Diana adalah wanita dengan trauma di masa lalu yang membuat dia tak mau menjalin komitmen.
Suatu hari, adik Diana bernama Tiara ingin menikah dengan kekasihnya. Tapi Suryo, sang kakek, tidak merestui pernikahan Tiara sebelum Diana memiliki suami.
Hingga akhirnya, demi sang adik bisa menikah, Diana memutuskan menikah kontrak dengan Darell, pria yang juga memiliki masa lalu yang kelam dan diam-diam memiliki genophobia atau ketakutan akan hubungan intim.
"Ini hanya sebatas pernikahan kontrak. Setelah tiga bulan adikku menikah, kita cerai. Bagaimana? Kamu setuju?"
Darel menjawab, "Aku setuju."
Akankah pernikahan mereka berakhir seperti rencana semula? Ataukah menjadi kisah awal Darell dan Diana untuk saling menyembuhkan luka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tria Sulistia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27 Dia Pernah Membunuh
Tiara menatap deretan kue yang dipajang di etalase kaca. Manik mata Tiara meneliti satu per satu kue itu lalu jari telunjuknya mengarah pada sebuah kue tiramisu.
"Aku mau yang ini," kata Tiara pada pelayan toko.
Sambil menunggu pelayan toko membungkus kue pilihannya, Tiara membuka ponsel untuk mengirim pesan pada Razka bahwa dia akan datang ke kantor suaminya.
Tepat saat itu juga, Axe berdiri di samping Tiara yang juga hendak membeli kue. Pria itu meletakan ponselnya di etalase kaca saat membuka dompet untuk mengambil uang.
Dan Tiara tak sengaja melirik ponsel Axe yang memperlihatkan foto Darel, Razka, dan pria yang sama sekali tidak Tiara kenal. Padahal hampir semua teman Razka, baik laki-laki maupun perempuan, dikenal baik oleh Tiara.
Di dorong oleh rasa penasaran yang tinggi, Tiara pun bertanya, "Maaf, Tuan. Kalau boleh tahu dari mana Anda mendapatkan foto itu."
Axe melirik layar ponselnya dan menyunggingkan seringai. Dia memang sengaja menaruh ponsel di etalase kaca agar Tiara melihat foto masa remaja Darel.
"Itu foto saya dengan sahabat dan juga kakak saya," ungkap Axe. "Foto ini diambil di saat kami masih duduk di sekolah menengah."
Kening Tiara mengerut seketika. Dia masih bingung akan penjelasan dari Axe.
Tiara yakin tiga pria yang ada di dalam foto itu adalah Darel, Razka dan pria yang sedang berdiri di hadapannya. Tak salah lagi. Tapi Tiara belum pernah melihat Axe sebelumnya.
Melihat Tiara yang terlihat bingung, Axe pun bertanya, "Kenapa? Apa Anda mengenali salah satu dari mereka?"
Tiara mengangguk dan menunjuk potret Razka. "Dia suamiku."
Lantas Axe pun terperangah. Dia tampak senang sekaligus terkejut, lalu menjabat tangan Tiara.
"Kalah begitu namamu pasti Tiara. Maaf ya waktu hari pernikahanmu aku tidak datang."
Tiara semakin dibuat heran dengan pria yang baru ditemuinya itu. Kening Tiara kembali mengerut dan memandang Axe penuh selidik.
"Kau tahu namaku?"
"Tentu saja aku tahu nama istri dari sahabat lamaku. Oh ya, perkenalkan. Aku Axel Dominique, tapi cukup panggil saja Axe."
Tiara mengangguk meski di dalam benaknya masih tersimpan banyak pertanyaan. Terlebih saat Axe menyebut foto Darel dan Razka adalah kakak dan sahabatnya.
Itu berarti yang menjadi kakak dari pria ini…
"Oh tunggu dulu. Tadi kamu bilang sahabat dan kakak. Berarti pria yang ada di samping Razka itu kakakmu?" Tiara bertanya dengan kembali menunjuk foto di ponsel Axe.
Mendadak tatapan Axe berubah menjadi sendu. Ditatapnya lama potret Darel yang tengah merangkul Razka.
Menjadikan Tiara menyipitkan mata melihat Axe yang melamun. Perasaan Tiara menjadi tidak enak, lantas dia pun refleks mengusap tengkuknya.
"Ya, dia kakak saya yang sudah lama tidak pulang ke rumah. Namanya Darel Dominique."
Deg.
Seketika Tiara membulatkan mata. Terlihat jelas dia terkejut akan penuturan Axe. Pasalnya orang yang menjadi kakak Axe ini selain wajah, namanya juga mirip dengan Darel kakak iparnya.
"Maaf, kalau boleh tahu apa yang menyebabkan dia tidak pulang?"
Tiara tidak bisa untuk tidak bertanya lebih tentang sosok Darel di dalam foto. Setahu Tiara, Darel yang menjadi kakak iparnya hidup sebatang kara dan sudah tidak memiliki keluarga.
Bahkan saat acara pernikahan, hanya Razka yang hadir dari pihak pengantin pria.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu pernah melihat kakakku?" tanya Axe yang sengaja untuk memancing Tiara.
Melihat Tiara yang tergugu, tak dapat berbicara dengan jelas, membuat Axe diam-diam menyeringai. Lalu dia menambahkan, "Kakakku tidak pulang ke rumah sejak dia keluar dari penjara."
Deg.
Kali ini Tiara seperti di sambar petir di siang hari. Tubuh Tiara membeku seketika dan tenggorokannya seolah tercekat sesuatu.
Tidak mungkin. Pasti yang dimaksud kakak Axe ini bukan Kak Darel, suami Kak Diana.
Tepat saat itu, seorang pelayan toko menyerahkan kue yang di beli Axe. Sehingga pembicaraan dengan Tiara terjeda.
Kemudian Axe pura-pura melirik jam tangan dan berkata, "Maaf, Nona. Aku harus pergi. Mungkin kalau ada waktu aku akan berkunjung menemui Razka. Oh ya titip salam untuknya juga ya."
Axe pun melenggang pergi dari toko kue tersebut. Meninggalkan Tiara yang masih syok mendapati bahwa Darel seorang narapidana.
Axe memang sengaja mendekati Tiara di toko kue dan sengaja menaruh ponsel yang memperlihatkan foto dirinya bersama Razka dan Darel saat mereka masih berteman baik.
Axe masuk ke dalam mobilnya. Dia tertawa puas di dalam sana.
"Pasti sebentar lagi akan terjadi huru-hara di dalam rumah tangga Darel," Axe tersenyum penuh arti. "Dan juga rumah tangga Razka, tentu saja."
*
*
*
Dalam perjalanan menuju kantor tempat Razka bekerja, suasana hati Tiara tidak tenang. Dia melamun di dalam taksi.
Bahkan kalau bukan sopir taksi yang menyadarkan Tiara mungkin dia akan terus melamun sepanjang hari.
Tiara turun dari mobil, dan sambil menenteng kue yang sudah dia beli, dia melenggang menuju ruangan Razka.
Tiara tak mengetuk pintu. Dia langsung menerobos masuk karena dia sudah tak sabar ingin meminta penjelasan dari suaminya terkait latar belakang Darel.
"Sayang," sapa Razka begitu melihat Tiara masuk.
Dia berdiri hendak menghambur pelukan untuk sang istri tercinta. Namun, tak seperti biasa, Tiara mundur satu langkah menghindari pelukan Razka.
Menjadikan kening Razka mengerut. Lalu bertanya, "Ada apa, Sayang?"
"Katakan padaku, Razka! Siapa Darel? Apa benar dia pernah dipenjara?"
Sontak Razka terperangah dan membulatkan mata. Detak jantungnya berdegub kencang seketika.
"Tiara, kamu bicara apa sih?"
"Jangan tutupi kebohonganmu lagi, Razka! Aku tahu Kak Darel seorang narapidana kan? Dia sebenarnya masih memiliki keluarga? Kamu sudah menipu Kak Diana," ucap Tiara dengan suara bergetar menahan amarah dan juga rasa kecewa telah dibohongi.
"Aku tidak berbohong, Tiara. Aku... Aku hanya tidak mengatakan yang sebenarnya," kilah Razka maju satu langkah mendekati Tiara.
Namun saat itu juga Tiara mundur satu langkah. Tak mau disentuh oleh sang suami.
Tiara mulai menangis. Menyadari Diana menikah karena dorongan darinya dan kini kakaknya itu harus hidup bersama seorang pria yang masa lalunya pernah mendekam di penjara.
"Ini semua salahku," gumam Tiara menitikan air mata. "Aku harus mengatakannya pada Eyang Suryo."
Tiara berbalik hendak melesat keluar dari ruangan, tapi secepat mungkin Razka menahan lengan Tiara dan memutar bahunya.
Razka merangkup kedua pipi Tiara dan memandang istrinya itu dengan sorot memelas.
"Jangan, Tiara! Kamu sudah berjanji tidak akan mencampuri urusan rumah tangga kakakmu kan?"
Tiara membebaskan diri dari tangan Razka. Dia mengetatkan rahang menahan amarah dan kecewa pada pria yang menjadi suaminya itu.
Tiara kecewa pada Razka yang tidak menceritakan latar belakang Darel sejak awal pertemuan dengan Diana. Tiara pun membuang muka dan melipat tangan di depan dada.
"Katakan, Razka! Apa yang pernah Kak Darel berbuat sampai dia bisa dipenjara?"
Razka menunduk pasrah dan berkata dengan nada lesu, "Dia pernah membunuh seseorang."
Seketika tubuh Tiara terpaku. Dia tetap berusaha untuk tenang meski di dalam dada perasaannya sangat berkecamuk.
"Siapa yang orang yang dibunuh oleh Kak Darel?"
"Darel pernah membunuh..."