Brenda Zalora Erlanggia, Putri Bungsu keluarga Erlanggia, pasangan dari Alex Erlanggia dan Alice Marquez. Memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Brian Zalora Erlanggia yang kini berstatus sudah menikah dan mempunyai seorang putra. Brenda yang yang selama satu tahun setengah sekolah di Jerman pindah ke Indonesia dan bersekolah di sekolah miliknya sendiri atas permintaan kedua orang tuanya. Brenda di kenal bad girl sejak kecil. Keluarga Erlanggia merupakan keluarga terkaya nomor 1 di dunia.
Betran Putra Bagaskara dikenal Bad boy, king mafia dari Black Devil, anak tunggal dari keluarga Panji Bagaskara dan Eva Monica, orang kaya nomor 2 setelah keluarga Erlanggia.
Gimana ceritanya yuk guys simak ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Looo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA BESAR KELUARGA
"Bukankah kamu anak kepala sekolah yang baru saja kami pecat? " tanya Alex menatap Sella.
Sella gemetaran takut tak bisa menjawab karena rencana yang ia buat menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. Sella merutuki kebodohannya karena tak mendengarkan Eka dan Rani.
"Wahh, ternyata Sella bohong ya, anak kepala sekolah aja belagu! " ucap salah satu siswa.
"Bener tuh, udah gitu hina Brenda anak miskin lagi! " tambah salah satu murid lainnya.
Alice dan Alex yang mendengar itu terperanjat kaget. "APA!!!! " ucap alice dan Alex bersamaan.
"Wahh ternyata bapak sama anak sama aja, bapaknya udah korupsi uang sekolah, anaknya hina anak dari keluarga ERLANGGIA dan gitu ngaku-ngaku lagi! " Alice mulai emosi.
"Wah wah, bapaknya korupsi ternyata, pantes saja nih sekolah jarang ngadain acara besar sekarang, dan alasannya dana tidak cukup! " ucap Santi di wakil ketua OSIS yang kebetulan juga sedang makan bersama OSIS lainnya.
"Mom, dad, sepertinya Bren ingin bermain, Bren sudah haus darah! " ucap Brenda dengan bola mata yang udah mulai memerah.
Semua orang kaget dengan perubahan mata Brenda, termasuk orang tua Brenda.
"Bren gue mohon maafin gue, jangan apa-apain gue! " ucap Sella memohon.
"Betran, tugasmu! " Ucap Alex yang menyadari perubahan Brenda.
Betran langsung memeluk Brenda "Sayang, jangan sekarang, ingat janji kamu kemaren! " ucap Betran dan Brenda menutup matanya sebentar dan membuka kembali dan semua nya sudah normal.
"Oh iya sel, btw lo campur apa minuman lo tadi? " tanya Brenda karena sudah tak tahan manahan sesak didadanya.
Sella tersenyum kecut "Heh, gue cuma masukin obat yang bisa bikin jantung lemah saja kok bila terkena cairan itu pada dadanya, karena gue nggak bisa miliki Betran maka orang lain juga nggak, dan lo akan mati karena cairan itu bekerja dengan cepat! " ucap Sella dengan tertawa senang.
"Astaga sayang, kita harus ke rumah sakit sekarang! " ucap Alice panik.
"Betran ayo kita pergi, aku mulai nggak kuat! " ucap Brenda sambil menahan sakit didadanya.
Betran langsung menggendong Brenda dan membawa Brenda ke rumah sakit sedangkan Alex dan Alice masih di kantin untuk membereskan Sella.
"Reno, bawa dia ke markas! " ucap Alex tegas dan Reno langsung membawa Sella ke markas bersama Devano, Nanda dan juga Luna. Sedangkan alice dan Alex segera menyusul Betran.
Di rumah sakit kini Brenda sedang menjalani perawatan khusus karena akibat cairan ini Brenda menjadi sesak nafas dan hidupnya di ambang kematian.
Betran mondar mandir tak karuan karena merutuki kebodohannya. Betran tidak jeli dengan minuman itu. Alice menangis dalam pelikan Alex karena sampai saat ini belum ada kabar dari dokter. Keluarga Betran sedang dalam perjalanan karena lagi di luar negeri jadi membutuhkan waktu. Tak lama teman-teman Brenda dan juga Betran datang, mereka sama-sama terisak.
"Ini salah gue, kenapa gue izinin rencana bodoh ini! " ucap Betran terisak.
"Sayang, ini bukan salah kamu, tapi salah anak itu! " ucap Alice menenangkan Betran.
"Tapi tan, kalau Betran tidak mengizinkan Brenda melakukan ini, pasti ini tidak akan terjadi, dan Betran juga tidak jeli dengan minuman yang ditumpahkan Sella! " ucap Betran.
"Sayang, jangan menyalahkan diri sendiri, lebih baik kita berdo'a supaya Bren tidak apa-apa! " ucap Alice memeluk Betran sambil menangis.
Ceklek,
Pintu terbuka dan keluarlah salah satu dokter.
"Bagaimana keadaan anak saya dok? " tanya Alice.
"Cairan itu sangat berbahaya, karena efeknya sangat cepat dan penyembuhannya tidak mudah! " jawab dokter.
"Lakukan apa saja dokter, sembuhkan putri saya! " ucap Alex.
"Dengan pengobatan ala dokter itu bisa tapi sangat lama dan kecil kemungkinannya! " jawab dokter.
"Apa tidak ada cara lain dokter! " tanya Betran.
"Ada! " jawab dokter itu.
"Lakukan apapun dokter, saya akan bayar berapapun! " ucap Alex.
"Dengan pengobatan Cina, putri Tuan bisa sembuh total, tapi butuh waktu beberapa minggu bahkan berbulan-bulan! " jawab dokter.
"Ya sudah ayo kita bawa Bren ke Cina! " ucap Alice terisak.
"Maaf nyonya, akan sangat berbahaya bagi Nona kalau dibawa dalam perjalanan jauh dengan kondisi seperti ini, apalagi Nona sementara hanya bisa hidup dengan bantuan alat medis! " jelas dokter.
"Kita rawat Bren di rumah, dan kita datangkan semua ilmuan, dokter apapun itu dari Cina! " usul Reno.
"Kamu benar, Reno! " ucap Alex "Dokter siapkan semuanya bawa putri saya ke rumah saya, alat apapun itu akan saya beli untuk anak saya, sambil menunggu dokter Cina itu! " perintah Alex.
"Baiklah Tuan, kami akan menyiapkan segalanya! " jawab dokter.
Kini semua orang sibuk menyiapkan keperluan Brenda, dan Brenda kini sudah berada dalam ruang rawat darurat yang ada di mansion Brenda. Semua orang tengah berkumpul baik dari keluarga Brenda maupun keluarga Betran, bahkan Semua keluarga ERLANGGIA, MARQUEZ, dan BAGASKARA tengah berkumpul di rumah Brenda.
"Apa sudah di selidiki?" tanya Antonio Erlanggia (Grandpa Brenda) dingin.
"Sudah! " jawab Dominico (Dominico Erlanggia, kakak Alex).
"Siapa? " tanya Stevano Marquez (Ayah Alice)
"Orang yang sama tapi menggunakan gadis itu! " jawab Brian.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan? " tanya Alex.
"Untuk Betran dan Brian, akan menjaga Bren dibantu dengan Dhika dan Reno. Sementara Alex, Dominico, kalian lakukan tugas kalian yang tertunda, Buat Alice dan Sherlina, terus membuat ramuan untuk membantu dokter Cina itu, karena dengan pengobatan Cina saja tidak membantu! " jelas Antonio.
"BLACK DEVIL akan membantu! " ucap Panji.
"Ya, itu lebih bagus, dengan begitu tugas kalian akan lebih cepat! " jawab Stevano.
"Untuk Revan kamu hancurkan semua perusahaan mereka secara perlahan dengan menanam saham sebanyak-banyaknya dan cabut kembali setelah itu baru hancukan orangnya!" ucap Antonio.
"Iya grandpa! " jawab Revan Erlanggia (kakak Reno).
"Alex, telfon lah Dhika dan tanyakan perkembangan informasi dari gadis itu! " ucap Stevano.
"Iya ayah! " jawab Alex.
"Grandpa, apa nggak sebaiknya kita ulur waktu untuk beberapa minggu saja, agar mereka merasa kalau rencana mereka berhasil dan buat kita sudah tidak bisa berfikir, dengan begitu pasti mereka akan mulai rencana barunya, dengan begitu mereka akan fokus pada rencana barunya dan tidak memikirkan bahwa kita juga sedang menjalankan rencana kita! " usul Betran.
"Saya setuju dengan usulan kamu! " ucap Antonio.
"Bagaimana dengan yang lain? " tanya Stevano.
"Kamu setuju! " ucap mereka bersamaan.
"Nggak salah kamu jadi king mafia, dan cocok banget jadi pendamping princess! " ucap Antonio.
"Bener apa kata Antonio! " tambah Stevano.
"Dan untuk masalah menjaga Bren, kita bagi sift saja biar kita juga nggak lengah dalam penjagaan karena lelah! " ucap Brian.
"Itu bener, buat gue sama Betran, kita harus tetep sekolah biar nggak ada yang curiga, karena pasti disekolah ada mata-mata mereka yang sedang mengawasi mereka!" tambah Reno.
"Adek gue tambah pinter aja! " ucao Revan dengan nada mengejek.
"Iya dong, Reno gituloh! " ucap Reno kepedean.
"Ck, biasanya juga bucin mulu sama si Luna isi otak lu! " ucap Betran.
"Ternyata anak gue udah gede ya, udah berani pacaran dan nggak kenalin orang tua lagi! " ucap Sherlina.
"Mami, kan kita lagi fokus sama Bren! " elak Reno.
"Pacaran udah hampir tiga tahun juga!" ucap Betran.
"Siapa sih orangnya? " tanya Sherlina.
"Sahabatnya Bren, Mi! " jawab Reno.
"sudah-sudah mending kita istirahat dulu, setelah kasus ini selesai, Reno harus kenalin pacar kamu sama kami, setelah itu fokus ke pernikahan Bren dan Betran! " ucap Antonio menengahi.
"Aye aye captain! " ucap mereka serentak sambil hormat