Heezend, seorang laki-laki SMA pada umumnya, sekaligus seorang pembunuh bayaran kelas atas. Dia mati saat sedang dalam perjalanan karena pekerjaannya, dan dia di reinkarnasi kan ke dunia lain dengan tujuan yang absurd.
Volume 1 (Arc New World) dari chapter 01-36
Volume 2 (Arc New Family) dari chapter 36-58
Volume 3 (Arc Journey Dawn) dari chapter 58-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zevera Thirty-One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Take 26 : Penampilan Baru dan Kembali
"Sudah saatnya untuk kembali ke ibukota" ucap Enzi yang baru saja selesai bermeditasi "tapi" lanjutnya sambil melihat bajunya yang kotor.
"Aku harus membersihkan diri terlebih dahulu" ucap Enzi "untungnya kemarin saat aku sedang menyelidiki gua ini aku menemukan sebuah kolam air" lanjutnya sambil berjalan kearah kolam air yang kemari dia temukan.
Awalnya Enzi sedikit meragukan kolam tersebut, karena monster yang dulu tinggal di sini adalah monster yang dapat mengeluarkan racun, untuk jaga-jaga Enzi melempar seekor monster kecil kedalam kolam tersebut, dan tidak terjadi apa-apa.
"Mandi sekalian ganti jubah usang ini" ucap Enzi yang melepaskan jubah yang dia pakai.
Enzi membuka semua kain yang membalut dirinya karena dia akan mandi.
"Haahh... Segarnya" ucap Enzi yang baru saja masuk kedalam kolam tersebut "baiklah, sudah aku putuskan!" Lanjutnya.
"Tempat ini akan menjadi tempat persembunyian milikku" seru Enzi yang memikirkan hal-hal bodoh "selagi aku berendam, aku akan membuat pakaianku terlebih dahulu, sekalian aku ingin mencoba membuat senjata lagi" lanjutnya.
Setelah mengatakan itu, Enzi mengeluarkan bahan-bahan yang dia butuhkan. Seperti biasa, bahan utama yang Enzi gunakan adalah kristal wurtzite dan elemental stone.
"Pertama-tama aku harus mengubah Kristal Wurtzite menjadi benang terlebih dahulu agar aku bisa membuat kain dari bahan yang paling kuat!" Ucap Enzi.
Mungkin untuk orang-orang yang ada di dunia ini hal tersebut terdengar mustahil dan orang-orang yang mendengar hal tersebut mungkin akan menganggap Enzi gila, pasalnya hanya ada beberapa orang yang dapat mengolah Kristal tersebut menjadi senjata, sedangkan Enzi ingin mengolah Kristal Wurtzite menjadi benang.
Namun hal tersebut tidak berlaku untuk Enzi, karena Enzi sekarang memiliki sihir api yang sangat kuat, memungkinkan untuknya membuat benang dari Kristal Wurtzite. Enzi menggunakan Blue Flame untuk mencairkan Kristal tersebut, karena suhu maksimal yang dapat Blue Flame keluarkan adalah 15.000.000°c, dengan kata lain suhunya sama seperti inti matahari.
"Hahaha... Bisa-bisa aku membuat sihir yang dapat menghancurkan dunia ini" ucap Enzi sambil melihat proses pencairan Kristal Wurtzite yang tidak memakan waktu lama.
"Namun sayang, Blue Flame hanya memiliki suhu yang panas saja" ucap Enzi.
Ya, Blue Flame hanya memiliki suhu yang sangat panas saja, jika digabungkan dengan sihir ledakan, hanya akan membakar sekitar. Blue Flame berkebalikan dengan White Flame, meskipun White Flame memiliki suhu yang sama seperti api biasa, namun jika di gabungkan dengan sihir ledakan, ledakannya akan meningkat secara pesat.
Sebagai contohnya, sihir ledakan yang awalnya seperti petasan, akan meningkat seperti ledakan yang dikeluarkan bom. Tidak sampai di situ, setelah sihirnya meledak, akan menimbulkan asap putih yang dapat membakar apapun yang menghalanginya secara instan.
"Entah kenapa aku menjadi merinding jika memikirkan daya ledak, dan efek setelah ledakan yang dikeluarkan oleh White Flame" ucap Enzi yang mengingat bagaimana dia mengubah sepertiga dari hutan kematian menjadi lautan api "untungnya aku memiliki skill Recovery, jadi aku dapat mengembalikan hutan itu menjadi seperti semula" lanjutnya yang sedikit lega.
Selagi Enzi berbicara sendiri, pengolahan Kristal Wurtzite menjadi benang sudah selesai.
"Baiklah, untuk membuat pakaian yang aku inginkan, aku membutuhkan beberapa bahan lagi, terutama bulu hewan" gumam Enzi "ah! Benar juga" lanjutnya yang telah menemukan jalan keluarnya.
"Azrael! Datanglah!" Ucap Enzi.
Setelah itu Azrael langsung muncul di belakang Enzi dengan posisi menunduk ala anjing.
"Azrael datang untuk memenuhi keinginan tuan" ucap Azrael selagi membungkuk.
"Azrael, apakah aku bisa minta bulu milikmu?" Tanya Enzi "aku membutuhkannya untuk membuat pakaian yang aku inginkan" lanjutnya.
"Tentu saja, lakukan apa yang tuan mau" balas Azrael yang terlihat sedikit ragu.
"Hehe" tawa jahat Enzi keluar "kalau begitu aku tidak akan sungkan!" Ucapnya sambil mencabut bulu Azrael.
Azrael tidak bisa menahan rasa sakitnya ketika bulunya di cabut oleh Enzi, namun Azrael hanya bisa pasrah.
10 menit kemudian
"Haaahh... Terima kasih atas bulunya Azrael" ucap Enzi yang baru selesai.
"Ti–tidak apa-apa, asalkan tuan bahagia itu sudah cukup untuk saya" balas Azrael yang semua bulunya sudah tidak tersisa dari tubuhnya.
Enzi mencabut semua bulu Azrael dan memasukkan semua kedalam Dimensional Storagenya.
"Maaf, aku terlalu terbawa suasana" ucap Enzi yang melihat Azrael sudah tidak memiliki sehelai bulu di tubuhnya. "[Recovery]" ucap Enzi sambil menyentuh dahi Azrael.
Perlahan-lahan bulu Azrael kembali tumbuh dan semua luka yang diakibatkan Enzi sudah sembuh sepenuhnya.
"Baiklah, sekarang kau sudah kembali seperti semula" ucap Enzi "kalau begitu, sekarang kau bisa kembali" lanjutnya.
"Baik" balas Azrael yang tubuhnya perlahan-lahan menghilang.
"Karena Azrael terus berteriak kesakitan, pikiran psikopatku menjadi kambuh lagi" ucap Enzi setelah Azrael menghilang "tapi berkat Azrael, sekarang aku telah mendapatkan bulu yang kuatnya seperti baja" lanjutnya.
"Bahan yang dibutuhkan sudah terkumpul, sekarang tinggal membuatnya menjadi pakaian" ucap Enzi "baiklah, pembuatannya bergantung pada imajinasiku" lanjutnya.
Enzi pun memejamkan matanya untuk membayangkan seperti rupa pakaian yang dia mau.
(Note: kalau di jelasakan bakalan panjang, jadi singkat saja. Pakaian yang Enzi bayangkan adalah pakaian Orihara Izaya dari anime Durarara)
"[Crafting - Unite]"
Setelah Enzi mengatakan itu, bahan-bahan yang ada di depan Enzi melayang dan mulai menyatu. Proses tersebut hanya memakan waktu kurang dari 5 menit, dan pakaian yang Enzi bayangkan sudah jadi.
"Sama seperti apa yang aku banyangkan!" Ucap Enzi setelah melihat-lihat pakaiannya "baiklah, langsung aku pakai saja" lanjutnya sambil memakai pakaian tersebut.
"Baiklah, aku akan membuat satu senjata terlebih dahulu" ucap Enzi "tapi kali ini aku akan menggunakan senjata diluar Job Samurai, yaitu tombak" lanjutnya.
Karena Enzi sebelumnya sudah menyiapkan bahannya, sekarang tinggal membuatnya dan menambahkan Atribut kedalamnya.
"[Crafting - Fluid and Lines]"
Setelah Enzi mengatakan itu, Kristal Wurtzite perlahan-lahan berubah bentuk menjadi tombak, namun tombak yang Enzi bayangkan hanya memiliki pisau mata 1, ukiran yang ada di batang tombak membuat tombak tersebut terlihat menjadi lebih elegan.
"Bagus, sekarang tinggal menambahkan Atribut kedalamnya" ucap Enzi sambil mengambil Atribute Core.
"[Crafting - Combine]" ucap Enzi.
Setelah mengatakan itu, Atribute Core dan tombaknya bersinar. Terlihat tombak tersebut seperti sedang menghisap Atribute Core. Proses tersebut hanya berjalan selama 2 menit saja.
"Baiklah, tombaknya sudah jadi" ucap Enzi sambil mengangkat tombaknya "sekarang tinggal kembali ke kota" lanjutnya sambil berjalan menuju jalan keluar gua itu.
5 menit kemudian
"Rasanya sudah lama sekali aku tidak keluar" ucap Enzi sambil meregangkan tubuhnya "baiklah, perjalanan pulang aku akan menggunakan salah satu sihir ciptaanku, aku memberi nama sihir ini Fire Jet" lanjutnya.
Seperti namanya, sihir yang Enzi buat menggunakan prinsip mesin jet agar menaikkan kecepatan terbangnya.
Energi api mulai berkumpul di bagian telapak kaki Enzi, dan perlahan-lahan tubuh Enzi mulai melayang karena dorongan yang diberikan.
"Baiklah, tujuan pertama kita ke guild terlebih dahulu untuk melaporkan quest" ucap Enzi sambil melesat terbang.