NovelToon NovelToon
Kekasih Rahasia Supermodel

Kekasih Rahasia Supermodel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noeryanthi Kusnadii

- Cinta Yang Menyembuhkan Trauma-

Damarlangit hanya salah satu dari orang yang memiliki trauma dalam hidupnya. Bahkan trauma itu dirasakan sejak usia Damar 10 tahun hingga saat ini, dan sampai dia berhasil menjadi super model, trauma itu masih Damar rasakan.

Hingga pada suatu hari, seorang wanita penghibur datang untuk menyembuhkan lukanya, namanya, Arundaya. Dipertemukan dengan tidak sengaja, membuat mereka mengenal satu sama lain, hingga kedekatan mereka jauh dari hubungan hanya seorang teman. Hingga hubungan gelap mereka jalin karena Ibu Damar tidak menginginkan Damar dekat dengan wanita seperti Arundaya yang dia pikir akan merusak karir Damar.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Dapatkah mereka menjalin hubungan saat Ibu Damar melarangnya, dan apakah trauma Damar akan sembuh saat bertemu dengan Arundaya yang ingin membantu Damar untuk sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noeryanthi Kusnadii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Damar sampai di tempat dia akan mengambil gambar. Memang untuk beberapa minggu ke depan, dia akan sangat sibuk. Belum lagi dia harus menjadi Juri di acara Top Model. Walau dia hanya akan sesekali bertemu dengan peserta model, namun ini kali pertama Damar menjadi Juri. Walau hanya menjadi umpan agar acara yang di garap berhasil, tapi tidak masalah untuknya karena ini juga ada kerjasama dengan Brata.

"Bisa kau ganti pakaianmu?" tanya seorang yang membantu Damar bersiap. Dia menyodorkan kemeja yang harus Damar kenakan untuk pemotretan selanjutnya.

"Bisa aku ganti sendiri?" Damar tidak mungkin menganti pakaiannya di depan banyak orang seperti biasanya. Karena mereka akan melihat luka di punggungnya, dan itu tidak akan bagus untuk Damar.

"Di sini saja. Lagian juga atasannya saja," jawab penata busana Damar.

"Aku--"

"Biar aku membantunya," sahut Rio. Dia kemudian berjalan ke ruang ganti dan segera membantu Damar.

Beberapa orang menatap mereka yang masuk ruang ganti itu, mereka seperti membenarkan tentang rumor mereka saling menyukai satu sama lain.

"Haruskah kau menggandengku juga. Mereka semakin berpikir jika aku kekasihmu." Damar menatap kesal ke arah Rio yang ada di depannya.

"Sudah lakukan dengan cepat jika kau tidak mau mereka berpikiran seperti itu. Lagian, kenapa memangnya kalau benar, bukankah itu bagus," goda Rio pada Damar yang sontak membuat Damar ingin memukulnya saja.

"Akhhh--" rintih Damar ketika dia tidak pas mengenakannya, membuat punggungnya terasa sakit.

"Kenapa?" tanya Rio khawatir.

"Rasanya tulang punggungku patah. Sdikit sakit jika mengangkat tangan lebih tinggi," jawab Damar.

"Salah siapa tidak mau di bawa ke rumah sakit. Nanti sepulang dari sini kita cek kesehatan."

"Bagaimana bisa, lusa ada kegiatan pemotretan dengan para model. Mereka akan menatapku menyedihkan, apalagi mulut Zyan akan membunuhku di sana," jawab Damar kesal.

"Kau bilang tidak mau memikirkan ucapan Zyan."

"Sudahlah, aku enggan pergi ke rumah sakit." Damar keluar sambil merapikan kancing bajunya. Dia lebih baik bekerja, daripada pergi ke rumah sakit.

Damar kemudian sedang berpose di depan fotografer yang merekam setiap pose atau gerakan yang Damar lakukan. Menjadi Supermodel, membuat dia harus pintar-pintar mempasarkan produk yang dikenakan, tapi Damar tidak pernah gagal untuk itu. Apalagi dia menjadi Brand Ambassador merk ternama, seperti LV, mereka mempercayai Damar menjadi model mereka. Tidak hanya itu, masih banyak lagi yang bekerja sama dengan Damar.

Runway ataupun catwalk menjadi makanan sehari-hari Damar. Dan salah satu alasan kenapa Damar enggan menjadi aktor karena menjadi seorang model sudah cukup untuknya. Mungkin di awal karir, dia melakukan syuting ketika usianya masih kecil dan dia tidak mengerti apa-apa. Intinya dia menghasilkan uang untuk Ibunya.

"Kau salalu menarik saat di kamera," ucap photografer yang hari ini menemani Damar untuk mengambil gambar.

"Memangnya jika tidak di kamera tidak menarik?" tanya Damar dengan canggung. Dia jarang melontorkan candaan pada teman kerjanya, karena Damar orangnya serius. Dia jarang bercanda dengan yang lain. Bukan tak ingin, hanya saja dia harus memulai pembicaraan dengan orang baru, dan itu tidak ingin Damar lakukan.

"Bukan begitu, maksudku hanya--"

"Tenanglah, aku hanya bercanda," sahut Damar, dia menepuk pundak photografer itu dan tersenyum sebelum dia meninggalkannya kemudian pergi ke ruang ganti.

Sang photografer hanya menggeleng kepala pelan, dia pikir hanya salah mengartikan maksud Damar. Walau Damar terkenal sebagai Model yang jarang bercanda, tapi dia tidak jarang membawakan makanan untuk orang yang bekerja dengan mereka.

Karena pikir Damar, mengambil foto untuk sebuah produk itu tidak mudah agar mendapatkan foto yang tepat. Entah berapa kali mereka mengambil gambar, dan hanya beberapa foto saja yang mereka ambil. Tapi begitulah mereka bekerja, sekeras apa itu akan bahagia ketika mendapatkan hasilnya.

"Kau akan ke tempat Ibumu? Kau berjanji untuk datang bukan? Dia terus saja menerorku," gerutu Rio sambil menunggu Damar bersiap untuk pulang setelah pemotretan panjangnya.

"Aku lelah sekali. Tidak bisakah kau jawab jika aku datang besok," ucap Damar sedikit meringis karena sakit di punggungnya ketika dia menegakan tubuhnya.

"Kenapa?"

"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin pulang. Aku lelah sekali," jawab Damar. Dia tidak menatap Rio ketika mengatakannya, dia berjalan pergi begitu saja.

Damar lebih memilih untuk istirahat, di rumah juga sedang tidak ada Arundaya, jadi dia tidak akan khawatir melihat kondisinya yang tidak baik saja.

Dan benar saja, jika Damar langsung istirahat sesampainya di rumah. Dia mematikan akses dari Ibunya. Membiarkan Ibunya akan semakin marah padanya. Percuma saja jika Damar datang, mungkin saja Damar akan berakhir dengan pukulan yang sama.

***

Di tempat berbeda, Arundaya mulai melakukan pekerjaan hari ini setelah interview singkatnya. Dengan modal dikenalkan oleh Rio dan wajah cantiknya, dia berhasil mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Walau begitu, penampilan Arundaya tidak seperti dulu. Dia sekarang lebih sederhana, tidak semenor saat menjadi pelac*r dulu.

"Kerjamu bagus. Maaf jika aku memintamu di waktu interview mu," ujar manajer Cafe.

"Tidak apa-apa,Bos. Aku siap melakukannya hari ini. Lagian tidak begitu berat juga," jawab Arundaya. Walaupun menjadi pelayan, Arundaya merasa senang. Kesenangan yang dulu, sudah cukup untuknya. Sekarang dia hanya ingin bahagia dengan masa depannya.

"Wah ... Damarlangit menjadi model baru di brand itu," tutur seorang wanita yang sedang menikmati hidangannya di Cafe bersama temannya.

"Ehh ... aku dengar-dengar dia itu pemilih sekali. Apa yang kau lihat darinya. Ingat jika tampan itu bonus. Sikap itu nomor satu. Apalagi dia memiliki hubungan dengan manajernya sendiri. Menyedihkan sekali, sudah tampan tapi suka sesama jenis," jawab wanita satunya lagi. Entah dari mana dia mendapatkan kabar itu, tapi kabar itu memang beredar karena seseorang yang tidak menyukai Damar.

"Jaga bicaramu itu. Kau dari mana tau kabar itu. Masa iya, Damarlangit setampan ini tidak doyan dengan perempuan. Aku tidak percaya." Wanita satunya coba membela Damar dengan mematahkan pikiran temannya itu.

"Ya karena kau menyukainya. Dia saja tidak tau kalau kau hidup," sahutnya lagi.

Dari tempatnya Arundaya masih mendengarkan obrolan mereka berdua. Tapi yang dia pikirkan tentang Damar yang suka sesama jenis, itu yang membuatnya geli mendengarkan berita itu. Apalagi wanita itu seperti jijik dengan Damar yang menjadi idol wanita satunya.

"Eh, tapi ada salah satu fans yang memposting Damarlangit sedang terluka," ucapnya.

Arundaya yang mendengarkan itu makin dekat saja, berpura-pura membersihkan meja dekat tempat mereka.

"Terluka bagaimana?"

"Kau ingat gosip penyiksaan yang dia dapat dari Ibunya? Dia seprtinya memang benar menjadi korban dari kekejaman Ibunya," jawab wanita itu.

Bagaimana mereka tau tentang masalah Damar dan Ibunya ketika Damar selalu menutupinya. Dia tidak ingin jika masalah pribadinya menjadi konsumsi public.

"Darimana berita itu berasal?" tanya wanita itu.

"Dari Zyan. Orang yang disingkirkan karena Damarlangit."

Zyan? Nama itu yang terngiang dalam benak Arundaya yang sejak tadi mendengarkan 2 wanita itu sedang membahas Damar.

1
habibulumam taqiuddin
kok G lnjut2
Nona Lemetd 💜: sudah di lanjut lagi kak 🫡
total 1 replies
habibulumam taqiuddin
selamatkan arundaya
habibulumam taqiuddin
lama sekali g update
ramochaaa
semangat thorrr
ramochaaa
semangatttt
habibulumam taqiuddin
salut sy dg kejujuran damar. menerima kekurangan pasangan masing-masing....
Ameera zie
ya allah bu, tobatt
Ameera zie
ngilu🥲
Nona Lemetd 💜
happy reading ya, jangan lupa tinggalkan komen kalian. terima kasih, follow akunnya juga yaaaa
adilia
keren
adilia
damar
adilia
seru untuk di baca
Yarasary
aku udah mampir tor, mampir juga yuk ke novel aku ~Aswarya genggam aku 😊.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!