NovelToon NovelToon
Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya

Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil / Ibu Mertua Kejam / Cerai / Tamat
Popularitas:984.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rositi

“Mel, kamu harus cepat-cepat pergi dari sini agar Jemmy dan Tianka bisa secepatnya menikah. Karena meski di mata hukum Jemmy masih resmi menjadi suami kamu, talak yang Jemmy berikan sudah lebih dari cukup untuk mengakhiri hubungan kalian. Enggak usah dipersulit apalagi sampai nuntut gana-gini. Toh saat datang ke sini, kamu cuma modal apem basi yang sudah biasa dipakai banyak laki-laki. Bahkan kamu sampai hamil di luar pernikahan, sebelum akhirnya kamu malah mandul, kan? Saya sampai hafal, ngeri, saking bobroknya kamu jadi wanita!” ucap ibu Marta sambil melirik sinis Amel.

Amel dan Jemmy saling mencintai, meski hadirnya Tianka dalam hubungan mereka langsung mengubah segalanya. Tianka selaku teman masa kecil sekaligus cinta pertama Jemmy membuat perhatian bahkan cinta Jemmy terbagi. Jemmy benar-benar bermain api, terlebih ibu Marta sang mamah yang sangat membenci Amel justru sangat mendukung hubungan Jemmy dan Tianka.

Tak mau makin terluka, Amel memilih mundur, pergi membawa rahasia besar mengenai kehamilannya. Akan tetapi ketika akhirnya takdir kembali mempertemukan mereka dalam keadaan yang berbeda, kehidupan Amel kembali tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak? Ternyata Jemmy sudah menikahi Tianka, tapi masih tetap tidak bisa melepaskan Amel, terlebih kini ada James dan juga Josh, putra kembar mereka.

Mampukah Amel lepas dari luka sekaligus lingkaran dendam yang menjeratnya, kemudian hidup bahagia bersama kedua putra kembarnya, layaknya impian terbesarnya? Lantas, benarkah Jemmy tetap tidak bisa memilih? Atau pria itu akan membiarkan Dion yang selalu tulus kepada Amel dan putra kembar mereka, menggantikan perannya sebagai laki-laki yang sepenuhnya mencintai Amel, sekaligus menjadi papah sambung terbaik untuk putra kembar mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27 : Dukungan Dari Dion

Pernikahan yang harus Amel jalani besok pagi juga, membuat Amel bingung sebingung-bingungnya. Wanita itu sampai tidak bisa tidur. Berulang kali Amel mencoba memejamkan mata, tapi sebanyak itu juga Amel kembali membuka matanya. Juga, berulang kali Amel mengganti ringkukan, tapi masih sebanyak itu juga usahanya gagal.

Demi meredam kegamangannya, Amel memilih mengecek keadaan anak-anaknya, tanpa ditemani orang tuanya maupun Jemmy. Karena meski ketiganya masih di sana, ketiganya sama-sama tidur pulas. Orang tua Amel ada di tempat tidur sebelah, sedangkan Jemmy tidur di sofa sebelah ranjang rawat Amel. Jemmy tidur meringkuk meletakan kepalanya di sebelah bantal Amel. Malahan sebelum pria itu benar-benar tidur, mereka sampai berbagi bantal, lebih tepatnya karena Jemmy masih sibuk melakukan pendekatan kepada Amel.

Di ruang bayi yang dijaga secara khusus oleh dua orang suster ditemani juga oleh seorang satpam, kedua bayi Amel tidur pulas, tak kalah pulas dari papahnya. Amel yang sengaja masuk menghampiri, memergoki kedua bayinya kerap tersenyum. Keduanya seolah meluapkan kebahagiaan atas rencana pernikahan orang tuanya, besok pagi. Bayi-bayi Amel tampak sangat bahagia. Sangat kontras dengan Amel yang Amel rasa karena Amel malah merasa sangat stres.

“Jika kebahagiaan kalian hadir di atas kegamangan hati Mamah, ... apa pun yang terjadi, Mamah akan melakukan yang terbaik. Kalian tanggung jawab Mamah, dan kalian sangat mengandalkan Mamah. Mamah akan melakukan apa pun demi kebahagiaan kalian. Namun andai papah kalian sampai tega melukai kalian, Mamah juga tidak akan tinggal diam!” Amel berbicara dalam hati. Iya, ia sungguh gamang. Tak paham dengan apa yang harus ia rasakan terlebih pada Jemmy, ia sungguh mati rasa. Hubungan macam apa yang akan ia hasilnya jika ia saja sudah mati rasa?

Rasa sayang Amel kepada Jemmy hanya sebatas rasa sayang seseorang yang berusaha menghormati. Amel menghormati Jemmy karena pria itu merupakan papah dari kedua anaknya. Benar-benar tidak lebih.

“Apaan sih, Mel! Masih saja memikirkan rasa sayang apalagi cinta? Cukup fokus saja ke anak-anak kamu kenapa, sih? Kamu itu sudah jadi seorang mamah. Kamu cukup fokus ke anak dan jangan egois apalagi kegenitan! Cara kamu memikirkan cinta, sayang, dan semua rasa kamu ke Jemmy, itu namanya egois! Memangnya ada yang lebih baik dari orang tua, papah kandung, untuk anak-anaknya? ENGGAK!” sisi lain dalam diri Amel, berbisik sekaligus mengecam. Sisi yang tak lain merupakan sisi jahat tersebut benar-benar marah kepada Amel yang malah gamang. “Cukup jalani semuanya, jangan egois!” tambah sisi jahat tersebut.

Bisikan menohok tersebut membuat Amel terdiam tak ubahnya batu. Bersamaan dengan itu, tatapannya yang mengerling menatap wajah Josh dan James, silih berganti.

“Enggak gitu juga, Mel. Lumrah kamu bingung, gamang, bahkan stres layaknya sekarang. Mengingat di masa lalu, Jemmy dan semua yang berkaitan dengannya pernah membuat kamu terluka sangat dalam bahkan sampai sekarang. Lumrah jika kamu lebih selektif bahkan sensitif buat sekadar kembali menjalin hubungan atau memberikan kesempatan. Terlebih biar bagaimanapun, Jemmy malah terkesan memojokkan kamu. Dia sama sekali enggak kasih kamu kesempatan buat menentukan pilihan dengan kepala dingin, kan? Dia egois, iya. Memang adanya begitu, Jemmy masih belum berubah. Karena andai dia tulus, dia enggak akan kasih syarat. Dia papahnya Josh dan James, tak seharusnya dia kasih syarat hanya untuk kebahagiaan Josh dan James. Memang sudah jadi tugas dan kewajibannya bertanggung jawab membahagiakan mereka. Dan andai Jemmy tulus sekaligus serius membangun keluarga bahagia bersama kamu untuk anak-anak, ... harusnya dia bawa orang tuanya. Harusnya dia menyatukan kalian dalam kehangatan agar semuanya sama-sama nyaman,” bisik sisi lain dari dalam diri Amel dengan lembut sekaligus penuh pengertian. Sisi lain yang berbeda dan menolak keras anggapan sisi jahat.

Air mata Amel berjatuhan dengan deras. Seorang suster yang menemaninya menjenguk James dan Josh, menjadi kebingungan. Amel yang menyadari dirinya sampai menangis, memutuskan pergi tanpa pamit. Ia melakukannya sambil menunduk, menggunakan tangan kanannya yang tidak menenteng botol infus, untuk menekap mulut. Ia tak mau air mata kesedihannya sampai terlihat atau setidaknya berdampak kepada mental anak-anaknya. Cukup mentalnya saja yang tidak baik-baik saja, tidak dengan mental anak-anaknya.

Alih-alih kembali ke ruang rawatnya, Amel malah menuju tangga darurat di lantai tersebut. Amel duduk dan sampai meletakan botol infusnya di lantai sebelum anak tangga karena ia menggunakan tangan kanannya untuk turut menekap mulut guna meredam suara tangisnya yang pecah. Kini saja, ia sampai tersedu-sedu di tengah kesunyian yang menyelimuti dan harusnya membuatnya takut karena di sana benar-benar tidak ada orang lain selain dirinya.

“Nangis saja terus, lemah banget sih jadi orang? Enggak sekalian bunuh diri saja biar semuanya beres?!” sisi lain dari diri Amel dan memang berwatak jahat, kembali berbisik.

“Jangan, Mel. Jangan bunuh diri. Kalau kamu bunuh diri, anak-anak kamu sama siapa? Kalau kamu ragu, mending kamu cerita ke orang. Coba kamu telepon Arden, apa Keyra? Mereka pasti bakalan kasih solusi karena mereka akan selalu dukung kamu.” Sergah sisi baik dalam diri Amel kembali berbisi.

Keadaan kini membuat Amel berada di titik nadir. Untuk ke sekian kalinya dan masih karena penyebab yang sama. Terpikir oleh Amel, apakah ia akan baik-baik saja andai ia tak kembali bertemu Jemmy? Bisa jadi menang iya, tapi tak menutup kemungkinan, ia juga memang akan tidak baik-baik saja. Bagaimana jika sesuatu yang fatal sampai menimpanya? Siapa yang akan mengurus anak-anaknya?

“Kudapan dini hari. Sangat baik untuk ibu yang baru melahirkan.”

Suara bariton yang terdengar lembut cenderung sengau barusan, refleks membuat Amel terdiam. Bersamaan dengan itu, jantung Amel seolah loncat. Refleks, ia menoleh, membuatnya mendapati sepasang sepatu sneakers warna hitam yang berhenti di anak tangga terakhir sebelah ia duduk. Amel memberanikan diri untuk mendongak sekalipun ia yakin, siapa sosok tersebut yang aroma parfumnya juga sangat familier di indra penciumannya. Benar saja, itu Dion. Pria itu menghela napas pelan, menatapnya penuh kesabaran.

“Sakit banget?” lirih Dion menatap Amel di tengah kedua matanya yang basah.

Ucapan sengau penuh kepedulian dari seorang Dion, sukses membuat Amel bungkam meski karena itu juga, air mata Amel makin sibuk berjatuhan. Dion menitikkan air mata dan memalingkan wajah. Pria itu tampak ikut terluka hanya karena memergokinya dalam keadaan sangat bersedih layaknya sekarang.

Dion berangsur duduk di sebelah Amel dengan berat. Ia memilih bungkam, kemudian meletakan salah satu rantang yang ia bawa, di pangkuan Amel. Ia menuntun kedua tangan Amel untuk memegang rantang putih tersebut, sebelum akhirnya ia meraih botol infus Amel.

“Kamu enggak usah bingung. Jalani saja. Apa pun keputusanmu, aku dukung. Apa pun risikonya, aku yang tanggung,” ucap Dion tanpa sedikit pun melirik Amel.

Amel makin tertegun menatap rantang di pangkuannya.

“Ingat, ... baik buruknya kamu, akan berdampak ke anak kamu.” Kali ini Dion melirik Amel.

“Kamu jangan merasa sendiri apalagi bingung lagi. Kamu punya anak. Tuhan kasih dua anak sekaligus. Sesayang itu Tuhan ke kamu!” lanjut Dion lagi.

Amel masih diam.

“Jangan menghukum diri kamu karena aku yakin, kamu sudah melakukan yang terbaik. Seperti yang tadi aku katakan, apa pun keputusan kamu, pasti aku dukung dan risikonya pun tetap aku yang tanggung!” Dion berucap yakin seyakin-yakinnya.

Amel berangsur menatap Dion seiring air matanya yang detik itu juga kembali jatuh. Ia menatap kedua mata Dion yang juga basah sekaligus merah dan Amel yakin, itu masih karenanya.

1
Vindy swecut
selalu keren
Rania Humaira
suami biadab yg sok2an merasa terluka.
Rania Humaira
udah tau hamil koq g hati2. gimana mertua memperlakukanmu itu krn kamu diam dan mengijinkannya.
Misaza Sumiati
dasar keluarga stres , anak sama bapak sama 2 gila
Misaza Sumiati
hukum tabur tuai untuk Bu Marta
Camera Gaming: enak gak bu marta ,enak pastinya ye kan lakinya nikah ma cinta pertamanya,,,ngerasainkan bu yg di rasain amel,,,selamet ye bu marta
total 1 replies
Misaza Sumiati
mau 2 nya Amel balik LG ke Jemmy
Camera Gaming: knp jd plin plan si amel udah di sakitin jg masih mo balikan gitu
total 1 replies
Misaza Sumiati
lemah banget tokohnya
Misaza Sumiati
lepaskan Amel si Jemmy
Misaza Sumiati
aneh di Amel udah tahu suami selingkuh depan matanya , masih mau Deket sama suaminya , serem punya mertua seperti Bu Marta
Misaza Sumiati
asuami biadab
Samsiah Yuliana
gila ya si Jemmy, enak aja dia pengen balik lagi ke Amel 😬
Sulfia Nuriawati
👍👍👍👍👍kalo g sadar jg g tw lg hrs gmn
Sulfia Nuriawati
karna kurangnya laki² jd suami org pun d rebut dg berbagai cara
Sulfia Nuriawati
dih serem amat mertua kyk gt, cpt mati bgs
Npy
manteb
Dewi Anjasmaraa
good novel
Dewi Anjasmaraa
kira2 di dunia nyata ada gak ya mertua kaya gini
Rohimatul Amanah
Luar biasa
Haryani Yuliwulansih
Luar biasa, bagus ga bosenin
Haryani Yuliwulansih
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!