NovelToon NovelToon
My Cold Police

My Cold Police

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:873.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Wulan Jadhoo

" Aku pikir dengan dengan hangat ku, aku mampu mencairkan hatimu yang beku... Hingga aku tak sadar ketika dingin mu menyapa nyaris membuat hati ku mati rasa "

Kiana Ainara tak pernah tahu kapan ia mulai jatuh cinta kepada seorang polisi yang merupakan Kakak sepupu nya sendiri.

Tapi Karena sikapnya yang periang dan selalu berisik berbanding terbalik dengan Raynand yang lebih pendiam dan tegas, hingga Kiana kesulitan mengikis jarak di antara mereka.

Mampukah Kiana membuat Raynand jatuh hati padanya ?

( Sequel dari I Hate You Mr.Police & Our Feelings )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tulus

Para pencari Rezki telah putar balik kembali ke peraduan ternyaman. Sore hari adalah waktu dimana jalan raya begitu padat. Kota besar serasa begitu sempit tatkala jalanan umum di penuhi oleh para pengemudi. Makin berisik, sebab klakson mobil dan motor saling bersaut-sautan.

Sore ini Kiana dan Raisha di kejutkan oleh kedatangan sang Abang yang secara tiba-tiba di kampusnya. Perasaan Raisha tak memanggil Abangnya, apa lagi untuk sekedar menjemput, toh Raisha akan pulang bersama Kiana menggunakan motor.

" Itu bukannya Abang Inand Ra ? " Kiana menunjuk Pria yang memarkir kendaraan nya tepat di depan pintu keluar kampus. Meski pria itu menggunakan helm tutup, Raisha dan Kiana bisa tahu jika pria itu adalah Abang mereka.

" Iya,, itu emang Abang " kata Raisha

" Kenapa Abang kamu tiba-tiba datang ke kampus Ra ? " Dika juga yang saat itu bersama mereka ikut bertanya.

" Nggak tau,,, samperin aja yuk.. " dengan menggunakan sepeda motor Kiana di bonceng Raisha dan Dika bermotor sendirian, sebab saat ini mereka baru menyelesaikan kelas belajar dan segera ingin pulang. Namun ternyata Raisha dan Kiana di kejutkan oleh kedatangan Raynand secara tiba-tiba ke kampus.

" Abang " Raisha menghentikan motor telat di samping motor sang Abang

" Abang kok ke kampus kita,, ada sesuatu ? " ini pertanyaan dari Kiana. Sementara Dika tidak berkata apa-apa, hanya ikut menyaksikan.

" Iya, tumben Abang kekampus " sambung Raisha

Belum sempat menjawab, pandangan Raynand tertuju pada sosok yang beru saja keluar dari gedung kampus. Gadis itu berjalan sambil tersenyum dan sekali melambaikan tangan ke arah nya.

Kiana Raisha dan Dika spontan mengikuti arah pandang Raynand.

Meski tak mendapat jawaban dari Raynand, namun dengan kehadiran gadis itu mampu menjawab semuanya.

" Oh,,, jadi udah main jemput-jemputan nih " ucap Raisha

" Apaan sih Dek " Raynand tersenyum

Jangan di tanya bagaimana Kiana, tatapan mata gadis itu berubah menjadi teduh. Kedua bola matanya menggambarkan kesedihan di sana. Lewat kaca bening Kiana mampu merasa sedikit sesak saat ini.

Sejauh apa hubungan Abang dengan Melani. Aku harap mereka hanya sebatas teman, tidak lebih dan tak akan pernah lebih. Kiana membatin

" Maaf, udah nunggu lama yah Kak " kata Melani saat sudah tiba di pintu keluar kampus.

" Ah, tidak juga , baru lima menit kok " kata Raynand

" Ehem,, yaudah Bang aku duluan yah, mau ke toko buku dulu soalnya " kata Raisha, Raynand mengangguk, kemudian sempat melirik Kiana yang dari tadi melihatnya dengan tatapan yang sulit di baca.

" Hati hati bawa motornya jangan ngebut " pesan Raynand

" Iya, Abang juga hati hati " ujar Raisha

Sebelum pergi, Kiana terus saja menyaksikan kehangatan antara Raynand dan Melani. Bahkan Kiana menyaksikan bagaimana manisnya sikap Raynand terhadap Melani.

Tentu saja hal itu membuat mata dan hatinya perih.

" Sumpah demi Kuini, aku nggak suka lihat kedekatan mereka " lirih Kiana, gadis malang itu menyebut nama kucing kesayangan nya dalam kalimat sumpahnya.

" Apa,, kamu ngomong apa Ki ? " samar-samar Raisha mendengar ucapan Kiana

" Nggak ngomong apa-apa kok, udah cepetan, Dika udah duluan tuh " balas Kiana. Nada suaranya mendadak sewot.

Raisha mempercepat laju motornya tanpa tahu apa yang sedang di rasakan oleh Kiana saat ini.

Perubahan suasana hati yang begitu mendadak. Padahal tadi ia merasa baik-baik saja dan begitu semangat, Sebab kabar KKN mereka akan di adakan Minggu depan, dan yang paling ia senangi adalah daerah KKN yang mereka datangi nanti adalah sebuah desa dimana letaknya sangat jauh dari peradaban kota, Tentunya hal ini merupakan hal yang sangat menyenangkan, sebab Kiana Raisha dan Dika lebih senang mengunjungi pedesaan yang ke asriannya masih terjaga.

Tapi beberapa menit lalu, kesenangannya di hancurkan oleh Raynand dan Melani.

**

Sebelum mengantarkan Melani kerumahnya. Raynand terlebih dulu mengajak gadis itu mampir ke Cafe milik Papahnya yang sekarang sudah menjadi tanggung jawab nya. Cafe yang di bangun oleh Papah Raja sewaktu muda dulu masih sama seperti dulu, tak ada yang di ubah oleh Raynand. Raynand hanya mengecat tembok dan dinding apa bila warnanya sudah kusam, dan mengganti semua perabot dan apapun itu jika sudah rusak dan tak layak pakai. Baginya Cafe ini memiliki banyak kenangan antara Mamah dengan Papahnya, dan Juga Mami Tia dan Papi Andri. Jadi tidak ada yang perlu ia rubah dari sejarah cafe ini.

" Kamu suka Cafe ini ? " Raynand memperhatikan Melani yang sedari tadi mengelilingi pandangan nya kesemua arah. Tatapan takjub gadis itu, sebab ini baru pertama kalinya ia masuk ke Cafe, yang konon katanya hanya orang-orang berduit yang bisa datang kesini.

" Suka,, suka sekali " katanya senang

" Kamu belum pernah kesini ? " tanya Raynand

Melani menggeleng.

" Aku nggak berani datang kesini, meski aku tahu kalau ada Cafe sebagus ini di kota, Kan Cafe ini sering masuk dalam konten anak-anak daerah, karena tempatnya bagus dan berkelas, apa lagi nyaman seperti ini " jelas Melani.

" Kenapa kamu nggak berani datang kesini ? " Raynand penasaran

Melani tertawa kecil dulu sebelum menjawab " Yang aku tahu Cafe ini adalah Cafe Ter elit di kota. Katanya hanya orang-orang yang berduit datang kesini. Dan kalau aku kesini, aku harus menguras tabungan aku selama berbulan-bulan,, bahkan untuk makan sepiring roti bakar saja aku harus jual beras sekarung dulu kali yah " ujar Melani. Gadis itu bercerita dengan polosnya. Dan itu membuat Raynand tertawa.

" Inilah yang membuat anak muda bangsa nggak akan maju, mereka jadi takut pada sesuatu hanya karena kata ' dengar-dengar ' dari orang lain, padahal kalau nggak coba mana mereka tahu " kata Raynand

" Tapi, emang tempat ini mahal kan ? " tanya Melani polos

" Nggak kok,, tempat ini memang di desain mewah, tapi untuk menikmati suasana, makan dan minum di sini, kamu nggak perlu jual sekarung beras " jawab Raynand

" Masa sih, berarti kamu sering kesini dong ? " tanya Melani

" Hem,,, hampir tiap hari " jawab Raynand santai. Namun belum menanyakan apa-apa lagi, seoarang pelayan datang membawa menu pesanan mereka.

" Silahkan di nikmati Bang Ray " ujar pelayan laki-laki itu setelah meletakkan menu di atas meja. Melani memperhatikan keakraban antara Raynand dan para pelayan di cafe ini.

" Karena kamu sering kesini, makanya kamu di kenal sama pelayan di cafe ini, mereka juga nampak sungkan sama Kak Ray " Raynand tak menjawab, ia hanya tertawa kecil mendengar perkataan Melani. Gadis polos ini memang tidak banyak tahu tentang dirinya.

" Kami memang sangat kenal Bang Ray mbak, selain Bang Ray orang yang Ramah, dia juga Owner di Cafe ini " Pelayan laki-laki itu menimpali.

" Uhuk uhuk " Melani tersedak minuman yang baru saja ia minum. Dan seakan mengganjal di tenggorokan nya saat mendengar ucapan pelayan itu.

Terkejut ? tentu saja. Ia tak pernah menyangka akan berteman bahkan makan bersama dengan Owner cafe terkenal di kota. Toh, yang ia ketahui Raynand hanya berprofesi sebagai polisi saja.

" Kamu... ? " ucapan Melani tak mampu ia teruskan.

Raynand nampak santai menahan tawa dengan melipat kedua tangan di depan dada. Sambil menikmati wajah polos Melani yang begitu lucu karena terkejut.

" Kenapa? kamu kaget ? "kata Raynand

Mengatur nafas dulu " Jelas aku kaget Kak,, selama ini aku pikir Kakak sama kayak aku,, " ucapannya nampak ambigu terdengar begitu lirih

" Hem, maksudnya? " Raynand tak mengerti

Melani menunduk malu, meremas kedua tangan di bawah meja " Aku pikir Kakak adalah orang yang sederhana sama sepertiku,, bukan dari kalangan orang kaya,, Andai aku tau ... " Kalimat Melani terjeda lagi

" Kenapa ? " Raynand semakin di buat bingung

" Andai aku tau Kakak adalah orang kaya,, aku mungkin akan berpikir untuk sedekat ini berteman dengan Kak Ray,, Maaf " Ucap Melani. Pelan dan begitu jelas, Raynand dapat mengartikan bagaimana perasaan Melani. Tanpa gadis itu jelaskan, Raynand tahu bahwa Melani adalah gadis yang berasal dari keluarga sederhana.

Memang benar, Melani terlahir dan di besarkan dari keluarga menengah bawah. Bahkan gadis itu tau bagaimana orang tuanya sangat berusaha untuk menyekolahkannya. Bahkan jika bukan karena beasiswa yang ia dapatkan dari sekolah hingga universitas, mungkin Melani tidak dapat merasakan bagaimana indahnya menuntut ilmu.

" Kenapa kamu ngomong begitu ? " tanya Raynand

" Aku ngerasa nggak pantas aja dekat dengan Kak Ray,, bagaikan langit dan bumi. Bahkan untuk bersanding di antara adik-adik Kak Ray di kampus, aku merasa minder, mereka adalah gadis-gadis berkelas" yang di maksud Melani adalah Kiana dan Raisha. Ia jadi tahu hubungan ke dua gadis itu sejak dekat dengan Raynand.

" Melani,,," Raynand menyebut nama gadis itu dengan lembut sebelum melanjutkan ucapannya " Kita semua sama, yang membedakan hanyalah di mana kita di besarkan,, dan buat aku nggak ada yang namanya perbedaan status sosial,, yang terpenting adalah ketulusan dalam memilih dalam berteman atau lebihnya " Sambung nya

" Tapi,, aku _ "

" Melani,, apa kamu nggak tulus berteman sama aku ? " tanya Raynand

" Aku tulus,, dari awal kita saling mengenal,, aku nggak pernah berpikir kalau kamu ternyata lebih dari yang aku tau " jawab Melani

" Kalau begitu nggak ada masalah kan,, selama kamu tulus,, aku yakin kamu dan aku akan baik-baik saja,," Raynand memberanikan mengusap lengan Melani agar tidak terlalu risau.

" Sudah, jangan pikirkan yang tidak-tidak,, aku dekat dan berteman dengan kamu, itu karena aku nyaman dan aku tulus, aku nggak perduli kamu siapa " sambung Raynand

Ada legah di hati Melani, sebab rupanya Raynand berbeda dengan orang kaya kebanyakan. Dan ini menambah nilai plus pada Raynand di mata Melani

Pria yang sempurna.....

_

Slow update,,

Maaf yah🙏

1
Ernawati Dewi
nyesss😭😭😭😭
Riyena
Kecewa
Phyluphyta
Luar biasa. Aq sangat menjiwai nya, senyum2 sendiri nya sapa, nangis sendiri nya dapat, ketawa ngakak nya juga dapat. Semangat yah thorr, semoga makin sukses 💪
Phyluphyta
Salah satu novel terkeren yang pernah aku baca. Senang sedihnya dapat.. Semangat yah thorr 😘💪
Muliati Muliati
Luar biasa
suharlina
udah ngak dilanjutkan y
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
Hai kk author.. ikut gabung ya meski dah ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊 ending soalx bru nemu judulnya 🤭🤭🤗🤗🤗
adiah diah
Wah aku ketinggalan nih, makasih yah thor untuk up nya 😊😊
dewi susanti
nanti d lanjut sama cerita ny adikny bang Ray SM kiana
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
suharlina
asiknya atan disayang semuanya
Tya Amelia Sianturi 💜🥰🥰🥰
betapa bahagianya Atan punya keluarga yg menyayanginy.
💪💪💪💪 Semngat Thor up ny
Dian Rahmawati
harmonis banget keluarga ini
adiah diah
Sampai lupa aku alur ceritanya thor karena kelamaan nunggu up nya, tapi syukurlah akhirnya up juga

Selamat untuk kiana atas kehamilanya bahagia dengarnya, dan selamat untuk raynand yang sebentar lagi jadi papa muda dua anak 😊😊
Tya Amelia Sianturi 💜🥰🥰🥰
Alhamdulillah..sekian purnama Thor di pantengin akhrny up juga....
yg Semngat ya Thor up ny. 💪💪💪🤭,jngan gantung2 Thor, jiwa ku meronta2 menantiny 🤭🤭🤭🤭😂🥰
suharlina
akhirnya up lagi
dewi susanti
setelan sekian purnama br dpt notip langsung gercep baca,d lanjut kak
Dian Rahmawati
baru di lanjut lagi..selamat Kiana dan Reynand atas kehamilan nya
Yuni Rahma
Kiana and Abbas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!