Queen Fredella Huang adalah anak tunggal dari Mike dan Rara,dia di besarkan dengan sejuta kasih sayang,pembawa kedamaian antara papa dan kakeknya.
Gadis cantik dan pintar,darah Mike yang mengalir di tubuhnya membuatnya sangat cantik di tambah lagi darah kesederhanaan dari Rara membuat gadis ini sangat sempurna.
Cantik,pintar dan sederhana,kebanggaan dari keluarga Huang,dia mempunyai cita-cita menjadi dokter,berbanding terbalik dengan keinginan kakeknya yang menginginkan dia menjadi penerus kerjaan bisnis keluarganya.
Bagaimana kisah tentang Queen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikmati hari bersama
Fahri mengajak Queen ke sebuah Bar yang sangat terkenal di Bali,Bar itu berada di tepi tebing,menikmati langit biru yang perlahan berubah menjadi jingga sambil di temani deburan ombak yang menghantam karang.
"Indah sekali"gumam Queen.
Fahri memeluk Queen dari belakang,menikmati sunset di tempat yang indah dan di temani seseorang yang sangat dia cintai,sungguh kebahagiaan yang tak ternilai.
"Kita makan dulu sayang,aku sudah sangat lapar"bisik Fahri di telinga Queen.
Queen menoleh dan memandang kekasihnya itu.
"Jangan bilang kau melupakan makan siangmu lagi?"tanya Queen.
"Hemm,banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan sebelum pulang ke Jakarta"jelas Fahri.
Queen kembali berbalik dan menatap Fahri.
"Jakarta,apa kau akan kembali ke sana?"tanya Queen yang seolah tidak bisa merelakan kekasihnya itu pergi dari Bali.
"Hanya sebentar,mama akan bersedih kalau aku tak datang di hari ulang tahunnya"jelas Fahri.
"Aunty ulang tahun,kapan?".
"Lusa,dan aku pulang sebentar,janji gak akan lama"bujuk Fahri.
"Janji,beneran gak lama kan?".
"Iyaa,sekarang ayo kita makan".
Mereka makan bersama setelah itu kembali menikmati pemandangan pantai dari tempat mereka berada.
"Sayang,apa kau tidak mau ikut ke Jakarta?" tanya Fahri.
"Lupa aku lagi ujian?"jawab Queen kesal.
Fahri tersenyum kemudian mengelus lembut rambut kekasihnya itu,Queen menyandarkan kepalanya di bahu Fahri.
"Apa mereka akan menyetujui hubungan kita?tanya Queen tiba-tiba.
"Maksudmu keluarga kita?".
"Iyaa,aku takut mereka tidak setuju".
"Jangan menarik kesimpulan sepihak sayang,kalau mereka tidak setuju,tidak mungkin membiarkan kita tinggal bersama"jelas Fahri.
Tak lama kemudian mereka sudah kembali berada di dalam mobil,Fahri melajukan mobilnya menuju ke apartmentnya dalam perjalanan pulang Fahri mengajak Queen mampir sebentar ke pusat perbelanjaan,membelikan hadiah buat Farah mamanya Fahri.
"Aunty suka apa sayang?".
"Strowberry cake"jawab Fahri singkat.
"Kok cake,kita mau cari hadiah sayang bukan kue".
"Yang aku tau kesukaan mama cuma itu,pilihkan apapun itu,mama pasti akan menyukainya".
Kini mereka telah berada di salah satu toko perhiasaan di pusat perbelanjaan itu,Queen sedang memilih beberapa model kalung yang cocok untuk hadiah,sedang Fahri berada di sisi lain sedang berbicara serius pada salah satu pegawai disana,dan terlihat pegawai itu sesekali mengangguk tanda mengerti.
"Sayang kemari,ini sepertinya cocok buat Aunty"ucap Queen sambil memperlihatkan satu kalung yang bertahtakan batu zamrud berbentuk hati.
"Oke kita beli yang itu"jawab Fahri.
Setelah membayar mereka pun keluar dari toko perhiasan itu,dan kembali pulang ke apartment.
Sampai di apartment Queen merebahkan tubuhnya di kasur,melelahkan tapi dia sangat terlihat bahagia.Fahri keluar dari kamar mandi selesai membersihkan dirinya,melihat Queen kemudian menggeleng pelan.
"Mandi dulu sayang" ucap Fahri mendekat ke arah Queen.
Qeen mengangguk kemudian bangun dan berjalan masuk ke kamar mandi.
***
Di tempat lain tepatnya di sebuah Klub malam elite di Bali terlihat Rico sedang duduk sendirian di depan bartender,dia bukan tanpa sebab ke tempat hiburan malam itu,dia kesana karena janji bertemu dengan sahabatnya yang kebetulan sedang berkunjung ke Indonesia.
"Haii brow?"sapa seorang pria tampan berparas bule.
"Kemana saja,aku sudah lebih dari satu jam menunggumu?"kesal Rico.
Daniel Isaac Lewis pria tampan warga negara New York satu-satunya sahabat Rico saat dia berada di New York,Selain tampan pria itu juga mewarisi usaha dari keluarganya Lewis Intertaiment sebuah perusahaan agensi ternama di New York yang berhasil mencetak artis dan model papan atas.
Walapun sebenarnya Rico tidak pernah suka dengan kehidupan bebas sahabatnya itu yang sering berganti pasangan memuaskan nafsu sesaatnya,tapi di balik semua itu Rico tau bahwa Daniel adalah sahabat terbaiknya selama ini.
"Apa kau akan lama tinggal di sini?"tanya Rico.
"Mana ada brow,disini terlalu kolot,aku tidak bisa leluasa bersenang-senang setiap hari seperti di New York"jawab Daniel.
"Kapan kau akan berubah,apa kau tidak bosan menjadi Bastard?".
"Jangan mulai menceramahiku".
"Sudahlah kau tinggal dimana?".
"Tentu saja di tempatmu,kenapa harus repot cari hotel".
"Dengan satu syarat,tidak ada bawa wanita masuk ke apartmentku,mengerti?".
"Okee,aku tahu".
Daniel dan Rico keluar dari Klub malam itu,kelamaan berada di dalam sana membuat Rico pusing.Rico melajukan mobilnya menuju ke Apartmentnya.
"Lumayan apartment mu,apa kau serius tinggal sendiri?,dan yah aku lupa,dimana pujaan hatimu yang kamu kejar sampe kesini dan melupakanku di New York?".
Rico menghela nafas panjang,pertanyaan Daniel mengingatkannya kembali pada Queen.
"Mungkin aku tidak akan pernah menemukan gadis seperti dia lagi"lirih Rico.
"Apa maksudmu,jangan bilang kau gagal mendapatkan dia setelah mengorbankan pendidikanmu di New York?".
"Aku kalah start dan yah mungkin harus belajar mengikhlaskan dia".
"Kau gila,sebelum dia resmi menikah kau masih bisa merebutnya,ayolah kau seperti pengecut".
"Dia terlihat sangat bahagia dan aku gak ingin merusak itu,terlebih lagi masalah dengan keluarga besarku,mereka gak mungkin menyetujuinya karena perbedaan keyakinan"ucap Rico.
"Keluargamu terlalu kolot brow".
"Istirahatlah,aku ingin sendiri dulu" ucap Rico yang kemudian masuk ke dalam kamarnya membiarkan Daniel sendiri di ruang tengah.
Daniel berfikir sesaat dia sangat penasaran dengan gadis yang telah membuat sahabatnya itu patah hati.
"Jadi penasaran seperti apa gadis itu?"gumam Daniel.
Pada saat yang bersamaan ponsel Danel berdering terlihat sang mama yang menghubunginya.
"Hallo mom".
"Kau dimana sayang,apa benar kau berada di Indonesia sekarang?".
"Iya mom,aku ada di Bali tempat Rico".
"Bali,bukankah putri Uncle Mike kuliah di sana,kalau ada waktu temuilah dia".
"Please mom aku sedang berlibur bukan mencari orang".
"Sayang mereka sudah seperti saudara,mommy akan menghubungi uncle Devan,mampirlah ketempatnya,Auntymu dua hari lagi ulang tahun,wakili mommy menemui mereka".
"Iyaa akan Daniel usahakan".
Daniel mengakhiri panggilannya tapi tak lama kemudian ponselnya kembali bergetar tapi kali ini pesan yang masuk ke ponselnya.
Sang mommy mengirim dua foto,yang satu foto keluaga Devan dan yang satu lagi foto keluarga Mike,Daniel memperbesar Foto keluarga Mike dan melihat foto Queen yang terlihat sangat cantik.
"Cantik juga"gumam Daniel.
***
Pagi harinya Daniel terbangun karena suara ribut dari Rico yang membangunkannya,menutup wajahnya dengan menggunakan bantal tapi tak membuat Rico berhenti membangunkannya.
"Apasihh,aku masih ngantuk".
"Bangunlah,antar aku kuliah kalau kau mau pake mobilku,motorku sedang mogok".
"Apa kau kuliah pagi buta begini?".
"Hello ini sudah jam 9,pagi buta dari mana?".
Setelah bersiap mereka akhirnya berangkat,sesampainya di depan kampus Rico melihat Queen ynag sedang turun dari mobil,setelah mobil yang mengantar Queen pergi,Rico memajukan mobilnya tepat di samping Queen.
Queen kaget dan menoleh ke arah mobil itu,tak lama kemudian ada senyum di bibir Queen.
Daniel yang berada di samping Rico menatap lekat Queen.
"Sepertinya aku pernah melihatnya,dimana ya"gumam Daniel yang masih bisa di dengar Rico.
♡♡♡
To be continue....