Soraya Foster seorang guru yang mencintai muridnya sendiri bernama Ryan Mattiew. Kisah mereka semakin rumit ketika Soraya tiba-tiba hamil anak Ryan.
Hal itu membuat Ryan dikirim oleh kedua orang tuanya ke luar negeri agar berpisah dari Soraya.
Lima tahun kemudian Ryan kembali, dia sudah melupakan masa lalunya dengan Soraya dan sudah memiliki tunangan.
Saat ia kembali ke negaranya di situlah Ryan bertemu kembali dengan Soraya guru yang dulu adalah cinta monyetnya, dan dia menyadari ada anak kecil yang tumbuh bersama Soraya.
Akankah Ryan bisa kembali mendapatkan hati Soraya dan anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 27 • Kembali
Sora menoleh ke arah sudut aula. Namun, nihil. Tidak ada yang dia lihat sama sekali.
"Ada apa?" Regan melihat kegelisahan Sora, ikut menatap lurus di ujung sana.
"Ah... Tidak ada. Aku hanya merasa ada seseorang yang sedang memerhatikanku saja."
"Kau lelah?" Regan mengelus pundak Sora lembut.
"Tidak, aku hanya sedikit—"
"Pulang saja! Biar aku selesaikan sendiri," ujarnya.
Tiba-tiba terdengar seorang suara seorang wanita tengah memanggil seseorang dengan suara lembut dan manja.
"Ryan... Mengapa kau di situ?"
Mendengar nama yang dipanggil membuat Sora terdiam, dia seolah mematung untuk beberapa saat. Nama lelaki yang pernah hidup di dalam hatinya beberapa tahun yang lalu. Dia hanya berharap bukan Ryan mantan muridnya yang dipanggil.
Regan yang berdiri tepat berhadapan dengan wanita itu, langsung menyapanya.
"Selamat malam, Nona Bella." Regan tampak ramah, Sora memang tidak pernah bertemu dengan kliennya. Karena semua sudah di tangani dengan baik oleh Regan, dia hanya mengerjakan sisanya, seperti administrasi, atau membantu mendekorasi saja, tampa mengenal kliennya sama sekali.
Perlahan meski berat, Sora memutar tubuhnya, dan saat ia melihat siapa yang ada di belakangnya, bak disambar petir. Hampir saja Sora kehabisan napas karena terkejut, dadanya sesak seolah membuatnya kehabisan oksigen.
"Ry... Ryan?" gumamnya lirih. Namun, tidak sampai terdengar di telinga Regan dan wanita bernama Bella itu.
"Sora... Kenalkan, dia adalah anak dari gubernur kota Daisan. Bella Swan, dan calon tunangannya adalah Tuan Ryan Matthew, yang baru saja pulang dari studinya di luar negeri."
Tanpa Regan tahu, Sora tidak bisa berkata apa pun lagi, lidahnya kelu, bibirnya mengatup seolah enggan terbuka.
"Serius? Anda adalah miss Sora?" Bella tampak menutup mulutnya seolah tidak percaya melihat Sora berdiri di depan matanya. "Bukankah Anda Miss Soraya mantan wali kelas kami dulu?" Bella masih mencecar Sora.
Regan yang bingung langsung menyadari, melihat ekspresi Sora yang terdiam, dengan air mata menguar hampir menetes di pipinya.
"Oh... Maafkan saya, Nona Bella. Sora sedang sakit, baru saja dia mengeluh tidak enak badan."
"Sayang sekali, aku hanya ingin reuni dengan mantan guruku."
Sementara itu Ryan hanya diam tidak berkomentar apa pun, seolah dia tengah berpikir apa yang akan dia lakukan, bertemu dengan Sora wanita yang pernah dia cintai setulus hati.
"Saya akan mengantar Sora pulang dulu, Nona. Untuk dekorasi sudah sembilan puluh lima persen selesai." Regan merengkuh pundak Sora, dan menempelkan tubuh Sora ke dalam tubuhnya seolah dia tengah melindungi wanita itu dari mara bahaya.
"Baiklah, Tuan Regan. Terima kasih sudah menjadi bagian dalam pertunangan kami." Bella berucap sembari melirik penuh kemenangan ke arah Sora.
"Itu adalah tugas kami, Nona. Kalau begitu saya permisi."
Regan berbalik badan, memeluk Sora meninggalkan sepasang calon suami istri itu. Sementara Ryan masih tampak syok melihat kenyataan sang mantan kekasih yang sudah berubah lebih dewasa. Hatinya bertanya-tanya, apakah anak yang dulu dikandung Sora, kini sudah besar, atau mungkin apa yang dikatakan kedua orang tuanya dulu benar, jika Sora telah menggugurkan janinnya.
Selama perjalanan pulang, Sora hanya terdiam. Bahkan Regan tidak membuka suara atau bahkan pertanyaan tentan Sora, Ryan, dan Bella. Karena dia sudah bisa membaca dengan jelas, jika kemungkinan besar Ryan adalah ayah biologis dari Nora, gadis kecil yang sudah dirinya sayangi sepenuh hati.
~•~
"Kau puas, Bell?" ucap Ryan menggenggam setir kemudinya.
"Kenapa? Kau masih berharap pada Sora?"
"Kau sengaja mau menyakiti Sora, kan? Kau yang merencanakan ini semua?" Ryan mengerem mobilnya secara mendadak membuat Bella tersentak, hingga hampir terhantuk.
"Apakah ini mengganggu dirimu? Apakah ini membuatmu tidak nyaman, ha?"
"Kau tidak waras?! Sora adalah masa laluku, dan aku telah memilihmu. Itu tandanya kau adalah masa depan untukku. Apakah ini kurang?" seru Ryan, ia merasa Bella sudah keterlaluan karena mempertemukan dirinya dengan Sora. "Sora sudah cukup menderita karena aku. Dia berhak bahagia, Bell!"
"Aku tidak peduli, Ryan! Aku sangat membencinya, karena sempat membuatmu tergoda!"
"Sakit! Kau benar-benar sakit jiwa!"
Sementara itu Sora yang telah sampai di rumah, dia berjalan gamang menuju kamar Nora, dia benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat ini. Mengapa saat dia ingin bahagia bersama sang buah hati, Ryan lelaki tidak bertanggung jawab itu kembali muncul?
Semangat, ditunggu up selanjutnya...
Semoga happy end ya, /Drool/
jadi korban