NovelToon NovelToon
Imamku Ajari Aku Mencintaimu

Imamku Ajari Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta setelah menikah / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:524.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: NCY

Ditinggalkan tepat dihari pernikahan membuat Elisabeth hidup tak tentu arah. Ia akhirnya bertemu dengan sosok pria tampan yang baik hati. Si pria muslim pengidap anhedonia. Menikah? Kenapa tidak? Toh kami sama sama tak bisa memiliki cinta. Apa bedanya menjadi teman seumur hidup, dalam bingkai sebuah rumah tangga?

Tapi saat benih cinta mulai tumbuh. Bagaimana seorang Elis akan mencintai si anhedonia sedangkan si anhedonia terus tersiksa karena cinta nya terhadap Elis. Berhasil kah mereka? Yuk baca kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IAAM-026

(Almahmdulillah kita sudah berada pada part 26. Terimakasih para pembaca yang sudah mampir berbagi like, komentar serta vote. Semangat kalian membuatku sering merasa bersalah jika dalam sehari nggak up date loh. Semoga kita semua senantiasa dilimpahkan berkah dan rezeki dari Allah serta selalu diberikan kesehatan. Aamiin. Sekali lagi thankyou 🙏🏻)

\~\~\~\~\~

Usai mengantar Elis ke kantor, Khafi kembali ke rumah. Ia membuat lamaran pekerjaan, mengisi lembar kurikulum vitae dan menyiapkan semua berkas dan ijazahnya. Ia sudah janji dengan Abi untuk menyerahkannnya hari ini pada Hardian.

Lagian Khafi merasa tak bisa menghindar lagi. Selain berbagi ilmu yang didapatnya saat kuliah, Ia harus mulai terbiasa mengurus yayasan menggantikan abinya.

Hari hari dan minggu berlalu begitu datar bagi hubungan Elis dan Khafi.

Setiap hari Elis ke kantor, sepulang kerja ia akan mulai membantu Saodah kemudian naik ke kamar untuk tidur pukul sepuluh malam setelah mencuci piring. Ia akan bangun pukul tiga subuh melakukan tahajud kemudian solat subuh. Setelah beberapa minggu Elis sudah mulai bagus dalam bacaan solat dan juga hafalannya.

Demikian dengan Khafi, beberapa minggu setelah pernikahan ia mulai menjaga jarak dari Elis. Ia berusaha sebisa mungkin tidak membuat banyak kontak mata dan bicara dengan Elis. Setelah ia hampir saja kehilangan kendali atas emosinya. Perasaan tersiksa seolah depresi yang entah datang tiba tiba ia hampir menyakiti Elis. Ia hanya tak ingin melihat Elis kembali menangis.

Sementara disebuah depan pintu kelas XII, Ariqah terus memperhatikan Khafi yang sedang berjalan melintasi lapangan badminton. Pandangannya tak pernah luput dari pria itu. Hingga saat Khafi hendak melewati beberapa pekerja taman, kakinya tak sengaja tersangkut disebuah ranting hingga menjatuhkan beberapa peralatan kerja para pekebun. Luka sayatan di betis kanannya tak bisa di hindari.

Dari kejauhan Khafi meringkik, wajahnya terlihat kesakitan.

“Khafi?” Ariqah langsung berlari ke arah Khafi saat tingkah para pekerja kebun menjadi panik.

“Kamu kenapa?” Lanjut Ariqah sambil terus mendekati Khafi.

Darah segar membasahi celana kain berwarna coklat gelap milik Khafi. Ariqah langsung melipat celananya hingga ke atas lutut. Sayatan sekitar 10 cm terus mengeluarkan darah segar.

Panik? Ya itulah yang dirasakan Ariqah. Mau tak mau ia harus membalut luka dikaki Khafi dengan sepenggal kain jilbab yang sengaja disobeknya.

Kapan lagi ia bisa mencari perhatian dari pria ini. Beberapa minggu terakhir ia seperti tidak digubris pria ini.

“Aa, sudah Ariqah tutup lukanya. Ayo kita ke UKS,” ajak Ariqah. Ia pun membantu memapah Khafi hingga ke ruangan UKS.

Ia sangat tidak suka melihat darah, bau darah membuat perutnya mual dan ingin muntah. Pekerjaan yang paling menjijikkan buatnya. Namun Ia harus membuang jauh jauh rasa jijik itu demi pria pujaannya itu.

Ariqah langsung mengambil cairan iodine, kapas dan perban dari dalam kotak P3K.

Setelah membersihkan luka, ia membalutnya dengan kapas dan perban.

“Aa, sementara ini bisa menutup luka aa dengan baik agar tidak infeksi. Darahnya masih keluar karena cuaca panas, jika aa ingin ke klinik sini Ariqah temani,” ajak Ariqah sembari memancarkan sejuta kepanikan pada wajahnya.

“Sudah, lukanya tidak seberapa. Dengan Istirahat sebentar pendarahannya pasti reda,” jawab Khafi.

“Apakah sakit, Ariqah ambilkan obat penghilang sakit gimana a?” tanya Ariqah lagi sambil mengaduk ngaduk kotak obat dilemari.

“Sudah kamu nggak usah repot, aku baik aja. Kembali lah ke kelas mu, bukan kah kamu lagi ada kelas?” tanya Khafi lembut.

“Nggak Ariqah disini dulu temani aa, nanti kalau a pingsan gimana?”

“Haha aa nggak mungkin pingsan, ayok kamu balik ke kelas. Kasihan anak anak kalau ditinggal terlalu lama.”

Ariqah tertegun menatap Khafi. Ini adalah kali pertama Ariqah mendapat senyuman dari pria itu. Sungguh mendebarkan, ia malah semakin betah berada diruangan UKS bersama Khafi.

Tapi jika aku ngotot disini nantinya dia akan semakin illfeel. Hmmm, sebaiknya aku turuti. Setidaknya hari ini sudah ada sedikit kemajuan..

“Baiklah aa, nanti panggil Ariqah yah jika butuh bantuan lagi jangan segan. Ariqah pamit dulu,” ucap Ariqah.

“Terimakasih bantuannya,” ujar khafi.

“Iya aa, asaalamualaikum.”

“Waalaikumsalam,” sahut Khafi.

Ariqah pun berlalu dari ruangan itu. Khafi memutuskan bersandar pada sandara sofa sambil membuka ponselnya.

“Dua jam lagi jemput istriku,” gumam Khafi sambil menatap jam digital pada layar ponselnya.

........

Seperti biasa, sebelum jam lima mobil Khafi sudah parkir didepan kantor Elis. Elis hanya tinggal keluar masuk ke mobil kemudian kembali pulang. Seperti itulah rutinitas yang dilalui Khafi dan Elis setelah hampir dua bulan menikah.

Namun sore itu, Khafi membuka percakapan terlebih dahulu.

“Nur,” panggil Khafi.

“Ya,” jawab Elis singkat

“Kita singgah sebentar dibutik pakaian muslim dijalan Patimura sebentar ya,” ujarnya.

“Baiklah,” balas Elis.

Mobil meluncur menuju sebuah butik ternama dari designer kondang yang juga adalah seorang Artis.

Khafi dan Elis tiba dan disambut hangat oleh seorang pelayannya.

“Assalamualaikum, selamat datang ditoko kami.” Sapa pelayan yang berdiri dibalik pintu kaca.

“Waalaikumsalam,” sahut Elis dan Khafi.

Elis berjalan dibelakang Khafi. Kali ini tugasnya hanya untuk menemani pria itu. Belum ada niat Elis untuk belanja, mengingat baju baju muslim yang dibelinya sebulan yang lalu sudah lumayan banyak.

“Pakaian pria dilantai dua,” protes Elis saat ia melihat pria itu berbelok menuju gantungan display berbagai macam jilbab.

“Aku ingin membeli jilbab. Warna hitam, kamu bantu pilihkan,” ucap Khafi.

“Tapi aku, aku belum pinter memilih jilbab. Aku aja masih minta bantuan teteh,” tolak Elis.

“Mbak,” teriak Khafi pada pelayan wanita yang berdiri tak jauh dari situ.

“Iya bang, ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan itu ramah.

“Bantu saya carikan jilbab yang menutup hingga ke pinggul, bahannya lembut dan yang nggak ada topi dibagian depannya,” pinta Khafi.

“Warna apa bang?” tanya pelayan itu lagi.

“Hitam.”

Pelayan itu mencari beberapa saat hingga menemukan sebuah jilbab yang sesuai.

“Ini?” tanya pelayan itu.

Khafi memeriksa jilbab yang disodorkan.

“Ya ini bungkus kan dua hitam dan coklat.”

“Ukuran apa bang?”

“Ukuran nya ukuran apa?” tanya Khafi sambil menunjuk ke arah Elis.

“Oohh M ya bang.” Wanita pelayan mulai mencari apa yang diminta Khafi.

“Nur kalau kamu mau pulih aja, mumpung kita lagi disini. Baju?” tanya Khafi.

“Baju dan jilbab Elis sudah lumayan banyak. Sekarang Elis belum butuh,” sahut Elis.

Usai membayar Elis dan Khafi meninggalkan butik tersebut.

Sepanjang jalan keduanya diam, namun dalam hati Elis begitu penasaran.

Khafi beli jilbab buat siapa? Ukuran M bukan ukuran Bibi dan teh Amel, istri kak Shaleh juga pasti bukan ukuran M.

Sebesar apapun rasa ingin tau Elis, ia hanya bisa memendamnya sendiri. Ia tak ingin ikut campur dalam urusan Khafi.

....

Usai solat isha.

“Hari ini kita memasuki hafalan surah ke enam, dan iqra sudah sampai di iqra dua. Kita perlahan aja, Islam nggak pernah memberatkan umatnya yang ingin belajar. Kalu Nur merasa sulit bilang biar Khafi kurangi lagi waktu berlatihnya, ucap Khafi lembut.

“Elis baik aja kok. Mungkin ada kendala sedikit dalam pengucapan huruf huruf hijaiyah, tapi Elis akan terus berlatih.

Khafi pun mulai melantunkan surah Al Kautsar. Ini adalah surat pendek ke enam yang harus di hafal Elis setelah lancar dengan 5 surat pendek lainnya.

Mendengar suara merdu Khafi Elis diam dan kagum dalam hatinya. Pria yang adalah suaminya itu tak kalah hebat dalam hafalan dan bacaan Al Quran.

Khafi menuntun Elis dangan baik. Saat salah ia akan memperbaikinya, saat kurang paham ia akan bertanya pada Khafi.

Kebersamaan mereka seperti itu setiap hari seharusnya sudah membuat hubungan mereka menjadi lebih dekat. Namun kenyataannya, perasaan yang tumbuh dihati Elis selalu dibuang nya jauh jauh saat melihat Khafi. Ia tak ingin cintanya gagal lagi. Terlebih Khafi adalah seorang pria yang tak mungkin membalas cintanya.

Sedangkan Khafi, ia selalu menghindari berada dekat dengan Elis. Dadanya berdebar kencang saat berada didekat gadis itu. Ia bahagia saat melihat Elis tersenyum. Dan perasaan bahagianya itu sewaktu waktu akan membuat Elis terluka.

*Next **🔜*

1
Juna Dong
luar biasa
eni nuryati
cinua sejati/Heart/
Felycia Fernandez
hai elis...ternyata kita satu kampung Elis...nama kamu juga seperti nama temanku Elisabeth dan Petra...senang bisa mampir di ceritanya kk author...
Fitriyani
hahaa,,,pasti amel n Elis hamil tu,,waah barengan tu..
Fitriyani
bukannya Indira itu istri papanya y,klo iy,bkn nya manggil nya ibu,atau aku yg lupa y....🤔
Fitriyani
mantab bgt naluri Abi ni,Dy sllu tau n paling peka duluan dgn smua hal...
g ky khafi...
Fitriyani
jgn2 Hardian ada hati SM Amel...
Fitriyani
jgn2 Hardian ada hati SM Amel...
Fitriyani
mudah2an Pras menyesal semenyesal2 nya Krn udh lbh minggalkn istri sebaik Amel..
Fitriyani
mudah2an othor nya memberikan hukuman yg berat utk ariqah,kesel bgt aku sm ariqah tu
🫧Alinna 🫧
Nur artinya cahaya, nama Elisabeth cahaya petra
Fitriyani
pasti sedih bgt ,ada d posisi Amel..
Fitriyani
pasti sedih bgt ada d posisi Elis..😭
Fitriyani
lucu,punya rasa bersalah,tp mmperlakukn ank nya ky gt,,,aneh
Fitriyani
knp khafi manggil nur Thor???
Fitriyani
mf y thor,,maaf,,,bgt,sy hanya seseorang yg minim ilmu,cm dr awal sy agak janggal rasa nya setiap mmbaca salam mereka kpd Elis,,
bkn nya g boleh y mengucapkan salam kpd non muslim 🙏
Fitriyani
mf thor,dr mn Abi nya Kahfi tau klo cewe itu bukan seorang muslim,,,
klo hanya dr pakaian kan,blm bs mnntukan seseorang itu muslim atau tidak🙏
kelinci lucu
sprtinya seru..
pi bngung cz da yg menyangkut agama, dri awal dgreja trus da rang azan n dia nyebut allah, agama si cewek sbnernya apa?
saran j.. jka begronny brat y brat n pergaulan bbasny j jngn bwa2 agama🙏🙏🙏
kelinci lucu: oh... apa ini nnti si cewek jodohnya orng islam? lnjut bca dh biar gk slah faham, maaf y tor jka tdi slah faham🙏
total 1 replies
Dede Dewi
kak author, aslinya mana sih? Medan ya?

saya baca sambil belajar logat batak lho kak😁😁
🫧Alinna 🫧: Saya asli manado
total 1 replies
Try Maryati
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!