Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DALAM LUKA (Bab 27)
Velicia terus menikmati alunan musik yang di mainkan oleh Andreas, dia sadar pria yang selama ini di cintainya adalah Andreas, namun dia tak tahu entah mengapa wajah Andreas dengan Arnold sangatlah mirip.
Andreas menyelesaikan performanya, lalu dia pun turun dari panggung melangkah menghampiri Velicia, dia mendapati Velicia tengah menangis. Rasa sedih dan lukanya kembali menghampirinya, semua perlakuan Arnold padanya terlintas berulang-ulang di benaknya.
Andreas kaget dan heran melihat Velicia yang tak berhenti menangis, Andreas pun menarik tubuh Velicia ke dalam dekapannya, memberikan ketenangan jiwa pada Velicia.
Acara pameran musik pun usai, semua tamu yang hadir satu per satu telah meninggalkan gedung tempat acara pameran seni sehingga kini tinggallah Andreas dan Velicia uang masih berada di ruang gedung itu.
Velicia mulai lelah menangis, Andreas dengan setia menemani Velicia yang di selimuti luka di hatinya, walau mereka baru bertemu setelah sekian lama, namun Andreas merasa begitu dekat dengan Velicia. Seakan dia ikut merasakan kesedihan yang melanda hati wanita yang kini berada di dalam dekapannya.
“ Veli, ikutlah denganku ...,” ajak Andreas pada Velicia di saat Velicia mulai melepaskan dekapannya pada Andreas.
Velicia menatap sayu pada Andreas.
“ Kemana?” tanya Velicia.
“ Ke suatu tempat yang akan mebuatmu meluakan semua kesedihan yang ada di hatimu” jawab Andreas di iringi senyuman yang tulus dari wajahnya.
Velicia hanya mengangguk menyetujui ajakan Andreas, Andreas pun mengajak Velicia bangkit dri duduknya dan menggiring Velicia melangkah keluar dari gedung acara pameran musik.
Di luar gedung mereka langsung melangkah menuju parkiran, tempat mobil Andreas berada. Andreas membukakan pintu mobil untuk Velicia saat mereka telah berada di dekat mobil milik Andreas, Velicia masuk ke dalam mobil Andreas lalu Andreas pun berjalan mengitari mobil untuk masuk ke dalam mobil melalui pintu kemudi.
Setelah memastikan Velicia telah siap di tempat duduknya, Andreas melajukan mobilnya meninggalkan geduang tempat acara pameran seni menuju suatu tempat yang indah menurutnya, agar Velicia dapat melupakan kesedihannya.
Andreas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia fokus mengendarai mobilnya, sesekali dia melirik ke arah Velicia yang duduk di sampingnya, Velicia menatap kosong ke arah luar jendela. Andreas merasa kasihan dengan Velicia, dia berniat akan menghilangkan rasa luka di hati gadis kecil yang selalu mengikutinya dulu.
Perjalanan masih sekitar 30 menit lagi, tiba-tiba...
Kriyuuk...kriyuuk...(suara perut Velicia yang kelaparan)
Velicia memegangi perutnya, dia merasa malu karena ketahuan cacing-cacing di dalam perutnya telah demo minta di isi. Andreas tersenyum lalu menatap pada Velicia.
“ Kamu lapar?” tanya Andreas pada Velicia.
Velicia hanya tersenyum, dia tak bisa berkata apa-apa karen malu. Andreas mengerti dengan senyuman yang di berikan Velicia, Andreas pun berinisiatif untuk menghentikan mobilnya di sebuah resto untuk mengisi perut mereka yang kebetulan Andreas juga lapar karena belum makan siang.
Mereka turun dari mobil, Andreas menggenggam tangan Velicia lalu membawanya masuk ke dalam resto. Velicia melirik ke arah tangannya yang di genggam erat oleh Andreas. Ada perasaan hangat yang masuk ke dalam hatinya membuatnya sedikit melupakan kesedihannya.
Andreas memilih tempat yang agak sepi agar dia bisa leluasa mengobrol dengan Velicia, baru saja mereka duduk, seorang pelayan datang menghampiri mereka untuk menanyakan pesanan mereka.
“ Maaf tuan ... nona ...,” ujar seorang pelayan dengan senyuman ramahnya sambil menyodorkan menu resto kepada mereka.
“ Mau pesan apa?” tanya sang pelayan setelah mendapatan senyuman ramah dari Andreas dan Velicia.
“ Aku ikut kamu aja ...,” ujar Velicia malas memeilih menu karena saat ini selera makannya sedang tidak ada.
“ Ya udah kami pesan Ayam geprek sama lemon tea aja” ujar Andreas juga bingung harus memesan apa.
“ Tunggu sebentar ya ..., “ ujar sang pelayan lalu dia pun berlalu meninggalkan Andreas dan Velicia.
Sambil menunggu Andreas mengajak Velicia mengobrol untuk sekedar mengenal Velicia lebih dekat.
“ Veli ... kalau boleh tahu kamu tinggal dimana?” tanya Andreas pada Velicia untuk memulai pembicaraan karena dia sendiri bingung harus bertanya apa.
“ Aku tinggal di Villa keluarga Arista ...,” jawab Velicia. Membuat Andreas kaget karena setahunya keluarga Arista adalah keluarga terkaya di kota Ternate.
“ Apakah kamu putri tunggalpenerus keluarga Arista?” tanya Andreas penasaran.
Velicia mengangguk menjawab pertanyaan Andreas, seketika Andreas merasa sedih dengan nasib yang menimpa Velicia. Andreas mengetahui nasib Velicia yang telah di tinggal kedua orang tuanya saat masih berumur empat belas tahun.
Berita meninggalnya kedua orang tua Velicia menjadi berita heboh seantero Ternate karena mereka merupakan orang penting di kota Ternate saat itu. Namun Andreas baru mengetahui putri yang mereka tinggalkan adalah Velicia, wanita yang kini sedang bersamanya.
“ Aku tidak tahu bahwa kamu adalah penerus tunggal keluarga Arista ..., “ ujar Andreas.
“ Satu bulan setelah berita heboh meninggalkannya kedua orang tuamu, aku harus pergi ke luar negeri bersama ibuku ...,” tambah Andreas memberitahu alasan dia tak mengenal seorang nona muda Arista.
“ Apa yang kau lakukan di luar negeri?” tanya Velicia heran. Saat Velicia kehilangan orang tuanya, dia mencoba mencari tahu keberadaan sang pria yang dia cintai namun dia tak dapat menemukan berita tentang sang pemain piano yang sangat di cintainya. Hingga akhirnya Velicia berjumpa dengan Arnold, dia mengira Arnoldlah pria yang selama ini yang di cintainya sewaktu kecil.
“ Aku ikut dengan ibuku yang menjalankan bisnis di sana” jawab Andreas.
Mereka pun terus mengobrol saling mengenal satu sama lain, hingga seorang pelayan datang menghampiri mereka membawa makanan untuk mereka. Mereka menyantap makanan yang ada di hadapan mereka massih di selingi dengan obrolan ringan.
Tak berapa lama makanan merekapun habis, Andreas memanggil pelayan untuk membayar tagihan makanan mereka. Setelah selesai membayar, Andreas berdiri lalu mengajak Velicia untuk keluar dari resto lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju danau Laguna.
Tiga puluh ment perjalanan, mereka pun sampai di danau Laguna. Andreas memarkirkan mobilnya lalu mengajak Velicia untuk masuk ke kawasan wisata danau Laguna. Danau Laguna merupakan tempat wisata yang menyimpan panorama sangat menakjubkan.
Mereka melangkah menyusuri pepohonan nan hijau sambil menikmati keindahan air danau yang tenang nan hijau. Seketika hati Velicia merasa tenang dia mencoba melupakan semua kesedihan yang menghampirinya dia akan mencoba untuk bahagia sebelum ajalnya menjemput.
Saat mereka sedang asyik berkeliling menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan, tiba-tiba Velicia terjatuh dan tak sadarkan diri.
“ Velli ..., “ teriak Andreas panik.
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏.
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐