NovelToon NovelToon
Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / System / Sistem
Popularitas:215.7k
Nilai: 5
Nama Author: Deva Pratama

DING!!!

Tiba-tiba sebuah panel mengambang muncul di depan mataku. Awalnya aku tak tahu, apakah ini mimpi atau kematian. Setelah aku mencari tahu, layar apa yang berada di hadapanku ini.

Ternyata itu adalah Sistem, sama seperti cerita komik. Aku diberikan Sistem ntah siapa yang memberikan sistem ini. Namun, aku diajari untuk menjadi petarung yang hebat. Seiring berjalannya waktu, aku diajari cara bertahan hidup di jalanan.

Tak hanya itu saja, setiap aku melihat seseorang yang memakai bela diri. Aku dengan mudah mengikuti bela diri yang dipakai oleh orang itu. Seperti aku memiliki bakat peniru bela diri.

Namun itu semua malah mengundang diriku ke dunia perkelahian. Yang dimana aku harus berkelahi dengan para gangster dan berusaha untuk mendamaikan kotaku.

Meski aku adalah seorang pecundang, aku akan selalu berusaha berlatih dan menjadi yang terkuat. Karena aku adalah "PETARUNG TUNGGAL".

~~~~~

Langsung dibaca ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deva Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 - Solo Fighter

Episode 27 - Menolong Seseorang

Terlihat Dafa sedang mengejar kelima anak yang mengejar seseorang yang diduga anak kelas 7 yang bernama Rifki. Sebenarnya Dafa tak tahu alasannya kenapa ia mengejar mereka. Tapi pikirannya selalu dibisiki untuk menolong anak tersebut. Mau tidak mau, Dafa harus mengikuti kelima anak untuk mengetahui hal apa yang akan terjadi nantinya.

Dafa yang ketinggalan jauh meminta tolong kepada sistem untuk mencari jalan alternatif lainnya.

"Sistem, bisakah kau mencari jalan pintas untuk langsung menyusul mereka?" tanya Dafa kepada Sistem.

Sistem melakukan loading kemudian memberikan layar berupa denah jalanan sekitar. Dafa mengamati satu persatu jalan dan langsung mengambil jalan gang kecil untuk menyusul mereka.

Selang beberapa menit, Dafa sampai di hadapan anak kelas 7 yang ternyata benar, ia adalah Rifki. Dafa menyuruh Rifki untuk segera berhenti dengan isyarat tangan yang menghadang.

Namun Rifki tak menghiraukan hal tersebut, justru Rifki menerobos hadangan Dafa. Dafa yang kesal langsung menarik lengan Rifki dan berusaha menjatuhkannya.

Rifki terbaring ke tanah kemudian melihat tatapan Dafa yang sangat menakutkan, seperti ingin menghabisinya.

"Maafkan saya, saya cuma ingin menghindari dari kejaran mereka!" seru Rifki yang berusaha melepaskan genggaman Dafa.

Dafa melirik ke arah belakang dan melihat kelima anak yang mengejar Rifki semakin mendekat. Dafa membantu Rifki berdiri namun tetap diam ditempat, karena Dafa hanya ingin mengetahui permasalahannya.

Kelima anak itu berhenti berlari dan berdiri dengan jarak sejauh lima meter dari Dafa. Mereka lalu saling berbisik ketika melihat Dafa yang menangkap Rifki.

"Eh … dia anak sekolah kita, tapi kelas berapa ya," ucap Rian.

"Lu gak liat apa? Jelas-jelas kelas 9 di bajunya," jawab Rendi.

"Ah iya … gak liat tadi," lanjut Rian.

"Yaudah yuk, kita pulang aja. Bisa mati kan kalo berurusan dengan anak kelas 9," tukas Ari.

"Ngapain pulang, kita lawan aja. Dia juga cuma sendirian, kita ini berlima lho. Lagian tampilannya juga bukan kayak anggota Harimau Putih dari kelas 9," ucap Danu.

"Ada benernya juga. Mending kita keroyok dia barengan dengan bocah satu itu," ujar Zidan.

"Yaudah, siapa yang mau maju duluan?" tanya Danu ke mereka berempat.

Rian dan Rendi lalu maju ke arah Dafa sembari membunyikan kepala dan jari jemarinya. Dafa yang melihatnya mengangkat alis kanannya merasa heran dan memasang posisi bertarung.

"Mohon bantuannya," ucap Rifki yang ketakutan.

Dafa melirik ke Rifki sambil sedikit tersenyum. "Lihatlah cara aku mengalahkan mereka semua," pinta Dafa ke Rifki.

Rifki menganggukkan kepala lalu berdiri di belakang Dafa. Kemudian datang Dimas dengan nafas yang terengah-engah akibat mencari Dafa yang hilang entah kemana.

"Akhirnya, ketemu juga," kata Dimas lalu tergeletak di jalanan.

Rian dan Rendi melancarkan serangan mereka, mulai dari pukulan dan tendangan. Sebenarnya Dafa mampu menghindari serangan mereka, bahkan mampu melihat arah serangannya. Namun Dafa lebih memilih untuk merasakan sakit dari serangan mereka, namun hasilnya sia-sia. Tak ada sedikit rasa sakit dari pukulan mereka. Ternyata stat dari sistem mempengaruhi tubuhnya.

"Baiklah, aku sudah paham dengan kekuatan yang kumiliki," gumam Dafa lalu memukul dagu Rian dengan sangat keras.

Rian terpental jauh dari hadapan Dafa dan seketika langsung pingsan. Dafa lalu menatap Rendi dengan tatapan tajam dengan tangan yang menggenggam.

Rendi yang merasakan hawa membunuh dari Dafa langsung merasa ngeri, ia seketika merunduk lalu berjalan mundur secara perlahan ke teman-temannya.

"Woi! Kenapa mundur? Serang!" teriak Danu yang kesal melihat Rendi yang takut melihat Dafa.

Lamunan Rendi menghilang dan tanpa banyak pikir, ia berlari ke arah Dafa dengan perasaan takut tapi juga ada perasaan untuk menunjukkan dirinya jika ia pantas menjadi seorang terkuat di kelas 8.

"Pukulan, pakai tangan apa dia?" gumam Rendi yang sedang membaca serangan Dafa.

Belum sempat terbaca, Dafa menginjak kaki kanan Rendi hingga jatuh tersungkur lalu melepaskan serangan tepat ke hidungnya.

"Argghhh!!!"

Terdengar erangan kesakitan dari Rendi yang sangat amat keras. Danu, Ari dan Zidan yang melihatnya langsung mengambil tindakan untuk menyerang Dafa secara bersamaan ketika Dafa sedang lengah.

Tentu hal itu tak semudah yang mereka pikirkan. Dafa yang dapat merestorasi staminanya hanya tersenyum ketika melihat mereka bertiga menyerangnya dari belakang.

Dafa menundukkan badannya lalu menendang ke arah belakang dan mengenai wajah Zidan, namun dapat ditangkis olehnya.

"Cukup mengagumkan," ungkap Dafa.

Danu yang melihat Dafa menyerang Zidan, ia lalu mengarahkan serangan ke wajah Dafa dengan tangan kanannya. Begitu juga dengan Ari yang menggunakan tumit kakinya mengarah ke kepala bagian belakang Dafa.

"Sebenarnya aku sudah memperhitungkan semua ini," gumam Dafa. Ia lalu melompat ke depan dengan lompatan harimau kemudian berdiri dengan tegap menghadap ke mereka bertiga.

"Ternyata kalian lebih tangguh dari mereka berdua," ucap Dafa meremehkan Rian dan Rendi.

Danu yang mendengarnya malah terkekeh disambung dengan Ari dan Zidan. Dafa yang melihatnya merasa kesal tapi kekesalan itu masih bisa ditahan dengannya.

"Kenapa kalian tertawa?" tanya Dafa.

"Ti–tidak ada apa-apa. Hanya saja kamu salah perhitungan," ucap Danu.

"Salah perhitungan bagaimana?" tanya Dafa kebingungan.

Tiba-tiba Dimas berteriak memberitahu hal berbahaya yang akan datang ke arah Dafa.

"Dafa! Di belakangmu!" teriak Dimas di belakang Dafa dari jarak 10 meter.

Ketika Dafa menoleh ke belakang, sebuah pukulan melayang ke wajah Dafa dengan sangat keras. Ternyata Rian telah siuman dari pingsannya. Begitu juga dengan Rendi yang mulai kembali ke dalam pertarungan.

Dari hidung Dafa keluar cairan berwarna merah, Dafa mengusap hidungnya sembari tersenyum.

"Akhirnya kalian mulai serius," ucap Dafa.

...#### Solo Fighter ####...

1
dhani satria
hmmmmm
One Tea
Biasa
dhani satria
ini
tolol dan betol2 bodoh author yabg bikin cite ni. memang mak bapak dia aje yang baca jangan di masuki kat noveltoood ni tolol..
Andrew Tito Ramos: crita sampah ..gt aja
total 2 replies
Febrianto Kaharu
Luar biasa
Jeck Pram
kasus nya sama kayak aku dulu waktu SMP sering di bully tp aku menguasai beladiri taekwondo sampe rasa sabar ku hilang dan akhirnya semua yg membuly ku aku hajar sampe masuk rumah sakit dan aku di skors 1 Minggu ga boleh sekolah
Jeck Pram
MC nya oon
Gatot Suharyono
kisah adik Dafa bawa/terima paket gak ke cerita lagi !?
Gatot Suharyono
kok jadi konyol ceritanya !?
Gatot Suharyono
MC nya terlalu tel-mi & kepo banget !?
roxy nik
jir, jadi PHS
Gatot Suharyono
awalnya ceritanya cukup menarik, tambah lama kok sekarang jadi gak karuan karena MC nya dibuat blo'on oleh Author nya !?
Gatot Suharyono
Author kok bikin MC nya tambah blo'on gini !?
Gatot Suharyono
MC nya jangan dibikin terlalu blo'on lah, yang agak masuk akal sedikit lah !
Gatot Suharyono
seharusnya jangan pakai latar lokasi +62 !
Muryanto Yanto
ceritanya muter-muter ... tidak jelas alur ceritanya...
dhani satria: twist-mya bagus ko
total 1 replies
Xmolt
kok jd teringat temanku y, d sekolah padahal suka di bully, padahal aslinya dia bisa beladiri, dan parahnya anak d kelasnya g ada yg tau. Malah ak yg tau, tapi gk mau kubocorkan, kali aj dia ad alasan knp diam aj🤣🤣
Don T
mulai aneh.....
Rizky_gendutz82
jangan bilang itu ilhae
Rizky_gendutz82
wait..... topeng kelinci, dan seorang laki-laki berkacamata yang menjual tahanan hmmmm........ don't say ini satu univers ama looskim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!