Revina Angelina adalah mahasiswa baru di universitas Angkasa.. Ia mendadak populer disana berkat dance nya yang bagus sehingga mencuri perhatian laki-laki disana.
Suatu hari Revina ditembak oleh seniornya yang bernama Radian.. Namun, ia menolaknya.
Hal itu membuat Radian kecewa dan bersumpah akan menghancurkan hidup Revina lantaran ia sudah membuatnya malu dihadapan seluruh mahasiswa.
Ketika Radian terus menerus membully Revina, seorang lelaki bernama Muzaki datang menolongnya.
Muzaki merupakan cowok dingin dan jarang berinteraksi dengan wanita.
Lalu, seperti apa kisah mereka bertiga???
Baca yuk novel terbaruku ini..!!
Jangan lupa like,komen + gift kalo boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Radian heran
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏
...×××...
#ANGKASA EPS. 26
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Radian yang masih sendirian di kampus, merasa bete sekaligus kesal pada sikap Revi yang tampak menyebalkan jika bicara kepadanya. Ia pun tak mengerti mengapa Revi masih seperti itu padanya, padahal ia sendiri sudah meminta maaf atas perbuatannya kala itu dan Revi bahkan juga sudah memaafkan dirinya.
Radian terheran-heran dengan sikap Revi yang selalu cuek dan dingin padanya, namun ketika dengan Oni atau yang lainnya Revi berubah kembali menjadi sosok gadis yang ceria dan ramah. Ia sangat bingung apa sebenarnya yang terjadi pada Revi dan mengapa Revi bersikap seperti itu padanya, ia pun berpikir jika mungkin saja Revi masih marah padanya dan belum benar-benar memaafkan dirinya.
Ketika Radian hendak pergi menuju parkiran, tiba-tiba saja ada seorang pria berbaju hitam seperti supir muncul disana dan menegurnya. Sontak Radian terkejut lalu terpaksa meladeni orang itu lebih dulu karena tidak enak jika ia langsung pergi begitu saja, tak mencerminkan seorang mahasiswa tentunya.
"Permisi, mas!" ucap orang itu menghampiri Radian sembari melipat kedua tangannya di depan.
"Ah iya, ada apa?" tanya Radian.
"Anu, saya mau jemput majikan saya. Namanya non Revi, apa masnya kenal sama non Revi?" ucap orang itu bertanya tentang Revi kepada Radian.
"Ohh, pasti bapak ini supirnya Revi ya?" ucap Radian.
"Ah iya iya, benar! Jadi, mas kenal kan sama non Revi?" ucap orang itu.
"Ya kenal dong!" ucap Radian tersenyum.
"Alhamdulillah, terus mas tau gak dimana non Revi sekarang? Saya mau telpon nomor non Revi, tapi hp saya lowbat mas!" ucap orang itu.
"Ohh, Revi tadi udah pulang bareng sama temennya. Soalnya nungguin si bapak kelamaan sih, jadi ngambek tuh dia terus pulang gitu aja! Tadinya mah disini sama saya, gara-gara nungguin bapak kelamaan makanya dia langsung pulang!" ucap Radian menjawab pertanyaan si supir.
"Waduh, bisa dimarahin ini saya! Eee yaudah, makasih ya mas atas infonya! Permisi..." ucap supir itu pamit pada Radian.
"Iya iya, pak!" ucap Radian singkat.
Setelahnya, supir Revi pun kembali ke mobilnya lalu pergi dari kampus itu. Sedangkan Radian berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya, ia juga masih memikirkan tentang sikap Revi padanya.
Sesampainya di parkiran, Radian bertemu dengan teman-temannya yang ternyata juga baru hendak pulang. Mereka tampak heran melihat Radian yang tengah murung tak ada semangatnya sama sekali itu, tentu sangat berbeda dibanding biasanya.
"Oi! Lu ngapa An?" tanya Zian sembari menepuk pundak sahabatnya itu.
"Ah dia mah paling lagi galau masalah cewek, biasalah kayak gak tau Radian aja!" ujar Digo.
"Hahaha, iya tuh." sahut Daffa.
"Bener gitu, An? Lu galau karena cewek atau masalah keluarga lu?" tanya Zian sekali lagi kepada Radian karena ia sangat penasaran.
"Gue lagi gak mau diganggu, sorry ya!" ucap Radian singkat sembari memakai dan mengaitkan tali helmnya, lalu ia pun menyalakan mesin motor serta bersiap untuk pergi dari sana.
"Duluan guys!" ucap Radian sebelum menancap gas dengan kencang meninggalkan mereka.
Tampak teman-teman Radian itu kebingungan karena Radian memilih pergi begitu saja dari sana, padahal tak biasanya Radian seperti itu kepada mereka dan pastinya akan menceritakan apapun itu pada mereka jika Radian memiliki masalah.
"Si Radian kenapa, ya?" ujar Zian terheran-heran.
"Tau ah! Udah, gausah dipikirin!" ucap Digo.
"Iya, mending kita ke bar sekarang!" usul Azim.
"Gas!" ucap mereka bersamaan.
Kelima pria tersebut pun pergi menggunakan motor mereka meninggalkan kampus.
...•••...
Disisi lain, Revi telah sampai di rumahnya bersama Oni yang mengantarnya itu. Revi pun menatap wajah kakak senior sekaligus ketuanya di tim dance itu, lalu tersenyum sembari mengucapkan terimakasih karena sudah mengantarnya sampai depan rumah.
"Makasih ya, kak Oni!" ucap Revi tersenyum.
"Sama-sama, Rev. Yaudah, sekarang kamu masuk gih ke dalam! Jangan lupa juga buat pelajarin lagi gerakan dance kita, sesuai arahan coach tadi!" ucap Oni tersenyum ke arah Revi.
"Iya kak, pasti aku bakal pelajarin itu kok. Eee tapi kak Oni gak mau masuk dulu ke dalam, minum atau sekedar istirahat dulu gitu?" ucap Revi menawarkan Oni mampir ke dalam rumahnya.
"Eh gausah! Aku masih ada urusan lain, mungkin lain kali baru deh aku mampir." ucap Oni menolak.
"Ohh, yaudah deh kak. Kalo gitu aku turun, ya? Sekali lagi makasih udah mau anterin aku pulang sampai depan rumah!" ucap Revi.
"Iya Revi, sama-sama." ucap Oni.
Revi pun melepas sabuk pengamannya, lalu menarik handle pintu mobil Oni dan turun dari sana. Tak lupa Revi kembali memberi pesan pada Oni untuk berhati-hati selama di jalan, sembari melambaikan tangan kepada kakak seniornya itu.
"Hati-hati ya, kak!" ucap Revi tersenyum dan melambai dari samping mobil itu.
"Iya Rev, yaudah aku pergi ya? Bye!" ucap Oni.
"Iya kak, bye juga!" ucap Revi.
Oni langsung menancap gas setelah berpamitan dengan Revi dan memastikan gadis itu selamat sampai ke depan rumahnya.
Setelah mobil Oni tak terlihat lagi, Revi pun berbalik badan lalu hendak masuk ke dalam rumahnya. Namun, suara klakson mobil dari arah belakang membuatnya terkejut dan berhenti sejenak.
TIN TIN...
Revi pun menoleh dan melihat supirnya keluar dari dalam mobil tersebut lalu menghampirinya.
"Non Revi, non maafin saya ya! Tadi ban mobilnya bocor dan harus ditambal dulu, terus pas saya mau kabarin non Revi ternyata hp saya lowbat, non. Maaf banget ya non, jangan marah sama saya ya non!" ucap supir bernama Gilang itu memohon pada Revi untuk tidak marah padanya.
Revi tersenyum melihatnya.
"Pak Gilang, udah gapapa kok. Aku juga gak marah sama pak Gilang, cuma lain kali kalo mau pergi jemput aku tuh pastiin hp pak Gilang baterainya full dan gak mati! Supaya aku atau pak Gilang bisa saling kasih kabar, jadi aku kan gak kebingungan nungguin pak Gilang kayak tadi." ucap Revi.
"Iya non, saya minta maaf! Tadi saya lalai karena gak ngecek handphone dulu, maaf banget ya non!" ucap pak Gilang masih merasa bersalah.
"Iya, udah gapapa. Pak Gilang masukin aja mobilnya ke dalam! Aku juga mau masuk, gausah ngerasa bersalah terus, pak!" ucap Revi.
"Makasih, non!" ucap pak Gilang.
Revi kembali tersenyum. Setelahnya, Revi pun berbalik badan lalu masuk ke dalam rumahnya karena Raswan selaku satpam disana sudah membuka pintu gerbang ketika tau majikannya itu sudah pulang kesana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...