Pada suatu hari ada seorang pria yang sedang Depresi karena ia Sering kali ditolak lamaran kerjanya,namun saat dia berjalan ada seorang anak kecil bermain ditengah jalan lalu ia berlari untuk menyelamatkan anak kecil tersebut,Namun sayang nya pria itu tidak selamat karena dia tidak sempat untuk menghindari tapi dia telah berhasil menyelamatkan anak kecil tersebut dan dikabarkan pria itu telah tewas,namun sebuah keajaiban muncul padanya dia masih hidup tapi pria itu hidup dunia yang berbeda dan dipenuhi dengan penyihir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suhandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Sang Iblis
Setelah Ajax bertarung dengan Iblis, Kemudian Yami meminta Ajax untuk mengalirkan mana Ajax kepada Iblis itu.
"Kerja bagus, Ajax kau bertarung dengan baik!" ucap Yami sambil berjalan menghampiri Ajax
"Hehe....Terima kasih!" ucap Ajax sambil menggaruk kepalanya
"Meskipun begitu, masih ada tahap terakhir untuk menyelesaikan perjanjian Iblis ini!" ucap Yami
"Tahap terakhir?" tanya Ajax yang penuh kebingungan
"Yaa....Tahap terakhir itu cukup mudah, kau hanya mengalirkan manamu kepada Iblis itu agar siIblis itu jinak kepadamu!" ucap Yami
"Begitu ya....Baiklah akan aku coba!" ucap Ajax
Kemudian Ajax pun berjalan mendekati Iblis itu yang sedang diikat oleh rantai, Lalu Iblis itu melarang Ajax untuk menyentuh.
"Sialan....Jangan mendekatiku, Aku tidak sudi menjadi budakmu!" ucap Iblis itu
Namun Ajax tetap mendekatinya lalu menyentuh kaki Iblis dan mengalir mananya kepada Iblis itu.
Pada saat Ajax mengalirkan mananya, tiba-tiba saja Ajax berada di tempat yang tidak di ketahuinya yaitu Underworld.
"Apa yang terjadi kenapa tiba-tiba aku disini, Sebenarnya tempat apa ini?" ucap Ajax yang penuh keheranan
Kemudian Ajax mendengar suara pukulan dari arah kanan, Lalu Ajax pun pergi kearah itu dan melihat ada sosok Iblis yang sedang disiksa oleh Iblis lain.
"Hahaha....lihatlah dirimu kau lemah sekali, menurutku kau tidak pantas menjadi Iblis seperti kami!" ucap Iblis yang memukul
"Hahaha....kau benar kakak dia ini memang tidak pantas menjadi Iblis, dia hanya pantas menjadi manusia!" ucap Iblis yang satunya
Kemudian Iblis yang dipukuli itu tersenyum dan mengatakan sesuatu kepada kedua Iblis yang membullynya.
"Heh....kau benar aku memang tidak pantas berada disini!" ucap Iblis itu
"Kalau begitu aku akan membuangmu ke tempat manusia berada!" ucap Iblis yang membullynya
Kemudian Iblis itu di lemparkan keatas dan menembus dinding pemisa antara dunia bawah dan dunia manusia.
Pada saat Iblis itu telah memasuki dunia manusia tiba-tiba saja Ajax berpindah tempat kembali ke dunia manusia.
Ajax pun kebingungan dan bertanya-tanya tentang kejadian yang dia sedang alami.
"Dunia manusia?, Kenapa tiba-tiba aku disini dan lagi Iblis itu apakah dia masih hidup?" ucap Ajax dengan penuh kebingungan
Ajax melihat Iblis itu berbaring tidak berdaya dan tiba-tiba, seorang wanita berpakaian seperti seorang bangsawan telah muncul dan membawa Iblis itu kesuatu tempat.
"Siapa wanita itu?, kenapa dia menolong Iblis itu?" ucap Ajax dalam hati
Kemudian Ajax mengikuti wanita itu kesuatu tempat yang jauh dari sebuah kerajaan.
Wanita itu membawanya kesuatu gubuk yang sederhana dan mengistirahatkannya di tempat tidur, Lalu wanita itu pergi mengambil obat dan perban dari lemarinya.
Ajax yang melihat itu merasa kebingungan kenapa wanita itu sama sekali tidak takut pada Iblis.
Wanita itu memperban bagian tubuh Iblis itu yang terluka, Setelah itu wanita itu pun pergi mengambil makanan dan duduk disebuah kursi sambil menatap Iblis itu.
Tak lama kemudian Iblis itu pun terbangun dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Dimana aku?" ucap Iblis itu
"Syukurlah....Akhirnya kau bangun!" ucap wanita itu dengan bahagia
"Manusia?, Kenapa kau menolongku?" tanya Iblis itu yang sedang kebingungan
"Habisnya kau terluka parah, Aku bukan tipe orang yang selalu meninggalkan seseorang yang membutuhkan bantuan, maka dari itu aku membawamu kesini dan mengobati lukamu!" ucap wanita dengan senyuman
"Apakah kau tidak takut padaku?" tanya Iblis itu
"Hahaha....untuk apa aku takut dengan anak kecil yang sedang terluka, Oh iya namaku Sinta Hanao dan aku seorang Kaisar sihir di negeri ini!" ucap wanita itu
Mendengar ucapan wanita itu Ajax pun terkejut dan Ajax bertanya-tanya dalam hatinya.
"Apa dia bilang?, dia seorang Kaisar sihir?" ucap Ajax dalam hati
Kemudian wanita itu bertanya kepada Iblis itu tentang namanya.
"Oh iya....siapa namamu?" tanya wanita itu
"Aku....Azazell." ucap Azazell
"Azazell, Jadi itu nama Iblis yang berada dalam pedangku!" ucap Ajax dalam hati
"Ehh....Kau memiliki nama yang kuno ya." ucap wanita itu sambil tertawa kecil
Setelah Ajax mendengar obrolan mereka tiba-tiba saja Ajax berpindah waktu yang di mana pada saat itu munculnya sebuah kebencian dalam diri Iblis itu.
"Lagi-lagi aku telah berpindah, tapi sepertinya ini hanya berpindah waktu saja!" ucap Ajax
Kemudian Ajax melihat Iblis itu yang sedang bermain kejar-kejaran bersama wanita itu.
Ajax melihat mereka itu seperti Ibu dan anak keduanya sama-sama memiliki kasih sayang.
Namun, Pada saat mereka sedang tertawa bersama tiba-tiba saja seorang pria datang pria itu memakai jubah Kesatria sihir dan ternyata pria itu adalah Luciano saat masih berumur 19 tahun.
"Wah....wah aku tidak menyangka seorang Kaisar sihir memiliki Iblis juga ya!" ucap Luciano sambil berjalan kearah mereka berdua
"Luciano sedang apa kau disini?, apa jangan-jangan kau membuntutiku!" ucap Sinta
"Ya itu benar aku telah membuntutimu sejak lama dan kini sudah waktunya aku menyelesaikannya!" ucap Luciano
"Apa yang kau maksud menyelesaikannya?" tanya Sinta
"Aku akan menghabisimu sekarang juga!" ucap Luciano
Azazell terlihat ketakutan dan bersembunyi di belakang Sinta.
"Kak Sinta aku takut!" ucap Azazell
"Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja, Azazell mundurlah aku akan mengalahkan orang ini!" ucap Sinta dengan penuh percaya diri
Kemudian Luciano pun langsung menyerang Sinta dengan sihir miliknya.
[Tetsu Mahō: Shi no rensa]
Luciano menyerang Sinta dengan sihir besinya yaitu shi no rensa, Luciano dapat mengeluarkan rantai besi yang sangat tajam ujungnya seperti pedang dan rantai itu mengarah kepada Sinta.
Kemudian Sinta pun menahannya dengan sihir Bunga sakuranya.
[Sakura Mahō: Osorubeki hanaarashi]
Dengan sihirnya Sinta dapat bertahan dari serangan Luciano dan membuat rantai milik Luciano terpantul.
"Lumayan juga, Tapi apakah sihirmu bisa menahan yang ini?" ucap Luciano sambil tersenyum licik
Kemudian Luciano mengeluar sebuah dua rantai besi dari atas posisi Sinta yang sedang berdiri.
Lalu rantai itu pun berhasil melukai kedua pundak Sinta dan Sinta pun berteriak kesakitan.
"Aaaarggh!" teriak kesakitan Sinta
"Kakak!" teriak Azazell
Ajax yang melihat itu tidak tahan dengan hal itu, Ajax berusaha menolong Sinta namun, dia telah dihalangi oleh dinding tak terlihat.
"Apa ini?, Sebuah dinding?, Sialan!" ucap Ajax sambil memukul dinding penghalang itu
Kemudian Azazell berlari mendekati Sinta sambil menangis dan khawatir kepada Sinta.
"Kak Sinta!" teriak Azazell sambil menangis dan menghampiri Sinta
"Apa yang kau lakukan, Jangan mendekat pergi lah!" teriak suruan Sinta kepada Azazell
Kemudian Luciano bergerak dengan cepat kearah Azazell dan Luciano pun siap membunuh Azazell dengan sihirnya.
Melihat hal itu Sinta pun langsung bergerak dan langsung melindungi Azazell dari Luciano, Alhasil Sinta lah yang terkena tusukan rantai milik Luciano.
Kemudian Luciano pun tersenyum melihat Sinta mati ditangannya.
Melihat hal itu Ajax pun merasa kesal dan terus memukul-mukul dinding penghalang yang tidak terlihat.
"Selamat tinggal Tuan Kaisar sihir!" ucap Luciano sambil tersenyum jahat
Kemudian Luciano pun menghilang sihir rantainya yang telah tertusuk di bagian perut Sinta dan Sinta pun terjatuh sambil mulutnya mengeluarkan darah.
Lalu Azazell hanya bisa menangis didepan Sinta kemudian Sinta memegang pipi Azazell sambil mengelusnya.
"Kakak, Bertahanlah!" teriak tangisan Azazell
Melihat itu Luciano pun tertawa keras.
"Hahaha....Menyedihkan sekali, Bagaimana perasaanmu saat orang yang dicintai itu mati di depanmu!" ucap Luciano
Mendengar ucapan itu Azazell pun marah dan mengeluar sihir kegelapannya.
"Kurang ajar kau!" teriak Azazell yang marah
Kemudian muncul sebuah tentakel hitam di belakang Azazell dan menyerang Luciano dan Luciano pun terkejut melihatnya, Lalu Luciano terkena goresan diwajahnya dari serangan tentakel itu.
Kemudian Azazell kehilangan kendali dan memunculkan aura mana yang sangat kuat sehingga membuat dinding penghalang yang ingin Ajax hancurkan telah retak oleh aura mana milik Azazell.
Mengetahui hal itu Luciano pun mundur dengan cepat sebelum Azazell menyerangnya lagi.
"Cih.... Dasar bocah kampank, jika aku terus berada disini aku akan mati olehnya, untuk saat ini aku lebih baik mundur!" ucap Luciano dalam hati
Kemudian Zantoru pun muncul dan langsung mengeluarkan portal untuk berpindah tempat dan Luciano pun pergi tanpa jejak.
Sedangkan Azazell masih kehilangan kendali atas sihirnya dan pada saat itu Sinta pun memegang pipinya lagi dan berkata.
"Tenanglah....Azazell....orang itu sudah lari!" ucap Sinta yang sudah sekarat
Sedikit demi sedikit Azazell pun menghentikan sihirnya.
"Kakak!" ucap Azazell sambil meteskan air mata
"Jangan....panggil....aku seperti....itu!, Aku sudah menganggapmu sebagai anakku, Karena....kau sangat....mirip dengan anakku yang sudah....lama meninggal." ucap Sinta yang sedang sekarat
Kemudian Sinta melanjutkan perkataannya lagi kepada Azazell yang sedang menangis.
"Aku....berterima kasih....padamu, Karena....kau sudah....menemani rasa sepiku, Terima kasih!" ucap Sinta sambil mengelus pipi Azazell
Kemudian Sinta pun menciptakan sebuah pedang dari sisa Mananya dan pedang itu untuk menyegel Azazell dan untuk melindunginya juga dari Luciano.
"Aku....akan menyegelmu....ke dalam pedang sakura ini....yang telah aku ciptakan....dari sisa Manaku.....Aku ingin....kau tetap hidup Azazell!" ucap Sinta sambil menyegel Azazell ke dalam pedang itu.
"Ibu!" ucap Azazell sambil menangis
Kemudian Azazell pun masuk ke dalam pedang itu, Lalu Sinta pun menutupnya dan mengucapkan kata-kata terakhirnya.
"Terima kasih Azazell dan selamat tinggal!" ucap Sinta dalam batinnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Episode 27 Bersambung....