NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Pangeran Kampus

Terjerat Cinta Pangeran Kampus

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: dwimst

Aura Elvany hanya seorang gadis biasa yang ingin menjalani masa kuliahnya dengan tentram jika bisa inginnya sampai ia di wisuda nanti. Namun semua keinginannya sirna hanya karena ia menabrak seorang cowok terkenal kampus karena jenius dan tampan. Tapi, tidak ada yang tahu jika ia adalah orang yang sangat kaya, karena Denis menyembunyikan identitasnya dengan baik.

Denis Adra sebenarnya adalah CEO di perusahaan teknologi terkenal dunia, yang berpura-pura menjadi Mahasiswa di Universitas terbaik di Kota E. Hanya untuk sekedar menikmati masa mudanya yang hilang karena pekerjaannya, tetapi di tengah menikmati kesenangan masa mudanya ia malah ingin menjerat cinta seorang gadis yang membuatnya tertarik sejak pertama bertemu, gadis bernama Aura Elvany.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwimst, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 – Acara Kecil

"Jadi apa tujuan kalian semua datang kemari?" tanya Aura duduk di kursi sofa, Aril duduk di samping kanannya dan menempel padanya. Sedangkan, Denis ada di samping kiri Aura sedang menatapi Aril intens.

"Aril kau tidak malu menempel seperti ini terus?" tanya Aura tidak enak hati karena mendapatkan tatapan tajam dari Denis, pria itu tidak berkata apa-apa tapi Aura merasa di sampingnya ada hawa yang tidak nyaman.

"Akukan jarang bertemu dengan Kakak, Kakak terlalu sibuk jarang pulang. Padahal kalo di rumah akukan ingin bermain game dengan Kakak." Aril berucap semangat.

Keempat temannya yang lain sibuk menyiapkan barang bawaan mereka. Jadi, tidak tahu apa yang dilakukan ketiga orang yang sedang duduk itu.

"Sudah besar masih saja seperti anak kecil." Gumam Denis dingin.

"Aku masih 14 tahun tahu, weeek!" Aril malah mengejek Denis, Denis tidak menyangka. Anak 14 tahun memiliki tubuh tinggi seukuran Aura. Aura mengelus rambut Aril sayang.

"Adik kecil Kakak tersayang." Aura tidak tanggung-tanggung ia langsung memeluk adiknya gemas.

Denis yang berada di sampingnya tidak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk cemburu. Semenjak kecil Aura sangat dekat dengan Aril bahkan ketika Aril menangis Aura selalu melindungi Aril dan membuatnya tenang.

"Selamat ulang tahun Aura!" keempat temannya yang sebelumnya berada di luar kamar Aura membawakan kue ulang tahun.

"Wah! Kalian repot-repot." Aura merasa terharu.

"Sebentar ya, aku buatin kalian semua minuman." Ujar Aura beranjak pergi meninggalkan Denis dan Aril yang akhirnya duduk berdampingan.

"Aku tidak akan membiarkan kakakku menangis karena kau."  Aril berkata pelan di samping Denis.

"Heh, aku tidak akan membuat kakakmu menangis."

"Orang dengan tampang sepertimu itu sangat sulit dipercaya."

"Hmm, apa kau salah satu pria yang sulit dipercaya itu. Kurasa tampangmu juga tampang lelaki yang banyak disukai wanita."

"Aku tidak seperti kau yaa. Karena kakakku akan marah jika aku menyakiti hati perempuan. Aku tidak mau jikalau kakakku tidak menyayangiku lagi." Ucap Aril dia adalah pria yang sangat menggilai kakaknya sendiri.

"Apakah kamu orang tidak normal yang jatuh cinta pada kakakmu sendiri."

"Ya, enggaklah. Suatu saat aku juga ingin kakakku bahagia dengan orang yang tepat yang menyayangi dia."

"Hoo, baguslah."

"Tapi, aku harap itu bukanlah kamu!" tunjuk Aril pada Denis, pemuda itu tersenyum simpul menanggapinya.

Tidak lama Aura datang membawakan minuman yang sudah ia buat.

"Yaps, semuanya sudah lengkap. Sekarang kita bisa makan-makan."

"Aura aneh-aneh aja, tiup lilin dulu dong." Ucap Ilina pada Aura, dan Aura yang tidak sabaran itu tersenyum canggung.

"Hahaha, maafkan aku lupa." Ujar Aura.

"Acara ini direncanakan semuanya oleh Aril, Kak. Dia memanggil kita semua untuk pergi ke sini. Karena katanya dia butuh teman." Jelas Fely. Karena Aril masih muda jadi ia mengajak teman-temannya yang lebih tua darinya. Kebetulan Eza saat itu mendapatkan undangan seminar di kampus Aura.

"Aril, terima kasih banyak." Aura senang memeluk Aril, kemudian ia meniup lilin.

"Besok aku akan memberikan Aura kejutan menarik yang tidak akan ia lupakan." Batin Denis duduk bersantai memperhatikan teman-teman dan Aura yang tengah memotong kuenya.

"Hei Aura, apa aku boleh minta potongan pertama?" pinta Denis tanpa malu-malu.

"Hah? Potongan pertama tentu saja untuk adikku dong."

"Astaga Aura kau sampai seperti itu." Faris menepuk jidatnya.

"Kode keras-kode keras." Eza menggodanya.

"Dia bukan orang spesialku." Ucap Aura menahan malu, dan tetap bersikukuh memberikan kuenya pada adiknya.

Aril memasang wajah mengejek pada Denis yang tengah memasang wajah sebalnya di belakang Aura.

"Nah!" Aura memberikan potongan kuenya kepada Denis yang sedari tadi merasa sebal.

"Aku tidak mau." Ketus Denis.

"Ya, sudah aku makan." Aura jadi kesal juga dibuatnya.

"Paksa kek, suapin kek." Denis membuang wajahnya ke arah lain sambil berbicara seperti orang sedang merajuk.

"Lah? Kok aku malah jadi yang salah di sini." Aura bingung sendiri. Denis kemudian tersenyum kemudian mengambil kue dan sendok yang sudah sempat dipakai Aura, memakan kue tadi dan Denis menggunakan sendok itu memakan kuenya.

Aura terperangah tidak percaya melihat Denis yang seperti itu, Aura tertunduk malu. "Astaga, apa-apaan! Itukan sendok bekasku, jadi kami berciuman secara tidak langsung." Aura sungguh malu sekarang.

Beruntungnya teman-temannya tidak ada yang melihat karena sibuk berbicara sendiri.

"Kenapa ada yang aneh?" tanya Denis malah tersenyum melihat Aura yang menahan malu seperti itu.

"Kau yang aneh, jorok." Itulah kata-kata Aura yang membuat Denis merasa tertohok.

"Hei Aura, kamu mau aku suapi?" tanya Denis tampak tersinggunh.

"Tidak aku masih punya tangan untuk makan sendiri." Gumam Aura, Aura tidak ingin jika sampai hal seperti itu terjadi mereka malah seperti pasangan sebenarnya pada akhirnya.

Tanpa Aura sadari ketika Aura mengantar teman-temannya yang katanya ingin pulang, ia di lumuri tepung dan air oleh teman-temannya, Denis yang melihat itu tampak kaget selama ini ketika ia ulang tahun tidak ada yang pernah melakukan hal itu padanya. Alih-alih marah Aura malah tampak bahagia dan berniat membalas kelakuan teman-temannya.

Akhirnya karena hari sudah mulai sore, teman-teman Aura mulai pamit untuk pulang. Aril terlihat tidak senang karena harus meninggalkan kakaknya hanya berduaan dengan Denis.

"Aku senang sekali bisa lihat Kakak Denis, tampan." Heboh Fely.

"Kayak artis, ganteng banget. Gak deh kayak Pengeran." Ujar Ilina.

"Astaga anak-anak ini." Aura menepuk jidatnya, Aura merasa malu melihat temannya yang begitu jujur.

"Kakak jaga diri baik-baik ya, aku pulang dulu." Wajah Aril tampak kecewa tapi ia harus segera kembali karena besok ia juga harus sekolah lagi dan jika tidak pulang ia pasti dicari oleh orang tuanya juga.

"Jadi kau tidak pulang juga?" tanya Aura.

"Kau mengusirku. Teganya..." Wajah Denis memelas.

"Kenapa dari tadi aku malah kau buat jadi seperti penjahat sih." Aura merasa menindas Denis yang lemah lembut.

Denis kembali berekspresi seperti biasanya, tapi kali ini lebih datar dan santai. Ia membantu Aura membersihkan sampah dan piring-piring yang kotor.

"Terima kasih karena telah membantuku membereskan semua ini, kupikir kau tidak bisa bersih-bersih." Aura tertawa canggung.

"Hei kau meremehkanku?" tanya Denis.

"Hehehe, maaf-maaf." Aura merasa sedikit bersalah.

"Sebaiknya kau segera mandi sana." Suruh Denis.

"Nanti tunggu kamu pulang." Timpal Aura. Tidak mungkin ia mandi ketika ada pria di rumahnya.

"Besok harus ada waktu ya, aku mau membawamu ke suatu tempat."

"Aku tidak ada waktu," ketus Aura menolak Denis.

"Pokoknya harus ada waktu, tidak ada penolakan."

"Kamu kenapa sih suka banget kalau soal maksa-maksa."

"Ada waktu ya?" Denis berbicara lembut lagi.

"Astaga, kenapa aku merasa luluh oleh tatapan itu." Batin Aura tidak kuat, semenjak Denis memakan kue ulang tahun Aura dengan sendok yang sama, setiap melihat wajah Denis, Aura merasa berdebar-debar.

"Apa aku kena pelet ya?" batin Aura lagi mulai ngawur.

"Kita liat besok." Ujar Aura tidak ingin melihat wajah Denis lagi.

"Oke, nanti aku jemput." Ucapan Aura itu dianggap dengan kata iya oleh Denis. Lagi pula dari awal sebenarnya tidak ada kata tidak untuk ajakan Denis itu.

"Hiiiih." Aura sedikit sebal juga dibuatnya.

"Aku pulang dulu ya, selamat ulang tahun Aura." Denis mengucapkannya dengan penuh ketulusan. Aura saat ini tidak tahan untuk tidak membalas ucapan itu dengan tersenyum pula.

"Iya, terima kasih banyak Denis." Ucap Aura dengan senyuman tulusnya.

1
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Oke Kakak, siap🔥
total 1 replies
naning palupi
lanjut
DMus: Siap Kak, ditunggu yaa
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Oke Kak
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Oke Kak👍
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Siap Kak!🔥🔥🔥
total 1 replies
Wiwin Vivo
Di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Siap Kak!
total 1 replies
Wiwin Vivo
Di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Oke Kak
total 1 replies
Soli Khatin
semangat
DMus: Siap Kak🔥🔥

Terima Kasih
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Siap Kak!!
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Siap Kak🔥
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Siip Kak👍
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Oke Kak!
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Siap Kak!
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Oke Kak🔥🔥🔥
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Siip Kak
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Siap Kak🔥🔥🔥
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Siap Kak!
total 1 replies
Ryunivers
kocak sue denis🤣🤣🤣🤣🤣 , malah membanggakan diri
DMus: Deniskan Narsis🤣🤣
total 1 replies
Ryunivers
Padahal cowoknya yg kesemsem
DMus: Salah Aura pokoknya
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Oke Kak, terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!