Area 21+ banyak konflik berat
Yua adalah gadis yatim piatu yang diasuh oleh paman dan bibinya, mereka tidak memperlakukan Yua dengan baik, mereka juga mencoba untuk mencelakai Yua dengan membayar seseorang untuk menabrak Yua dengan mobil agar mereka mendapat uang asuransi.
Namun, Yua masih selamat, hanya saja kecelakaan itu menyebabkan wajah cantiknya memiliki luka yang besar. Karena luka itu semua orang menghinanya dan mengatainya seperti monster.
Di sekolah dia dirundung oleh pangeran sekolah yang tampan dan kaya raya, meski semua orang menyukainya, Yua sangat membenci dia.
Hingga suatu saat, Yua sedang menangis sebuah layar sistem muncul dan mengatakan dapat merubah hidupnya. Apalagi, seorang anak baru yang berasal dari keluarga konglomerat datang masuk di kelas Yua, memberikan perhatian pada Yua.
Yua tidak tau, jika dia sedang berada diantara dua lelaki yang keduanya adalah musuh satu sama lain, dan mereka berdua adalah putra dari kelompok mafia yang sedang berseteru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee hwang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbalik menggoda
.
.
Yua menyingkirkan tangan Chris dari wajahnya “maafkan aku Chris”
Chris kembali meraih kedua sisi wajah Yua, lalu menempelkan dahi mereka, Yua yang tidak siap sampai memejamkan matanya.
“Apa maksudmu maaf? Kau ingin bilang kau lebih menyukai Felix? Kau pikir aku akan menyerah dengan kau mengatakannya?” Chris menjauhkan sedikit wajahnya, jadi Yua kembali membuka mata, Chris melanjutkan ucapannya.
“Aku tau aku salah, tapi lihatlah dari sudut pandangku juga, apa kau pikir aku hanya akan diam saat musuhku
kembali menyerangku – oke, aku sedikit bersyukur karena Felix tidak sekeji ayahnya dulu, dia hanya menyerang dari belakang, namun bukan berarti aku akan diam menerimanya. Dan apa kau tau jika dia mendekatimu hanya karena aku – karena aku menyukaimu” kata Chris.
Yua menatap Chris tidak percaya “Kau bohong kan? Kau belum menyukaiku saat itu”
Chris menggeleng pelan “Sebenarnya aku menyukaimu sejak awal, aku hanya terlalu bodoh untuk menyadarinya, aku – eum, begini saja, dengarkan rekaman ini”
Kemudian Chris mengeluarkan ponselnya, dia merekam semua percakapan bersama Felix atas saran dari Sarah. Chris menurut saja, karena dia pikir mungkin percakapan itu akan berguna, seperti memang berguna di saat seperti ini.
Yua mendengarkan rekaman itu dengan seksama, itu memang suara Felix.
--*--
“Katakan saja apa yang ingin kau katakan”
“Aku hanya ingin mengatakan, lepaskan Yua, jangan libatkan dia dalam rencanamu”
“Hahaha – kenapa aku harus melepasnya? Dia kunciku untuk membuatmu tersulut emosi, aku tau seberapa terobsesinya kau dengan Yua, karena itu aku mendekatinya dan membuatnya jatuh cinta padaku”
“Jadi kau sengaja untuk membuatku kesal?”
“Tentu saja, asal kau tau, dia mencintaiku, lebih baik kau lupakan Yua”
“Lagipula, kenapa dia sangat penting bagimu? apa kau secinta itu padanya? Dia membencimu”
“Begini ya, jika kau tidak terlalu mencintainya lebih baik kau tinggalkan dia, atau aku akan membuat dia berbalik membencimu”
“Sungguh? Kau bisa melakukannya? Coba saja”
“Jadi kau pikir aku tidak bisa? Kami sudah bisa membalik situasi dan membebaskan kakakku, membuat Yua balik membencimu itu tidak sulit”
“Terserah kalian saja, good luck”
“Orangtua kandung Angela, apa kau sudah tau siapa mereka?”
--*--
Yua semakin stress mendengarkan rekaman itu, Chris dan Felix sama saja, mereka berdua membuat Yua hampir gila.
“Bagaimana? Kau masih ingin membelanya?”
Yua berdiri, berencana untuk pergi meninggalkan ruangan ini, namun, Chris kembali menarik tubuh Yua, hingga jatuh terduduk dipangkuannya.
“Mau kemana? Aku tidak mengijinkanmu pergi” bisik Chris tepat di telinga kanan Yua.
“Lepaskan aku, Chris” pinta Yua, sudah dengan nada memohon, namun, Chris yang keras kepala masih tidak ingin melepasnya. Chris tidak ingin Yua kembali ke apartemennya, bertemu Felix, lalu luluh dengan segala bujuk rayu Felix.
Felix yang hanya ingin memanfaatkan Yua untuk menghancurkan Chris, dia tidak berhak mendapatkan cinta Yua. Atau, setidaknya itu yang Chris pikirkan.
“Seperti yang kau dengar dalam rekaman itu, dia hanya ingin memanfaatkanmu, jangan pergi dan tetaplah bersamaku” ucap Chris.
“Jadi, kau pikir kau lebih baik dari Felix? Kau tidak ingat kau telah membuat hidupku di sekolah bagai neraka? Aku tidak peduli dengan alasanmu melakukan itu! Kau sendiri yang membuatku sangat membencimu, Chris” sahut Yua.
Kemudian Chris menarik pinggang ramping Yua dan memeluknya erat “Aku tau, aku memang bodoh, tapi bisakah kau memberiku kesempatan?”
“Aku tidak suka memberi kesempatan”
“Yua – please?”
“Menatapku dengan tatapan semanis itu tidak akan menggoyahkan keputusanku”
Sesungguhnya, melihat Chris menatapnya dengan mata memohon seperti anak anjing minta pungut seperti itu sedikit meluluhkan Yua. Tapi Yua tidak boleh lemah dan mudah luluh dengan Chris. Tidak boleh.
Dan, Yua akan melakukannya juga untuk Felix.
Yua mengerti jika dia tidak boleh condong, dia harus adil sekarang.
“Apa aku harus memaksamu?” bisik Chris lagi.
Yua tersenyum “Memaksaku?” kemudian Yua membenarkan duduknya, kini ia duduk menghadap Chris, meraih dagu Chris dengan jari telunjuknya dan membuatnya mendongak menatap Yua.
Karena Yua ada diatas pangkuan Chris, jadi otomatis posisi Yua sedikit lebih tinggi dari Chris.
“Kau ingin memaksaku seperti apa? Heum?”
Susah payah Chris berusaha menelan ludahnya, Yua kini sedang menggodanya, menyeringai padanya dan di mata Chris itu terlihat begitu menggoda.
Apa Yua memiliki beberapa kepribadian yang bisa berganti-ganti? Sesaat dia terlihat lemah dan ketakutan, sesaat kemudian dia terlihat seksi dan begitu menggoda.
Chris meremat pinggang Yua, menariknya agar lebih dekat lagi hingga Yua yang terkejut melingkarkan lengannya pada Chris.
“Yua, jangan nakal, jangan main-main denganku”
Kini ganti Yua yang menempelkan dahi mereka, sedangkan Chris menutup matanya. Yua tau Chris sedang menahan dirinya, entah kenapa dia melakukan itu. Padahal biasanya dia langsung sambar saja tanpa peduli Yua menerimanya atau tidak.
Chris sangat tampan, Yua menyadari hal itu.
Memang saat bersama Felix, Yua merasakan debaran yang menyenangkan. Yua sebelumnya tidak mau mengakui, tapi dia juga berdebar aneh saat bersama dengan Chris, atau saat Chris menyenyuhnya.
Haruskah sekarang dia mengakui jika dia menikmati dan diam-diam menyukai sentuhan itu?
Mungkin benar, benci dan dendam di hatinya membutakan perasaannya sendiri.
Yua menyentuh wajah Chris.
Dia yang dulu tidak pernah absen untuk mengganggu hidupnya, membuatnya putus asa hingga kadang berpikir untuk menyerah dalam hidupnya itu ... kini berhasil Yua tundukkan. Dia terdiam menerima sentuhan Yua, menginginkan Yua.
Yua kembali menyeringai.
Yua senang melihat Chris kini tunduk padanya.
Chris yang diinginkan banyak gadis, Chris yang banyak dipuji-puji orang itu, hanya memandangnya dan tertarik padanya. Bukan gadis-gadis di luaran sana.
Yua mendekatkan wajahnya lalu mengecup bibir Chris sekilas, lalu mendekat pada telinganya dan berbisik “Aku akan memperlakukan kalian dengan adil, jika yang satu ku dekati, maka yang lainnya juga akan ku dekati. Jika aku menjauhi yang satu, maka yang lain juga sama”
Kemudian Yua menarik kepalanya menjauh.
“Apa maksudmu?” tanya Chris, dia sudah membuka matanya.
“Aku yakin kau mengerti maksudku, Chris”
Yua kembali mendekat untuk mengecup bibir Chris sekali lagi, rencananya hanya sekilas saja, namun Chris menahan tengkuk Yua.
Kembali lagi Yua terlarut dalam ciuman itu.
[...]
Sistem sampai tidak bisa berkata-kata lagi, Yua terlalu plin-plan, terlalu gengsi untuk mengakui jika sebenarnya dia juga sangat menyukai Chris.
Bukankah banyak yang bilang, cinta dan benci itu, batasnya hanya setipis lapisan kulit bawang?
Ciuman yang rencananya hanya kecupan singkat itu menjadi semakin panas. Tangan Chris tidak mau tinggal diam, terus bergerak menelusuri tubuh ramping Yua.
Mereka baru berhenti setelah kehabisan nafas, namun Chris lanjut mengecupi leher Yua, membuka dua kancing atas seragam Yua agar bisa lebih leluasa – apa ini?
Chris tercekat melihat bekas kissmark di perpotongan leher Yua, sangat tersembunyi.
Chris tau siapa yang melakukan itu, dia tidak mau dikalahkan oleh Felix lagi, gengsi Chris memerintahkannya untuk melakukan hal serupa.
“Ch – Chrisss .... sshh”
Yua meremat rambut Chris, bahkan hampir menariknya, saat Chris menghisap kulit lehernya.
Yua tidak sadar, jika tangan Chris sedang bergerak untuk melepas kancing seragamnya.
[Hati-hati]
Hati-hati? Apa maksudnya?
.
.
.
.
Rekomendasi novel yang bagus nih, mampir ya ☺️
terimakasih ❤️