Berawal dari kehilafan seorang clening service yang terbuai denga sentuhan seorang CEO sehingga terjadi sesuatu yang diluar dari kehendak mereka, sehingga mengakibatkan mereka harus menikah.
Dari awal pernikahan mereka berkomitmen akan menjalani pernikahan dengan ikhlas sehingga menjadi keluarga yang bahagia, tapi siapa sangka ditengah keluarga mereka datang sang mantan kembali menganggu rumah tangga yang sudah bahagia.
akankah mereka dapat bersatu sampai tua dengan bahagia?
ikuti terus hanya di takdir cinta CEO dan cleaning service.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
🌷🌷🌷
Setelah sampai dibasemen, sebelum keluar Raka berbicara lagi, "mulai sekarang kamu enjoy ya! ceria kayak dulu, jangan cengeng. jalanilah dengan santai aja, semuanya ada jalannya kok". rima pun senyum, "terimakasih ya tumpangannya", "sama sama jawab raka".
🌷🌷🌷
Dan sudah 4 bulan mereka jalani pernikahan mereka tapi tidak ada perkembangan sama sekali. tapi sudah dua bulan ini Raka menginap dan tinggal di apartemen yang ditinggali oleh Rima, Mama raka sering bertanya Kenapa Raka selalu tinggal di apartemennya hanya hari minggu saja datang ke rumah utama.
Raka hanya beralasan bahwa dia ingin mandiri terlebih dahulu, agar nanti bisa mengelola perusaan mereka. Mama Papa dika percaya dengan jawaban Raka tanpa curiga sedikit pun. tapi dengan syarat Raka harus datang kerumah utama setiap hari minggu.
Tidak dipungkiri Raka sudah terbiasa di layani oleh Rima mulai dari makanan dan pakaian. selaian pakaian kecil untuk Raka dan mereka selalu pergi kekantor bareng.
🌷🌷🌷
Sudah 4 bulan berlalu dan si baby sekarang sudah berumur 4 bulan. dari kejadian kemarin pas Susan datang menemui Lilis, Susan tidak pernah datang lagi mengganggunya. hal itu juga tidak ada dikasih tau Lilis pada Dika karena sampe sejauh ini Lilis masih percaya sama suaminya.
Dan pagi ini Lilis terbangun karena HP nya berbunyi ada notif yang masuk mengirim gambar ke whatsappnya Lilis.
Hy bagaimana kabar mu?, kuharapa kamu masih baik-baik saja habis melihat gambar ini.
Lilis melihat gambar Dika dan Susan disebuah foto disebuah kamar dan tidak menggunakan baju. tanpa sadar hp yang di pegang oleh Lilis terjatuh ke lantai
Preng....
"Begitulah kira kira suaranya"
"Kamu kenapa sayang kok kaget gitu"
"Mas lihat itu" ucap Lilia sambil menangis "mantan kekasih mu 4 bulan lalu datang menemui ku dan hari ini dia mengirimi aku gambar lagi"
Dika yang melihat ekspresi sang istri langsung melihat isi HP tersebut langsung marah, sialan gadis itu, apasih yang dia mau?.
"Sayang kamu tenang dulu ya semua ini nggak seperti yang kamu kira".
"Bagaimana aku bisa tenang mas, kalau sudah seperti ini, aku tau kalau itu adalah masa lalumu dan itu bukan urusan ku tapi kalau dia sampai mengganggu ku sekarang itu hal yang membuat sakit mas" kata Lilis sambil menangis.
Oe... oe... oe... baby mereka pun menangis mendengar Lilis menangis.
"Sayang baby kita nangis tuh, mendengar mamanya nangis, udah sana gendong dulu! mana tau dia haus atau mau ganti popok, masalah ini nggak usah kamu pikirkan biar aku yang selesaikan" kata Dika tegas pada Lilis.
Lilis pun mengangkat bayinya karena popok udah basah lilis menggatinya habis itu dikasih asi. dan di baby tidur kembali.
"Mas kamu mandi dulu sana biar aku siapin baju mas".
"Nggak, hari ini mas mau disini aja, mas nggak masuk kerja".
"Kok gitu sih mas?"
"Karena mas nggak mau ninggalin istri mas yang lagi sedih" kata Dika menggoda istrinya.
"Aku nggak sedih kok asal mas cepat selesaikan masalah ini". karena saat ini Lilis masih percaya suaminya walau sudah berkurang sedikit.
"Baiklah kalau nggak sedih tunjukin dong sama mas",
"Dengan cara apa? mau aku masakin sesuatu? 'dika menggeleng' jadi mau apa?" "Mau ini kata dika sambil nunjuk b*b*r ke bawah ke bawah. ayo siapa yang tau?
"Kok itu sih mas yang lain kek",
"Kalau yang lain nggak ada sayang" jawab nya enteng.
"Boleh nggak tanya dika lagi?"
"Nggak sahut Lilis sambil mau lari dari dekat Dika tapi sayang sebelum dia memegang handle pintu dika sudah memegang tangannya.
"Mau dikasih sukarela atau mas ikat tangan sama kaki kamu" goda Dika.
"Siapa yang salah siapa yang di hukum" kesal Lilis
"Ini bukan hukuman sayang" kata Dika sambil menggedong sang istri dan langsung meletakkan di tempat tidur. alhasil terjadilah pertempuran itu sampai beberapa ronde. sampe mereka betul betul capek.
Jangan tanya bagaimana Lilis, seperti biasa awal-awal dia menolak tapi di pertengahan pertempuran sampai selesai dialah pemegang rekor, terkadang Dika sampe kewahan di buatnya, kayak hari ini Dika hanya sekali sopir dalam pertarungan ini sisanya lilislah yang jadi sopir sampe selesai.
"Sayang kok sekarang kamu kek gini ya?" "Kayak gimana mas" tanya Lilis,
"Selalu buat mas senang?" hahah tawa Dika. "Kamu tau nggak sayang, dulu kamu nggak begitu tapi dua bulan ini mas selalu perhatikan kamulah pemengang rekornya" goda Dika lagi.
"Mas kok gitu sih, mas keberatan ya?" rengek Lilis, kalau keberatan nggak lagi pun.
"Emang bisa berubah?" goda Dika lagi.
"Bisa" jawab Lilis merajuk
"Hahahah nggak kok sayang tadikan mas bilang kalau kamu selalu buat mas bahagia teruslah begini sayang".
"Sekarangkan aku udah buat mas senang, jadi sana kerja dan cepat selesai masalah tadi dan nanti malam aku butuh penjelasan". "Baiklah sayangku mas mandi dulu" kata Dika sambil pergi kekamar mandi.
🌷🌷🌷
"Setelah malam tiba sebelum tidur Lilis kembali menagih janjinya. mas aku mau penjelasan yang tadi pagi"
"Sayang poto itu memang mas nggak ngelak, itu dulu di ambilnya pas aku mabuk.
"Mas pernah ya minum-minum?" tanya Lilis penasaran
"Dulu sekali itu pun karena di ajak oleh rekan bisnis ku itu hanya sekali dan waktu itu berkepatan Susan lagi disana karena aku mabuk berat dia yang membawa ke hotel. tapi yang aku tau aku tidak melakukan apa apa terhadapnya. kamu percaya kan sama mas?"
Hufttt sambil menghembuskan nafas nya.
"Aku percaya kok mas tapi kalau dia datang kekantor mu jangan biarkan dia masuk ruangan mu ya mas".
"Heheeheh ia sayang ku, mas nggak biarin lagi. ya udah sekarang kita tidur".
🌷🌷🌷
Sedangkan di tempat lain diapartemen Raka mereka bertiga lagi menonton bersama, ya mereka bertiga sekarang sudah sangat dekat setiap malam mereka nonton bareng kalau pagi biasanya juga seperti itu.
Bik Nur nyapu dan mengepel, Raka membantu Rima memasak. dan kegiatan itu sudan berjalan hampir sebulan ini. bibik Nur udah mereka anggap orang tua mereka juga.
"Raka, udah 3 hari ni aku nggak nlfn ibu di kampung bagaimana dengan ibu ku sekarang?"
"Mereka baik-baik saja dan sekarang mereka udah ada usaha kecil-kecilan, aku membuka usaha kecil kecilan untuk mereka agar tidak bosan berdiam diri dirumah, dan aku suruh satu orang membantu mereka kerja".
"Wahhh bagus banget tuh makasih ya Raka", dengan wajah yang riangnya.
Semenjak mereka berteman kembali Rima agak riang kembali. walau kadang katanya merindukan Mama Papanya. tapi aku slalu bilang dia harus menyelesaikan kuliahnya dulu. sayang kalau nggak diselaikan.
🌷🌷🌷
Jangan lupa like ya
Terimakasih
lnjut thor
Selalu semangat 💪
Aku alon-alon ya bacanya... 💋
Selalu semangat ya
Udh Ry fav,like n komen
13 mantan Ry mampir
Mampir juga ya ke novelku Senja di Hati Meira