NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Militer / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Selingkuh / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Rindu Yuliana

Gisya Kayla Nursalsabila, seorang gadis pemilik 'Caca Bakery'. Ketika Ayahnya mengucapkan keinginan terakhirnya. Gisya hanya mampu menerima semua keinginan Ayahnya sebelum meninggal.
"Ayah, selamat Jalan Ayah. InshaAllah Caca akan memenuhi semua amanat Ayah." ucap Gisya dalam hatinya.

Perjodohannya dengan Zayn membawa Gisya pada luka hati yang mendalam. Zayn selalu menunda Rencana Pernikahan mereka.
"Maafkan aku Gisya, aku tidak bisa menikah dengan kamu. Aku mencintai oranglain, meskipun tak bisa dipungkiri aku juga ingin bersamamu." Batin Zayn.

Pada akhirnya, Gisya bertemu dengan Fahri. Seorang Tentara yang sama-sama dikhianati. Zayn menjalin hubungan dengan Santi, yang merupakan kekasih Fahri.

Gisya dan Fahri kemudian bertemu, dan menjalin sebuah hubungan.

"Mengalir aja ya, Bang! Gak usah saling genggam terlalu erat, takutnya nanti ada yang patah. Kalo Abang butuh aku, Aku akan selalu ada disamping Abang. Kalo Abang rindu, aku akan selalu ada disini. Dihati Abang. Hiduplah seperti sebelum kamu mengenal aku, Bang. Jangan jadikan keberadaanku sebagai beban dihidup kamu." Tutur Gisya.

"Abang yang harusnya berterimakasih, kamu sudah mau menjadi teman hidup Abang. You’re the one girl that made me risk everything for a future worth having. I just wanna say something, I Love you Gisya. That’s all." ucap Fahri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Berita Mengejutkan

Setelah Acara Lamaran kemarin, hari Minggu ini Risma ingin mengajak calon menantu dan sahabat-sahabatnya untuk pergi rekreasi. Risma ingin menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan mereka sebelum pulang ke Palembang. Sayangnya, Fahri tidak bisa ikut serta karena dia akan bertugas hari ini.

"Beneran kamu gak akan ikut kita, Bang?" tanya Risma untuk kesekian kalinya.

"Bener, Ma. Abang ada tugas hari ini sama Danki. Abang titip calon istri aja, takut ada yang nyolek dijalan."

"Hush! Kamu kira calon mantu Mama itu sabun, pake di colek-colek segala!" kesal Risma.

Hari ini rencananya mereka akan pergi ke Lembang, mereka ingin menghabiskan waktu untuk menikmati suasana yang sejuk. Syauqi menyetir mobil yang membawa anak-anak muda, sementara Hari membawa mobil yang berisikan ibu-ibu. Mereka benar-benar sedang mengenang masalalu mereka.

"Inget gak siih dulu kita nekat jalan-jalan kesini pake mobil Papa kamu, Ris. Sampe gak berani pulang karena ditilang Polisi." Ucap Rini.

"Hahahaha, iya bener! Bandel banget ya dulu kita, sampe pergi jauh gak bilang orangtua. Alhasil pulang kuping langsung kaya kuping Gajah." Tutur Risma.

"Mama bandel banget ternyata ya waktu muda. Coba ceritakan dong gimana kelakuan istri saya waktu jaman dulu." pinta Hari.

Mereka mengingat-ngingat tingkah mereka saat masa sekolah dulu, setelahnya mereka hanya saling menatap dan tertawa.

"Aduh banyak banget ya kekonyolan kita dulu. Kalian inget kan, dulu saking konyolnya kita pergi naik bis untuk jalan-jalan ke Alun-alun Bandung. Tapi pas udah disana, kita malah cuman jajan surabi dibungkus terus balik lagi pulang. Malah pake bis yang sama lagi! Kondekturnya sampe gak percaya sama kita. Disangka nya kita gerombolan anak-anak yang suka nyopet!" cerita Nadia.

"Malu banget aku kalo inget itu, kita berlima udah kaya tersangka di introgasi sama kondekturnya. Untung aja ditolongin Ibu-ibu yang bilang kalo dia kenal sama orangtua kita. Aduh bisa gitu ya kita dulu." tambah Lia.

"Wuih kalian konyol banget ya dulu! Hahahaha, aku menemukan bagian konyol dari masalalu istriku." celetuk Hari.

Suasana berbeda dirasakan di mobil para anak muda. Fabian yang terus mengajak Syaina berbicara, membuat Syauqi merasa kesal. Ingin rasanya Syauqi membungkam mulut mereka, tapi rasanya tidak mungkin.

"Dunia sempit banget ya, jadi kalian temen SMP?" tanya Gisya.

"Iya Teh, dulu Ina tinggal di Palembang. Tapi semenjak Ibu meninggal, Ina sama Ayah memilih untuk pulang ke Bandung. Ayah gak mau Ina sendirian, karena Ayah kan kerjaannya pergi-pergi terus." jawab Syaina.

"Tapi Ayah kamu udah gak pernah mukulin kamu lagi kan Ina?" tanya Fabian.

"Emm, nggak Bian." jawab Syaina ragu.

Mereka semua terhenyak mendengar pertanyaan Fabian, pasalnya beberapa kali Gisya pernah melihat luka lebam di wajah dan tangan Syaina. Tapi Syaina selalu mengatakan jika itu luka karena dia terjatuh. Syauqi pun merasa jika gadis itu menyembunyikan sesuatu. Syauqi memutuskan akan mencari tahu sendiri latar belakang gadis itu.

Setelah sampai di Floating Market, mereka berwisata kuliner dan berjalan-jalan disana. Mereka sangat menikmati waktu kebersamaan itu, hingga satu berita mengejutkan datang dari Febri yang tiba-tiba saja menangis histeris dan pingsan.

"Febriii!!" teriak Gisya dan Yuliana.

"Kamu kenapa nangis Biw? Bilang sama kita ada apa?" tanya Gisya.

Febri masih menangis histeris, lalu dia tidak sadarkan diri.

"Ada apa ini? Kenapa Ebi pingsan?" tanya Mama Rini.

"Gak tau, Ma. Tadi dia buka hp, tiba-tiba nangis terus pingsan." Jelas Yuliana.

Gisya mengambil ponsel Febri, betapa Gisya sangat terkejut membaca pesan yang dikirimkan oleh Serda Rizal.

✉️  Serda Rizal

Assalamualaikum, mohon maaf saya ucapkan sebelumnya. Tapi saya harus menyampaikan pesan ini kepada Mbak Febri. Saat ini Lettu Andi dinyatakan hilang saat membantu mengevakuasi korban bencana Longsor. Kami mohon do'anya untuk Lettu Andi, semoga beliau dapat segera ditemukan dan di Evakuasi. Kuatkan hati Mbak Febri, karena Lettu Andi tidak ingin Mbak bersedih. Do'akan dia Mbak.

"Innalillahi wa inna illahi rojiun" ucap Gisya terisak.

Semua orang menatap Gisya, mereka bertanya-tanya dengan maksud ucapan Gisya. Dia tidak mampu berkata-kata, dia hanya memberikan ponsel itu kepada mereka.

Sungguh mereka tidak bisa berkata-kata, Febri dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan. Gisya terus menghubungi Fahri, tapi sepertinya Fahri tidak membawa ponselnya.

Risma menghubungi kedua orangtua Andi. Dia ingin mendengar berita yang sebenarnya.

Namun, kedua orangtua Andi tidak ada satupun yang mengangkatnya. Lalu Hari menelpon salah satu atasan Andi disana, ternyata memang benar saat ini Andi dinyatakan hilang. Kemungkinan tertimbun oleh Longsor susulan. Gisya dan Yuliana menangis berpelukan, mereka berdua adalah saksi cinta Febri dan Andi.

Tidak lama kemudian, Febri bangun dari pingsannya.

"Mas Andi." Lirih Febri.

"Sabar sayang, anak Mama kuat." Ucap Mama Rini memeluk Febri.

"Mama apaan sih, Ma! Mas Andi itu cuman hilang, bukan meninggal!" teriak Febri.

"Istighfar, Nak. Tenanglah, semuanya akan baik-baik aja."

"Ca, Lil. Please hubungin siapapun yang ada disana. Tanyain keberadaan Mas Andi, please tolongin aku." pinta Febri.

"Kita lagi cari tau Biw, tapi tolong tenang ya." ucap Gisya memeluk Febri.

Sementara di Magelang, suasana sedang mencekam. Kejadian tanah Longsor disalah satu Desa mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Saat itu Andi mendapat tugas untuk membantu dalam mengevakuasi korban bencana. Namun, siapa sangka bencana susulan itu datang. Andi beserta beberapa anggota Tim Basarnas dan Kepolisian yang sedang berusaha mengevakuasi korban ikut terseret.

"Lettuuuu!!!" teriak Serda Rizal.

Mereka semua yang ada disana memutuskan untuk mundur, demi mengurangi jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak.

Sudah 2 hari berlalu, tapi Andi belum juga ditemukan. Febri memutuskan untuk pergi secara langsung ke Magelang, dia ditemani oleh Gisya dan kedua orangtuanya. Sungguh ini adalah mimpi buruk bagi mereka. Harusnya, hari ini Febri akan menghadap Pangdam kesatuan Andi untuk melakukan wawancara pengajuan pernikahan. Gisya selalu berada disamping Febri, dia takut jika Febri akan melakukan sesuatu yang nekat.

"Biw, kita balik dulu ke penginapan, yuk! Besok kita dateng lagi kesini buat cari Mas Andi. Ini udah siang, kamu juga belum makan apa-apa dari pagi." ajak Gisya.

"Aku masih mau nunggu Mas Andi, Ca." jawab Febri dengan tatapan kosong.

"Permisi Mbak, tolong jauhi area sini. Bencana susulan bisa saja terjadi." Pinta Rizal.

"Zal, kamu kan udah janji sama saya bakalan jagain Mas Andi. Kenapa kamu ingkar janji Zal? Kenapa kamu biarin Mas Andi pergi?" isak Febri.

"Istighfar Biw! Kita tidak bisa menyalahkan siapapun, ini takdir Allah Biw. Kita tidak bisa menolak takdir yang sudah Allah berikan, Mas Andi juga tidak ingin melihat kamu seperti ini. Kuatlah Biw, kamu harus kuat demi Mas Andi."

Gisya terus memeluk erat Febri dan menguatkannya. Namun, tubuh Febri benar-benar lemah. Fisik dan batinnya sangat lelah, hingga dia harus pingsan berkali-kali.

Rizal membantu Gisya menggendong tubuh Febri menuju posko bantuan. Disana Febri mendapatkan perawatan kembali. Bahkan tubuhnya harus mendapatkan infus karena memang sudah 2 hari ini Febri tidak makan. Sebenarnya saat ini pun Gisya sedang mengkhawatirkan Fahri, karena calon suaminya itu juga sedang pergi bertugas dan belum ada mengabari hingga saat ini. Bahkan mungkin Fahri pun belum mendengar berita tentang hilangnya Andi.

Dalam tidurnya, Febri memimpikan Andi. Dia melihat Andi memakai baju kebesarannya, baju Loreng yang setiap hari digunakannya. Andi menghampiri Febri dan memeluknya.

"Mas, jangan tinggalin aku Mas. Aku gak bisa kehilangan kamu, Mas."

"Dinda sayang, Mas tidak akan pernah meninggalkanmu. Mas selalu ada didalam hatimu, tolong Dinda jangan seperti ini. Menjadi istri seorang perwira itu harus kuat! Mas yakin Dinda pasti kuat. Maafkan Mas tidak bisa menepati janji, kamu harus tetap hidup bahagia. Maafkan Mas, Dinda sayang."

"Jangan lepasin pelukan ini Mas, jangan tinggalin Dinda, Mas."

Perlahan Andi melepaskan pelukannya, dia tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Mas Andii!!!" teriak Febri yang langsung terbangun dari tidurnya.

* * * * *

Dukung terus Author yaa!

Maaf jika ada kesalahan 😊

Salam Rindu, Author ❤

1
Ara Dhani
aku datang kembali Thor, gak bosen bolak balek baca
Rindu Yuliana 🌸: terimakasih banyak masih mendukung author 🙏🤗
total 1 replies
Tsaqib Hasbi
ini bab yg paling membuat aku nangis,
Tsaqib Hasbi
emang nikah siri gk pake wali,sampai orang tua febri tidak tahu
Tsaqib Hasbi
aku sneng baca kisah ini, romantis, tp ,pas cerita panasnya d skip.👍 bagus,jd ku rasa yg belum nikah pun aman baca kisah ini
alvika cahyawati
kehilangan. ke2 ortu memang sedih tp semua itu. kita kembalikan. pd yg kuasa amien
alvika cahyawati
padahal aku ini udah baca novel untuk kesekian kali nya tapi. ngk bosen baca nya.
w komahoks
meleleh hati adek bangggg🤭
citra marwah
oalaaaa trnyata nasib mirda kaya nasib fahri🥺
citra marwah
19 thn wah wah...mnding skrg chandra 23 jdi agak turun dkit lah perbedaan usia nya,16 thn perbedaan nya...nnti Elmira 20 thn chandra 45 waduuh udh bapak2 bgt😄
citra marwah
klo part ebiw kok melow trs ya🥺
citra marwah
🤣🤣🤣🤣
citra marwah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣Saking panik nya dia mau lahiran sendiri x🤭
Danny Muliawati
lebih baik bgt ca tau dr awal dr pd tau sdh menikah nyesel nanti
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
Lina Astika Sari
anakmu lah baba.. masak anak meng😂😂😂
Lina Astika Sari
😂😂😂.. jadinya huruf hijaiyah ya baba jafran😁
Lina Astika Sari
😂😂😂😂.. sukak bener deh uqiii..
panik komandan fahri😁
Lina Astika Sari
aku pun gak sanggup kehilangan mas andi thor😭.. menggingatkanku dg alm. adekku😭
Lina Astika Sari
sauqiiiii maliiiiikkkk.. sukak gemes deh sama uqiiiiiii😂
Lina Astika Sari
ngakak aku di part ini.. bisa pulak pak dankinya begurau😂
Ati Rohayati
ending nya sad ya 😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!