Menceritakan seorang gadis yang berusia 22 tahun yang bernama ASKIA PUTRI HUMAIRA, seorang muslimah cantik yang hidup dengan kesederhanaannya, memiliki sifat yang ceria dan ramah pada setiap orang.
Kehidupannya berubah saat dirinya dijodohkan dengan seorang pria yang tak pernah menganggap dirinya sebagai tempatnya pulang.
Berharap Cinta setelah menikah, malah poligami yang ia dapatkan.
Tiada hari tanpa Air mata.
Akankah dirinya bisa bertahan dengan pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter-26
*Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya geys...
dan komen nya agar author terus semangat setiap Up episod nya..
_________ Happy Reading* __________
Sesampai nya di sebuah Cafe Askia dan Nia duduk berhadapan kemudian ia mendudukkan Rara di samping nya,
lalu mereka memesan makan dan minum dan tak lama pesanan mereka sampai.
"Kia, bagaimana ya kabar Dimas udah lama kita ngak ketemu, kalau ngak salah waktu itu setelah menanyakan tentang dirimu dan dia lulus kuliah duluan dia udah ngak pernah keliatan lagi" ujar Nia di sela sela makannya.
"Dia bertanya tentang ku??" Nia mengangguk.
"Kenapa?? apa yang dia tanyak??" tanya Askia penasaran.
"Kok kamu jadi antusias begitu sih??"
"Eh.. en..enggak kok, kan aku cuma bertanya" jawab Askia gugup.
Nia yang melihat tingkah Askia pun terkekeh.
"Dia hanya menanyakan tentang kamu menikah saat itu, Tapi kan menurut ku, Dimas itu sepertinya suka deh sama kamu"
Uhuuuk uhuk uhuuuukk.
"Hei kamu ngak apa apa kan??" ujar Nia sambil menyodorkan segelas air pada nya.
"Kamu ini, jangan asal berbicara bagaimana bisa ia suka sama aku yang status nya seorang janda ini" ujar Askia sambil setelah meminum air yang di berikan Nia,
kemudian ia kembali menyuapi makanan pada Rara.
"Hei, apa yang kau katakan, memang dirimu janda tapi kan kamu masih..." ucap Nia menaik turunkan alias nya dan tersenyum.
"Nia.. kenapa kau harus membahas kesitu sih sudah lupakan, ingat di sini masih ada Rara"
"Heheh, Rara sayang maafin aunty Nia ya??" ujar Nia mencubit gemas pipi gadis kecil itu.
"Tapi apa masalah nya sih kalau dia suka sama kamu, toh kamu juga udah single kan dan lagi kalian terlihat sangat cocok, lagian kamu ngak mungkin kan tidak akan menikah lagi??" tanya Nia lagi.
Askia menghela nafas nya, "Entahlah, saranya aku masih takut menjalin hubungan lagi, aku takut akan gagal seperti sebelumnya" sahut Askia lemah.
"Kia sayang, setiap orang belum tentu sama, mungkin saja jika kamu bersama dengan nya kamu akan bahagia siapa yang tahu kan, dulu saat kamu bersama dengan..." ucapan Nia terhenti saat ia melihat raut wajah Askia yang berubah.
"Baiklah Baiklah, lupakan itu mari kita lanjutkan makan lagi, setelah itu kita akan jalan jalan" ujar Nia, dan di sambut antusias oleh Rara.
Malam hari...
Setelah mengantarkan Nia pulang, Askia langsung kembali kerumah nya bersama Rara, dan tak berapa lama ia sampai di rumahnya dan masuk kedalam.
Setelah menidurkan Rara , Askia meraih kimono dan masuk ke dalam kamar mandi, beberapa menit kemudian Askia selesai dan telah berganti dengan pakaian tidurnya, kemudian ia melaksanakan kewajibannya.
Tok tok tok
"Kia, apa Ummi boleh masuk nak??" tanya Ummi Rini.
"Iya, Ummi masuk saja pintu ngak di kunci" sahut Askia.
"Baru selesai sholat??"
"Iya Ummi "
"Rara tidur??" Askia mengangguk kepalanya.
"Ayo turun, kita makan malam Abi udah nunggu di bawah" ujar Ummi dan di angguki oleh Askia.
Setelah selesai sarapan ia kembali ke kamar nya, ia langsung menuju kasur nya lalu ia ikut berbaring di samping keponakannya itu.
kambali ia mengingat perkataan Nia tadi saat di cafe.
"Apa ia aku harus membuka hati lagi??" ujar nya.
"Tapi mana ada yang mau dengan ku yang sudah berstatus sebagai janda ini, terlebih itu Dimas?? rasanya itu tidak mungkin.
"Memang dia pria yang sangat baik semenjak kami masih sekolah dulu, tapi dia terlalu sempurna, aku juga yakin dia tidak akan menyukai ku karna selama ini dia hanya menganggapku sebagai seorang teman, dia pasti sudah memiliki seorang kekasih, tapi entah kenapa saat aku bersama nya aku merasa nyaman"
Astaghfirullah.....
"Apa yang aku pikirkan, Ya Allah Askia, kau baru saja mengagumi nya" ujar Askia malu ia menarik selimut tebalnya dan menutup seluruh tubuhnya.
______
kediaman ANGGARA
Dimas baru saja selesai membersihkan dirinya , setelah mengganti baju dengan piama tidur ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur nya, ia masih ingat saat pertemuan diri nya dengan Askia setelah hampir setahun berlalu.
Wanita itu terlihat semakin cantik dan dewasa, saat ini ia sangat bahagia karna waktu pertama kali ia kembali ke tanah air ia mendapatkan kabar dari Leo, kalau Wanita itu telah bercerai dengan mantan suaminya.
Flasback on
2 minggu yang lalu...
Seorang pria yang tampan turun dari pesawat pribadi nya dengan langkah yang tegap berjalan keluar dari keramayan bandara,
yaps.. Dimas baru saja tiba di tanah air.
"Selamat datang tuan" ujar Leo yang sudah berdiri di samping mobil.
Dimas hanya menganggukkan kepalanya, lalu ia masuk kedalam, setelah itu Leo langsung membawa mobil itu memecahkan keramaian ibu kota.
"Leo, bagaimana kabar nya??" tanya Dimas sambil bersandar di jok mobil dan menutup kedua matanya.
"Nona Askia baik tuan, walaupun sempat terpuruk selama beberapa hari karna kejadian itu" sahut Leo.
Dimas membuka kedua matanya dan mengerutkan alis nya. seolah meminta penjelasan lebih lanjut, Leo yang mengerti maksud tatapan tuannya langsung melanjutkan ucapannya.
"Nona sempat terpuruk kerna perceraian dengan tuan Farhan, namun berkat orang orang terdekatnya selalu memberi dukungan hingga nona bisa kembali seperti sekarang, nona sudah mulai melakukan aktifitas seperti biasa, melakukan pekerjaan nya di restoran" jelas Leo panjang lebar.
"Jadi pria itu sudah melepaskan dia ?" ujar Dimas.
"Ia tuan, lebih tepatnya ayah nona Askia sendiri yang meminta putri nya kembali"
Ada rasa kebahagian yang keluar dari dalam dada nya, akhirnya penantian nya selama ini akan segera ia wujudkan, tapi tunggu dulu, restoran??
"Leo, apa yang kau maksud dengan lestoran, apa Kia berkerja di sana ?" tanya nya.
"Lebih tepat nya nona pemilik restoran HM'RESTO tuan" jawab Leo.
Dimas sedikit terkejut mendengarnya, jadi selama ini wanita yang dia kagumi adalah pemilik dari restoran yang sangat terkenal itu, jadi selama ini sang pengusaha muda yang sudah memiliki cabang restoran di beberapa negara itu adalah Askia, Cinta pertamanya?
Ah betapa bodoh nya aku saat itu, jelas jelas aku melihat saat aku dan dia ada di sana para pekerja di sana sangat sopan pada nya ternyata....
Sebuah senyum yang sangat manis keluar dari sudut bibir Dimas, Leo yang melihat itu melalui spion depan hampir tersedak dengan nafas nya sendiri, kapan pernah ia melihat tuan nya ini tersenyum seperti itu.
Ah dia baru ingat, jika sudah membahas tentang wanita nya tuannya itu akan menjadi manusia yang sebenarnya.
Flasback off
"Dimas apa kamu di dalam sayang??" tanya Mama Dinda.
Dimas tersadar dari lamunannya, " ia mah Dimas di dalam, masuklah" sahut Dimas.
Ceklek
"Kamu sedang apa?? kenapa senyum senyum sendiri??" tanya mama Dinda.
"Mah, mama ingin Dimas membawa menantu buat mama kan??" tanya Dimas.
Mama Dinda mengernyit kening nya, apa dia tidak salah dengar?? kenapa putra nya ini tiba tiba saja mengatakan hal itu, biasa nya saja jika dia membahas itu anaknya ini akan segera menghindarnya.
apa ada yang salah dengan putra nya ini?
"Sayang, kenapa kau bertanya itu? apa kamu sudah punya pacar??" tanya mama Dinda.
"Tidak mah, tapi akan ada dan segera Dimas akan menikahinya" jawab Dimas.
"Jadi benar kamu akan menikah??" tanya mama antusias.
"Iya mah, tapi..." jawab dimas.
"Tapi apa??"
"Tapi dia seorang janda mah" ucap Dimas.
"Apa??"
"Mah dia wanita yang sangat baik, Dimas sudah lama menyukainya sejak dulu waktu Dimas masih sekolah mah, dia wanita yang selama ini Dimas sukai karna dia Dimas hingga sekarang masih sendiri mah" jawab Dimas.
Dinda menghela nafasnya,"Dim, mama tidak pernah memandang siapa wanita yang akan menjadi istri kamu nanti, asalkan kamu mencintainya dan bisa membuat kamu bahagia dan mau menerima kamu dengan sepenuh hati, mau siapa pun dia mama akan menerimanya sebagai menantu mama dengan sepenuh hati" ucap mama dengan senyum yang tulus.
"Terimakasih mah, Dimas janji Dimas akan segera mempertemukan dia dengan mama dan papa bila sudah waktunya" ujar Dimas memeluk mama nya.
"Baiklah mama akan menunggu, tapi jangan terlalu lama jika tidak mama akan menjodohkan dirimu dengan anak teman nya mama" ucap mama Dinda.
Dimas hanya mengangguk mendengar ancaman yang sudah sering ia dengar dari sang mamanya.
BERSAMBUNG......
jangan lupa tinggalkan jejak kalian sayang sayangku 😘 😘 😘 TERIMAKASIH
Humaira yg Sabar yah...
Lanjuuut Thooor..