Wasiat dari sang Ayah membuat Jia harus menikah dengan Pria Tua pemilik grup perusahaan Mi. Jia yang masih berusia 23 Tahun terpaksa menikahi Pria yang usianya sudah 46 Tahun.
Mencintai Pria yang memiliki masa lalu buruk terhadap wanita bukanlah hal yang mudah. Bahkan, hati Japhar sendiri tak bisa menerima cinta dan kasih sayang dari siapapun.
.
Cobaan Di dalam rumah tangga selalu tak bisa ia hindari. Bahkan cibiran-cibiran dari temannya pun selalu ia terima, Mampukah pernikahan ini bertahan?
Penasaran? Lanjut Baca Dong! Ikuti Kisah Perjuangan Cinta Jia Li!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AppleTwisT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 - Papa?
"Bagaimana Keadaan Japhar?!'' Kata wanita itu dengan tergesa-gesa sambil menarik kerah kemeja yang digunakan Tian.
Tian terlebih dahulu menepis tangan wanita itu, Lalu menepuk bahu wanita itu. ''Nyonya, Anda tenang dulu.''
Jia hanya memperhatikan mereka berdua dengan heran sekaligus bingung akan keberadaan wanita ini dengan anak lelaki kecil memegang erat se gagang permen Loli.
''Nyonya?'' Batin Jia
''Bagaimana aku bisa tenang, Jika keadaan Japhar seperti ini?!''
Jia mencoba menenangkan wanita itu, Dia menarik bahu wanita itu yang hendak menerobos pintu kamar ICU itu.
''Tenanglah....''
Wanita yang diketahui bernama Sera itu membalikkan badannya dan memandang Jia dengan tatapan kesal.
''Siapa dia?'' Ujar Sera
''Justru, aku yang bertanya kepadamu. Siapa kau? Aku adalah istri dari Tuan Japhar. CEO dari Grup Perusahaan Li.'' Jelas Jia dengan detail
Sera tidak menjawabnya, Dia hanya memandang Jia dengan tatapan penuh selidik sekaligus kesal setelah mengetahui nya.
''Istri?'' Batin Sera.
Sera mendekat ke arah Tian yang sedari tadi hanya memperhatikan cekcok antar mereka berdua.
''Tian, Jaga anak ku disini. Jika ada kabar, beritahu aku.'' Kata Sera setengah berbisik
''Ma... aku disini aja, kan?'' Bujuk seorang anak kecil itu. Sera hanya mengangguk dan tersenyum lembut
Sera pun berlalu pergi meninggalkan anak kecil itu disana, yang asik menjilat permen Loli di genggamannya. Lantas, Jia bingung dengan apa yang terjadi. Wanita aneh misterius, Anak perempuan yang membawa permen Loli. Apa ini?
Karna rasa penasarannya tak dapat ditahan, akhirnya dia mencoba bertanya kepada Tian. Siapa wanita itu.
Namun, Tian menjawab lain.
''Nyonya, Sebaiknya kalau soal itu Tanya saja kepada Tuan Japhar, nanti.''
ck
Jia hanya berdecak kesal mendengar jawaban Tian itu.
- - - -
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 Namun Jia dan anak itu masih tetap terjaga di depan ruangan, Tak ada kata terucap dari keduanya, anak itu tak banyak berbicara sama seperti Jia. mata Jia rasanya ingin terpejam karna kelelahan.
Tak lama kemudian, Tian datang menghampiri dan menepuk bahu Jia. Jia yang sudah larut dalam hening pun terkejut, dan segera bangkit. ''Emmm... Ada apa?'' Tanya Jia setengah sadar sembari mengusap matanya.
Dilihatnya anak itu sudah terlelap di kursi ruang tunggu. Jia pun segera membangun kannya.
''Nyonya, Sebaiknya anda pulang saja. Biarkan Tuan Japhar disini saya yang akan menjaganya, besok anda bisa kembali.''
''Oh Begitu, tapi bagaimana dengan anak ini?'' Tanya Jia
''Kalau boleh, biarkan dia tinggal di rumah. Soalnya... orang tuanya sedang sibuk.''
''Baiklah...''
Anak itu hanya mengangguk dan mengikuti langkah Jia dari belakang. Tibanya di parkiran Jia sedikit berlari ke arah mobilnya. dan menyalakan mobilnya. Anak itu hanya patuh mengikuti langkah nya
Setibanya di rumah. Rumah mewah itu tampak kosong, karna hanya Bi Lyna yang ada dirumah dia pun sudah terlelap dilamar nya. Anak itu duduk tenang di sofa ruang utama, sementara Jia menapaki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
Seusai mandi dia segera bergegas melihat keadaan anak itu. Anak perempuan itu masih terduduk di sofa ruang utama dengan Televisi yang menyala. Jia pun menghampiri nya.
''Nama kamu siapa?'' Tanya Jia. seketika memecah keheningan antar mereka. Jia pun duduk disamping anak itu.
''Nama ku... Zi Mi. Panggil saja aku Zizi''
''Zi Mi? Kau bermarga Mi ya? Sama seperti Japhar.'' Kata Jia dengan senyuman hangat tergurarat dari bibirnya.
''Karna dia, Papa ku.''
''Papa?''
Anak itu mengabaikan Jia, dan menapaki anak tangga meninggalkan kartun yang sedang ia tonton. Sebelum melanjutkan langkahnya, anak itu berkata pelan kepada Jia. ''Selamat Malam.''
Anak itu seperti sudah terbiasa berada di rumah ini, bahkan dia tahu di kamar mana dia akan tinggal. Jia yang bingung hanya bisa menutup mulutnya erat.
Tengah malam Tiba. Waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 Namun mata Jia enggan terpejam, rasa penasaran terus menyelimuti nya. Sampai terdengar suara teriakan minta tolong dari arah kamar Zizi dan menggedor pintu kamar Jia. Jia pun segera membuka pintu kamarnya.
''Ada apa?!'' Tanya Jia panik.
Anak itu tampak ketakutan, dia hanya menunduk tak berani menatap Jia.
''Aku takut kegelapan... Kamarnya seram sekali, tidak biasanya seperti ini...'' Kata Anak itu pelan.
Jia pun memperbolehkan Zizi tidur dikamar nya sementara. Zizi segera naik ke atas ranjang Jia dan menyelimuti seluruh tubuh nya.
''Anak ini..'' Batin Jia sambil mematikan lampu kamar, dan ikut naik ke atas ranjang.
''Aku takut kegelapan!! Kan sudah ku bilang!'' Teriak Zizi ketakutan dari dalam selimut nya
''Tapi, aku ga bisa tidur dengan lampu menyala. Kan Zizi tidurnya di dalam selimut gitu.''
''Engga!''
Jia memutar kan bola matanya jengah, ingin rasanya dia memekik kan kekesalannya didepan anak itu.
''Bagaimana kalau aku peluk saja? Setuju kan? Udah tidur, jangan ngomong lagi.''
Tawaran Jia langsung disambut angguk kan oleh Zizi, Sepanjang malam itu Jia memeluk Zizi di kamarnya. Dan terlelap tidur.
''Kau ini sebenarnya anak siapa....'''
Bersambung
Maaf ya kalo ga seru, soalnya otak ku lagi buntu ◜‿◝
masa GK bisa nyelidiki apa yg terjd pada jia
revisi mulu
jangan" mereka bukan sodara kandung..
haduh jiwa ghibah ku berteriak Thor