NovelToon NovelToon
Lips Service

Lips Service

Status: tamat
Genre:Roman-Angst Mafia / Pembantu / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: KAY_21

"Bantu aku menghilangkan phobia sialan ini! Maka aku akan memberimu bayaran mahal!"


Beyza Ishik tidak pernah menyangka, saat majikannya Elder Gulbar memohon bantuan untuk menghilangkan Phobia anehnya.

Semua berawal ketika Elder pulang ke kediamannya dengan kondisi mabuk. Lalu tidak sengaja mencium Beyza, maid muda yang baru saja bekerja seminggu lalu.

Elder yang selama hidupnya tidak bisa berciuman karena Phobia, merasa ada kesempatan untuk menghilangkan Phobia anehnya. Terlebih lagi, orang tuanya menuntut dia untuk segera menikah.

Namun, masalah timbul ketika Beyza tidak bisa mengontrol perasaannya pada Elder, seorang majikan yang sudah memiliki kekasih.

Akankah cinta seorang Maid bisa terbalas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lips Service ● Bab 27

Marah, kesal, sedih. Semua berkumpul, menjelma menjadi sebuah anak panah yang langsung menembus dadanya. Membuat napas terasa sesak dan berat dalam beberapa saat.

Rasanya ingin mengutuk, tapi tidak tahu harus mengutuk siapa. Dia benar-benar dibuat tak berdaya oleh keadaan. Baik itu posisinya sebagai pembantu atau sebagai orang biasa yang tidak memiliki kekuasaan apapun.

Beyza terus berjalan, sambil menenteng dua paper bag dan segelas es kopi pesanan Diana. Melangkah pulang dengan mengandalkan petunjuk jalan dari orang-orang yang dia temui di sepanjang jalan.

Sesekali dia berhenti untuk sekedar menarik napas dan mengistirahatkan kakinya sejenak. Dua kaki kecilnya, terlihat lecet bahkan berdarah usai menempuh jarak 3 kilometer.

Yah, itu bahkan belum ada setengah, dari jarak yang harus dia tempuh hingga sampai ke rumah. Namun meski begitu, Beyza masih belum menyerah meski kedua kakinya sudah sangat lelah.

Hari ini, cuaca terlihat sangat cerah. Matahari bersinar cukup terik, tanpa awan tebal yang menghalau teriknya, atau bahkan semilir angin yang berhembus. Dengan keringat yang bercucuran dari kening, leher dan juga punggungnya, Beyza melanjutkan kembali perjalanannya, usai beristirahat selama beberapa menit.

Setidaknya tiga jam, waktu yang dia butuhkan untuk sampai di kediaman Elder. Dengan wajah yang sudah sangat letih, ia masuk ke dalam.

"Astaga, Beyza!" teriak Rea melihat wajah Beyza yang pucat pasi, ketika berjalan masuk ke dalam.

"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu berkeringat dan pucat?" tanya Samantha yang juga cemas melihat rekannya pulang dalam keadaan seperti itu.

"Air," lirihnya. "Tolong beri aku air!"

Rea buru-buru berlari ke dapur, mengambil segelas air dan langsung memberikan itu pada Beyza. Gadis itu langsung meneguk habis 1 gelas penuh, hanya dalam beberapa detik.

Melihat itu, dua rekan Beyza sudah bisa menebak, seberapa dahaganya gadis yang sedang duduk di depannya. Setelah menghabiskan satu gelas, barulah dia menceritakan apa yang terjadi.

Geram, itulah yang mereka rasakan ketika Beyza selesai menceritakan semuanya. Kata-kata penuh umpatan, bahkan sumpah serapah pun tidak luput mereka utarakan dengan emosi yang menggebu.

"Bersihkan dirimu dan istirahatlah. Makan malam hari ini biar kami yang mengurus," terang Samantha. Wanita berkepala 3 dengan 2 orang anak yang sudah lama bekerja dengan Elder.

"Aku tidak masalah menggantikanmu. Istirahatlah dengan baik, kamu pasti sangat lelah."

Satu hal yang membuatnya sangat beruntung bekerja di sana, adalah dua rekan yang sangat perhatian. Jauh perhatian dibandingkan dengan keluarganya sendiri. Sama seperti sekarang, ketika dia benar-benar merasa seluruh tubuhnya remuk redam.

"Terima kasih, terima kasih banyak," ucapnya sambil menahan rasa haru.

Beyza pun kembali ke kamarnya usai membersihkan diri. Membasuh tubuhnya yang penuh dengan keringat, sebelum akhirnya dia tertidur karena rasa lelahnya.

Ya, rasa lelah yang sudah sejak tadi menjalar dari ujung kaki hingga kepala. Bercampur dengan perasaan jengkel dan amarah yang tak terlampiaskan. Hingga tanpa sadar, dia terlelap hingga tengah malam.

Rasa dahaga yang mencekat, berpadu dengan lapar, membuat Beyza terbangun di tengah malam. Perlahan ia beranjak turun dari ranjang, lalu berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air.

Beyza baru saja menuruni anak tangga, ketika manik matanya melihat sosok Elder. Di ruangan gelap tanpa lampu, pria itu terlihat duduk di sofa, sambil bersedekap tangan,

"Tu-tuan Elder. Anda belum tidur?" tanya Beyza basa basi.

Namun Elder tidak merespon apapun. Tatapannya lurus memandang wajah Beyza dari kegelapan tanpa cahaya lampu, tapi hanya beberapa detik saja. Sebelum akhirnya dia bangkit berdiri dari duduknya.

Tanpa aba-aba, tanpa sepatah kata, Elder menarik tangan Beyza dan membawanya pergi ke ruang kerjanya.

"Tuan … apa yang Anda lakukan? Lepaskan!" rengek Beyza saat tangan Elder menggenggam erat pergelangan tangannya.

Langkah kaki Elder tidak berhenti, sampai akhirnya mereka masuk ke dalam ruang kerja. Saat itu, barulah dia berhenti dan melepaskan cengkraman tangannya.

"Kenapa Anda membawa –"

"Apa kau tidak bisa menolak?" cekal Elder sebelum Beyza sempat meneruskan pertanyaannya.

Apa?

Apa yang tidak bisa ku tolak? Beyza terdiam, menatap Elder dengan penuh tanda tanya dalam benaknya.

"Kau itu milikku! Tidak bisakah kau menolak ketika orang asing membawamu pergi begitu saja? Bahkan tanpa izin dariku!"

DEGH!

Beyza herhenyak sesaat. Mencoba meresapi perkataan ambigu yang baru saja diucapkan oleh sang majikan.

'Milikku'

Seperti sebuah status kepemilikan yang terdengar sangat berarti. Hanya saja, ia tidak bisa memastikan dalam hubungan seperti apa.

Dia terdiam, untuk beberapa saat memikirkan dengan cermat. Menatap wajah sang majikan yang terlihat penuh emosi, tiba-tiba ia menyadari sesuatu yang amat sangat penting.

"Apa, apa yang bisa aku tolak, Tuan? Nona Diana, dia tunangan Anda. Calon nyonya yang nantinya juga akan saya layani."

Jawaban yang syarat dengan penekanan sebuah status, berhasil membuat Elder terperangah. Kedua bola matanya membulat penuh, menatap wajah Beyza yang terlihat sedih, tapi berusaha menampilkan seulas senyum.

Hanya saja, gadis itu melupakan sesuatu, yaitu cara menyimpan air matanya agar tidak mengenang. Seperti saat ia menjawab pertanyaan sang majikan.

...☆TBC☆...

Milikku ...

Emang bang El hoby banget ngucapin sesuatu yang ambigu 😑

Sajen jangan lupa disebar guys 😚😚

1
Susi Andriani
aku ikutan gugup,sumpah
Susi Andriani
astaga hilang hama yg satu muncul hama yg lain
Susi Andriani
lamaran kok gitu,kayak ngajak nonton sja
Susi Andriani
diana cocoknya di lempar aja ke segitiga bermuda
Susi Andriani
kasihaan mas jared 😄😄😄😄
Susi Andriani
cieee,,,,padamu jared👍👍
Susi Andriani
sainganmu berat el
Susi Andriani
cowok makin tua makin pulen🤭🤭🤭
Susi Andriani
wiiih kayaknya makin seru aja nih
Susi Andriani
emang cogan turki tiada duanya👍👍
Susi Andriani
jadi kepo sama traumanya bang el
Susi Andriani
jadiiiii
Susi Andriani
bang El cewek tuh gampang baper,
Susi Andriani
aduh El jangan buat belza menebak2
Susi Andriani
berasa nonton drama turki
Neni Widiarti
sombong amat lu pirang
Dedeh Dian
akhirnya AQ tamat bacanya walau beda tahun...seru ternyata ceritanya... makasih author
naura khalidya
ap judul ceritanya zehra dan zafier thor...
istrinya_kimseokjin
ya kek mana gk sakit beyza sdngkan yg kamu lakuin dg elder aja udah saling kokop mengkokop mustahil gk ada prasaan😭
Sintia Dewi
kasianya dirimu jared...habis manis sepah dibuang/Facepalm//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!