18+
Namanya Somalia Wardana, orang sering memanggilnya Somi. Tak sedikit orang mencibir namanya karena dinilai sama dengan salah satu negara miskin di dunia. Namun, ia tak kecewa, karena nama itu adalah nama pemberian Alm papanya saat bertugas di negara tersebut. Papanya hanya pulang membawa nama dan nama tersebut ialah satu-satunya pemberian untuk Somalia, Oleh karena, itu ia sangat menghargai nama pemberian mendiang papanya.
Pekerjaannya? Somi sibuk mengurusi pernikahan kliennya. Sebagai WO, Somi dituntut untuk profesional dalam menangani pernikahan para kliennya. Somi sibuk mengurusi pernikahan orang dari pada pernikahannya kelak.
Area terlarang!!! teruntuk penikmat halu belaka 😋 Siapkan hati kalian karena itu poin utamanya.
Mau tahu kisahnya bukan?
Nggak ada salahnya mampir dan menjadikan novel ini bacaan favorit kalian 🙏
Maaf novel ini slow up ya manteman. Juru ketik sedang banyak kreditan panci 😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26
"Berikan aku kunci mobilmu Sayang!" ucap pria yang kini diperbolehkan untuk menjalani rawat jalan. Setelah hampir bersitegang di depan dokter Oca karena Somi bersikukuh supaya Gandhi tak perlu menjalani rawat inap, kini keduanya kini menuju sebuah parkir dari rumah sakit yang menjadi tempat penanganan sang drama king siapa lagi kalau bukan pengacara handal tersebut.
"Bicara apa kamu ini? Kamu kan sedang terluka! Biar aku saja yang mengemudi!" tak mau kalah sang wanita masih ingin mempertahankan keinginannya.
Meski ia masih kesal dengan sifat kekanak-kanakan sang kekasih namun ia masih mampu memendamnya demi menjaga perasaan Gandhi. Ia tahu Gandhi telah mempermainkan dirinya dengan seolah-olah membuat sebuah kecelakaan tunggal, Somi mengetahuinya dari kesaksian dokter Oca. Gandhi melakukan ini semua demi mendapatkan simpati darinya.
"Aku masih sangat kuat Sayang!" sahut Gandhi dengan mudahnya.
"Diam dan menurut lah Sayang! Aku bisa membuatmu babak belur dari ini bila kamu tak menuruti apa yang ku mau," Somi mengancam lelaki itu agar menuruti semua yang ia inginkan. Sekalian saja Somi ingin membalas dendam dengan kekesalan yang ia rasakan sejak pagi tadi.
"Oke ... oke sayang, kamu menang!"
Pada akhirnya keduanya pulang dengan Somi yang mengendarai mobilnya. Sebelum pulang wanita yang kini masih diliputi rasa kesal menyempatkan dirinya untuk membeli beberapa makana cepat saja melalui Drive true servis.
Somi memesan beberapa makanan cepat saji seperti beef burger dan kentang goreng dengan porsi besar untuk melegakan kemurkaannya. Dia menang gemar melampiaskan kekesalannya pada beberapa camilan seperti kripik serta instan food. Sebagai gantinya karena ingin membalas perbuatan Gandhi, Somi menengadahkan tangannya ke arah Gandhi agar pria itu membayar pesanannya.
Mengetahui permintaan sang calon nyonya, Gandhi tak kuasa menolak permintaan Somi. Ia dengan senang hati mengambilkan sebuah kartu debit dari dalam dompetnya untuk membayar pesanan Somi.
"Yang, serius kamu akan memakan ini semua?" tegur Gandhi setelah ia menerima kartu debitnya kembali. Dan Somi segera tancap gas untuk pulang bersamanya.
"Oh ... apa ada masalah Sayang? Apa kamu tak ikhlas?" Somi memandang ke arah Gandhi dengan sorot mata tajamnya. Sengaja Somi buat seolah-olah ia ingin mengibarkan bendera perang untuk keduanya.
"Bukan begitu Yang, ini banyak sekali! Lalu siapa yang akan memakannya?" Bujuk Gandhi dengan menunjuk seluruh pesanan yang baru saja ia bayar tadi.
"Aku ..." Sahut Somi singkat sambil membuka pembungkus beef burger yang baru saja ia pesan tadi. Ia sengaja merampok uang Gandhi sedikit demi sedikit. Meski ia sibuk mengemudi, namun Somi juga sibuk mengunyah potongan beef burger yang baru saja ia gigit. Tangan kanannya sibuk mengemudikan mobilnya sedangkan tangan kirinya sibuk ia pergunakan untuk memegang burger tersebut.
Melihat hal tersebut, lelaki yang tengah menipunya tak kuasa menahan rasa ibanya. Dengan perhatian Gandhi merebut makanan Somi kemudian menyuapinya dengan lemah lembut. Bibir Somi mulai membuat tanda smirk karena Gandhi telah masuk dalam perangkapnya.
"Aku lelah sekali, seharian bekerja dan harus mengikuti drama yang kamu buat Sayang!" Karena sudah tak tahan dengan emosi yang sejak tadi ia rasakan, Somi mencoba menuduh Gandhi sengaja membuat kecelakaan tunggal itu untuk mendapatkan simpati darinya.
"Lalu siapa yang membuat aku seperti ini? Siapa yang tak mau memaafkan aku hingga aku tak konsentrasi dalam mengemudi?" karena rahasianya telah terbongkar, tak menyurutkan rencana sang pengacara yang memang handal dalam menguasai suasana membalikkan keadaan. Bukan Gandhi namanya bila tak mampu menang dalam berdebat dengan lawannya.
"Siapa yang memulai kekacauan ini? Siapa yang menghancurkan rencanaku menyiapkan pernikahan seseorang?" Dasar Somi! wanita itu tak mau kalah dan memiliki sifat yang keras hati.
Hingga tiba mereka tiba di rumah Gandhi, keduanya masih bersitegang tak mau mengalah satu sama lain. Bahkan Somi dengan tegas ingin balik lagi setelah mengantarkan Gandhi pulang demi mengancam sang kekasih imitasi agar mengakui kesalahannya.
"Baiklah, ia aku salah Sayang! Jadi tolong jangan pergi dari sini ya?" akhirnya perdebatan sengit di antara keduanya dimenangkan oleh Somi. Meski dengan sebuah ancaman akhirnya Gandhi harus mengakui kehebatan sang pujaan hati dalam hal berdebat. Karena ia sungguh takut bila Somi meninggalkan rumahnya.
"Percaya lah, aku melakukan itu murni karena alasan pekerjaan!" Meski Somi memang telah memenangkan pertikaian di antara keduanya. Namun kini ia meyakinkan pada Gandhi bahwa ia tak mungkin akan melakukan hal yang akan merugikan Gandhi di belakangnya.
"Lain kali, hanya dengan izin dariku kamu baru bisa pergi dengan lelaki lain selain aku!" Nah si lelaki yang tak mau pacar imitasinya direbut orang kini membuat sebuah peraturan khusus untuk Somi.
"Kamu tahu sendiri bukan bila aku ini merupakan tulang punggung bagi keluargaku? Aku harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhanku dengan mama dan satu hal lagi agar aku bisa membayar jasa pengacaraku!"
"Pengacara mu ini tak butuh bayaran mahal Dear! Bayarannya adalah ...?" belum sempat Gandhi melanjutkan kalimatnya ia langsung mengangkat tubuh sang kekasih ke dalam rumahnya agar tak berencana pergi kembali. Ia sudah tak tahan bila harus mendengarkan ocehan Somi yang mengancamnya dengan pergi dari rumahnya. Untuk itu ia sengaja membawa wanita yang ia cintai masuk ke dalam rumahnya.
"Sialan Gandhi! Turunkan aku!"
"Tidak untuk malam ini Sayang ...."
pas ketemu sama judul ini baca sinopsisnya dan ada tulisan #tamat serta episodenya yang gak panjang langsung tertarik...
tapi ternyata... judul ini belum tamat, bahkan dari komentarnya ditulis lebih dari setahun yang lalu yaitu bulan 2 tahun 2022, apa judul ini gak dilanjutkan lagi?
kecewa sih, karena udah terlanjur baca dan sebenarnya ceritanya bagus juga, sayang mandek di tengah jalan
penasaran gimana mereka berkhianat di belakang Somi