Malam kelam menimpa seorang gadis cantik bersama dengan seorang CEO dingin dari Hendrawan corp.
Bermula dari sebuah pesta membuat Nana, putri dari pengusaha kaya raya yang terkenal angkuh harus kehilangan kehormatannya karna dijebak oleh seorang rekan bisnis papanya.
Gadis itu mencoba meminta pertolongan. namun naasnya ia malah bertemu dengan Kenzio Hendrawan, seorang CEO dari Hendrawan grup yang terkenal arogan.
Bagaimana nasib Nana? apakah ia akan meminta pertanggung jawaban? atau justru malah pergi tanpa sepengetahuan Zio?
simak terus Hasrat Tuan Arogan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LDR
"Kenapa sayang? Kok murem gitu?" Zio menghampiri istrinya yang duduk dibalkon dengan wajah muram.
"Nggak papa"
"Kamu kepikiran sama omongan temenmu tadi?" Tebak Zio.
"Enggak kok, ngapain juga dipikirin"
"Ya udah kalau gitu, senyum dong. Masak cemberut gini" Zio menarik bibir istrinya membentuk sebuah senyuman.
"Nah, kalo gini kan cantik" goda Zio.
"Udah ih, sana" usir Nana.
"Daripada ngelamun, mending bantuin aku packing"
"Packing? Kan masih lusa berangkatnya"
"Dipercepat, besok pagi aku udah harus berangkat" Zio mengusap lembut pipi istrinya.
"Yah, kok gitu sih. Nggak asik ah"
"Kenapa emangnya? Nanti 2 minggu aku pulang bentar terus balik lagi"
Akhirnya Nana pasrah dengan keputusan suaminya itu.
"Emangnya aku nggak boleh ikut ya kak?"
"Aku disana kan kerja, lagian pasti kamu nggak ada temen karna aku nanti sibuk ninjau proyek"
Nana menghela napasnya
"Ya udah deh kalau gitu"
"Udah yuk masuk kamar, udah malem" Nana mengangguk.
Dua manusia itu menyiapkan keperluan Zio selama disana.
"Nggak usah bawa baju banyak. Disana udah disiapin. Cuma beberapa lembar baju casual aja" pinta Zio.
Nana menata semua keperluan itu.
"Yakin cuma bawa ini?" Tanya nya heran karna suaminya hanya membawa 1 koper kecil saja dan tas punggung yang berisi laptop dan beberapa dokumen.
"Yakin sayang, lagipula kan bisa beli disana kalau butuh"
"Iya iya"
Pagi hari Zio sudah bersiap untuk berangkat.
"Kak, beneran berangkat hari ini?"
"Iya dong, masak taun depan" pria itu bercanda.
"Diundur aja kak, jadi besok apa lusa gitu"
"Nggak bisa, besok aku udah ada meeting penting. Jadi hari ini harus berangkat"
"Kalau gitu aku ikut aja deh, nggak papa ditinggal terus"
"Enggak, justru nanti aku nggak tenang. Mending kamu disini aja. Tiap 2 minggu nanti aku pulang, tenang aja" Zio berusaha membujuk istrinya.
"Tapi aku pengen ikut aja kak"
"Plis dengerin aku, kamu disini aja okey. Aku jauh lebih tenang ninggalin kamu disini daripada dihotel. Anggep aja ini ujian pernikahan kita buat ngukur seberapa kuat hubungan kita. Aku janji bakal telpon kamu tiap hari, okey?"
Akhirnya Nana mengangguk paham
Zio sedikit menghela napasnya, rasanya ia seperti menikahi gadis dibawah umur padahak usia istrinya itu sudah 25 tahun.
Setelah melewati beberapa drama memusingkan akhirnya Zio berangkat ke bandara ditemani Nana dan juga papa Bryan.
Dan drama itu kembali dimulai saat Nana menangis ketika Zio memasuki bandara.
"Udah nggak usah sedih gitu, nanti Zio malah jadi kepikiran. Yang penting kan hubungan kalian selama pisah baik baik aja" papa Bryan menasehati menantunya selama dimobil.
"Iya pa"
Tak dirasa 2 bulan berlalu,
Yang harusnya Zio hanya 1 bulan diluar negeri nyatanya harus diperpanjang lagi karna beberapa urusan.
Setiap 2 minggu Zio selalu pulang sejenak untuk memastikan keadaan istrinya. Tidak lama, hanya 2 hari saja dirumah lalu segera berangkat lagi.
Hari ini hari terakhir Zio diluar negeri.
Malam hari,
Seorang laki laki berwajah lelah nampak menarik kopernya memasuki kamar remang remang.
Bibirnya menyunggingkan senyum melihat istrinya tidur nyenyak sambil memeluk guling kesayangannya.
"Dia habis menangis?" Gumam Zio melihat jejak air mata disudut mata wanita itu.
Pria itu langsung membersihkan dirinya dan segera ikut menyusul tidur.
Pagi hari,
Nana meraba ke samping merasakan sesuatu hangat sedang memeluknya.
"Ini apa?" Gumamnya masih dengan mata tertutup.
Zio yang merasakan pergerakan pun langsung mengeratkan pelukannya.
"Hehh siapa kamu" Nana mendorong keras Zio hingga pria itu terguling ke lantai.
Auhhhh
"Ka kak Zio?!" Wanita itu kaget.
tp lebih ngena kisah rara sm nath nya malahan 🤣
ini bner² nyesek,,udh sebatangkara mencintai pria yg gk mencintainya dn setelah nikahpun masih sllu disakitin jiwa dn ragany 😭😭😭😭😭😭