NovelToon NovelToon
The MOONSTAR

The MOONSTAR

Status: tamat
Genre:Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:119.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhaze

Takdir tak akan berubah jika kau tak ingin merubahnya, berjuanglah untuk mendapatkan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Fay dan Ivy datang dari pintu belakang cafe yang terhubung dengan dapur.

Jadi, Ren dan Myla tak menyadari kehadiran ke duanya.

Fay langsung menuju ruangannya untuk menaruh paperbag yang berisi gaun yang akan dia kenakan esok di acara pesta yang orang tuanya adakan.

Fay sebenarnya tak terlalu menyukai pesta yang akan di selenggarakan orang tuanya, bagaimana ia bisa menikmati, jika yang hadir adalah para kolega ayahnya, dan anak-anak mereka yang tak Fay kenal sama sekali. Teman yang hadir hanya Ivy dan Myla, atau anak kampus yang kebetulan adalah anak kolega ayahnya, sungguh tak menarik.

"Myla ke mana Tar?" tanya Fay ke karyawannya setelah dia keluar dari ruangannya, Ivy memilih istirahat di ruangan Fay.

"Kak Myla ada di depan ama si ganteng kak!" jawab Tari.

"Si ganteng?— Ren maksudnya?" Fay heran. Tari pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan bossnya, karena dia akan melayani pelanggan lagi.

Fay pun keluar, benar saja ada Ren dan Myla yang tampak sedang berbincang sambil tertawa, akrab sekali sih mereka fikir Fay, dia agak sedikit cemburu karena Ren seperti tertawa lepas saat dengan Myla, berbeda jika saat mereka berbincang atau mengajak Ren bercanda, Ren lebih sering menghela nafas, seolah berbicara dengannya sangat membosankan.

Fay buru-buru menjernihkan fikirirannya, kenapa juga dia harus cemburu, Myla memang seseorang yang sangat menyenangkan untuk di ajak berbincang, tak salah jika Ren pun merasa nyaman.

.

.

Fay pun menghampiri mereka, seketika obrolan mereka terhenti, Myla menggeser duduknya agar Fay bisa duduk berhadapan dengan Ren.

"Mana Ivy?" tanya Myla.

"Di kantor, molor kali!" jawab Fay.

"Ngobrolin apaan sih kayanya asyik banget" ucap Fay penasaran.

"Si Ren lagi ceritain temen-temennya, ternyata mereka kocak" jawab Myla kemudian.

Myla pun bangkit hendak menyusul Ivy, Fay pun mengangguk.

.

.

.

"Udah lama Ren?" tanya Fay setelah kepergian Myla.

"Mayan lah setengah jam kayaknya"

"Dari mana?" tanya Ren.

"Abis dari butik ambil gaun buat besok" jawab Fay sambil menyenderkan punggungnya ke kursi.

Ren bisa melihat jelas tak ada raut wajah bahagia di sana, Fay seolah tampak tak semangat sama sekali.

"Ren ke rumah lu yuk, gw pengen ketemu ibu" ucap Fay dengan raut yang sudah berbinar.

Ren tak tau gadis itu gampang sekali berubah moodnya, tadi tampak raut wajah murung, sedetik kemudian sudah berseri-seri.

Ren pun mengangguk "Gw jalan duluan ya" jawabnya. Tapi langsung di cekal oleh Fay, gadis itu akan ikut membonceng Ren, karena sudah lama juga ia tak mengendarai motor dengan Ren.

"Lu ambil motor aja dulu, gw mo ajak Myla ma Ivy, kali aja mereka mau" langsung berjalan ke ruangannya.

Ren sudah menunggu Fay di motornya, tampak Fay bersama para sahabatnya, Ivy masih memasang muka bantalnya.

"Lu ngga naek mobil aja Fay?" tanya Ivy sambil menguap.

"Gw pengen bonceng Ren, kalian aja naek mobil, gw tunggu di rumah ibu ya" Fay segera menaiki motor Ren, setelah Ren memasangkan helm ke kepalanya.

Myla dan Ivy pun pasrah mengikuti keinginan sahabatnya itu, mereka berdua lantas segera menaiki mobil menuju rumah Ren.

.

.

.

Ren dan Fay sudah sampai terlebih dahulu, Fay langsung berlari memeluk Ibu Ren yang sedang menyapu halaman warungnya.

"Ibu.....Fay kangen" manjanya.

"Ya ampun anak gadis ibu" jawab ibu langsung menyuruh Fay untuk duduk dan segera membereskan pekerjaannya.

Hari memang sudah beranjak sore, Myla dan teman-temannya pun sampai, berbarengan dengan Taksa, dan tak berselang lama Nuna datang memboncengi Liam.

Nuna pun datang dengan wajah yang sudah di tekuk, di tambah suasana hatinya yang kesal akibat Liam, lalu dia melihat rivalnya ada rumah Ren, tambah kusut saja wajahnya itu.

Ren dan yang lain memutuskan untuk duduk di depan warung, kebetulan ada abang bakso lewat dan ibu memesankan untuk mereka semua.

Ibu berkata jika Bakso ini adalah langganan ibu, dan rasanya di jamin enak.

Ren dan kawan-kawannya langsung menyantap bakso itu, karena memang mereka sudah biasa menyantapnya dan memang rasanya enak.

Berbeda dengan Fay dan para sahabatnya, mereka seperti skeptis akan menyantap bakso itu.

"Enak kok, di jamin higienis lah" ucap Ren.

Myla yang pertama kali mencoba, dan betul rasanya enak, tak seperti bayangannya. Akhirnya Fay dan Ivy pun berani mencoba dan mulai memakannya.

"Astagaaa....ampe segitunya kalian sama jajanan kaki lima" sela Nuna, yang kesal karena melihat Fay dan teman-temannya seolah ragu dengan makanan itu.

"Bukan gitu....kita emang ngga pernah makan bakso pinggir jalan kaya gini, tapi serius enak kok" jawab Fay.

"Eh buset, tapi kalian pernah makan bakso kan?" tanya Liam.

"Ya pernah lah, tapi kita seringnya makan ya di kedai gitu" jawab Ivy.

"Horang kaya mah bebas ya, bakso di kedai kaya gitu harganya bisa 3 kali lipet dari bakso kaya gini" Taksa pun menambahkan.

"Ya kelas maennya juga beda" ucap Nuna.

Mereka semua pun menikmati bakso itu sampai habis dan setelahnya ibu hendak membayar tapi langsung di cegah oleh Ren. Ren yang akhirnya membayar makanan mereka semua.

Ren pun mengajak mereka untuk nongkrong di rooftop bengkel, dari pada di warung seperti ini, Fay dan teman-temannya pun menyetujuinya. Setelahnya Fay pun pamit ke Ibu.

.

.

.

Di bengkel mereka duduk di tempat biasa, walau Nuna tak menyukai mereka tapi ia juga tak bisa melarang.

"Kalian jangan lupa ya nanti datang ke acara ultah gw" Fay pun memulai percakapan.

"Kata Ren mo di adain di warung Ibu" Jawab Liam kemudian.

"Iya klo di Ibu itu istilahnya privat party" sambil tertawa " itu mah buat acara makan-makan kita aja" lanjut Fay.

"Ntar ada acaran juga kok di cafe gw"

"Ngga ada drescodenya?" Tanya Liam.

"Ya elah alehandro....pake acara drescode segala, lah di kata acara halowwen!" Kelakar Ivy.

"Sejak kapan nama lu jadi alehandro Li?" ejek Taksa.

"Tau tuh sekate-kate kasih nama, emang sih gw ganteng kek aktor-aktor Telenovela" kelakar Liam.

Mereka semua pun tertawa mendengar kelakar Liam " buset lahir tau berapa lu masih tau aja Telenovela" timpal Myla.

"Emak gw masih nyimpen kaset dvd mereka, lah gw jadi ikut sering nonton nemenin lah" jawab Liam.

"Tapi lucu juga ya, klo ada temanya di party gw, misal tema pakean 90' an gitu" Fay mengeluarkan idenya.

"Jangan aneh-aneh Fay!" gerutu Ivy menolak ide sahabatnya itu.

"Ih asyik tau, iya kan?" Fay mencari dukungan. Tapi sayang mereka semua kompak menggeleng.

Fay pun cemberut, idenya untuk memasukan tema di acara partynya lenyap sudah.

Fay pun menatap Ren dengan mata berbinar, Ren yang curiga kenapa tiba-tiba gadis itu menatapnya pun bertanya ada apa.

"Ren— lu dah nyiapin kado buat gw belom?" tanyanya kemudian.

"Lah dia maksa minta di kasih kado" sungut Nuna.

"Ngga gitu sih" Fay malu di perolok Nuna, dia memang tak bermaksud seperti itu jadi dia pun melanjutkan permohonannya.

"Ren....sekali aja, boleh ngga gw liat pertandingan balap liar?" tanyanya dengan tangan yang di tautkan memohon.

"Hah!" ucap Nuna dan Ivy.

"Jangan gila Fay" sergah Ivy kemudian.

"Cuma sekali aja, abis itu gw ngga minta lagi deh, gw cuma minta kado itu dari kalian" jawabnya dengan mengacungkan tanda V menggunakan dua jarinya.

"Okeh, besok klo lu mau" jawab Ren mantap. Ren yakin dari pada dia membelikan gadis itu barang-barang yang dia sendiri mampu membelinya, jadi jika hanya melihat pertandingan balap liar yang tak bisa gadis itu dapatkan, sudah pasti itu adalah hal mudah untuk Ren.

Sahabat Fay pun hanya pasrah dengan keinginnya itu, mereka berharap tak akan jadi masalah di kemudian hari.

.

.

.

...****************...

1
Namika
wkwkkwkwk
Bunda Silvia
bingung ngasih kado buat anak ningrat kasih kado mahal dompet ngga memadai pasti paling beli benda unik atau di ajak ketempat rekreasi yg blm tentu orang ningrat tau tempat itu
Bunda Silvia
Luar biasa
Sak. Lim
wajar ga normal
Bukan mawar🥀
Aku baru komen saat udah baca kisah nya fay sama ren and the geng sampai tamat,, ini author naburin bawang berapa kg yaa di bagian part pas pay pamit mau kuliah ke luar negri ya ampuuun nooooo!! aku pasti bakalan gagal move on dari kisah ini, thank you othor❤️❤️ lobe you banyak banyak, sukses terus yaaa
A.T Nasution
ada yang terlalu GR
antiloversn
haii kak... aku mampir nihh dikarya kakak udh ku kasi 55 like, 5 rate , sama gifts... feedback jgn lupa mampir juga di karya ku. Kasih 5 rate , sama gifts ya kak di salah satu ceritaku sama 55 likeback👍😄🙏
-YOU'RE MINE, SERRA
-POSESSIVE PILOT
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti
Phicha Sinchan
suka banget dg ceritax di akhir cerita malah ada irisan bawang banyak banget.. sukses selalu thor, dtunggu karya lainx
zeanii_zhikazu
makin gemas ama nuna
zeanii_zhikazu
gemas ama nuna..
Gita Jab
cerita nya bikin gue, serasa ngalamin jatuh cinta berulang kali, senyum2 sendiri, author sukses buat saya gemes sama cerita nya.
Gita Jab
cowok keren dan col memang bikin baper
Fanny Margaretha
semangat ya othorrr
Fanny Margaretha
kakak adik lelaki emang gengsinya tinggi buat nunjukin rasa sayang
A.T Nasution: rasa sayang kakak adik tidak tampak di luar, tapi di dalam hati
total 1 replies
Reyna
semangat thor
Riyanti Riri
suka ka dengan cerita,walaupun singkat tp berkesan,aqu sudah membaca 2 karya mu,keduany aqu suka,aqu tunggu lg karya mu yg lain😄😄😄😄
Riyanti Riri
sukaaaaaaa
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲
kakak, folback dnk
must~cherry33
tince si tukang lunak:-D
Ai Hodijah
lho kok...end?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!