NovelToon NovelToon
Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Status: tamat
Genre:Horor / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:62.4k
Nilai: 5
Nama Author: m anha

Nirbita hanya terus menunggu siapa yang akan membebaskannya dari deritanya.
Ia tak pernah mengganggu siapapun dan hanya terus menunggu penyelamatnya.

Nirbita hanya bisa melihat dari balik pintu gerbang dan tak bisa keluar.

Menunggu, manunggu dan menunggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasanya Enak

Sesampainya di kampus, Kalanda kembali menggandeng Nirbita seperti apa yang dilakukannya kemarin. Bedanya, kemarin semua memandangnya dengan pandangan aneh saat Kalandra terus saja bercerita seorang diri dan terlihat seperti menggandeng seseorang. Berbeda dengan hari ini, semua melihat ke arahnya dengan tatapan penuh tanya dan tatapan mengagumi sosok yang berjalan bersamanya.

"Sepertinya, dari tatapan mereka, semuanya bisa melihat melihatmu," ucap Kalandra, walau ia terlihat cuek dan tak menggubris orang-orang yang melihat ke arahnya. Namun, ia terus memperhatikan bagaimana ekspresi mereka dan terlihat jelas jika mereka melihat ke arah Nirbita, bukan melihat ke arahnya.

Mendengar itu, Nirbita sangat senang. Ia sudah sangat merindukan saat-saat seperti ini, ke kampus dan diperhatikan banyak orang.

Nirbita pun masuk ke kelas di mana Kalandra juga belajar, di sana ia duduk di samping Kalandra.

"Kalandra kamu dengan siapa? Kenalin dengan kita dong," tanya salah satu teman Kalandra yang duduk di belakangnya.

Mendengar itu, Kalandra makin yakin begitupun dengan Nirbita jika dugaan mereka benar. Semua teman-temannya dapat melihat Nirbita sebagai manusia normal.

"Hai, kenalkan aku Nirbita," ucap Nirbita mengulurkan tangannya.

Namun, Kalandra baru mengingat walaupun mereka sudah melihat Nirbita. Namun, tangan Nirbita yang terasa dingin masih sama tak ada perubahan sedikitpun, membuat Kalandra langsung menarik tangan Nirbita begitu temannya itu ingin menyambut uluran tangan Nirbita.

"Ayo, duduk. Sebentar lagi dosen akan masuk, kenalannya nanti saja," ucap Kalandra dan memang dosen pembimbing mereka sudah berada di depan pintu.

Kalandra menghampiri dosen pembimbingnya dan meminta izin agar Nirbita bisa ikut belajar hari ini, dosen tersebut merupakan dosen yang terkenal cukup baik membuat dosen tersebut mengizinkan Nirbita untuk mengikuti mata kuliahnya.

Saat pelajaran berlangsung, Nirbita terus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dosen tersebut dan interaksi antara mereka pun terus terjalin, saling tanya jawab tak seperti biasanya, kelas yang dibawakan oleh dosen tersebut hanya diam dan mendengar penjelasannya, membuat dosen tersebut senang dengan keberadaan Nirbita.

Suasana mengajar di kelas itupun menjadi hidup, mahasiswi yang lainnya ikut tertantang untuk bertanya dan juga menjawab, membuat materi yang biasanya dibawakannya membosankan bagi semua, kini terasa menyenangkan dan mudah dipahami.

Setelah selesai, Kalandra pun mengajak Nirbita ke kantin, mereka juga makan bersama. Awalnya, Nirbita ragu untuk mencicipi makanan yang ada di depannya, Kalandra sengaja memesankan khusus untuknya.

"Ayo, makan," ucap Kalandra saat dia sendiri sudah memakan makanannya, Nirbita dengan ragu mengambil sendok dan mulai mencicipi makanan yang ada di depannya. Selama ini, ia tak pernah makan. Ini untuk pertama kalinya ia kembali merasakan lidahnya bisa memakan makanan seperti manusia pada umumnya, ia tersenyum bahagia

"Bagaimana?" tanya Kalandra yang juga penasaran apakah Nirbita bisa merasakan makanan tersebut

"Aku bisa merasakannya, rasanya enak," ucap Nirbita kemudian mereka pun makan dengan lahap, bahkan saking senangnya Nirbita sampai memesan lagi dan lagi, sampai ia merasa perutnya benar-benar kenyang. Setelah menghabiskan 4 porsi, Nirbita menangis membuat teman-temannya yang sedang makan di sana terkejut mendengar tangisan Nirbita. Kalandra sendiri panik dan takut disalahkan karena apa yang terjadi pada Nirbita. Ia juga takut jika ia melakukan kesalahan dengan memberikan Nirbita itu makanan.

"Ada apa? Apakah perutmu sakit?" tanya Kalandra khawatir membuat Nirbita menggeleng.

"Nggak, aku menangis bukan karena sakit. Aku merasa senang setelah sekian lama aku bisa merasakan benar-benar menjadi manusia, apakah aku bisa kembali seperti dulu lagi?" ucqpnya dengan menangis sesegukan. Ucapan Nirbita itu membuat Kalandra bernafas lega, tadinya dia berpikir dia melakukan kesalahan dengan memberikan makanan kepada Nirbita.

1
Clara Safitri
seru thor novelnya..lanjut😘
azka
dah lah kawen aja
azka
hahahahahha
ada pulak ya kan hantu bisa gtu
azka
hahahahah
auto ngompol kalau gitu thor
Ganuwa Gunawan
hebat kalian..sukses buat Nirbita akhir nya bebas juga
Ganuwa Gunawan
mungkin d situ jasad nya berada..ayo Kalandra semangat..
Ganuwa Gunawan
ayo pak bantu Kalandra Menemukan jasad Nirbita
Ganuwa Gunawan
jng ngagetin apa Nirbita..
Ganuwa Gunawan
aduh maaf bngt ya Nirbita.aku takut..
Ganuwa Gunawan
hebat dah ama Kalandra d senyumin hantu kok malah balik senyum..kita nih auto langsung pingsan
Santi Siti Sadiah
suka
Kartika Sari
lanjut lagi donk cerita nya D tunggu kelanjutan ny
Indah Batam: Aku mampir kakak, bagus keren banget ceritanya.. salam dari- Gairah Ayah Tiriku
total 1 replies
Mina Ina
makanya pk jadi orang jangan jahat cepetan tobat
Ria Ricis KW
mungkin masih ada hal yang ingin nerbita selesaikan
Ria Ricis KW
semoga Kaliandra menemukan petunjuk.kasihan nerbita
Nm@
Mampir kak
M Anha🌹 Ig: anha5569🌹: makasih kk
total 1 replies
Ria Ricis KW
semangat
M Anha🌹 Ig: anha5569🌹: makasih kk.
total 1 replies
Ria Ricis KW
nerbita ini di bunuh atau apa si..?
M Anha🌹 Ig: anha5569🌹: nnt juga ketahuan kk🤗
total 1 replies
Ria Ricis KW
makin penasaran aku😀
Ria Ricis KW
penasaran sama peristiwa nerbita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!