Angga dijodohkan orang tuanya dengan Jesica tapi tepat pada hari pernikahan mereka Jesica mengetahui bahwa Vivi sahabatnya adalah kekasih Angga calon suaminya.
Apakah Jesica akan tetap menikah dengan Angga?? atau mengikhlaskan Vivi untuk menggantikannya?
yuk baca novelnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Angga membersihkan dirinya lalu menjatuhkan tubuhnya di ranjang.
"Apa aku harus merelakan Vivi?? Tidaaaak. Tapi aku juga nggak mungkin bercerai dengan Jesica jika dia hamil. Solusi satu-satunya adalah menikahi Vivi. Iya, aku harus bicara dengan Vivi lagi soal ini" ucap Angga
Sementara Jesica masih menangis memikirkan permintaan Angga yang akan menikahi Vivi.
"Aku yakin Vivi tidak akan mau, hmm. Aku yakin, Vivi pasti akan menolak" ucap Jesica menghibur diri dengan ucapannya sendiri.
Jesica membersihkan diri lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.
Malam harinya, Jesica belum keluar juga dari kamar, sedangkan Angga sudah berada di meja makan.
"Jesica mana?" tanya Angga pada Bibi Asni
"Jesica belum keluar kamar dari tadi siang. Saya sudah memanggilnya untuk makan malam tapi katanya, dia belum lapar" jawab Bi Asni
"Baiklah, aku yang akan memanggilnya" ucap Angga
Angga pergi menuju kamar Jesica.
Apa karena masalah tadi dia mengurung diri?? Batin Angga
Tok...tok...tok...
"Jes.....ini aku. Buka pintu nya" panggil Angga
Tapi Jesica tidak menjawabnya.
"Jes.....makan malam yuk. Kalau kamu sakit gimana?? Apa kamu mau orang tua mu menyalahkan ku? Hmm?? Jes....." ucap Anga
Tapi Jesica tetap tidak menjawabnya.
Angga kembali di meja makan.
"Bi antarkan makan malam untuknya. Kalau Bibi yang ke sana dia pasti akan membuka pintu nya." ucap Angga
"Baik, pak" ucap Bi Asni
Bi Asni pun segera mengantarkan makanan untuk Jesica.
2 menit kemudian Bi Asni kembali ke dapur.
"Dia baik-baik saja kan?" tanya Angga
"Mmm kurang baik Pak. Matanya bengkak. Sepertinya dia banyak menangis sehingga membuat matanya sampai bengkak gitu" jawab Bi Asni
Dia pasti menangis karena permintaan ku akan menikahi Vivi. Batin Angga
"Oh ya apa dia bertanya soal aku?" tanya Angga
"Tidak ada pak. Dia hanya mengucapkan terimakasih. Setelah itu, saya keluar dari kamarnya" jawab Bi Asni
"Ya sudah. Bi Asni makan saja, aku sudah selesai makannya." ucap Angga hendak pergi tapi Bi Asni menahannya.
"Pak...." Panggil Bi Asni
"Ada apa?" tanya Angga
"Saya bukannya mau ikut campur, tapi pak Angga jangan sering membuat Jesica menangis. Memang penyesalan pasti akan datang belakangan" jawab Bi Asni
"Hmm" Angga pergi ke kamarnya meninggalkan Bi Asni
Saya harap Jesica akan mendapatkan kebahagiaan. Batin Bi Asni
Angga melewati kamar Jesica, dia pun mengetuk pintu nya.
Tok...tok..
"Jes....buka pintunya" ucap Angga
Tapi, Jesica tetap tidak menjawabnya apalagi membuka pintu untuknya.
Dia sepertinya benar-benar marah padaku. Batin Angga lalu ia ke kamarnya.
Kring....kring....
Ponsel Jesica berdering, Angga menelponnya tapi langsung ditolak sama Jesica.
"Astagaaa memang ya kalau wanita yang ngambek nggak ada duanya." ucap Angga
Angga pun menelpon Alex.
Tut....tut...tut....
"Ada apa lagi?" tanya Alex
"Kamu sibuk?" tanya balik Angga
"Iya" jawab Angga
"Luangkan waktu sedikit untuk teman mu Lex. Aku hanya minta tolong padamu" ucap Angga
"Iya-iya. Emang kamu mau minta tolong apa?? Soal Vivi?? Nggak-nggak" Tanya Alex
"Nggak. Ini soal Jesica" jawab Angga
"Oh emang ada apa dengannya?" tanya Alex
"Tadi aku minta padanya untuk membujuk Vivi agar Vivi mau menikah dengan ku, trus dia marah dan....."
"Kamu benar-benar gila? Ha?? Apa kamu memang niat untuk menikahi Vivi??" potong Alex
"Iya Lex. Aku akan menikah dengan Vivi. Karena jika Jesica hamil nggak mungkin aku bercerai dengannya. Trus bagaimana dengan Vivi?? Itu berarti aku tidak akan pernah kembali dengan Vivi kan?? Makanya itu solusi terbaik untuk anakku nanti dan Vivi" ucap Angga
"Trus bagaimana dengan Jesica?? Apa kamu tidak memikirkan perasaannya?? Dia terlalu berkorban untuk mu, mengorbankan perasaanya, anaknya, trus haknya menjadi istri kamu. Pokoknya kamu jangan menghubungi ku jika hanya membicarakan omong kosong gilamu itu" ucap Alex lalu memutuskan sambungan telepon
Sementara Jesica belum memakan makan malamnya.
Kring....kring....ponsel Jesica berdering.
"Alex...." Ucap Jesica lalu ia menjawabnya.
"Hallo" ucap Jesica
"Jes, Angga sudah cerita padaku soal permintaan gilanya itu. Kamu tenang aja, aku akan pastikan kalau Vivi tidak akan mau menikah dengan Angga. Ya?? Tapi kamu harus janji padaku untuk tidak bersedih. Ya, ya ya" ucap Alex
"Hmmm. Makasih Lex. Kamu selalu ngertiin aku. Hiks....hiks." ucap Jesica
"Loh kok malah nangis sih. Aku akan bicara dengan Vivi besok. Tapi kamu nggak usah nangis dong" ucap Alex
"Hmm. Aku akan menunggu kabar darimu" ucap Jesica
"Iya, sudah dulu ya. Kamu cepatlah istirahat dan nggak usah memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan. Bye...." ucap Alex lalu memutuskan sambungan telepon
kenapa sikap Angga sedikit saja seperti Alex?? dia baik jika meminta sesuatu padaku. batin Jesica
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Rasain semua org pergi meninggalkanmu