(SLOW UPDATE)
(karya pertama sebelum Kaisar cahaya kultivasi iblis)
Kehidupan sebelum adanya kultivasi, memang cukup sulit! Mereka para umat manusia harus bertahan hidup bersama iblis-iblis yang masuk ke dalam alam umat manusia ini.
Kaisar Wu Shen, tidak menduga bahwa anak ini (Xin Dao) adalah iblis! Namun karena melihat kondisi Xin Dao yang ia temukan dalam kondisi prihatin, membuat Wu Shen berniat untuk menyatukan kembali umat manusia dan juga bangsa iblis. Benar! Jawaban dari orang-orang ini pastilah "Tidak mungkin!"
"Impian mu bodoh, Wu Shen!"
Wu Shen; "peperangan, mungkin akan terjadi karena itu, aku akan selalu berdoa, padanya agar setia untuk melindungi desa Qishan Jin ini dari serangan para iblis itu."
bagaimana bisa Wu Shen berdoa seperti itu setelah tahu bahwa anak yang selama ini di asuhnya adalah seorang iblis dan tepatnya dia adalah calon untuk pemimpin alam iblis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arinimase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter. 26 - Kutukan Untuk Kami
Danau yang menjadi sumber air untuk para rakyat Qishan Jin ini, tiba-tiba saja menjadi hitam dan membuat korosi. Awalnya danau itu bersih namun, lama kelamaan danau itu menjadi hitam dan menjadi sumber penyakit dimana-mana.
"Apakah ini adalah kutukan untuk kami?!"
Beberapa laporan yang benar-benar diluar dugaannya, namun hal itu memang sudah diketahui olehnya lebih dulu. Danau itu tentunya akan kembali seperti semula saat apa yang ada didalamnya, berhasil dikeluarkan dari danau itu. Tapi, bagaimana cara melakukannya?
Setelah menerima laporan yang berbagai macam ekspresinya, Kaisar Shi Fan datang mengunjunginya, hanya untuk mencemooh dirinya yang masih naif dan tidak bisa menyelesaikan masalah rakyatnya sendiri.
"Apakah Kaisar ini, memerlukan bantuan dari pamannya untuk menyelesaikan masalahnya?"
Wu Shen memejamkan matanya sesaat, dan kembali membuka-buka dokumen kertas yang masih menumpuk di atas mejanya dan hampir tidak membuat ruang untuk hanya sekedar menyandarkan kepalanya.
Wu Shen mencibir, "Apakah paman Shi Fan datang untuk membantuku atau melontarkan banyak kata yang membuatku menyerah?"
Shi Fan melengkungkan senyuman dan melipat tangannya, "Sepertinya, anak ini tumbuh jauh lebih dewasa dibandingkan dengan sebelumnya dan saat pertama kali aku melihatnya."
Wu Shen langsung menjawab, "Terimakasih, atas perhatian paman Shi Fan pada saya hingga bisa menyadari perubahan saya."
Shi Fan berbalik sebelum berkata, "Baiklah, jika saudara ini memerlukan bantuan, katakan saja."
Wu Shen langsung menjawab, "Terimakasih paman Shi Fan."
Ruangan itu akhirnya kembali hening ketika Shi Fan meninggalkan ruangannya dan terpaksa membuatnya kembali berurusan dengan banyaknya dokumen yang menumpuk di atas mejanya.
Sinar cahaya yang muncul di depan pintu ruangannya, menyambutnya dengan penuh kehangatan dan dengan senang hati dia membantunya untuk menyelesaikan masalahnya.
Dewa murah hati berdiri di depannya, sekedar untuk memberinya hormat sebelum berkata, "Saudara Wu Shen, lama tidak bertemu. Bagaimana keadaanmu saat ini dan juga Xin Dao?"
Wu Shen kemudian berdiri dan turut menyambutnya dengan hangat sebelum berkata, "Senang bertemu dengan anda. Saya sekarang ini baik-baik saja dan aku rasa, Xin Dao juga kelihatannya baik-baik saja."
Dewa murah hati menghela nafas sebelum berkata, "Dari mana anda mengetahui jika Xin Dao sekarang ini baik-baik saja? Apakah kau sama sekali tidak ingin untuk bertemu dengannya?"
Wu Shen menurunkan dagunya, "Beberapa Minggu lalu, aku juga sudah kembali bertemu dengannya dan sekarang ini, aku tidak mengetahui apakah dia akan nyaman di sana atau tidak."
Dewa murah hati berpikir sebelum menjawab, "Saya mendengar jika anda mengalami masalah yang cukup besar. Apakah danau yang menjadi sumber air untuk rakyatmu sedang tercemar?"
Wu Shen mengangkat dagunya kembali sebelum berkata, "Darimana kau mengetahuinya?"
Dewa murah hati berpikir sebelum menjawab, "Insting seorang Dewa. Aku bisa melihatnya dan merasakan jika ada pesona negatif yang berlawanan denganku dan yang membuat dingin siapapun yang bisa merasakannya. Aku juga sebenarnya sedang mencari seseorang yang menjadi pengacau di alam surga hingga mengalami ketidakseimbangan."
Wu Shen berkata, "Memangnya, ada apa dengan alam surga yang tiba-tiba goyah hanya karena satu orang saja?"
Dewa murah hati berpikir sebelum menjawab, "Aku juga tidak mengetahuinya tapi, hal itu membuat satu dari sepuluh pejabat surgawi meninggal dan pada akhirnya dia bereinkarnasi kembali."
Wu Shen berkata dengan pelan, "Tapi, itu bukanlah salah Xin Dao yang membuat kematian pejabat surgawi itu, bukan?"
Dewa murah hati menjawab, "Aku tidak bisa mengatakannya sampai saat ini siapa yang menjadi pelakunya tapi, jika memang benar itu Xin Dao, mungkin saja para pejabat surgawi akan mengeksekusinya."
Wu Shen kembali menurunkan dagunya sebelum seorang pelayan berlari ke arahnya dengan membawa berita buruk untuknya. Pelayan tersebut berkata, "Yang Mulia! Ini gawat! Nona YingYu sedang berlatih memanah di kolam hitam!"
"Kolam hitam? Bukankah aku sudah menyuruh beberapa orang untuk memblokir jalan menuju danau itu?"
Pelayan tersebut tiba-tiba merendah sebelum berkata, "Kami mohon maaf Yang Mulia. Kami lalai dalam menjaganya dan kami sama sekali tidak mengetahui jika nona YingYu ada disana!"
Wu Shen menghela nafasnya sebelum berkata, "Saudaraku sendiri yang menjadi tamu di istana ini, malah memperparah sakit kepalaku ini."
***
"Yang Mulia! Apakah anda benar-benar bisa memanah monster air itu?!"
"Yang Mulia! Tidak seharusnya anda disini! Yang Mulia Kaisar pastinya tidak akan terima!"
Pada sebuah tebing batu yang tinggi dan di atasnya, sudah terlihat YingYu yang sebelumnya memanjat tebing tersebut, sedang menarik anak panahnya yang sudah mengarah ke arah danau tersebut.
Jika aku berhasil menuntaskan masalah ini, pastinya mereka akan memberikanku sebagian wilayah mereka untuk menjadi tempat latihan berpedang! Lihat saja! Akan aku tuntaskan masalah yang mudah seperti ini!
Ada sesosok monster air yang berwujud seperti seekor ular yang meliuk-liuk dan dengan bebasnya bergerak di sekitar hilir sungai dan memakan banyak ekosistem yang ada di dalamnya.
Lalu, saat anak panah itu hampir dilepaskan di arah yang tepat, Wu Shen sepertinya membuatnya terkejut dengan berkata, "Turun dari atas sana!" Hingga membuat sasaran anak panahnya meleset ke arah yang salah.
YingYu berbalik melihat ke arah Wu Shen sebelum berkata dengan terburu-buru, "Apa yang kau lakukan?! Hampir saja aku mengenai kepala ular monster air ini!"
Dewa murah hati langsung berkata, "Kau tidak bisa membunuh iblis hanya dengan bersenjatakan senjata biasa dan bukannya senjata milik Dewa."
YingYu berkata dalam benaknya, "Apa yang dia katakan sebenarnya?!"
Wu Shen mencoba untuk tersenyum meskipun itu berlawanan dengan apa yang dipikirkannya saat ini, dia berkata, "Saudara YingYu, bisakah anda turun dari atas sana sekarang juga? Saya yakin, paman Shi Fan tidak akan terima jika putrinya bertindak seperti ini."
Shi Fan yang baru saja datang, langsung berkata, "Siapa yang tidak akan terima jika anaknya bersikap heroik seperti ini?"
Wu Shen berkata dalam benaknya, "Dia disini?!"
Bayangan hitam yang terlihat seperti ular itu, tiba-tiba memunculkan wujudnya yang tinggi dan besar, memiliki wajah masam dan hitam, keluar dari dalam danau itu dengan kepala naga dan juga tubuh ular.
Peliharaan Kaisar alam iblis yang menjadi keberadaan familiar dengannya, ular naga menjadi hewan kuno yang sampai saat ini masih dipercaya oleh penduduk awam ketika mendengar kisahnya yang legendaris.
Wujudnya yang cukup mengerikan, juga getaran air yang disebabkan akibat kemunculannya. Membuat YingYu kehilangan keseimbangannya dan tiba-tiba terjatuh dari atas tebing tersebut tanpa berpegang pada benda apapun, seperti ada seseorang yang sengaja mendorongnya untuk jatuh.
Kaisar ini, sama sekali tidak menginginkan adanya pertumpahan darah saudaranya sendiri.
Wu Shen dengan cepat bergerak untuk menangkap tubuh YingYu yang sedang terjatuh dari ketinggian yang cukup tinggi, hanya menggunakan kedua tangannya saja, YingYu merasa telah diselamatkan oleh seorang dewa pujaannya.
YingYu berkata dengan pelan, "Sepertinya, sebagai seorang laki-laki, kau cukup kuat juga."
Wu Shen seperti sedang menahan sakit pada pergelangan tangannya sebelum berkata, "Bukan seperti itu. Sepertinya, kedua tanganku ini mengalami dislokasi yang parah."
Kuy Mampir di karyaku judulnya TERNYATA CINTA. Kisah Cinta Seorang ceo muda dan gadis cantik sederhana pemilik usaha catering
ku tunggu feedback mu ya
↓↓↓↓↓
The Revival Of The Grand Master Mage
↑↑↑↑↑
.
.
.
.
.