Kebahagiaan tidak selamanya abadi begitu juga dengan kehidupan manusia, Rindu menikah diusianya yang ke-18 tahun dengan seorang duda yang berusia 41 tahun.
Perbedaan umur lebih dari 20 tahun membawanya kepada kehidupan yang cukup bahagia hingga pada suatu hari semua kebahagiaan itu berakhir.
Akankah kebahagiaan itu datang lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chika chiki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Happy Reading.......
💞💞💞
Happy anniversary....
Ucapan selamat serta doa tulus dari seluruh keluarga. Berharap kedua orang tua mereka selalu sehat serta bahagia hingga pada akhirnya mereka menyelesaikan misi kehidupan didunia ini, dan kembali kepada sang Pencipta.
55 tahun bukan waktu yang sebentar mereka jalanin, banyak suka duka dan lika liku kehidupan yang membawa rasa manis, asin, pahit, asem, kecut, getir dan lain-lain.
Bisa menua bersama orang yang kita cintai sunggu luas biasa kebahagiaan itu. Karena sebagian besar orang tak mampu menua bersama orang yang mereka cintai, karena banyak alasan kehidupan yang menjadi rahasia.
"Ibu,,Kau sangat cantik. Semoga selalu cantik serta sehat terus." ucap Pram, ia memeluk dan mencium ibunya dengan penuh cinta kemudian melakukan hal yang sama ke ayahnya juga.
"Terimakasih, sayang,, tak banyak pinta perempuan tua ini Pram, hanya menunggu kabar baik dari mu, itu permintaan terakhir ibu," pinta ibunya.
Mata tua itu masih berbinar penuh pengharapan. Berharap masih ada sisa umur untuk melihat keturunan dari garis keturunan putranya yang dulu bernasib malang.
"Bu,,, do'akan saja yang terbaik, kami sudah berusaha, semoga secepatnya akan ada hasilnya." Rindu berucap, Pram dan Rindu saling melemparkan senyum hangat.
"Happy anniversary, Bu,,, Ayah,,,semoga selalu sehat dan diberikan umur panjang,, aminnnnnn." setelah berkata, Rindu memeluk kedua orang tua itu bergantian.
Ibunya meneteskan air mata kebahagiaan begitupun ayahnya, inilah hari tua yang mereka inginkan. Melihat semua anggota keluarga berkumpul walaupun acara sederhana ini, tapi semua keluarga berkumpul dan melepaskan rindu.
Tidak seperti pesta lain pada umumnya, mereka hanya melakukan pesta untuk para anggota keluarga saja serta beberapa kerabat dekat yang menghadiri. Hiasan setiap ruangan begitu indah bagaikan serasa di gedung mewah saja.
Bukan tanpa sebab acara ini di adakan, pesta anniversary hanya tameng saja sebenarnya karena acara utamanya adalah untuk Pram dan Rindu.
Setelah semua anggota keluarga selesai memberikan ucapan selamat dan doa mereka masing-masing kepada kedua sesepuh itu yang sudah lanjut usianya tapi masih terlihat muda serta sangat sehat.
kini saatnya lah acara puncak, karena hari juga semakin sore. Mungkin sebagian dari mereka sudah lelah dan ingin berpamitan.
"Terimakasih semua untuk anak-anak serta saudara-saudara ku yang terkasih. Kita semua jarang bisa bertemu dan berkumpul seperti ini, hari, bulan bahkan tahun pun berlalu dengan cepat. Tanpa terasa kita sudah di penghujung usia, kini biarlah anak cucu kita yang berkarya dan waktunya kita menikmati hari hari yang tersisa. Dan di kesempatan hari ini, kami ingin memperkenalkan anggota keluarga baru yaitu Pram putra Kami yang kini sudah menikah." Suara Erga Kassa memenuhi ruangan, pria tua itu biasa diam tanpa banyak bersuara kini bersuara nyaringnya,
Banyak mengundang perhatian saudara saudara lainnya, yang tadinya mereka ingin beranjak pamit mengulurkan niatnya karena penasaran dengan wanita yang menjadi istri Pram.
"Pram,,, baiklah nak bawa istri mu!!" perintah dari sang ayah.
Semua mata tertuju pada pasangan itu yang terlihat berbeda jauh usianya, bahkan beberapa diantaran mereka pun berbisik manja.
Belum lagi tatapan iri dari 2 pasang mata yang mengawasi kakak iparnya. Sungguh mereka tak senang dengan kebahagiaan kakak iparnya.
Rindu malu bukan main saat ini, sangat malu apalagi sekarang suaminya menuntunnya berjalan mendekati sang ayah mertua. Sungguh dia sangat ingin rasanya berlari kemanapun ataupun bersembunyi di lubang semut sekali pun.
Banyaknya mata yang seperti mengawasi dirinya membuatnya tak berani menatap orang-orang. Tapi inilah resiko jika harus diperkenalkan dengan semua sanak saudara.
Langkah kaki mereka semakin mendekat, sang ayah pun penuh dengan senyuman kebahagiaan tiada tara begitupun dengan sang istrinya.
"Kenalkan semua,, ini istri saya, kami sudah menikah 3 bulan lalu, maaf sebelumnya karena tidak ada undangan ataupun kabar. Karena waktu itu kami sudah sepakat untuk tidak merayakannya." ucap Pram menjelaskan secara singkat dan jelas.
Semua terdiam sesaat tercengang dan beberapa saat kemudian mereka sudah seperti biasa kembali, bagi mereka yang terbiasa dengan kehidupan diluar kota dan luar negeri bukankah hal ini wajar. Perbedaan usia yang jauh tak mengubah apapun.
"Beruntungnya dirimu Pram," ucapan dari salah satu sepupunya.
"Selamat Bro, hebat bro bisa dapat yang ginian,!" ucapan lainnya datang lagi dari sepupu yang lain.
"Jadi,, ini istri Om,?" Dirga masih tak percaya.
Sebelumnya, ia memiliki perasaan dengan gadis ini ketika kemarin sore tanpa sengaja melihat Rindu melintas, tapi pupus sudah sebelum berkembang rasa itu. Kasihan Dirga.
Pram mengangguk tanda berucap ia, kemudian menepuk pundak keponakannya.
"Kamu sendiri gimana? sudah punya teman deket belum?" tanya Pram kemudian.
Tak mungkin kan seorang Dirga yang terlihat tampan, keren, apalagi seorang calon dokter muda yang pinter tak mempunyai pengemar, pasti banyak perempuan yang mengantri untuk menjadi pasangannya.
"Om bisa aja, saya masih fokus dalam karier saya Om, tak berniat dengan hal-hal seperti itu dulu. Tak ingin terganggu Om, banyak teman yang fokusnya pecah gara-gara urusan cinta! " jawabannya, tapi dibalik hati kecilnya ada rasa kecewa dan sedih.
Tatapannya beralih ke gadis itu, ada rasa sesal dan sesak melihat kedekatan omnya sendiri dengan istrinya. Rindu menatapnya sesaat dan tersenyum.
"Dirga,,,!" ucapnya mengulurkan tangan kepada Rindu.
Rindu menatap Pram sejenak seolah meminta izin untuk bersalaman dengan sang keponakan. Dan Pram tersenyum lalu menganggukkan kepala tanda boleh.
"Rindu,," jawabnya meraih tangan Dirga sejenak dan melepaskannya. Rindu tersenyum kecil, jujur ia terpesona oleh pria di depannya ini, sebagai seorang gadis remaja normal tentu rasa itu menghampirinya tak mengingat dirinya adalah milik orang sekarang dengan cepat ia menepis semua rasa itu. Tak baik terlalu banyak berangan-angan yang tak mungkin.
"Om,, dan emhhh,,, saya ke sana dulu ya,,!" bingung untuk memanggil Rindu dengan sebutan apa, jujur ia ingin segera pergi dari sana agar hatinya tak begitu sesak.
Ia pun tak mengerti kenapa bisa begitu, padahal baru sekali melihat Rindu.
"Panggil aja Rindu, ini sudah zaman modern, tak perlu sungkan" seolah mengerti kebingungan ponakannya, karena secara usia Dirga lebih muda tapi statusnya adalah keponakan.
Pram terkekeh melihat keponakannya yang salah tingkah. "Ya sudah,, sana temani keluarga yang lain, mereka juga pasti merindukan dirimu." lanjut Pram dan Dirga segera berlalu untuk bergabung dengan yang lain.
"Mas,," lirih Rindu meminta penjelasan, dia belum mengenal semua anggota keluarga.
"Dirga, putra kak Yoga satu-satunya dan tahun depan dia akan menggelar predikat seorang dokter, setelah menjadi dokter ia akan menggantikan kak Yoga meneruskan klinik mereka dan kak Yoga seperti yang dia katakan, dia akan menikmati hari tuanya bersama kakak ipar." jawab Pram seolah tau ke ingin tahuan Rindu.
"Ia pewaris keluarga ini satu-satunya, karena ia cucu laki-laki dalam keluarga besar kita ini sayang,," lanjut Pram menjelaskan.
"Om,,,selamat Om, Maaf Cindy baru bertemu dengan kalian," sesalnya,
"Cindy,,," ucap Pram kaget tapi bahagia.
Cindy putri pertama dari kakak pertamanya, memang dia selalu sibuk membantu sang ayah mengurus bisnisnya keluarga mereka.
"Om kira kamu tidak akan datang, ayahnya bilang kalian sangat sibuk, kapan kembali hmmm,,? kemaren ayahmu bilang kamu sedang bertugas keluar kota karena ada masalah di kantor cabang sana?"
"Begitulah Om, sibuk adalah keseharian ku. baru saja tiba ini Om. Sengaja Cindy mempercepat selesai urusan kerjaan agar bisa berkumpul, Cindy juga sudah lama tak berkunjung kesini. beruntung anak-anak ikut papa." jelas Cindy.
Kemudian Pram memeluk keponakannya itu yang sudah ia anggap anak sendiri. Cindy memang dari kecil sudah sangat dekat dengannya.
"Kenalkan,, ini istri Om, namanya Rindu." Pram memperkenalkan Rindu pada keponakan kesayangannya.
Cindy tersenyum lalu memeluk Rindu, ia juga bingung harus memangil Rindu apa, secara umurnya sudah 27 tahun sedang kan istri omnya seperti masih dibawah 20 tahun, sungguh ironis tapi ia bahagia untuk Omnya.
"Cindy doakan semoga cepat dapat momongan ya,!" ucapnya lalu pamit karena mau menyapa opa dan oma nya serta keluarga lainnya.
Dalam acara itu terus berlanjut hingga satu persatu semua anggota keluarga diperkenalkan Pram kepada istrinya, tak ada warga umum dalam acara keluarga besar itu, semua yang hadir adalah keluarga inti dari pihak kedua orang tua saja.
"Mas,, kaki ku pegal,," gumam Rindu manja.
Sedari tadi mereka berdiri dan bergantian menyapa keluarga lainnya serta Pram terus memperkenalkan istrinya kepada anggota keluarga lainnya.
"Ya sudah,, mau duduk disini atau mau ke kamar saja, hmmm,,,?" jawab Pram, ia kasihan juga melihat Rindu yang kelelahan.
"Tapi aku lapar mas,,,!" ucap Rindu, sambil mengelus lembut perutnya.
"Cacingnya sudah protes, mas,,!" katanya dan Pram pun terkekeh, tak bisa bohong ia juga lapar sebenarnya.
"Sayang,, ke kamar aja ya, biar aku bawakan makanannya ke kamar nanti. Okey!" saran Pram.
Dan Rindu pun menurut, Pram mengantarkan istrinya ke kamar terlebih dahulu sebelum akhirnya dia mengambil makanan untuk mereka berdua.
Bukan maksud tak ingin bergabung makan bersama tapi ia tau pasti istrinya tak akan nyaman makan ditengah keramaian keluarga besar itu, secara istrinya selama ini selalu tak menyukai keramaian.
💞💞💞
Bersambung...
Terimakasih banyak ya semua atas dukungan yang tak pernah bosan mampir di tulisan receh ku ini.....
Love u all.....
Salam Rinduku...
Chika_chiki
💞😘😘😘😘😘😘
udah aku masukin fav yaa
Semangat terus kak🤛🤛
senior galak hadir maaf lama gak mampir.
Semangat
Ditunggu karya barunya ya 🤗
“Silence” hadir bersama “Cinta dan Dendam” 🥰