NovelToon NovelToon
Rebirth Of The Duke'S Daughter

Rebirth Of The Duke'S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pelangizigzag

Putri bodoh yang satu ini berubah total dalam waktu semalam! Setelah ini dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakitnya satu-persatu. Lalu ditakdirkan hidup sebagai permaisuri? oh, tidak masalah karena ada pria tampan berkuasa yang akan membantunya sampai akhir.

NO PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangizigzag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surprise For Aldergo

"Pesta Anda memang menakjubkan. Tak heran jika sepanjang perjalanan aku melihat banyak sekali orang-orang yang antusias untuk malam ini," puji Claude disela-sela senyuman manisnya yang menjadikan banyak gadis bangsawan di sana tersipu malu. Tidak ada yang kurang dari sosok Claude, wajah maskulinnya ditambah dengan tatapan tajam, juga seorang bujangan, terlebih ia seorang Pangeran Kekaisaran benua Erosh. Siapa yang tidak ingin bersanding dengannya. Keuntungan yang diperoleh wanita kekaisaran pastinya tidak terbendung.

Raja Eliot semakin berbesar hati karena pujian dari Pangeran Claude. Dadanya semakin membusung bangga, ia melambaikan tangannya ke arah para pemusik. Kesenangan raja mereka merupakan kebahagiaan dari seluruh rakyatnya terbukti dengan binar bahagia setiap orang yang hadir malam ini. "Tampilkan kebolehan kalian," perintah Raja Eliot tanpa mengurangi senyum yang sejak tadi tercetak di bibirnya.

Sheryn si Elf tua langsung menunduk semangat. Senyuman licik terbit di bibir delima-nya. Kesempatan kali ini ia akan mempermalukan pria yang mengancamnya itu, memangnya siapa yang berani melawan Sheryn selama ini? Hanya Iaros yang begitu berani walau Sheryn adalah atasannya. "Tuan Iaros, kurasa Anda bisa menunjukkan bakat Anda lebih dulu."

"Sesuai keinginan Anda, Nyonya Sheryn," sahut Aidenloz tak kalah ramah.

Aidenloz mengeratkan tali penutup kepalanya yang diikat di bawah dagu. Menutupi lebih dari setengah wajahnya. Langkah pria itu begitu tenang bak di bawa angin tanpa beban sedikitpun, sekejap Aidenloz menjadi pusat perhatian semua orang yang bertanya-tanya siapakah dirinya. Sebab ia begitu berbeda dari yang lain.

Aidenloz menyibak ujung jubahnya dan duduk dengan tenang. Di tangannya sebuah harpa cantik siap melantunkan banyak lagu untuk menghibur semua orang.

Aidenloz mulai memetik harpa-nya yang diawali musik nan syahdu lembut. Menggugah setiap orang agar bisa berlama-lama ingin menikmati permainan musiknya. Wanita-wanita muda mulai melirik sang pemusik yang begitu andal dan mahir ini, menerka-nerka dari manakah asal pria misterius dengan tudung kepalanya ini.

Beberapa menit kemudian permainan pertama Aidenloz berakhir. Kesenangan Raja Eliot sudah tak terbendung, malam ini semuanya tampak istimewa dari kacamatanya. "Bagus sekali, bagus sekali. Katakan, apakah kau mau bergabung menjadi pemusik istana?" tawar Raja Eliot masih dalam euphoria nya.

"Saya senang sekali dengan tawaran Anda," sahut Aidenloz masih sama tenangnya. Pria itu bahkan tak repot-repot untuk menatap wajah sang Raja, ia hanya menunduk patuh dari awal penampilannya. "Jika boleh tahu, kedudukan apa yang Anda tawarkan jika saya bekerja untuk istana?"

Seisi aula tercekat dengan penuturan sang pemusik. Banyak yang tak menyangka bahwa dibalik sikap sopannya ternyata Iaros, si pemuda dari Tengah sama saja seperti yang lainnya. Haus akan kedudukan.

Menyadari reaksi tamu-tamunya, Raja Eliot masih mampu tersenyum. Kesenangannya tak akan terganggu hanya karena si pemusik baru. "Aku yang menawarkan hal itu secara langsung padamu. Jabatan sebagai pemimpin permusikan sudah berada di tanganmu," sahut Raja Eliot.

Aidenloz tersenyum miring, ia melirik ke sudut ruangan. Di sana Nyonya Sheryn yang selalu meremehkannya merasa mati berdiri dibuat perintah sang Raja. Pria bersurai merah itu benar-benar ... Sheryn bersumpah untuk menentangnya sampai kapanpun. Berani sekali dia merebut posisinya yang selama ini menjadi ketua. Sebegitu berbakatnya kah Iaros hingga di penampilan pertamanya ia sudah meraih pencapaian yang jauh dari Nyonya Sheryn?

"Maaf, Raja Eliot. Saya tidak membutuhkan jabatan itu."

Lagi-lagi seisi aula dibuat gempar. Menolak keinginan Raja sama saja dengan mati. Dan pria berbakat itu lebih memilih tiang gantungan jika ia tak segera meralat perkataannya barusan. Tidak, tidak. Meralat atau pun tidak, ia akan tetap mati pada akhirnya.

Merasa aneh. Raja Eliot memincingkan mata, "Jangan membuatku marah," geramnya dingin. "Katakan, apa yang kau inginkan?" tanya Raja tanpa bisa menutupi nada ketidaksukaannya.

Seorang menteri yang duduk tak jauh dari sisi kanan Raja berdiri dari duduknya dengan tatapan merendahkan yang ia lontarkan kepada Aidenloz. "Berani sekali kau menolak perintah raja. Tidak sayang nyawa, hah?!" potong sang menteri begitu marah.

"Hukum dia seberat-beratnya, Yang Mulia!" Seru Lady Gabriela tak mau kalah. Ia menatap Aidenloz dengan hina dan dagu terangkat.

Semua orang menyetujui ujaran Cucu Earl of Magnotta itu. Mereka memandang Aidenloz dengan tatapan menghakimi sama seperti pemberontak. Aidenloz memperhatikan sekelilingnya, semua mata menatap dirinya penuh amarah seolah siap membunuh di tempat. Bagi Aidenloz, itu tak masalah. Ia sama sekali tidak terganggu.

Claude hanya tersenyum kecil. Merasa geli dengan tingkah laku kakaknya.

Sebelum keributan semakin tak terkendali, Raja Eliot segera mengajukan pertanyaan kepada si pemusik baru yang belum sempat dijawabnya. "Katakan, kenapa kau menolak perintahku?"

"Sebab Saya telah memiliki segalanya." Kejadian berikutnya lah yang menjadi hal tak terduga. Aidenloz berdiri meninggalkan harpa-nya, ia juga melepaskan tali yang diikat di bawah dagunya hingga menampakkan surai berwarna emas, tatapannya masih sama tajam dan detail dalam menilai seseorang sehingga tak memberikan kesempatan untuk berbohong. Ditambah lagi dengan manik sedalam samudera yang mampu menghanyutkan semua orang dalam jeratan pesona sang Kaisar. Tak ada satu pun wanita yang tidak ingin berdiri di sampingnya.

Tidak salah lagi, dia adalah tamu Agung yang sejak tadi ditunggu-tunggu kehadirannya.

Raja Eliot bahkan belum sembuh dari keterkejutannya. Pria bersurai ungu itu lekas-lekas berdiri dan menunduk hormat. "Kaisar Agung Javier Aidenloz Maxuell!"

Memerhatikan Raja mereka yang menunduk patuh, semua orang segera merendahkan kepala yang hampir menyentuh lantai, banyak bangsawan yang menunduk dengan tubuh bergetar hebat karena telah berani menghina sang Kaisar. "Hormat kami kepada sang Kaisar!"

Aidenloz menatap dingin sekelilingnya. Semua orang menunduk patuh kepadanya kecuali seorang gadis muda yang mengintip sedikit di balik tabir berukir dekat pintu masuk. Aidenloz menyadari hal itu sejak tadi namun ia hanya diam. Siapa lagi gadis itu jika bukan Mikayla yang kini tersenyum penuh kemenangan.

"Saya tak menyangka Anda mau merepotkan diri dengan penyamaran seperti ini. Sebuah kejutan bagi saya," ucap Raja Eliot tulus, bahkan pria bersurai ungu itulah yang langsung menjemput sang Kaisar dari tengah-tengah ruangan menuju singgasana yang telah disiapkan untuk Kaisar, tepat di tengah ruangan yang terletak paling depan. Semua orang telah dipersilahkan untuk kembali berdiri menyambut kedatangan Kaisar yang hadir dari arah yang tak diduga-duga.

"Ambilkan jubah untuk Kaisar!" Perintah Raja Eliot dan tak lama datanglah jubah emas yang dilengkapi dengan permata biru gelap sama seperti maniknya. Dalam dua menit, sang pemusik telah berubah menjadi Kaisar yang ditunggu-tunggu sejak tadi.

"Silahkan duduk, Kaisar." Aidenloz duduk dengan keagungan dan keanggunannya. Tak lama, pesta kembali ramai seperti semula. Tak dapat dipungkiri, bangsawan yang tadi sempat menghina sang kaisar dengan keras kini pucat pasi dan memilih duduk di ujung ruangan. Mereka tidak lagi mengobrol santai, masing-masing sibuk terdiam karena memikirkan bagaimana nasibnya juga keluarganya ke depan.

Aidenloz duduk di tengah, di sisi kanannya Claude sedang memandangnya geli, sedangkan di sisi kirinya Eliot menatap penuh rasa bersalah.

"Tenanglah, Eliot. Aku tidak akan mendepak mu dari takhta hanya karena kejadian barusan," ucap Aidenloz dengan tatapan yang lurus ke depan. Namun Eliot tahu bahwa kalimat itu mengandung candaan untuknya.

Eliot tak tahu harus berbuat apa. Ia pun menatap jauh seisi ruangan aula istana lalu mengangguk pelan. "Tidak peduli jika Anda ingin menyingkirkan saya karena apa yang saya lakukan tadi sangatlah buruk," ungkapnya setelah mengoreksi diri. "Tidak masalah, saya masih bisa menjadi pemusik di Istana Eroshvent," sindirnya halus namun mengandung banyak candaan. Ya, mereka seakrab itu sejak dulu.

"Usiamu saja yang selalu bertambah. Sikapmu masih sama," komentar Aidenloz. "Tenang saja, bila kau ingin mendaftar menjadi pemusik istana Eroshvent, itu tak akan kubiarkan kau masuk."

"Ya, ya. Anda pasti tahu bahwa Eliot ini tak se-liar Kaisar nya. Lupakan saja, saya juga tidak ingin berubah profesi," sahut Eliot yang telah terlarut dalam keramaian pesta. Di tangannya sebuah cangkir berisi arak sudah dituangkan beberapa kali, Eliot hampir mabuk.

Aidenloz tak menanggapi Eliot lagi. Manik biru nya menelisik seisi ruangan yang salah satunya adalah Mikayla yang tengah sibuk memberikan kudapan kecil untuk para tamu.

Selama Mikayla-nya tidak diusik, Aidenloz masih bisa diam hingga seluruh sandiwara ini benar-benar berakhir.

1
Murni Murniati
kampret ini lama lama minta dikubur ini, apa tak sadar dia siapa, ini anak dewa dewi dia budak,apa tak sadar dia
Murni Murniati
kan dia udah dikasih dua kebebasan keinginan ini, jd kapan diminta
🌿wing2bo_27
Luar biasa
>AY<
cerita nya rumit, harus mengulang kata"nya supaya paham.
Ayu Mestari
Luar biasa
Yati Haryati
ceritanya terburu buru bgt min
Ayu Sari Murni
manggilnya adiden aja Thor susah q bacanya
ana azizah
bertele2
Hikam Sairi
baca
Dede Mila
/Proud//Joyful//Joyful//Joyful/
Inesya Qinan s
Luar biasa
Inesya Qinan s
Lumayan
Asmi Pandansari
aku mampir
Murni Dewita
sama2 penasaran kita mikayla/Grin/
Murni Dewita
mampir
Dang Antie
Luar biasa
Cancer👾
suka banget sama cerita, tapi epsonya sedikit heheh
Riska Mustikasari
putri tidur butuh make up baca dimana kak... kok ga ada aku cari
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Querido🦋
yakin ingin menghukum tahta tertinggi diatas raja hm?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!