NovelToon NovelToon
SAKIT

SAKIT

Status: tamat
Genre:Selingkuh / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Sakit, Mas! Apa yang kamu lakukan ke aku itu sangat menyakiti hatiku! Gimana bisa kamu ngelakuin ini ke aku, dan itu adalah adikku sendiri. Lalu kamu, kenapa kamu tega sama kakak mu ini haah!!"

Suara Swastamita bergetar hebat ketika berkata demikia kepada suaminya, Erdio Rasmaluyo.

Betapa tidak bergetar, rasa sakit di hatinya sangat nyata. Suami yang memintanya untuk melepaskan karinya demi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya ternyata malah berselingkuh dengan adik tirinya.

Yang lebih mengejutkan adalah, perselingkuhan yang dilakukan Erdio dan Medini itu diketahui oleh sang ibu.

Sakit hati Swastamita ketika mengetahui bahwa di rumah itu hanya dirinya yang tak tahu apa-apa.

Adik tiri yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya. Dan suami yang ia jadikan imam, malah menorehkan luka yang begitu dalam.

Bagaimana Swastamita menghadapi rasa sakit yang dirasakannya tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Erdio berkali-kali menghembuskan nafasnya kasar. Pria itu merasa bingung dengan apa yang hendak dilakukannya hari ini.

Mita sangat kukuh ingin bercerai. Dimana Erdio yakin bahwa Mita pasti akan merealisasikannya. Namun Erdio tidak ingin melakukannya. Erdio tidak ingin berpisah dengan Mita.

"Sialan, semua ini gara-gara Medi. Wanita itu bener-bener udah bikin semua berantakan. Mita pergi, bahkan bapak dan ibu ku juga mengusirku dari rumah. Ah dasar brengsek," umpat Erdio penuh rasa amarah.

Tak ingin kembali ke rumah yang ada Medi di sana, Erdio memutuskan untuk kembali ke rumah orangtuanya. Karena hari sudah sore, ia yakin bahwa Bakri dan Jumilah sudah kembali dari ladang. Dan benar saja, dua orang tua itu sudah ada di rumah dan tengah beristirahat di teras.

Erdio langsung turun dari mobil. Tanpa basa-basi, dia bersimpuh di depan kaki kedua orangtuanya.

"Pak, Buk, aku minta maaf. Aku khilaf Pak, Buk," ucap Erdio.

Air mata pria itu bercucuran. Namun baik Bakri maupun Jumilah hanya bergeming. Tak sedikitpun mereka merasa iba dengan putra mereka.

Memang betul Erdio adalah anak satu-satunya. Akan tetapi Bakri dan Jumilah tak ingin menolerir kesalahan yang diperbuat Erdio.

Mereka berdua benar-benar bungkam. Bahkan sama sekali tak melihat ke arah putra mereka.

Perbuatan Erdio benar-benar sudah mencoreng norma. Selingkuh, zina, khianat, semua diborong oleh nya.

Jika Itu terjadi pada anak perempuan mereka, sampai ke liang lahat pun Bakri dan Jumilah tak akan mengampuni Erdio. Sekarang pun, dia enggan mengakui wanita dan anak yang dikandung oleh wanita itu sebagai menantu ataupun cucu.

"Pak Buk, aku minta maaf. Jangan diem seperti ini. Aku mohon bicaralah padaku. Lebih baik maki-maki aku, marahi aku, Pak, Buk," ucap Erdio lagi.

"Buat apa? Buat apa marah-marah. Semua itu ndak akan menyelesaikan masalah. Kamu juga nggak akan bisa ngembalikan kondisi seperti dulu. Kamu juga nggak akan bisa buat Mita jadi mantuku lagi. Jadi sana, tempuh lah hidup yang kamu pilih. Jangan pernah pulang ke sini bersama wanita itu. Pertanggungjawabkan lah perbuatan mu."

Bakri beranjak dari duduknya untuk masuk ke rumah. Diikuti dengan Jumilah. Sebelum sepenuhnya masuk, Jumilah sempat menoleh sejenak ke belakang, ke tempat dimana Erdio berdiri sekarang.

"Semua ini atas perbuatan mu sendiri. Minta maaflah kepada Mita sampai kamu dimaafkan. Dan jangan temui Mita bersama wanita pekcun (pelacuur) itu."

Erdio hanya berdiri terpaku menatap kedua orangtuanya yang masuk ke rumah tanpa menghiraukannya. Baru kali ini Erdio tidak dianggap oleh bapak dan ibunya selama 27 tahun.

Padahal selama ini dia selalu dibanggakan. Selama ini dia menjadi anak yang mendapat kasih sayang berlimpah. Tak sekarang, Erdio tidak diacuhkan. Dia bahkan seperti lalat pengganggu yang buru-buru disingkirkan.

"Kenapa, kenapa aku jadi diginiin. Ini semua gara-gara pekcun brengsek itu. Wanita murahan itu yang ngebuat aku jadi kayak gini. Nggak, nggak boleh. Aku nggak boleh diabaikan sama orangtuaku. Aku juga nggak boleh jika sampai cerai dari Mita."

Tangan Erdio mengepal. Dia nampak sangat marah dan kesal sekarang ini saat wajah Medi muncul dalam pikirannya.

Erdio membalikkan tubuhnya. Dia bergegas masuk ke mobil dan pergi dari kediaman kedua orang tuanya. Dengan sedikit lebih cepat, Erdio melajukan mobilnya. Tujuannya adalah rumah Mita. Ya rumah Mita, dan bukannya rumah yang ada Medi di dalamnya.

Sesampainya gang menuju ke rumah Mita, Erdio bernafas lega karena melihat mobil Mita yang baru saja masuk ke pekarangan rumah. Ia pun segera mendekatkan mobilnya, dan berhenti tepat di sisi jalan.

Blak!

"Mit, tunggu Mit," panggil Erdio.

Huuuft

Mita membuang nafasnya kasar. Ekspresi wajahnya langsung tidak menyenangkan ketika melihat Erdio yang ada di depannya. Tadi pagi pria itu sudah menghampirinya, dan sekarang dia muncul lagi. Sungguh membuat suasana hatinya menjadi semakin buruk saja.

"Ada apa? Aku udah bilang kan buat nggak nemuin aku lagi. Lagian kamu ini ngapain sih Er? Kenapa kamu kayak gini? Seharusnya kamu kan seneng karena bisa asik-asikan sama wanita itu tanpa harus sembunyi-sembunyi lagi di belakangku. Aneh deh,"ucap Mita sambil melipat tangannya di depan dada.

"Mit, please tolong kita jangan cerai. Aku masih sangat cinta sama kamu. Aku mohon Mita, cuma kamu yang aku cintai,"jawab Erdio dengan wajah memelas.

"Hahaha, cinta kamu bilang? Cinta yang mana Erdio? Cinta yang dibelakang berzina? Cinta yang dibelakang bergelung mesra dengan adik dari istri? Cinta yang dibelakang penuh kebohongan dan nafsuu dunia yang menjijikkan itu? Cinta yang mana Erdio? Stop bicara soal cinta, karena aku sama sekali nggak tahu bahwa cinta yang kamu maksud adalah cinta yang begitu. Jadi pergilah, pergilah dengan cinta mu itu Erdio. Dan jangan pernah berpikir bahwa aku akan kembali padamu."

Mta benar-benar enggan berbicara berlama-lama dengan pria ini. Ia tahu bahwa ucapan Erdio akan selalu sama yakni tak ingin bercerai darinya. Maka dari itu, percuma juga menghadapi Erdio.

"Mita, tolong Mit. Aku mohon jangan ceraikan aku."

Degh!

Mita terkejut ketika Erdio menahan tangannya. Terlebih tatapan Erdio sangat berbeda dari sebelumnya. Bukan, bukan hanya berbeda dari sebelumnya akan tetapi dia tak pernah melihat Erdio seperti ini selama mengenalnya.

"A-apa yang kamu lakukan?" tanya Mita dengan sikap waspada. Dia merasa ada ancaman dari Erdio meski hanya melaku sikap saja. Mita merasa ada tanda-tanda bahaya yang cukup untuk membuatnya sangat berhati-hati saat ini.

"Mita, dulu kita saling mencintai. Dulu kita saling menyayangi, jadi kenapa kita harus berpisah karena hal seperti itu. Aku hanya khilaf, Mit. Nggak seharusnya kamu sekeras ini padaku. Aku bersumpah nggak akan ngelakuin hal itu lagi. Aku bersumpah nggak akan menikahi Medi, karena anak itu bukan anakku. Jadi Mit, jangan ceraikan aku hmmm. Jangan pergi dari aku ya Mit, jangan lakuin itu karena aku sangat mencintaimu."

Degh!

Tubuh Mita seketika merinding mendengar ucapan Erdio dan melihat sorot mata pria yang tak lama akan jadi mantan suaminya itu.

Bulu kuduknya berdiri, dia merasa sangat ketakutan sekarang. Rasanya ingin sekali berteriak, namun jika dia melakukan itu maka hanya akan memprovokasi Erdio. Terlebih lingkungan rumahnya merupakan lingkungan perumahan yang dimana penghuninya semua bekerja.

"Lepaskan aku, mari kita bicara dengan tenang,"ucap Mita. Dia berusaha mencari celah.

"Nggak Mit, aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu janji sama aku buat nggak ceraiin aku,"jawab Erdio cepat.

Mita seketika menjadi kalut. Tak ada orang sama sekali di sekitarnya. Dia benar-benar ketakutan sekarang dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

"Ya Allah, bagaimana ini?" ucap Mita dalam hati. Dia terus berdoa agar bisa lepas dari Erdio sekarang juga. Pikirannya sudah kemana-mana, dan semuanya adalah pikiran yang buruk.

"Lepaskan dia, sekarang juga."

Degh!

TBC

1
bibuk Hannan & Afnan
oh pantesan saudara dan ibu tiri ternyata makanya berhianat.
bibuk Hannan & Afnan
pasa=pasar
typo kak
Dew666
Loh loh tamat
Mala Sari
gudluc as always ya thor❤️
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ka,gpp apapun itu yg penting KK nyaman semangat ya ka
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: hihihi,,,, terima kasih KK buat semua karyamu
total 2 replies
dewi rofiqoh
Ditunggu karya terbarunya kak
Damar Pawitra: huhuhu makasih ya udah baca karya" aku. aku minta maaf kalau masih banyak kurangnya 🤗🤗🤗🙏🙏
total 1 replies
Yulia Fitri
kok kyak gantung gtu sih thor,tmatnya?
stidak nya kasih epilog lh,spya tau lingga nnggu Mita menerima perasaannya brapa lama,,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: ya,ka semangat terimakasih sudah bertahan selama ini
total 4 replies
ElHi
tarik ulur nih🤣🤣
dewi rofiqoh
Siap2 aja mit! Kamu pasti bakal dapat kejutan dari lingga 🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ga tau ajh km lingga LG menyusun strategi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
beeeeuuuuhhh dah mulai posesif nih
Iffanaya 😽
pas awal denger suara aneh di kamar adek nya knp dobrak aja sih greget bgt 😠 ibu nya jg gila
ElHi
🤣🤣🤣🤣🤣
ElHi
coba dl lah gpp .ditolak yaa ntar maju LG.....gada ruginya 🤣🤣
ElHi
mau mulainya drmn ya Lingga???🤣🤣
ind@h
langsung tembak aja pak lingga 🤭🤭 jgn lama²..keburu mita buka hati buat yg lain..
Dew666
Betul betul betul
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
lebih baik mencoba daripada g tau kmn arahnya
ElHi
kebakar ya om Lingga🤣🤣🤣🤣
ind@h
boleh minta dbl up g sih. 🤭🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!