Menceritakan tentang perjuangan wanita untuk menahlukan hati seorang Pria dingin dan pendiam, cerita ini berbau humor yang bisa membuat para pembaca cekikikan, tetapi juga ada beberapa part yang bikin naik darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
" minumlah!!" Rayhan menyodorkan teh kemasan pada Tania.
" apa boleh minta yang lain??" tanya Tania.
Rayhan menyergit.
" aku boleh minta teh hangat, dengan gula 1satu sendok makan, ukuran gelas sedang, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin!!" ucap Tania yang membuat Rayhan cengo
" hai bocah!! kamu itu udah minta, pake acara riques, dasar gak ada akhlak!!" ketus Rayhan sembari berdiri dan berjalan kearah dapur.
Tania masa bodoh dengan ucapan Rayhan, udah biasa ocehan Rayhan mah di masukkan telinga kanan, di keluarkan telinga kiri, oleh Tania.
ponsel Tania berdering, panggilan dari Bapaknya masuk, pada akhirnya Tania berkata jujur bahwa penerbangan nya di tunda sampai besok, dengan alasan sejuta jurus pastinya yang membuat Bapak nya tak khawatir.
Tania menutup sambungan teleponnya, bersamaan dengan datangnya Rayhan dari dapur.
Rayhan membuat dua cangkir teh hangat dan di letakkan di atas meja.
" terimakasih!!" ucap Tania meskipun Rayhan tak mengatakan apapun.
" kenapa suka yang racikan?? bukankah yang instan lebih praktis??" tanya Rayhan mengomentari tentang teh yang diminta Tania.
" lebih sehat yang racik, gak ada pengawetnya!!" ucap Tania.
" buktinya biarpun kamu minum teh yang tanpa pengawet, nyatanya postur tubuhmu awet juga pendek, ngak ngaruh!!" ketus Rayhan.
" lha apa hubungannya, minum teh sama postur tubuh bang-bang??" tanya Tania ketus.
" harusnya jika kamu penyuka makanan sehat postur tubuhmu juga ideal, lha ini Buntet!!" cibir Rayhan.
" yeyyy.. buntet-buntet gini banyak yang tertarik lhooo!!"bangga Tania.
" itu karena mata mereka pada minus semua!!" cibir Rayhan.
Tania mendengus mendengar cibiran Rayhan.
" minumlah, itu gak ada racun nya!!" ucap Rayhan sembari melirik teh di atas nampan.
" aku mah gak takut racun, kalo mati mah udah takdir, yang aku takutkan nanti mas Ray kasih obat perangsang lagi!!" canda Tania.
Rayhan tampak menegang mendengar ucapan Tania.
" rasanya aku ingin bongkar isi kepalamu, aku kepingin setting ulang , harusnya otak mu itu di bersihkan, jadi fikiran mesum mu itu hilang!!" cibir Rayhan
Tania tertawa mendengar ucapan Rayhan.
" boleh di coba, kalo bisa juga aku mau minta tolong buat hilangin memory yang ada di otak aku, khususnya tentang rasa tertarik ku pada mas Ray, cih, kenapa aku rasa otak ku ini agak gesrek yaa!! banyak nya pria tampan diluar sana kenapa isi kepalaku jadi mas Ray melulu sich!!" gerutu Tania.
Tania tidak tahu, di sepanjang gerutuan nya itu jantung Rayhan berdetak kuat dan ada desiran halus yang memenuhi kalbu Rayhan, seperti mendapatkan berlian Rayhan sampai tak sadar dua sudut bibirnya tertarik ke atas menimbulkan sebuah senyuman indah.
" yaa malah kesambet!!" decak Tania menatap Rayhan yang senyum sendiri.
Tania menikmati teh buatan Rayhan yang rasanya begitu cocok di lidah nya, Tania jadi tersanjung mendapat kesempatan langka bisa membuat Rayhan Sudi membuatkan dirinya minuman sesuai riques.
" rasanya pas, aku suka!!" puji Tania mengangkat cangkir teh tersebut.
Rayhan tersenyum pongah menatap wajah Tania, ada rasa bahagia sekaligus rasa khawatir.
Rayhan khawatir tentang malam yang akan dilewati nya bersama Tania.
bagaimana jika dirinya khilaf??
bukan tidak mungkin Saiton dapat menggoyahkan iman nya
ya memang sich menurut Rayhan awalnya Tania sama sekali tidak memiliki daya tarik, tetapi itu sebelum kejadian dimana saat Tania berkelahi di pabrik nya hingga hijab yang selama ini di kenakan Tania terbuka, dan meninggalkan bekas mendalam di otak Rayhan, tentang sesuatu yang ada pada Tania.