NovelToon NovelToon
Mencintai Pria Dewasa

Mencintai Pria Dewasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: din din

WARNING!!! AREA 18+
follow Ig 👉 dindin_812

Malik Mahardika seorang asisten berumur dua puluh enam tahun. Mendapat tugas dari majikannya untuk menemui seorang Hacker. Namun, siapa sangka Malik malah jatuh cinta pada Hacker yang baru saja berumur lima belas tahun bernama Susan Linch.

Kata orang, cinta tidak memandang umur, waktu dan tempat. Begitulah yang dialami oleh pemuda itu.

"Ma, kamu tahu 'kan aku umur berapa? Bagaimana bisa kamu suka dengan gadis kecil seperti 'ku?" Susan hanya ingin tahu alasan sebenarnya.

"Memangnya kita harus memandang umur seseorang untuk suka dan menyayangi. Bagiku asal kamu menerima, maka tidak perduli kamu umur berapa. Bahkan jika disuruh nunggu kamu dewasa pun aku bersedia," jawab Malik yang benar-benar terdengar gila, sepertinya pemuda ini sudah terkena virus cinta akut yang tidak bisa diobati.

"Kalau begitu, aku beri kamu kesempatan. Jika kamu bisa menungguku lima tahun lagi, aku akan bersedia jadi kekasihmu," ucap Susan kemudian, ia mengedarkan pandangan ke arah lain karena malu menatap Malik.



penasaran? baca selengkapnya di sini saja.

Picture from pinterest editing by din din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Virus

"San!"

"Iya," sahut Susan yang sedang mengupas apel untuk pemuda itu.

"Kamu yakin mau ke Boston?" tanya Malik yang membuat pergerakan tangan Susan terhenti.

Gadis itu terdiam sejenak menatap apel di tangannya, lantas ia mengalihkan tatapan ke Malik dengan senyum kecil.

"Entahlah, aku memang mendaftarkan beasiswa di Harvard. Tapi-." Ucapan Susan terhenti ketika melihat tatapan Malik.

"Tapi apa?" tanya Malik.

Susan tidak melanjutkan ucapannya, matanya berpindah menatap apel kemudian tangannya menyelesaikan mengupas buah itu.

Berat! Susan memang ingin sekali pergi ke Boston, tapi ketika ia merasa jika cintanya sudah menggunung setinggi gunung Everest kepada Malik, membuatnya merasa jika tidak bisa untuk pergi.

"Jika memang untuk pendidikan, pergilah!"

Tangan Susan terhenti lagi ketika mendengar perkataan kekasihnya itu. Kelopak matanya menggenang, entah kenapa ia jadi cengeng, padahal dirinya paling anti menangis.

"San!" panggil Malik yang melihat Susan terdiam, tidak merespon ucapannya.

Susan meletakkan apel dan pisaunya di meja lantas memeluk pemuda itu, membuat Malik terkejut karena Susan menangis.

"Kok nangis?" tanya Malik bingung.

Pemuda itu berpikir jika dirinya melarang gadis itu pergi ke Boston, pasti Susan akan marah. Karena itu dirinya mengizinkan gadis itu pergi.

"Itu jauh, Ma! Kita bakal nggak ketemu selama empat tahun," ucap Susan terisak dalam pelukan pemuda itu.

Malik terkesiap, ia tersenyum kecil ketika mendengar ucapan Susan, tangan kirinya ia gunakan untuk mengusap punggung gadis itu.

"'Kan bisa lewat panggilan video, kalau ada perjalanan bisnis ke sana, nanti aku mampir," ujar Malik agar Susan bisa sedikit lega.

Susan mengurai pelukannya, ia duduk di tepian ranjang dengan wajah yang sudah banjir dengan air mata.

"Iya bisa lewat video, tapi kalau kamu lirik-lirik gadis lain memangnya aku tahu," sindir Susan sedikit mencebik kesal.

"Emangnya aku punya tampang Badboy apa?" tanya Malik mengerutkan dahi.

"Tidak! Tapi wajahmu itu bikin orang tertarik!" sungut gadis itu tanpa alasan.

Malik terkekeh geli, ia merasa jika Susan sedang cemburu meski tidak tahu dengan siapa, intinya Malik senang.

Tangan kiri Malik menggenggam telapak tangan Susan, memberinya sebuah pengertian agar gadis itu tidak merasa berat.

"Pendidikan itu penting, bukankah kamu mau jadi Hacker terhebat. Ini kesempatan langka, kenapa menyianyiakannya hanya karena aku, hah?"

Susan menatap pemuda itu, ternyata memang benar jika pemikiran orang dewasa dengan remaja seperti dirinya sangatlah bertolak belakang. Susan yang baru saja merasakan manisnya hidup, merasa berat untuk pergi meski sesaat. Sedangkan Malik yang sudah merasakan pahitnya hidup, lebih bisa berpikir untuk masa depan gadis itu.

"Kamu yakin, ngizinin aku pergi?" tanya Susan sekali lagi memastikan.

"Iya, asal itu untuk masa depanmu, aku pasti mendukungnya," jawab Malik mengusap kasar pucuk kepala gadis itu.

Susan terdiam sesaat, memang benar jika ini untuk masa depannya, cita-cita yang sudah ia impikan sejak berumur dua belas tahun.

"Kalau aku pergi, janji jangan tergoda dengan wanita yang jalannya pendek," pinta Susan yang teringat dengan kata Malik yang bilang jika akan mencari wanita dengan jalan pendek jika Susan masih memiliki jalan yang panjang. Meski ia tahu jika itu hanyalah sebuah candaan, tapi entah kenapa sekarang rasanya dia takut jika itu menjadi kenyataan.

"Janji," ucap Malik mengulas senyumnya.

Melihat senyum Malik yang manis, membuat hati Susan hampir meleleh. Kini bukan Malik yang terkena virus cinta akut, tapi Susan sepertinya juga sudah terkena virus itu.

"San," panggil Malik lagi karena gadis itu malah termangu tak berkata sepatah katapun.

Niat hati melongok wajah Susan yang tertunduk, tapi siapa sangka jika gadis itu menoleh, hingga seraya bersamaan wajah mereka hampir saling bersentuhan, hanya ada jarak beberapa centi.

Manik mata mereka saling bertemu, mereka bisa merasakan embusan napas satu sama lain. Susan mendekatkan wajahnya, membuat permukaan bibir keduanya bertemu, Susan memejamkan mata ketika bibir mereka saling bertemu. Sejenak hanya bersentuhan karena bagi Susan itu adalah ciuman keduanya dan pemuda itulah yang mendapatkannya lagi.

Malik terkesiap, saat pertama kali Susan melakukan itu, dirinya tidak berani membalas mengingat jika status keduanya masih berada di zona abu-abu. Namun, beda dengan sekarang, di mana status mereka sudah berada di zona aman untuk berciuman.

Pemuda itu menekan tengkuk Susan, menautkan bibirnya juga, hingga sesekali menyesap daging tak bertulang gadis itu, merasakan manisnya untuk pertama kali.

"Astaga!"

Suara wanita terdengar di ruangan itu, membuat keduanya terkejut lantas melepas tautan bibir mereka. Mereka menoleh ke arah sumber suara, membuat keduanya langsung mengedarkan pandangan ke arah lain karena malu ketika melihat siapa yang datang.

"Mengganggu, ya? Hehehehe. Pintunya tidak ditutup rapat, jadi asal masuk deh," ujar Audrey tanpa dosa dengan sedikit tawa kecil.

Ravin yang juga ada di sana, menahan tawa dengan menutup mulutnya agar gelak tawanya tidak lolos, ia terkejut tapi juga merasa lucu ketika mendengar ucapan istrinya yang tanpa dosa, karena sudah menganggu sepasang kekasih yang sedang uwu-uwu.

Malik sedikit berdehan untuk menahan rasa canggung, sedangkan Susan langsung berdiri untuk menyambut majikan kekasihnya itu.

"Duduk, Kak!" Susan mempersilahkan Audrey duduk di kursi samping ranjang.

Audrey mengulas senyum, ia kemudian duduk di kursi itu. Wanita itu menyipitkan mata menatap Malik, kemudian menaik turunkan kedua alisnya untuk menggoda sang asisten.

Susan benar-benar terlihat kikuk, ketahuan berciuman oleh majikan sang kekasih sungguh membuatnya benar-benar malu hingga wajahnya sampai merona.

"Uhuk ... ternyata," sindir Audrey ambigu.

"Sayang!" Ravin menatap Audrey kemudian memberi isyarat pada istrinya untuk tidak asal bicara karena ada Susan di sana.

"Oh, baiklah. Kalian Bos sama asisten sama saja, suka menutupi satu sama lain," sindir Audrey kepada suaminya.

Membuat Malik merasa canggung lagi, kenapa bisa mereka datang tepat di saat ia sedang menciptakan kenangan manis.

Audrey dan Ravin datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari Malik jika dirinya mengalami kecelakaan. Pemuda itu takut jika bos-nya itu berharap dirinya pulang, sedangkan ia sendiri terbaring di tempat tidur.

_

_

_

_

Uhukkk ... ikutan batuk deh. Jangan lupa like komen juga ya, tencuuuu😗😗

1
Fit Mu'awin627
Luar biasa
Jeni Jueni
belum dengar penjelasan susan makanya dia galau
Ruaida Ali
aku suka ceritanya
.: terima kasih
total 1 replies
Ruaida Ali
bakal di restuin gak tuh?
Mamah Kekey
unboxin 🤭🙈🙉
Jeni Jueni: hai bunda
total 2 replies
Mamah Kekey
selamat yah buat pasutrinya semoga langgeng sampai tua dan mu yg memisahkan...🎁
.: aamiin
total 1 replies
Mamah Kekey
awas blabas mas Malik ...☺️
Mamah Kekey
dibsini yg imannya kuat sih authornya ...😂
.: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Mamah Kekey
cinta muda Susan bergejolak nih...😂
.: asekkkkkk
total 1 replies
Mamah Kekey
sipp...deh buat pasangan yg unyu,, 😂
Mamah Kekey
semoga mereka selamat...ikut mewek aku...😭😭😭
Mamah Kekey
setiap kejadian pasti ada hikmahnya d balik semua itu mas Malik.
Mamah Kekey
memang sudah takdir ..mencoba ikhlas mas Malik...😔
Mamah Kekey
terharu CLBK nih... semoga mereka berjodoh.
Mamah Kekey
yg dewasa lebih ngemong, lebih banyak sabarnya.paham apa yang kita mau, pengalaman 😂
Mamah Kekey
kerenlah unyu,,😂
Mamah Kekey
keren bagus setuju kk
Winarsih Asih
semoga ada orang yg bisa memberi pengertian pada mslik
Winarsih Asih
Malik butuh waktu,mungkin dulu gara2 menolong keluarga Susan ,ayahnya meninggal karena telat kerumah sakit
Winarsih Asih
aku sudah ketemu sama Caman kita sayang😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!