SILAHKAN UNTUK MENCARI LAPAK LAIN TERLEBIH DAHULU!!!!!!
SEBAB KARYA INI SEDANG DALAM TAHAP PERBAIKAN!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia*yve, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
HIYYATT
Jlebb
Ughhh
hanza menoleh dan melihat perutnya tertancap sebuah belati dengan dalam,tak ada penyesalan yang ada hanyalah kepuasan tersendiri
hans melihat hanza mengorbankan diri demi dirinya merasa terharu dan bertekad untuk menang dan melawan semua orang freddy beserta anteknya
'belati ini dilapisi racun..' hanza mencoba mengatur nafas dan menetralkan 20% racun berbahaya ditubuhnya
hanza yang ambruk barusan kembali bangkit dan menyerang dengan sekuat tenaga dengan sisa sisa tenaga miliknya
" nak kumohon jangan memaksakan diri.." hans berkata lirih melihat kondisi hanza yang memburuk akibat racun
" aku tidak apa apa.." hanza menjawab dengan tenang dan belati ditangannya digenggam erat
syutt
hanza melesat dengan kecepatan tertinggi musuh penghalang didepan ditebas dan dibunuh tanpa ampun
Arrggghh
Jlebb
Buakk
Sringgg
suara pukulan tusukan dan teriakan bagaikan musik ditelinga hanza bahkan racun yang terus menyebar ditubuh pun sudah dilupakan
" heh kau akan mati dengan pria busuk ini! " seorang master menengah dari mereka berteriak dengan kencang saat belati hanza tepat mengenai jantungnya
tak ingin mati sia sia master tersebut menerjang membabi buta tanpa peduli kawan ataupun lawan yang ada hanyalah 'bunuh'
hanza menoleh kebelakang melihat pengawalnya sudah mendapat luka yang cukup serius dan ini membuat hanza agak khawatir
tapi disisi lain pihak musuh sudah berkurang drastis dari jumlah yang seharusnya dan ini merupakan berita bagus
hanza kembali menyerang sepuluh orang master menengah bersama hans
Dorr
Jlebb
Buakk
hanza dan hans terus menyerang dengan ganas dan tidak seperti sebelumnya yang memiliki pertahanan lemah
" hah hah hah akhirnya...selesai..." hanza dengan nafas setengah telah membantai habis semua musuh dan begitupun semua pengawal freddy yang lain sudah mati walau tersisa beberapa
" nak terima kasih telah membantu ku..." hans merangkul pundak hanza dan berkata tulus disertai senyuman hangat
" tidak masalah..." hanza mengangguk dan ikut merangkul hans,entah kenapa ada rasa nyaman yang tidak terlukiskan saat bersama orang sing yang bahkan tidak hanza kenal
Syuttt
Jlebb
" haahaha kalian melupakan aku! " freddy yang tiba tiba datang langsung menusukkan belati dengan dalam di punggung hanza saat hans dan hanza membelakanginya
" kau...sialan kau freddy..." hans menangis tiba tiba dan menerjang freddy dengan ganas yang keadaan freddy sendiri sudah tidak baik akibat kekalahan telak melawan hanza
" uhuk uhuk setidakny...a anakmu telah mati kembali..." freddy berkata pelan hampir tidak terdengar,matanya menutup dan tubuhnya kaku yang menandakan dia sudah mati
" nak bertahanlah hiks hiks kumohon " hans dengan langkah cepat menggendong hanza dan berjalan kearah parkiran mengambil mobil menuju kerumah sakit terdekat
" hahhh kau perhatian..." sebelum menutup mata hanza tersenyum dan berkata lirih
>>>>>>>>>>>>>>
sampai dirumah sakit hans langsung berteriak memanggil dokter sambil menggendong hanza dalam dekapan
perilakunya seperti seorang ayah yang akan ditinggalkan anaknya,dan kondisi hans sudah begitu kacau
" baik,kami akan melakukan yang terbaik..mohon sebelum dilakukan perawatan anda diminta untuk mengisi formulir " dokter berkata dengan panik melihat kondisi hanza yang memburuk
" baik! " hans mengangguk dan pergi ke meja resepsionis
saat melihat isi formulir hans membeku karena disana tertera haruslah anggota keluarga yang mengisi sedangkan dia bukan lah siapa siapa
tapi hans terpaksa berbohong dan mengaku sebagai ayah dari hanza dan mengisi semua formulir dengan cepat
5 jam kemudian
hans yang sudah memanggil semua pengawal dan juga sanak keluarga sedang duduk didepan pintu ruang operasi menunggu dokter
entah apa yang mereka lakukan sampai waktu 5 jam masih belum cukup
cekleekk
pintu operasi terbuka menampilkan wajah lelah dokter yang selama 5 jam berkutat merawat hanza dengan segala upaya
" pasien sudah berhasil selamat dari operasi dan untuk berita buruknya adalah pasien mengalami koma yang entah kapan akan sadar..." dokter berkata pelan dan berjalan meninggalkan keluarga wijaya yang nampak terpukul dengan perkataannya
setelah diprbolehkan untuk masuk mereka semua dengan pelan dan tidak menganggu masuk kedalam ruang rawat hanza
tubuh hanza begitu pucat dan kaku terbaring di atas ranjang tidur rumah sakit,lengkap dengan peralatan bertahan hidup terpasang ditubuhnya.
" nak segeralah sadar " hans berkata lirih dan matanya sudah sembab
" ayah pengorbanan nya terlalu besar..." sang putri bernama anesa wijaya anak kedua berkata dengan pelan
kedua putri sulung dan bungsu serta istri dari wijaya tetap diam dan entah kenapa ada perasaan akrab melihat hanza
hans memandang lekat wajah hanza yang pucat seketika perhatiannya teralihkan pada sebuah kalung permata yang melekat di leher hanza
soalnya banyak novel mata uang logo dolar malah rupiah🗿