agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tak terduga
mereka berjalan ke restoran yang ada di apartemen, secara kebetulan erik yang tinggal di panthouse apartemen itu di lantai paling atas juga melangkahkan kakinya ke restoran bersamaan dengan rombongan sisi.
presdir erik berjalan menuju meja paling pojok tapi tanpa sengaja erik menjatuhkan dompetnya, dia terus saja berjalan tanpa menyadari dompetnya sudah tak ada, agam yang kebetulan melihat dompet itu terjatuh, dia melihat pemiliknya yang terus berjalan ke mejanya yang di tujuh, agam mengambil dompetnya mengikuti sang pemilik berjalan.
dia berhenti ketika sang pemilik mendudukkan bokongnya di kursi, di letakkannya dompet itu di hadapan presdir erik, erik mengernyit bagaimana dompetnya ada di meja tatapannya beralih pada bocah yang memberikan dompetnya tanpa kata, tatapan mereka bertemu, ada sesuatu yang menjalar di hatinya ketika tatapan mereka saling bertemu, erik merasa tak asing dia ingin mengucap kata tapi bibirnya terasa keluh.
agam memutus tatapannya "anda menjatuhkan dompet ini tuan" setelah mengatakan itu diapun berbalik melangkah pergi menuju meja yang di duduki bunda dan lainnya.
lea mencari putra pertamanya yang tak terlihat "dimana agam?" matanya mencari kesekeliling restoran, matanya memandang putranya yang berdiri dekat dengan pria asing, "apa yang dilakukan agam disana?"
sisi dan yang lain mengalihkan pandangannya, mereka mengarah kearah tatapan lea, karna presdir erik membelakangi mereka, sisi tak tau siapa pria dewasa yang sedang bersama agam.
agam sampai di meja dan menarik kursi untuk dia duduk, tatapan mereka semua ke arah agam, tapi agam mengacuhkannya, mereka masih diam menunggu agam bicara, agam tau mereka menunggunya bicara, "jangan menatapku, aku hanya mengantar dompetnya yang jatuh" ucapnya datar
ya sudah ayo kita pesan, mereka tak menanyakan apapun lagi karna sudah mendengarkan penjelasannya.
erik yang pandangannya tak lepas dari agam, memutuskan untuk menghampiri meja tempat agam dan yang lain duduk, dia terkejut karna ada sisi.
nona sisi kebetulan sekali, mereka semua menatap pria dewasa yang berdiri gagah, badannya tegap dan atletis wajahnya sangat mempesona suaranya yang berat menjadikannya kesan seksi, lea merasa jantungnya berdebar debar, dia merasa berbeda ketika dekat orang yang berdiri menatapnya, lea mengalihkan pandangannya.
sisi mencairkan suasana yang kaku itu, "presdir anda juga ada disini" erik tersenyum menatap sisi kemudian dia menatap dua orang anak yang bagai pinang dibelah dua, "sangat tampan " kata itu keluar begitu saja dari bibirnya.
apa presdir ingin bergabung bersama kami "kebetulan masih ada satu kursi kosong di antara pak surya sang supir dan agler "erik menatap semuanya canggung kalau boleh aku ingin bergabung" dia mengatakannya dengan lembut
sisi menatap semuanya, "apa ada yang keberatan" tapi semua diam "baiklah karna semua diam "duduklah presdir"
terima kasih "ucapnya
sisipun menjawab sekedarnya saja "tak perlu sungkan
erik menatap bocah yang tanpa ekspreai itu ntah mengapa dia tak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain, "terima kasih telah mengembalikan dompet saya" agam manaikkan pandangannya menatap pria dewasa yang mengucapkan terima kasih.
kemudian agam menganggukkan kepalanya.
ah ternyata tadi dompet anda yang terjatuh itu, "apa kalian sudah berkenalan"
sisi terus mengoceh, semuanya ini presdir erik, dia ini presdir global group, presdir erik ini keluargaku, ini lea dan ini kedua putranya agam dan agler, dan ini sopir kami pak surya, mereka semua tersenyum kecuali agam.