Jolie Ananda, adalah seorang Perempuan Karir yang hendak di jodohkan oleh salah satu Pengusaha sukses dan ternama di NEGARA nya.
Namun sayang. Sang Pria yang hendak di jodohkan oleh Jolie malah menikahi wanita lain bukan diri nya.
Adriansyah Manggarai adalah nama Pria yang hendak di jodohkan dengan Jolie.
Adrian malah menikahi seorang Gadis lain di saat hari Pernikahan nya hendak di selengarakan bersama dengan Jolie.
Hingga akhirnya Pernikahan Jolie terpaksa di batalkan, karena Adrian sudah terlanjur menikah dengan Gadis yang di cintai nya.
Sementara Jolie, Ia harus menanggung kekecewaan serta sakit hati yang mendalam karena sudah terlanjur mencintai Adrian. Tapi Adrian tidak membalas cinta nya, dan malah menikahi Gadis lain. Dan meninggalkan nya begitu saja.
Baca....!🗿🔪
Salam kenal dari Penulis Novel Absrud. Legenda Dunia para Kaum Rebahan. Negrinya para Kaum Halu. No Suhu!
Dan aku yakin kalau kalian pasti tukang rebahan kan? Dan sering ngehalu.😉
Gak papa santai aja! Makan gak di tanggung Pemerintah kok!
Salam Santuy Markonah.🤚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diary bil bil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter No 27
Di sepanjang mengemudi.
Adrian terus saja kepikiran soal langkah yang telah di ambil oleh nya saat ini.
"*Apakah aku sudah mengambil jalan yang benar? Semoga keputusan ku ini adalah jalan yang membawa kebenaran. Tapi sebenarnya kenapa dengan Jolie? Kenapa bisa ada Ibu seperti dia? Sesosok Ibu yang dengan senang hati nya menerima jika dia akan di pisahkan oleh Sang Buah Hati nya sendiri. Apa itu masuk akal?
Ah! Entahlah! Aku sangat pusing memikirkan hal ini. Itu semua melewati jalur pikiran ku*." batin Adrian dengan sebelah tangan yang memijit pelipis nya karena pusing.
Adrian pun lebih memilih untuk kembali fokus menyetir mobil nya, dengan melewati jalanan malam yang cukup ramai.
-
Setelah beberapa menit kemudian.
Mobil Adrian pun telah sampai di halaman Rumah, dan langsung saja para Penjaga membuka kan pintu untuk Sang Majikan mereka.
"Selamat malam Pak!" sapa salah satu dari mereka.
"Malam!" balas Adrian dan langsung masuk ke dalam.
Adrian berjalan kearah dapur untuk mencari keberadaan Nayla. Namun tidak ada! Suasana dapur nya sangat sunyi karena memang batasan kerja para Pelayan hanya sampai jam 5 sore, dan di mulai dari jam 7 pagi. Mereka semua akan pulang di saat sore hari.
Dan itu terkecuali Hana. Hana adalah satu-satu nya Pelayan yang menginap, karena memang Mami Adrian lah yang meminta nya. Karena Hana adalah bekas Pelayan dari Kediaman Orang Tua Adrian. Yang memang sudah menjadi kepercayaan Yolanda, Sang Mami kesayangan Adrian. Hana di percayakan oleh Yolanda untuk membantu-bantu Nayla agar tidak kerepotan saat mengurus kebutuhan Adrian. Apalagi Nayla sedang hamil. Dan itu semua membuat Yolanda jadi kuwatir terhadap Menantu satu-satu nya itu.
Karena melihat Nayla yang tidak ada di dapur. Adrian pun memilih untuk melangkah kan kaki nya, ke arah kamar utama.
Adrian mulai melangkah kan kaki nya di atas satu-persatu anak tangga yang membentang.
CEKELEK. 'Suara pintu kamar terbuka.'
Adrian pun langsung kembali menutup pintu kamar nya dari dalam. Dan mulai melangkah kan kaki nya berjalan ke arah ranjang, tempat di mana Nayla sedang meringkuk tidur di atas kasur saat ini.
Adrain pun mulai mendekat ke arah Nayla. Ia memegang pipi Nayla yang saat ini tengah basah, karena bekas air mata yang mengalir hingga membuat pipi Nayla menjadi berair.
Adrian sadar kalau Nayla pasti habis menangis tidak lama sebelum Ia pulang.
CUP. 'Adrian mengecup lembut kening Nayla terlebih dahulu. Sebelum langkah kaki nya berjalan ke arah kamar mandi. Untuk membersihkan diri.'
-
Pagi hari nya.
Nayla mulai membuka mata nya, namun terasa sedikit berat karena Ia baru saja menangis tadi malam. Hingga tanpa di sadari kalau mata nya sudah membengkak karena kebanyakan menangis.
Namun tiba-tiba saja Nayla baru sadar kalau ada tangan yang sedang melingkar di perut nya saat ini.
"Adrian" gumam nya.
Nayla pun langsung membalikan tubuh nya kebelakang, dan benar benar saja. Dugaan nya benar! Karena memang sekarang Ia tengah melihat Adrian yang sedang tertidur pulas di samping nya dan tengah memeluk nya saat ini.
Cukup lama Nayla memandangi wajah Adrian, karena berharap supaya hal yang di lihat nya saat ini adalah sebuah kenyataan.
"I Love You Baby." ucap Adrian pelan, namun masih dengan mata yang tertutup.
Mendengar suara Adrian, Nayla malah semangkin terus melihati wajah Adrian dari dekat.
"Apa ini benar kamu?" tanya Nayla dengan polos nya.
Mendengar ucapan Sang Istri yang bertanya seperti itu, membuat Adrian menjadi merasa bersalah.
Adrian pun langsung membuka mata nya, dan membuat pandangan kedua nya langsung bertemu.
"Are you oke? Hm! Jangan menangis lagi! Kenapa kau menangis? Dan bahkan suara mu sampai jadi serak seperti ini." kata Adrian dengan suara yang berat, karena habis bangun tidur.
Tangan nya mencoba untuk menghapus sisa-sia bulir air mata yang masih membekas di pipi Nayla.
"Kau lah yang sudah membuat ku menangis semalam." ucap Nayla dengan terisak.
"Aku? Kenapa? Hm!"
"Kau bilang kau tidak akan pulang malam ini. Dan itu membuat ku harus sakit hati, padahal aku sudah memasak makanan banyak, dan bahkan aku sampai di marahi oleh Mami mu semalam. Karena kebetulan dia berkunjung kesini."
"Oh! Aku paham sekarang. Kalau begitu aku minta maaf Sayang! Mungkin Mami memarahi mu karena dia tau agar kau tidak jadi kelelahan nanti nya."
"Tapi sekarang aku sudah terlanjur lelah. Lelah menanggung kekecewaan karena kamu sendiri yang udah mematahkan semangat aku. Dan bahkan kamu membohongi ku! Padahal semalam waktu di telpon kamu bilang kalau kamu gak akan pulang ke sini. Trus! Kenapa pagi ini kamu bahkan udah tidur di samping aku?"
"Maaf!" hanya kata itulah yang bisa di ucapkan oleh Adrian saat ini.
"Aku sudah memaafkan mu! Tapi berjanjilah kalau kau tidak akan mengecewakan ku lagi."
"Aku tidak bisa berjanji Sayang! Bukan kah kau yang bilang sendiri kalau aku ini seorang Manusia biasa yang tidak akan pernah luput dari sebuah kesalahan. Dan itu sama saja tidak akan mengurangi aku yang kemungkinan akan mengecewakan kamu lagi." jawab Adrian pelan.
Nayla pun hanya bisa mengangguk paham.
"Baik!" ucap nya.
"Fine! Maka dari itu jangan lah menangis lagi!"
"A-Aku bermimpi tadi malam!" ucap Nayla pelan.
"Mimpi?"
"Iya! Aku bermimpi kalau kamu selingkuh di belakang ku."
"Percayalah! Kalau itu hanya bunga-bunga malam, yang tidak memiliki arti apa-apa. Mimpi itu hanya menghiasi tidur malam kamu aja." balas Adrian.
"Baiklah! Aku percaya." kata Nayla dengan pasrah.
(: Happy Or Sad ):
Apartemen.
Jolie telah bangun saat ini.
Hanya saja Ia merasa malas untuk bangkit, dan mulai beraktivitas.
Jolie memiringkan tubuh nya ke samping dengan menghadap ke arah jendela, untuk mencari posisi yang nyaman.
Mata nya menerawang dan tembus ke luar jendela.
Tiba-tiba saja Jolie melihat bayang-bayang sesosok Anak Laki-Laki dan juga Anak perempuan yang kira-kira masih berusia 5 tahun.
Sedang bermain-main dan berlari-larian di taman.
Seuntai senyuman pun terbit di bibir nya.
"Inikah yang di sebut sebagai Kehidupan Masa Depan?" gumam Jolie dengan tersenyum.
Namun untuk sesaat kemudian, sebuah senyuman yang baru saja terbit beberapa menitan yang lalu. Kini harus berubah menjadi wajah murung yang menunjukan sebuah rasa kesedihan.
Dan rasa kesedihan itu pun berhasil mengubah segala nya. Senyuman yang menghiasi indah wajah berseri, kini harus berubah menjadi helaan nafas berat yang begitu drastis dapat mengubah suasana hati seorang Wanita. Dan wanita itu tak lain adalah Jolie.
masih setia menunggu...