Mencintai secara sepihak dalam rumah tangga tidak akan membuat pernikahan mu bahagia. Seperti yang dirasakan Tiara Aulia.
Masih banyak kesalahan dalam penulisan, saya mohon maaf akan saya perbaiki nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yoshiputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Suasana di meja Selena dan Arsenio sangat hening.
"Kak Tiara kok lama ya" ucap Selena berusaha memecahkan keheningan.
Telepon di samping Selena berbunyi.
"Kok kak Tiara nelfon" Tanya nya lagi pura-pura, padahal ini adalah rencana mereka.
"Apa! kakak udah pulang!" Selena meninggikan suaranya agar didengar Arsenio.
"Baiklah kak" Selena mematikan ponselnya.
"Maaf tuan Arsenio, kak Tiara katanya tadi ada urusan jadi dia sudah kembali lebih dulu" Selena senyum semanis mungkin.
"Kalau nona Tiara sudah tidak ada disini, saya juga akan kembali" Arsenio berdiri.
"Apa? kenapa tuan?" Selena ikut berdiri.
"Saya tidak ada urusan lagi disini" jawabnya santai.
"Apa kita tidak bisa mengobrol tuan? saya ingin mengenal anda lebih jauh"
"Saya sangat sibuk" Arsenio berlalu meninggalkan Selena yang sudah benar-benar sangat kesal.
Kenapa tuan Arsenio cuek sekali sih? Pasti butuh banyak perjuangan untuk meluluhkan hatinya. Tapi Tidak peduli seberapa dingin dirimu, aku akan mendapatkan mu
Selena tersenyum. Ini pertama kalinya dia harus berusaha keras untuk mendapat kan seorang pria. Dan ini semakin membuat Selena tertantang.
Arsenio benar-benar kesal. Dia tahu ini tipu muslihat Tiara dan Selena.
Saat ini dia sudah kembali kerumahnya. Tapi terlihat suasana aneh dari wajah para pelayannya. Para pelayan menatap nya dengan tatapan aneh
"Aku pulang" Arsenio membuka pintu dan menatap orangtuanya.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?" Arsenio merasa aneh dengan tatapan orangtuanya.
"Arsenio" badan Arsenio menegang mendengar suara yang sangat dia kenal, suara dari wanita yang dulunya dia cinta.
"Eliza!" Suara Arsenio terdengar lirih. Dia menatap gadis didepannya ini. Elizabeth Sonya adalah mantan kekasih Arsenio, dia dulu sangat mencintainya mereka telah menjalin hubungan untuk waktu yang cukup lama. Tapi 2 tahun yang lalu kekasihnya ini meninggal kan nya tanpa alasan yang jelas. Sampai sekarang dia masih saja bingung apa yang membuat gadis itu tega meninggalkannya.
"Aku benar-benar merindukan mu" Eliza berjalan mendekati Arsenio.
"Kenapa kau bisa ada disini" tanya dia dengan nada dinginnya.
Sinta dan Antonio hanya menatap interaksi dari dua orang tersebut tanpa ada niat masuk didalamnya.
"Aku kembali dari luar negeri karena sangat merindukanmu" Mata Eliza terlihat berkaca-kaca seperti akan menangis.
"Pulang lah! Aku tidak ingin melihatmu" Arsenio berlalu meninggalkan Eliza.
Eliza mengepalkan tangannya.
"Sepertinya Arsenio masih kecewa sama aku, aku pamit dulu ma, pa" Sinta dan Antonio mengangguk kan kepalanya.
"Apa lebih baik aku tadi gak usah bolehin Eliza ketemu Arsenio ya pa?" Tanya Sinta yang tidak tahu bahwa hasilnya akan seperti ini.
"Gak papa ma, mereka butuh ruang untuk berbicara" Antonio mengelus bahu istrinya menenangkan.
Tadi sore Sinta sedang bersantai di kamarnya tapi tiba-tiba pelayan datang dan memberitahukan ada tamu yang datang. Sinta benar-benar terkejut saat melihat Elizabeth, dia tidak tahu harus bereaksi apa. Mungkin di masa lalu dia akan memeluk nya, tapi sekarang Sinta hanya mempersilahkan nya duduk agar tidak canggung. Dan mereka hanya bicara hal-hal tidak penting sembari menunggu Arsenio pulang.
Arsenio sekarang benar-benar bingung, dia tidak tahu harus bersikap apa. Saat melihat Eliza dia kembali teringat dengan kenangan mereka dimasa lalu. Hatinya masih sakit mengingat kepergian Eliza dan dia juga masih sangat kecewa.