—

”Itu artinya kau mengaku kalah dengan Yang mulia Putra mahkota kan?” Wu Xing memotong pembicaraan. ”Karena pernikahan politik itu, Su Jin merubah dirinya menjadi Su Yeo. Dia tidak mau menikah muda dengan seseorang yang belum dikenalinya dan tidak begitu dekat dengannya. Keputusan masih berada di tangan Su Jin. Kalau begitu, kau juga masih punya kesempatan kan? Pesanku padamu yang pernah merasakan hal yang sama adalah, jangan menyerah sebelum menerima penolakan.”

...~o0o~...

”Yang Mulia, sesuai perintah Anda. Jenderal Xiao dan pasukannya sedang bergerak menyusul Pangeran ketiga.” ucap seorang Kasim yang berbicara di depan pintu luar karena tidak diizinkan masuk selain tabib istana.

”Begitu kah? Lalu, kemana mereka akan mencarinya?” tanya Mu Xinyang dari dalam ruangan.

Kasim itu terdiam sejenak seolah takut dengan jawaban yang dimiliknya. ”Jenderal Xiao sudah bisa menebak dimana letak tempat penyihir itu bersembunyi. Dia sama marahnya dengan Yang mulia. Saat ini, dia dan pasukannya sedang bergerak menuju Gunung Jiayu.”

Mu Xinyang terdiam sejenak. Tentu dia tahu seperti apa gunung Jiayu itu. Tak ada seorangpun yang berani tinggal atau berkunjung ke gunung yang dipenuhi dengan pemakaman yang mengerikan dan berkabut seperti itu. Mereka berdua jelas telah menantang bahaya untuk menyelamatkannya.

”Itu menarik sekali. Segera berikan kabar padaku jika mereka sudah kembali.” jawab Mu Xinyang.

”Baik, Yang mulia. Saya mohon undur diri dari pandangan Anda.” ucap Kasim setelah itu dia berjalan pergi meninggalkan ruangan.

Mu Xinyang kembali mengusap wajah Su Yeo menggunakan sebuah kain basah. Ia mengusapnya dengan perlahan agar Su Yeo tidak terbangun. ”Kau lihat kan, Su Jin. Semua orang mencemaskanmu. Kau harus bisa bertahan, apapun yang terjadi.”

Kediaman Xiao.

”Nyonya! Nyonya!” Shi Yu berjalan berlari menuju ruangan Eun Ji yang sedang berdoa di dalam sebuah kuil untuk keselamatan putrinya, Su Jin.

”Ada apa, Shi Yu?” tanya Eun Ji yang langsung menoleh ke arah Shi Yu yang masih berdiri di depan pintunya.

Dengan terengah-engah, Shi Yu berusaha berkata, ”Di luar sana, muncul sebuah gosip tentang Nona Xiao.”

”Bicara apa kau ini?! Panggil dia Tuan muda Xiao!” ucap Eun Ji dengan membentak.

”Tapi, Nyonya itu tidak bisa disembunyikan lagi! Orang-orang berkumpul di kediaman keluarga Xiao. Mereka menagih jawaban mengapa Tuan dan Nyonya menyembunyikan identitas Nona Xiao Su Jin menjadi Su Yeo.”

”Apa?! Maksudmu, mereka sudah tahu tentang kebenaran Su Yeo?!” Eun Ji tampak terkejut sekaligus khawatir dengan gosip yang dia bahkan tidak tahu sejak kapan menyebar.

”Benar, Nyonya. Tiba-tiba saja, muncul gosip mengenai kebenaran tentang Tuan muda Su Yeo yang sebenarnya adalah Putri dari keluarga Xiao yang dijodohkan dengan adik Yang mulia Kaisar, Nona Su Jin.”

Eun Ji berdecak kesal. Dia menghancurkan tasbih kayu yang ada di tangannya dan berkata, ”Segera tutup kediaman ini! Jangan biarkan siapapun masuk atau keluar dari sini!”

...~o0o~...

Gu Zuo terus memaku sebuah boneka jerami yang menjadi perantara Su Yeo. Dia terus menancapkan paku di sana dan membuat Su Yeo semakin merasa kesakitan. Tidak lama, dia berhenti saat mendengar suara langkah kaki yang langkahnya semakin mendekatinya. Ia pun langsung menoleh ke belakang dan melihat Wu Xing dan Zhou Yuan sedang berdiri di sana.

”Oh, ternyata di sini. Akhirnya kami bisa menemukanmu, penyihir ular.” ucap Wu Xing sembari bersandar pada sebuah dinding batu yang cukup besar.

Gu Zuo menatap mereka dengan dingin. ”Dendamku pada anggota kerajaan tidak akan pernah berakhir! Mati saja kalian di sini!”

Sebuah ular besar muncul dari dalam tanah setelah Gu Zuo mengakhiri ucapannya. Ular berwarna hitam dan bermata merah, tengah menatap mereka dengan tatapan memburu. Dia membuka mulutnya dan menunjukkan taringnya yang tajam.

”Ular pelajaranmu sungguh besar sekali. Berapa tahun kau memeliharanya?” cibir Zhou Yuan sembari mengeluarkan pedangnya.

”Hanya ular yang lemah. Sebelumnya aku pernah menghadapi masalah yang lebih besar lagi.” berbeda dengan Zhou Yuan, Wu Xing mengeluarkan sebuah pisau belati dari balik jubah pakaiannya. Dia melirik ke arah Zhou Yuan dan berkata padanya, ”Semoga saja kau menunjukkan dirimu yang sebenarnya.”

Zhou Yuan membalas, ”Kau saja yang melakukannya. Kita lihat, siapa yang mampu mengalahkannya lebih dulu.”

1
Murni Murniati
ini kok bisa dia dtuduh mau mmbunuh kaisar, apa dia djebak ato apa,
MelatiVrindavan
semoga selalu berbahagia & selalu mencintai..💃🕺🌹💃🕺🌹💃🕺🌹
Mdede91
kok udah end Thor..aku nggak setuju su Jin sama putra mahkota.aku maunya sama Zhou yan.dia yg awal mula bersama2 su jin.adegan mereka lebih banyak tp kenapa akhirnya sama putra mahkota?wu xing jg karakter yg mengesankan..terasa mau d cepat end aja nih
Lina Anna
ini kasim minta digeprek ganggu aja
Purwanto Purwanto
sangat bagus. singkat dan jelas, ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!