NovelToon NovelToon
Dosenku Suamiku (SELESAI)

Dosenku Suamiku (SELESAI)

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Tamat
Popularitas:295.3k
Nilai: 5
Nama Author: Otaku_Wibu

•Typo bertebaran dimana-mana, beberapa part di private
•Cerita ini tidak direvisi, jadi tolong dimengerti jika ada yang aneh atau tidak nyambung
• My original work

******

Laura sebagai mahasiswi yang terkenal sangat nakal dikampusnya, dan Reyhan sebagai dosen yang kejam bagi Laura. Laura sengaja sering telat agar ia tidak perlu berlama-lama mendengar penjelasan materi yang dijelaskan Dosennya Reyhan. hingga kemudian temannya Laura bernama Indah tak tahan jika Reyhan terus mengajar dikelas Laura dan Indah dan akhirnya Indah menyukai dan jatuh cinta pada Reyhan, lalu Indah meminta Laura untuk membantunya agar Reyhan mau menerima pernyataan cinta Indah, namun usaha Laura dan Indah gagal...


bagaimana kelanjutannya?
yuk dibaca ya...

jangan lupa vote, rate 5, like, dan komen
bye~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otaku_Wibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nginap

*Sesampainya dirumah kak Ridwan

"Disini?"

"He'em" aku mengangguk

Aku dan mas Reyhan keluar dari mobil, dia ingin menggendongku tapi aku menggeleng, jadi dia menggenggam tanganku erat-erat

"...tas, pakaian, sama motor Laura gimana mas..?"

"Lagi diantar kesini, tunggu aja ya"

Ting tong

Tak ada jawaban dari dalam, aku terus memencet bel, hingga aku mendengar kak Ridwan mengomel dari dalam rumah

"Iya sebentar! nggak tau apa orang lagi sibuk gini"

Clek

"Ngeribetin orang aja"

"Siapa yang ngeribetin?"

"Eh Laura, tumben pulang cepat, tapi tasnya mana? motor kakak juga kemana? kok pakai baju pasien? pria itu siapa?"

"Kakak kebanyakan nanya, ...jadi, tas Laura lagi diantar kesini sama motor kakak, pria ini pacarannya Laura.. namanya Reyhan Chandrama Williams, dan terakhir.. Laura pakai baju pasien karena..."

"Kenapa? kambuh?"

"Enggak... Laura tadi ketembak.. gara-gara ngelindungi mas Reyhan"

Aku mengerucutkan bibirku sambil bersembunyi dibalik mas Reyhan

"Aih... memang nggak berubah ya kamu Ra, suka banget ngelindungin orang tanpa tau risikonya ke diri sendiri, untung mama papa udah nggak ada, kalau ada pasti mereka khawatir banget"

"Ya kan Laura nggak mau kejadian kayak Nana dulu, kakak juga tau kan kalau Laura itu nggak rela kalau ditinggal pergi sama orang yang Laura sayang, lagipula Nana sudah Laura anggap sebagai saudara Laura sendiri, tapi si Nana malah pergi ke alam lain"

"Omong-omong soal Nana, meninggalnya kenapa ya Ra?, keluarganya masih netap dirumah itu?"

"Nana meninggal karena kecelakaan, waktu itu Laura sama Nana kan habis pulang sekolah, biasalah kak pulang bareng lagian dekat, terus karena Nana nggak perhatikan jalan jadi dia nggak tau kalau ada mobil disebelahnya. Keluarganya udah pindah keluar negeri sih kak, pas coba Laura tanya.. jawabnya sih biar nggak keingat kenangan dirumah itu"

"A... gitu ya"

"Minggir-minggir, Laura mau masuk, diluar panas"

"Panas darimana, orang mendung gini lho, paling bentar lagi hujan"

Aku menulikan telingaku, dan menarik tangan mas Reyhan menuju kamarku

"Heh Ra, Reyhan juga diajak ke kamar? kalian belum sah lho, mending dia disini ngobrol sama kakak"

"Bodoamat. Mas Reyhan nggak bakalan gitu juga, semisal mas Reyhan ngelakuin itu, ya Laura minta tanggung jawab"

Clek

Blam

Aku melepas tangannya, mengunci pintu lalu merebahkan tubuhku secara perlahan ke kasur, aku menutup mataku sebentar lalu membukanya kembali, aku terkejut melihat mas Reyhan yang sudah diatas kasurku, tepat diatasku. Aku menoleh ke kanan dengan pipi yang merona

"Ka-kapan naiknya? Laura nggak denger mas naik ke kasur"

Aku menelan saliva ku, dia semakin mendekatkan wajahnya lalu berbisik

"Apa maksudnya tanggung jawab tadi, hm?"

"A-apanya?"

"Jangan pura-pura lupa cantik.."

"Hm.. maksud Laura.. itu.. tanggung jawab untuk nikahin Laura.. selalu jaga Laura.. dan jangan tinggalin Laura.."

Blush

Wajahku semakin memerah, dia tertawa kecil

"Aku ngomong apa sih, ah sudahlah"

"Jika hanya itu.. pasti sudah mas lakuin sejak pertama kali pacaran"

"Mas ih..."

"Enggak-enggak... mas bercanda, mas enggak bakal segitunya"

"Kalau gitu.. mas minggir, Laura mau mandi"

"Hati-hati.. jangan sampai luka--"

"Iya Laura tau"

Aku menghadap ke wajahnya

"Mas.."

"Hm..?"

"Minggir"

"Nanti, mas lagi bayangin muka Laura"

"Huh?"

"Ssttt, cukup mas yang tau"

"..Kalau Laura sudah jadi dokter, dan sudah kerja dirumah sakit.. Laura mau nikah?"

"Laura... mau, tapi sama mas.."

Deg

Dia tersenyum manis ke arahku, sialnya detak jantungku semakin berdegup sangat kencang

"Ugh.. manis, dia ini gula atau manusia?"

Cup

Dia mencium keningku sekilas

"Anak baik.."

"Hiks.. huwaaaa"

Aku tiba-tiba menangis

"Kenapa nangis..? kata-kata mas ada yang menyakitkan..?" tanyanya sambil membantuku menghapus air mataku

Dia bersikap begitu lembut padaku sejak pertama berpacaran, tapi.. aku merasa belum membalasnya kebaikannya sekalipun

"Enggak.. enggak kok.. tapi.. makasih atas semuanya.. makasih karena sudah ngerawat Laura--"

"Ssttt, udah-udah.. mas lakuin itu ikhlas kok.. Laura jangan nangis lagi ya"

Perlahan air mataku tak mengalir lagi

"Nah gitu.. jangan nangis ya"

Kemudian dia berbaring disebelah kiri ku, aku sedikit bergeser ke kiri, memiringkan tubuhku lalu memeluknya, dia juga membalas pelukanku. Aku mendongak dan melihat wajahnya

"Mas, mas mau Laura ceritain nggak, cerita pertama kali pas Laura pindah rumah ke Indonesia?"

"Boleh.."

____________

Flashback on

Saat itu.. usiaku baru baru 3 tahun, aku sudah lancar berbicara juga berjalan, aku dan keluargaku pindah rumah dari China ke Indonesia, karena papa tidak mungkin harus bolak-balik dari China ke Indonesia terus-menerus, jadi pilihan terbaik mama adalah pindah rumah ke sini

"Sayang.. main sama kak Ridwan duluya, mama sama papa mau bersih-bersih rumah"

"Laura mau ikut bantu.."

"Enggak boleh, Laura enggak bakal kuat.."Ridwan" panggil mama

"Iya ma?"

"Ajak main adekmu dulu, mama sama papa mau bersih-bersih rumah"

"Oh.. iya ma"

"Ayo"

Kak Ridwan menarik tanganku duduk di rerumputan depan rumah, dia mengambil mainanku dari dalam mobil dan memberikannya kepadaku

"Ridwan! belikan sapu sama pel dulu sana!" teriak mama

"Beli dimana ma?!"

"Tempat yang kita liat tadi! nggak jauh kan?!"

"Oh.. iya! pakai uang Ridwan dulu aja ma!"

Kak Ridwan mengacak-acak rambutku sembari tersenyum

"Tetap main disini ya, kakak mau ke warung dulu, nanti kakak belikan jajan juga kok"

"Jangan lama-lama..."

"Iya.."

Kini aku hanya sendiri diluar rumah, aku bosan jika bermain sendirian, jadi aku berjalan-jalan disekitar situ. Hingga sampai didepan rumah, aku tak memperhatikan jalan, jadi aku masuk ke dalam selokan depan rumah, itu sangat kotor dan bau. Aku menangis sembari terus memanggil mama dan papa

Mama dan papa mendatangiku, mereka terkejut lalu papa mengangkatku keluar dari selokan itu, mereka mengambil selang lalu mama memandikanku diluar, karena kamar mandinya belum dibersihkan, ditambah aku juga masih kecil jadi tak apa

"Ma.. ini sapu sama pel... nya.."

"Lho? Laura kenapa mandi lagi ma? kan sebelum berangkat sudah mandi"

"Adekmu kecebur diselokan depan rumah tadi, makanya mandi lagi"

"A... kalau gitu mending ikut Ridwan aja ke warung tadi"

"Sini sapunya" celetuk papa

"Pelnya?"

"Taruh depan rumah aja dulu"

Beberapa menit kemudian ada seorang perempuan yang membawa tupperware datang ke rumah

"Permisi.. ini rumahnya pak Raka dan bu Jihan ya?"

"Iya.. ada apa ya?"

"Ini.. ada makanan dari keluarga kami, dimakan ya"

"Oh terimakasih.. maaf merepotkan"

Mama mengambil tupperware itu

"Ahaha.. nggak kok.. keluarga kami memang begini kalau ada orang baru pindahan ke perumahan disini"

Dor!

Aku terkejut lalu menangis

"Mamaaa..." rengek ku

"Hahahaha"

"Ridwannn...."

"Hehehe.. iya-iya.."

"Haha lucu ya.." celetuk perempuan itu

"Ahaha.. mereka sering begini.. kakaknya nggak bisa diam, jadi kadang suka jahilin adeknya"

"Oh ya..? umur kalian berapa..?"

"Ridwan umur 8 tahun tan, kelas 2 sd hehe. Kalau Laura, baru 3 tahun"

"Hai.. tan.."

"Wah... masih imut-imut"

"Oh, ya udah ya.. tante mau bersih-bersih rumah juga, dah.."

"Dadah.."

"Eh Ra.."

"Hmpt! nggak mau temenan sama kakak"

"Hm.. nih"

Kak Ridwan mengeluarkan permen lollipop dari kantong plastik, saat aku ingin mengambilnya, kak Ridwan menariknya

"Tapi.. janji dulu, jangan marah lagi"

Aku mengangguk, kak Ridwan kemudian memberikannya padaku

_____________

Flashback off

"Hahaha gitu..."

"Kenapa nangis, hm..?"

Dia menghapus air mataku, aku tersadar, hei.. aku beneran menangis?

"Ah.. hm.. enggak, siapa yang nangis, Laura enggak.."

"Enggak usah bohong.. kangen om sama tante ya?"

"..Iya.. tapi.. lupakan, Laura kan masih punya mas Reyhan, kak Ridwan, kakek, om Manu, tante Leni, Caca, Yudha, kak Laras, Fika, dan keluarga mas"

Aku tersenyum sumringah kepadanya, mengatakan bahwa aku baik-baik saja

Cup

Satu ciuman mendarat di keningku, dia mengeratkan pelukannya

"Mas..? Laura mau mandi.. lepasin.."

"...Nanti.. mas masih mau gini"

"Berapa lama..?"

"I don't know baby.."

"Hum.. mas nanti tidur dimana? ..oh, gimana kalau.. nginap disini aja, sama Laura.. dan dikamar Laura, soalnya dirumah ini cuman ada 3 kamar aja"

"Emang boleh..?"

"Boleh.. toh, kak Ridwan kan baik hati haha.. dan soal baju, nanti pinjam punya kak Ridwan, Laura yang ambil"

"Thank you.."

Beberapa menit kemudian, tak ada suara yang keluar dari mulutnya, suasananya sangat hening

"Mas? mas tidur?"

"Zzzzz..."

"Yah tidur, kalau kayak gini aku jadi ikut tidur dong.. humm.."

Akhirnya aku juga ikut terlelap sambil memeluknya, begitupun sebaliknya

1
Zurina Dollah
Biasa
Dian Indra
iyo...mestine kuliahe libur...koq yo sek masuk...ga ada rasa sedih2e blas....hhh
🍒⃞⃟🦅
semangat terus berkarya 👍
Hardinik Akbari
nah lho... ini yg meninggal mama papa kok santai2 aja ya...
Tuty rahayu Rahayu
ko si rehan di kelas Mulu deh emang kaga di kantor/ruangan guru git
Tuty rahayu Rahayu
Rayhan gimana sih liat calon istri di tampar malah diem z
Tuty rahayu Rahayu
cerita ny bikin binggung
Tuty rahayu Rahayu
GK ad sedih2 ortu meninggal,coba di kasih sedih lama trus rehan ny berusaha menghibur,ini jg kenap tiba2 suka SM rehan lg
Adi Nugroho
kuliahnya kok gk kelar"
ceritanya cepet beberapa tahun kemudian
tapi kok Lauranya kuliahnya gk kelar"
Cahaya Putri
ortu meninggal masih smpat cengegesan
any qalesya: ia. aneh ceritanya. GC ada sdih2 nya LG berduka.
total 1 replies
Cahaya Putri
emak bapak meninggal kok santai,low novel lain dah pontang penting lari lihat jenazah ortux
Zhizi Arzeti
iya
Zhizi Arzeti
ma aku mau ke kamar dulu yah!☺️
Mujiyati Wijaya
baca cerita ini kok lucu banget gak greget. mosok kedua orangtua meninggal malah berangkat kuliah. udah gitu kok kayaknya gak ada kesedihan. malah belanja lagi.
Su Fina
Buat Novelthoon lain kali karya ini jangan d lulus kan secara tulisanya tidak bagus
ceritanya tidak nyambung
karya nya tidak bisa di terima kami pembaca mengkritik nya...




TIDAK BAGUS CERITANYA...
Corry Lindawaty Manurung
jujur saya bigung baca novelnya..maaf ya thor
Novia Zara Scorpinosta
masa orang tua meninggal masih sempat kuliah ya 🤔
Erinibra Ibra: orang tua meninggal kok gak ada sedihnya malah ditinggal kuliah aneh deh
total 1 replies
sayang
Masrianiani Hijab
salam dariku

*Yang Membolak-balikan Hati
Agif Otey
why?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!