NovelToon NovelToon
AZKA&ANNA

AZKA&ANNA

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Kembar / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

💫 Sebelum baca 👉 Azka & Anna, ada baiknya mampir ke season 2 ( Cinta Masa Kecil Presdir Cantik ) 💫

.
.
Season 3 :

Di alun-alun kota Lubuk PAKAM, berlari sepasang bocah kembar berusia 5 tahun. Melihat ada seorang pria dewasa sedang duduk termenung, Azka mendekati pria dewasa tersebut, dan berkata:

" Paman yang jelek, dan orang dewasa yang penuh dengan banyak tekanan dalam hidup. Kenapa kau terlihat murung? Apakah kamu sedang memikirkan hutang yang belum kau bayar? "

Melihat kembarannya berkata seperti itu, Anna menarik tangan Azka, dan berkata :

"Abang, Mama biyang tidak boyeh berkata kasar kepada orang yang lebih tua. Cekalang Abang harus minta maaf sama Om Jeyek ini!"

Pria dewasa itu tidak menjawab, ia hanya menatap dengan tatapan penuh tanda tanya. Kenapa bocah perempuan ini memiliki bola mata sama seperti wanita ia cintai 6 tahun lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27. Mengantar

Azka, Anna, tuan Agung, Marsya, Ningrum, Zahida, Aulia, Tarjok, dan Azzuri, mereka mengantar tuan muda Alexdian, Vanesha, dan Baldwin, sampai di Bandara Kualanamu Internasional. Tahu bagaimana karakter Baldwin selalu rewel dan tak suka 1 pesawat dengan banyak orang. Tuan muda Alexdian sudah memboking satu pesawat untuk mereka naiki.

Sebelum pergi menuju landasan pesawat, Baldwin menghampiri Anna, memegang kedua tangan Anna, layaknya seperti seorang kekasih akan pergi jauh dan tidak tahu kapan akan pulang.

“Anna, tunggu aku 8 tahun lagi. Tepat umur ku memasuki 12 tahun, aku akan bersekolah di sini bersama kamu. Dan kita akan selalu bersama untuk selamanya,” pesan Baldwin terdengar cukup dewasa.

Azka sedang berada di dalam gendongan Azzuri tidak bisa berbuat apa pun. Tubuhnya ingin melompat turun, tapi di tahan oleh Azzuri.

Sejenak Anna berpikir apa maksud dari Baldwin, tidak ingin membuat Baldwin bersedih setelah perpisahan mereka, Anna pun menjawab, “Hem,” angguk Anna.

Azka sudah tak tahan lagi langsung berteriak dari gendongan Azzuri, “Hei…siapa juga yang akan menunggu kau di sini. Mau pergi, pergi aja sana. Dan lepaskan tanganmu dari tangan halus adikku!”

Teriakan Azka langsung membuat tuan Agung, Marsya, Ningrum, Zahida, Aulia, Tarjok, Azzuri, tuan muda Alexdian, dan Vanesha, tertawa geli. Lucu melihat sikap posesif Azka kepada Anna.

Baldwin pun melepaskan genggaman tangannya, lidahnya mengulur, kedua jempol tangan diletakkan di belakang daun telinga, dan menggoyangkannya sembari mengejek, “Wek..wek…your little brother doesn't mind, why are you the one who has objections! Hah!”

"You think I can't speak English?!" bentak Azka.

"You witch, she likes to be angry. Wek...Wek!" ejek Baldwin kembali.

“Sudah-sudah, jangan jahil sama Azka,” tegur Vanesha lembut.

Baldwin pun berhenti mengejek. Azzuri sendiri menenangkan Azka, sedari tadi sudah tersulut emosi.

Karena waktu terus berjalan, dan hari semakin malam. Tuan muda Alexdian memutuskan untuk segera berpamitan.

Tuan muda Alexdian membungkukkan sedikit tubuhnya, diikuti oleh Vanesha dan Baldwin, “Kami pamit pulang, sampai jumpa di lain hari.”

“Iya, semoga kita akan segera bertemu kembali dalam keadaan yang masih utuh dan sehat,” sahut tuan Agung.

“Kalau soal sehat, sudah pasti aku selalu sehat. Sekarang Anda yang harus waspada tuan Agung. Ingat umur,” canda tuan muda Alexdian.

Wajah tuan Agung langsung berubah menjadi suram, dan tatapan tajam.

“Jelaskan apa maksud kamu?!” tanya tuan Agung dingin.

“Ha ha ha…aku hanya bercanda. Ingat! Bercanda, seperti dulu,” sahut tuan muda Alexdian, tangannya menepuk bahu tuan Agung.

Seperti biasa, tuan muda Alexdian dan tuan Agung memang suka becanda, sampai-sampai bisa mengundang emosi buat mereka sendiri. Puas sudah melepaskan canda-tawa tak tahu kapan harus terulang kembali. Tuan muda Alexdian, Vanesha, dan Baldwin, balik badan, berjalan ke eskalator turun untuk menuju ke landasan pesawat.

Baldwin terus melambai, dan berkata, “Daa…Anna! Sampai jumpa 8 tahun lagi.”

“Iya, atu tunggu!” sahut Anna ikutan berteriak, sembari terus melihat ke Baldwin sudah berada di lantai dasar.

Azka sendiri hanya mendengus kesal melihat Anna terlalu baik kepada Baldwin.

Baldwin, Vanesha, dan tuan muda Alexdian pun sudah sampai di bawah, terlihat berjalan menuju pintu dimana tempat pesawat bookingan tuan muda Alexdian terparkir.

Tuan Agung, Marsya, Ningrum, Zahida, Aulia, Tarjok, Azzuri, Azka, dan Anna. Mereka perlahan berbalik, berjalan menuju eskalator turun. Terus berjalan menuju parkiran mobil. Menit selanjutnya mereka sudah sampai di masing-masing mobil. Tuan Agung, Marsya, Tarjok, dan Ningrum berada dalam satu mobil. Sedangkan Azka, Anna, Zahida, Aulia, dan Azzuri berada dalam satu mobil. Mobil mereka juga kini sudah keluar dari parkiran Bandara.

Di dalam mobil Alphard milik tuan Agung. Sepanjang perjalanan pulang menuju rumah Aulia, tuan Agung, Tarjok, Marsya, dan Ningrum, berbincang.

“Jok, terimakasih sudah menemani ku sampai ke sini. Karena Aulia dan 2 anak kembarnya sudah di temukan dan mereka juga dalam kondisi baik-baik saja, sebaiknya kamu, Ningrum, dan Zahida, pulang aja. Kalau kamu terlalu lama di sini, kasihan sekolah Zahida, bisa-bisa nilai pelajarannya turun,” saran tuan Agung sopan.

“Tidak perlu berterimakasih. Dari dulu Aulia sudah saya anggap sebagai putri kandung sendiri. Malah saya sendiri senang mendengar Anda mengajak saya berjumpa langsung bersama dengan Aulia," sahut Tarjok.

“Benar, semenjak kepergian mendiang Andra. Aulia lah yang terus menyemangati kami. Sekarang sudah melihat Aulia dalam keadaan sehat, aku pribadi sudah merasa sangat senang. Dan aku juga sudah memikirkan untuk tetap mempererat tali persaudaraan kita meski tidak sedarah. Setelah Zahida tamat sekolah akan aku sekolah ‘kan dia di sini, agar dirinya juga tidak terlalu kesepian. Mudah-mudahan ketika mereka tumbuh menjadi anak yang hebat, mereka tetap saling menjaga, dan saling menyayangi,” sambung Ningrum meluapkan keinginannya.

“Amiiin, itu ide yang bagus. Biar Azka, dan Anna, mengerti jika mereka memiliki keluarga, meski tidak sedarah,” sambung Marsya.

“Terimakasih sudah menganggap kami sebagai saudara,” ucap terimakasih Tarjok, sesekali ia melirik ke kaca tengah dalam mobil, lalu melirik tuan Agung di sampingnya.

“Sama-sama, sudah tidak usah sungkan seperti itu,” sahut Marsya sembari melempar senyum manis.

.

.

💫Di sisi lain💫

Di dalam mobil di naiki Azzuri, Aulia, Anna, Azka, dan Zahida. Suasana terasa sangat hening. Setelah berpisah 5 tahun lamanya, dan baru kali ini Azzuri, dan Aulia, cukup lama berkendara dalam satu mobil.

Azka, Anna, dan Zahida, duduk di kursi penumpang belakang hanya saling diam. Mereka bertiga terus memperhatikan sikap aneh Azzuri dan Aulia. Seperti seseorang sedang gugup dan grogi. Hal itu terlihat dari keringat jagung keluar dari belahan rambut mereka, membasahi kedua pipi. Bukan itu saja, Aulia juga terlihat sangat gugup.

“Mami…Papi..” panggil Azka mengejutkan Aulia dan Azzuri.

“I-iya, ada apa sayang. Ada apa nak,” sahut Aulia, dan Azzuri serentak.

“Abang perhatikan Mami dan Papi dari tadi terlihat gelisah. Apa Mami dan Papi, menahan pipis?” tanya Azka polos.

“Tidak, Mami tidak ke belit pipis,” sahut Aulia.

“Papi juga tidak,” sambung Azzuri.

“Jadi kenapa gelisah dan ada keringat mengalir di wajah Papi dan Mami?” tanya Azka kembali dengan rasa penasaran kuat.

“Oh..pa-panas!” seru Aulia mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Be-benar, Papi lupa menghidupkan acc,” sambung Azzuri.

Karena kegugupan Aulia, dan Azzuri. Serta pertanyaan Azka terlalu mendominasi Azzuri dan Aulia. Azzuri sampai lupa kalau acc mobilnya sudah menyala, sampai-sampai membuat Anna dan Zahida, perlahan tertidur. Hanya Azka saja bertahan, karena masih penasaran.

Azka tak bisa di bohongi mulai berkomentar, “Apa Papi lupa jika acc mobil sudah menyala, sampai-sampai adek Anna dan Kak Zahida sudah tidur!”

“Oh…i-iya. Papi lupa,” sahut Azzuri cengengesan.

“Papi, kapan akan tinggal bersama kami?” tanya Azka ceplos.

Azzuri, dan Aulia saling menatap, meski mereka sudah 30 % baikan. Tapi Azzuri dan Aulia belum ada kepikiran untuk membahas tinggal bersama. Azzuri masih mementingkan keputusan Aulia, dan tidak bisa mendesak untuk tinggal bersama.

Aulia sedikit menoleh ke belakang, “Kenapa abang bertanya seperti itu?” tanya Aulia lembut.

“Karena abang ingin keluarga kita terlihat utuh. Abang juga ingin seperti teman yang lain, selalu menghabiskan waktu bersama, walau kedua orang tua mereka tidak memiliki mobil, atau rumah tingkat seperti kita. Abang juga menginginkan hal itu terjadi pada abang dan Anna,” pinta Azka sendu, kepala tertunduk, kedua tangan memegang ujung kemejanya.

Entah kenapa melihat raut wajah sendu dan ucapan tulus Azka, membuat ego Aulia luntur. Aulia pun mengangguk, tangannya berusaha mengulur ke belakang untuk membelai dan menenangkan kecemasan Azka.

“Baiklah, kalau gitu Papi boleh tinggal di rumah kita,” ucap Aulia.

Azzuri spontan melirik ke Aulia, ‘Apa aku tidak salah dengar. Atau memang kuping saat ini sedang bermasalah. Kalau memang iya, aku harus kembali ke Paris untuk segera memeriksa telinga ku,’ gerutu Azzuri dalam hati.

“Papi, apakah Papi sudah dengar jika mulai hari ini dan untuk selamanya, Papi akan tinggal di sini!” seru Azka mengejutkan Azzuri.

“A-apakah yang Papi dengar itu adalah benar?” tanya Azzuri menyakinkan ucapan Azka.

“Nggak mau! Aku tarik balik nih apa yang baru saja aku lontarkan!” ketus Aulia.

“I-iya, kalau gitu terimakasih sudah memaafkan aku, dan memberikan aku kesempatan untuk bersama kamu,” ucap Azzuri tulus.

"Hem.." dengus Aulia, wajah nya berpaling ke jendela mobil.

1
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
kebayang lucunya Anna kalau pas nyerocos kaya gitu.. 🤗🤗🤗
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂: iya 😊😊
total 2 replies
꧁☠︎𝕱𝖗𝖊𝖊$9𝖕𝖊𝖓𝖉𝖔𝖘𝖆²꧂
mungkinkah Aulia akan memberikan kesempatan buat seorang ayah untuk kedua anak kembarnya? 🤔
sari. trg: Mungkin kak.

Terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Rini Antika
Semangat terus dalam berkarya Kak 💪💪
Shandy
Dali... abang Azka ndak boyeh ya. 😂
sari. trg: ha ha ha....😅
total 3 replies
Denry Deny
gemes
Denry Deny
Semangat
Denry Deny
Om jeyek.
Shandy
masuk dia.... aku penasaran nanti kakak ini pereman
Shandy
Mami... mami cini
Shandy
benar...
Shandy
keren
Denry_Den Den
bocah zaman now
sari. trg: hehehe
total 1 replies
Denry_Den Den
mulut tetangga
Denry_Den Den
cemburu
Denry_Den Den
aku yakin besar nanti Azka pasti jadi pria dewasa yang sopan
Denry_Den Den
,keren
Denry_Den Den
Jangan menyerah
Denry_Den Den
orang Medan ya thor?
Denry_Den Den
Gemes
~~N..M~~~
khas logat medan ya.
sari. trg: Iya kak, main-main dulu ke Medan. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!