NovelToon NovelToon
Hug His Darkness

Hug His Darkness

Status: tamat
Genre:Model / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Annora tidak pernah jatuh cinta pada pria manapun, padahal banyak yang mengejar dan antri untuk menjadi pasangannya. Dia merasa tak ada satu pun pria yang berhasil membuatnya tertarik. Hingga suatu ketika ia bertemu seseorang yang berhasil menggetarkan hatinya.

Jika biasanya Annora selalu menolak pria, justru keadaan membalik, dia ditolak oleh seseorang yang mampu membuatnya tertarik. Pria misterius dengan wajah dingin dan sorot mata gelap.

Meski selalu dipukul mundur oleh penolakan, tapi Annora tetap maju. Ada sesuatu yang membuatnya ingin sekali terus berada di sisi pria itu. Tapi, Quirinus sengaja menunjukkan sisi hidup yang paling gelap dan buruk supaya Annora menjauh.

Apakah Annora tetap tertarik dengan pria yang berhasil menggetarkan hatinya? Atau justru memilih untuk berhenti dan menyerah saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

Annora sadar betul kalau dia terlahir cantik tanpa operasi, hanya rutin dirawat dan memakai skincare. Badan bugar karena rajin olahraga. Tubuh terbentuk kencang semua akibat pola hidupnya bagus dan sehat.

Banyak orang yang selalu memuji paras Annora. Dia merasa biasa saja ketika ada yang mengatakan cantik dan lain sebagainya. Seperti bukan sesuatu yang istimewa.

Tapi, kenapa rasanya lain kalau kata itu terucap dari bibir Quirinus? Annora menjadi tersanjung dan hatinya seperti digelitik oleh sesuatu. Mungkin karena yang memuji adalah orang yang ditaksir? Atau disebabkan oleh bibir pria dingin yang mengucapkan? Apa pun alasannya, yang pasti wanita itu sedang berbunga-bunga karena Quirinus memperhatikan penampilannya.

“Namanya juga model, kalau tak cantik mana laku.” Annora mengerakkan kepala hingga rambut terkibas dan berkumpul di satu sisi bagian kanan. Leher kiri begitu bebas terekspose.

Quirinus sampai harus mengembuskan napas kasar, lalu berusaha mengalihkan pandangan supaya tidak tertuju pada Annora terus. Bisa-bisa bermain di kamar mandi jilid dua kalau miliknya bertransformasi lagi.

Selama belum bisa menemukan cara mengontrol pikiran, Quirinus buru-buru menghabiskan makannya sebelum kejadian beberapa saat lalu terulang lagi. Mungkin ini efek dari dua minggu lebih tidak melakukan pengeluaran cairan, jadilah melihat Annora langsung menjadi seperti cacing kepanasan.

“Mau ke mana?” tanya Annora saat Quirinus berdiri begitu saja dan terlihat hendak melangkahkan kaki.

“Atas, istirahat.”

“Enak saja, obat yang satu hari tiga kali belum diminum.” Annora lekas bangkit hingga meninggalkan selimut teronggok begitu saja di kursi.

Haruskah ku usir saja wanita itu supaya tidak meresahkan? Gumam Quirinus ketika Annora begitu santai berjalan menuju kabinet untuk mengambil obat.

...........

Sudah dua minggu ini Annora tinggal di rumah Quirinus. Wanita itu tidak pernah pulang ke mansion orang tuanya, meliburkan diri dari aktivitas model, hanya mengurus pekerjaan kantor melalui ponsel untuk mendapatkan report via chat atau telepon. Sudah seperti tempat tinggal sendiri saja.

Annora santai tinggal satu rumah dengan pria yang ditaksir. Toh sampai sekarang ia baik-baik saja. Dia sangat percaya pada Quirinus yang tak akan berani macam-macam. Buktinya, hingga detik ini pria itu tak pernah melakukan apa pun, menyentuh juga tidak. Justru beberapa kali membuat jarak beberapa meter, tapi ia yang selalu mendekat.

Sementara Quirinus, si pemilik rumah tentu saja terganggu. Bagaimana tidak? Annora setiap hari berkeliaran di depan mata dengan pakaian yang selalu menampakkan area paha. Hei ... dia tidak buta, meski berusaha tidak melihat, tetap saja ada momen yang membuatnya sulit memalingkan wajah. Tapi, untung saja semakin lama ia bisa mengendalikan diri supaya tidak turn on sembarangan seperti saat itu. Selain agar tak memalukan, juga tidak mau menyiksa diri karena harus bermain menggunakan tangan.

“Apa kau bisa menggunakan baju dan celana yang lebih panjang lagi?” protes Quirinus ketika Annora baru saja menghempaskan tubuh di sofa sampingnya. Tentu saja hal itu membuat mata jelalatan melirik ke arah paha mulus sialan.

“Memangnya kenapa? Aku suka dengan style seperti ini kalau di rumah. Simple dan tidak membuatku gerah.” Annora masih berkutat dengan ponsel, mengurus pekerjaannya dari sana.

Quirinus meraih pundak Annora dan mengarahkan wanita itu hingga menatapnya. “Penampilanmu terlalu seksi, meski katamu simple dan nyaman.” Perlahan kepalanya semakin mendekat dan berhenti tepat di samping telinga. Dia membisikkan sesuatu. “Tapi, bagiku sangat mengganggu. Jangan salahkan seandainya batas kesabaranku habis karena setiap hari kau goda.”

1
imoe nawar
👍
Bungas Dhin
Laahhh bilangnya "tamatan" sehhhh...ya wajar tamat beneran 😅
Dysha♡💕
jujur sekale kamu Bambang🤣
Dysha♡💕
anora namanya juga,ntar anora pulang kamu kesepian Lo hugoo🤭
Riana Zahrah
suka bgt yg ringan konflik, luvvv sekebon untuk author 😽
Wahyunni Winarto
huhuhuu
terhuraa baca nya
💞Aulia Adriani💕
recommended
mars
ini baru cowok
mars
klu menurutku ga masalah ya ka'seburuk2 nya setiap makhluk pasti ada alasan dibalik itu'kecuali emng bner2 berhati setan
mars
dihelsinki masa ada mie sih ka
Prilya Mcvee
ya Allah thor.. kata² pesan terakhir dari si othor bikin ngakak/Facepalm//Facepalm/
Rose Reea
what a Real true love
Nayy
thoooorrrr..... serius aq syukakk karyamu
3 judul sekaligus maraton bacanya
vote,like, subscribe, 10 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 dan full 🌟🌟🌟🌟🌟
Fajar Mulia Fitri Maharani
lanjutttt/Rose/
Siti patma
ada yg sependapat dgn aku namanya makin aneh semua
Hieny Firman
Luar biasa
Hieny Firman
Lumayan
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰
mommy neng
serrreeeemmmmm
mommy neng
waduuhhh lelaki berbayar ini mah.. hmmm daddy danesh gmn yaaa klo tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!