Gara-gara menyerempet mobil seorang CEO, seorang gadis terpaksa membayarnya dengan menjadi pengasuh anak dari seorang CEO kaya raya, Dion Mahesa.
Nafa Maheswari, gadis cantik yang bekerja sebagai kurir pengantar paket, terpaksa kehilangan pekerjaannya karena Ia harus menjadi pengasuh untuk membayar kerugian akibat ia telah menyerempet mobil Dion, Dion meminta pertanggungjawaban dari Nafa, karena Ia tidak memilih uang, maka Nafa terpaksa banting setir menjadi pengasuh anak laki-laki berumur lima tahun. Di mana Dion dan istrinya telah bercerai, dan anak mereka, Dion yang mengasuhnya. Anak itu bernama Alaska Mahesa.
Kehadiran Nafa membuat Alaska sangat senang, bukan hanya Alaska yang senang tapi sang Ayah pun ikut bahagia, cinta mulai bersemi di antara mereka, akankah Alaska bisa membuat keduanya bersatu? Sementara Nafa sendiri sudah memiliki tunangan.
Novel ini untuk event Anak Genius, mohon dukungannya ya 😊❤️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selamat tidur, Sayang!
Dion berhenti sejenak saat sang istri berteriak, "Kenapa? Kamu merasa sakit?" tanyanya sembari menatap kedua mata Nafa yang mulai menitikkan air matanya.
"Hmmm ..." Nafa menganggukkan kepalanya.
"Maafkan aku, Sayang! Aku tidak bermaksud membuatmu sakit, tapi ini sudah terlanjur dan Aku tidak bisa menariknya lagi," balas Dion yang sudah membenamkan diri sepenuhnya pada inti tubuh sang istri.
"Sangat sesak dan awwww ... sepertinya ada yang terluka, kenapa perih sekali." rintih Nafa dengan ekspresi wajah yang meringis.
Dion menyeringai dan Ia pun mencoba membuat istrinya rileks, "Tidak akan sesakit seperti yang kamu kira, Aku tahu ini yang pertama untukmu, bukan? Aku sangat beruntung menjadi pria pertama yang menyentuhmu, dan tentu saja Aku tidak akan membuatmu merasa sakit lagi, semuanya akan terasa berbeda, nikmati saja!" bisik Dion sembari melanjutkan permainannya yang masih berjalan, yang dibawah masih diam, tapi yang di atas Dion mencumbu istrinya berharap supaya Nafa bisa melupakan rasa sakit karena baru saja dirinya kehilangan sesuatu yang Ia jaga selama ini, sebuah mahkota kesucian seorang wanita, akhirnya hilang juga saat sang suami mengambil darinya.
Pada akhirnya, setelah beberapa saat Dion kembali melakukan pemanasan, Nafa pun mulai merespon setiap sentuhan yang diberikan oleh sang suami, kecupan demi kecupan Dion lakukan untuk membuat istrinya rileks dan merasa tidak kesakitan lagi kala Ia bergerak lagi nantinya.
Tak terasa sedikit demi sedikit, Dion bergerak secara lembut, untuk kali pertama Nafa melenguh cukup panjang, rupanya Ia sudah mulai merasakan nyaman dan tidak sakit lagi.
Sambil mellumat bibir mungil itu, dibawah sibuk bergerak secara aktif, sungguh tidak ada lagi rasa sakit yang berarti, berganti seribu kenikmatan yang luar biasa, Dion pun mulai menaikkan tempo gerakan, dari lembut menjadi agak cepat, dan tentu saja Nafa mengimbanginya dengan mencengkram sesuatu yang terasa sesak itu, entah itu apa, hanya Nafa yang tahu.
Tak bisa dipungkiri lagi, Dion yang merasakan sensasi yang teramat luar biasa itu, Ia pun semakin semangat untuk bergerak, gerakan yang begitu eksotis, apalagi sekian lama dirinya belum pernah merasakan lagi kehangatan seorang wanita, kini Ia pun tidak mau melepaskan Nafa begitu saja. Setelah rasa itu tercurah semua dan mereka berdua tampak beristirahat setelah kelelahan bekerja keras membuatkan Alaska seorang Adik. Selang beberapa menit, gairah itu muncul kembali, lagi dan lagi Dion pun tidak memberi kesempatan kepada Nafa untuk bangun dari tempat tidur. Lagi dan lagi Dion berpacu dengan waktu, malam pengantin yang terasa begitu candu.
Nafa hanya bisa pasrah, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, bangun pun percuma, tubuh sang suami terus berada di atasnya dan menghimpitnya. Nafa hanya bisa terpejam dan merasakan bagaimana dirinya berkali-kali menuju puncak.
Hingga akhirnya di ronde terakhir, tepatnya ronde ke lima, Dion akhirnya terhempas di samping Nafa, dan jam sudah menunjukkan pukul empat subuh, badan Nafa terasa remuk dan tak bertulang, bahkan untuk menutup kedua kakinya saja Ia sedikit kesusahan, akibat semalaman dipakai tiada henti, entah berapa juta sel calon Dede bayi yang ditanamkan Dion pada rahim Nafa, yang jelas malam itu Dion sudah berhasil merubah status gadis istrinya menjadi wanita yang sempurna. Mungkin sebentar lagi Nafa akan menjadi seorang Ibu dari bayi yang akan Ia kandung kelak. Mengingat begitu banyak jutaan sel yang berenang pada tanah yang masih rawan itu.
Sejenak Dion terbangun dan mengambil tisu untuk membersihkan cairan yang belepotan pada area itu, dan Ia pun sekilas melihat betapa indahnya tempat surga dunia yang baru saja Ia selami, begitu cantik tanpa banyak bulu di sana, namun cukup tembem dan sedikit bengkak karena ulahnya sendiri yang tanpa ampun mengeksplorasi hal-hal ternikmat yang berada di dalamnya.
Setelah itu Dion membantu istrinya untuk meletakkan kembali posisi kedua kaki Nafa yang sebelumnya terbuka lebar menjadi sejajar, kemudian Ia pun mulai menutupkan selimut pada tubuh istrinya sebelum akhirnya mereka beranjak pergi ke pulau kapuk.
"Selamat tidur, Sayang! Mimpi yang indah. Terima kasih atas segalanya, Aku sangat mencintaimu!" ucap Dion sembari dirinya mengecup kening sang istri.
Nafa pun tersenyum dan membalas, "Selamat tidur juga, Sayang! Aku merasa menjadi wanita yang paling bahagia malam ini, ternyata suamiku sangat jantan dan sangat hebat, semoga saja Dedenya Alaska cepat hadir di dalam perutku, Alaska pasti sangat senang bisa memiliki seorang Adik."
Dion tersenyum mendengar ucapan dari istrinya, "Tentu saja! Jika kita rutin melakukannya, pasti lebih cepat jadi."
Jawaban Dion memaksa Nafa menepuk jidatnya. Dan Dion pun semakin tertawa bangga.
...BERSAMBUNG...
endingnya jgn gitu lah,
tp kok tergantung...MMG dh abis ke?