NovelToon NovelToon
Guruku Suamiku

Guruku Suamiku

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:35.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ufika

Gladisia putri maharani siswi menengah atas yg begitu populer di sekolah nya tak ada yg tidak mengenal dirinya sosoknya yg cantik pintar dan yg paling penting ia adalah wakil ketua osis yg membuat dirinya sangat pamiliar di sekolah.

Tak hanya itu prestasinya juga terbilang bagus hanya saja sikap angkuh nya yg begitu tinggi membuat dirinya memiliki nilai plus bagi dirinya di mata para siswa siswi bahkan guru sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ufika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27 kecewa

Malam semakin larut namun sejak tadi Gladis tak bisa memejamkan matanya ia malah terus memikirkan Frans yg sejak tadi tak membalas pesan yg ia kirimkan entah mengapa sikap Frans membuat Gladis sedikit gelisah.

Ia yakin jika Frans salah paham terhadap dirinya andai saja pak Irfan tak ada siang tadi pasti itu semua tidak akan terjadi dan menimbulkan masalah antara dirinya dan juga Frans.

“Kamu kemana sih Frans,” keluh Gladis terus melihat layar ponselnya ia sangat berharap jika Frans akan membalas pesan yg ia kirimkan namun sepertinya sama sekali tak akan pernah terjadi bahkan jam tengah malam hampir tiba membuat Gladis terlelap dengan sendirinya.

Papi-pagi sekali suasana rumah masih sepi hanya suara perabotan dapur yg beradu karena bi Hanum sedang sibuk menyiapkan hidangan pagi untuk kedua majikannya.

“Bi apa Gladis sudah bangun?” tanya ayah Hadi pada bi Hanum.

Bi Hanum membalikan tubuhnya menatap majikannya yg sedang menyeruput kopi kesukaan nya.

“Sepertinya udah tadi udah bibi bangunin kok pak tapi sejak tadi bibi juga belum lihat non Gladis pak,” ingat bi Hanum.

“Ya sudah bibi masak aja biar saya yg ke atas.” Seru ayah Hadi meninggalkan ruangan.

Ia berjalan menaiki tangga dimana kamar putrinya berada. Rumah yg terbilang besar itu hanya di isi oleh tiga orang membuat rumah itu terasa sangat sepi berbeda sekali saat ibunya Gladis masih bersama meski begitu takdir malah memisahkan mereka.

Tok... tok... tok...

“Sayang kamu sudah bangun?” Teriak ayah Hadi dari balik pintu kamar Gladis.

Namun tak terdengar jawaban hanya suara alarm yg terdengar samar-samar membuat ayah Hadi kembali mengetuk kamar putri satu-satunya itu.

Gladis yg merasa terganggu perlahan ia membuka mata beratnya bagaimana tidak semalaman ia memang sedikit kesulitan tidur karena malah memikirkan kekasihnya itu.

Gladis sempat berpikir ternyata punya kekasih satu kelas itu membuat sedikit galau kalau sedang ada masalah bahkan ia rasa menjadi tak leluasa tapi yg selalu ia dengar punya pacar satu kelas itu seperti punya semangat nyatanya itu sebuah kebohongan besar bagi dirinya.

“Ya bentar.” Teriak Gladis menyahuti panggilan ayahnya.

Ia berjalan pelan sambil membuka kunci kamarnya dengan wajah ciri khas bangun tidur menyambut kedatangan ayahnya dari balik pintu kamarnya.

“Emmm ayah ada apa?” tanya Gladis yg masih mengantuk.

“Kamu baru bangun? ini sudah mau jam tujuh Gladis memang nya kamu gak sekolah?” tanya ayah Hadi heran.

“Hah?” Gladis langsung tersadar ia segera berlari ke kamarnya dan mengecek jam beker yg memang sudah terjatuh di lantai kamarnya.

“Astaga.” Seloroh Gladis yg langsung berlari ke kamar mandi tanpa memperdulikan lagi ayahnya yg masih diam di luar kamarnya.

Beberapa menit telah berlalu ia sudah turun dari kamarnya dengan seragam sekolah yg sudah melekat pada tubuhnya.

“Bi ayah sudah berangkat?” tanya Gladis pada bi Hanum.

“Baru saja non, bapak titip ini kunci mobil aja katanya non pakai mobil aja soalnya kunci motor bapak di bawa sama bapak.” Ujar bi Hanum dengan menyodorkan kunci mobil miliknya.

Gladis hanya diam dan beralih mengambil kunci mobil ia meski ia sedikit merasa heran karena tidak biasanya ayahnya mengambil kunci motor miliknya.

“Ya sudah aku berangkat dulu ya bi.” Pamit Gladis segera berlalu.

.

“Telat banget gue gimana ini mana jam pelajaran pertama jam nya pak Irfan eeuuuhh sebel deh.” Gerutu Gladis semakin kesal.

Waktu seakan berjalan cepat seakan tak bisa di hentikan Gladis bahkan hampir saja pintu gerbang akan di kunci namun untung saja ia masih bisa masuk.

Gladis berlari kencang ia seakan tak peduli lagi dengan penampilan nya yg selalu ia jaga lebih baik ia malu berlari masuk kelas daripada nanti ia harus kena hukuman dalam hatinya berkata.

Terlihat pintu masih terbuka Gladis melihat ke arah kelas namun ternyata dugaan nya salah ternyata pak Irfan sudah berada di kelas bahkan hampir duduk di bangkunya.

“Ayo cepat masuk!” Ucap Selena dengan suara yg hampir tak terdengar hanya pergerakan nya saja yg dimengerti Gladis.

Gladis mengendap-endap masuk dengan gugup akhinya ka sampai di bangku miliknya.

“Ekhm, seharusnya tak ada yg terlambat lagi ya jadi silahkan maju ke depan bagi yg merasa sudah terlambat!” Ujar Irfan dengan tegas.

Gladis memejamkan matanya seolah dia baru saja selamat tapi ternyata selamat hanya sesaat ia menghela napas panjang dengan berat ia akhinya melangkah kakinya ke depan kelas.

“Kamu tahu jam berapa sekarang?” tanya Irfan dingin.

“Ta-''

“Kalau tau kenapa bisa telat! berdiri di depan di jam pelajaran saya.” Tegas Irfan.

“Tapi pak, jam pelajaran nya belum di mulai,” protes Gladis kesal.

“Kamu itu ya udah telat masih bisa protes.” Tegur Irfan lagi membuat seisi kelas menjadi hening.

“Sekarang buka bab lima!”

.

Jam istirahat sudah tiba Gladis yg sudah selesai dengan hukuman nya kini terduduk lemas semangat nya seolah hilang hanya sakit di kakinya yg kini ia rasakan terlebih satu jam lamanya ia berdiri.

“Kamu gak apa-apa kan Dis?” tanya Selena.

Clarisa pun menghampiri Gladis sambil mengusap punggung nya karena Gladis hanya menundukkan kepalanya. “Makan dulu yuk biar semangat lagi,” ajaknya kemudian.

“Enggak ah lemes banget,” keluh Gladis pada akhinya.

Bukannya lemas namun hatinya sedikit sakit hati ia mengira jika Frans akan menghampiri dirinya tapi bukannya perhatian yg selalu Frans berikan ia bahkan bersikap cuek dan pergi begitu saja membuat kekecewaan nya semakin bertambah.

Frans bahkan pergi begitu saja di saat jam istihat tiba ia tak peduli sama sekali terhadap dirinya.

Siang hampir berlalu bahkan jam sekolah sudah sudah berakhir Gladis ia hendak pulang namun sebelum itu ia memper empat langkahnya untuk menanyakan pasti kenapa Frans malah bersikap seperti itu.

“Frans!” seru Gladis mempercepat langkahnya.

Ia berjalan lebih cepat saat terlihat Frans menghentikan langkahnya.

“Kamu kenapa sih diemin aku terus?” Kesal Gladis yg sejak menahan kesal.

Frans menarik napasnya panjang berdebat di sekolah tentunya tak ia inginkan. “Kita butuh waktu buat nenangin semuanya Dis soal kamu dan aku,” tutur Frans seolah ia sendiri memang kecewa.

“Tapi apa perlu seperti ini?” Ujar Gladis sedikit kecewa.

Ia tidak menyangka jika Frans egois tentang perasaan nya bahkan di saat ini bukan hanya dia yg sakit tapi dirinya sendiri juga sama.

Frans sedikit tidak tega ia menyentil kening Gladis agar ia tak manja karena ia tahu Gladis sendiri memang tak punya alasan menolak pak Irfan yg selalu memberikan nya bantuan.

“Cengeng banget sih.” Kekeh Frans pada akhinya.

“Ih sakit tahu.” keluh Gladis sedikit manja.

Frans akhinya tertawa lepas bersama dengan Gladis hanya dengan itu membuat mereka merasa lebih baik.

Bersambung...

1
Ahmad Ghazali
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat upnya
Reni Anjarwani
lanjut
aqifa naila
prank kejutan kok tentang kecelakaan beneran kecelakaan kapok loe........
Reni Anjarwani
up yg banyak thor setiap harinya, critanya bagus bgt
Ufika: Makasih kak🤗
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat upnya
Ufika: Makasih🤗
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut
Hanum Anindya
makanya Gladis jangan melamun di jalan mikirin Frans.
Hanum Anindya
kak, tulisan yg jangan disingkat. tulis yang saja. semangat kak. makin seru juga sih ceritanya penasaran.
Ufika: Tak kira tak apa🤭
Makasih kak🤗
total 1 replies
Author Halu
semangat kak..
Ufika: Semangat juga kak makasih🤗🥰
total 1 replies
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
semangat up kak, sukses selalu buat karyanya
Ufika: Makasih kak🤗🥰
total 1 replies
VLav
waahh pmbukaan yg fresh
langsung favorit deh
salam keluarga besar arsgaf ya ka
Ufika: Makasih kak🤗🥰
total 1 replies
👑Keluarga author
⭐⭐⭐⭐⭐rate
Axella
⭐⭐⭐⭐⭐, ceritanya bagus kak
Ufika: Makasih kak🥰
total 1 replies
Citoz
semangka.. smngat kaka 😘
Ufika: Semangat juga kak🤗🥰
total 1 replies
Alitha Fransisca
Semangat Thor Ufika, semoga sukses!!!
Ufika: Makasih kak🤗🥰
total 1 replies
rusman Said
lanjut part 27
Risfa
mangatt ya ka
Ufika: Semangat juga kak🤗
total 1 replies
Risfa
Hadir ka
Ufika: Makasih kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!