🌺Felysia Inez Gianina * Bara Gustav Sgevano🌺
Bagaimana jika dirimu dinikahi hanya dijadikan sebagai istri keberuntungan?
Itulah yang dialami oleh Fely gadis polos yang rela dinikahi oleh Bara sang pengangguran abadi yang gila judi.
Simak kisah kocak mereka🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan Panas
🌸🌸🌸
"Thanks, Sky," ucap Fely sembari melepas seatbelt yang dipakainya.
Setelah dari kantor Sky sebelumnya, Fely ingin kembali ke toko. Dia sudah menolak saat Sky ingin mengantarnya tapi Sky tetap kekeh ingin mengantar Fely ke toko.
Sky tersenyum melihat gadis cantik itu dan tangannya terulur meraih satu tangan Fely.
"Mou, apa kau tidak merasakan sesuatu saat bersamaku?" tanya Sky serius.
Fely terdiam sejenak, tidak biasanya Sky bersikap begini padanya kemudian dia menganggukkan kepalanya. Yang mana membuat Sky tersenyum kegirangan.
"Kau pasti merasa sesak di dadamu bukan?"
"Aku tidak punya riwayat penyakit asma, Sky!"
Fely berjalan dengan gontai masuk ke toko, membuat Oma keheranan melihat tingkah si Ucil.
"Cil, kau kenapa?"
Fely tersentak. "Oma, sudah makan?"
"Ck, tanya apa malah balik nanya! Emang masih peduli sama Oma."
"Oma.... "
Kini keduanya kembali melakukan pekerjaan mereka hingga sore menjelang sampai mereka bersiap pulang tapi saat Oma masuk ke taxi pesanannya Fely juga ikut masuk kedalam.
"Oma, malam ini aku nginap di rumah Oma ya," ucap Fely kemudian.
"Nanti suamimu mencarimu," tolak Oma.
"Dia tidak akan mencariku!"
Oma mengerutkan keningnya. "Apa dia berbuat masalah?"
Fely terdiam sejenak tampak berfikir lalu dia menatap Oma dengan intens.
"Oma, ajari aku menggoda suami!"
Taxi sudah berhenti di rumah Oma, Fely dan Oma segera turun dan ingin cepat masuk tapi pandangan mereka teralihkan oleh sosok pria paruh baya yang tampak mabuk dan terus berteriak memanggil sebuah nama.
"Lucille, dimana kau! anak sialan!" teriaknya.
Oma menggelengkan kepalanya dan menarik tangan Fely untuk masuk ke dalam rumah.
"Itu Luke, ayah dari Lucille. Semenjak kematian istrinya dia menjadi seperti itu. Pekerjaannya hanya mabuk, main wanita dan berjudi. Makanya aku tidak mau Bara akan menjadi sepertinya jika terus-terusan berjudi," ucap Oma saat mereka sudah masuk ke dalam rumah.
"Katakan apa Bara masih suka pergi ke kasino?" tanya Oma kemudian.
Fely bingung mau menjawab apa tapi karena tidak ingin Oma marah, dia menggelengkan kepalanya.
"Kau harus membuat rencana hidupmu, Cil. Bara harus berubah dan bertanggung jawab padamu," jelas Oma.
Lalu Oma berlalu masuk ke kamarnya meninggalkan Fely yang masih termenung.
Dengan menahan sesak di dadanya mengingat Bara yang menemui wanita lain, dia akhirnya berendam di bathup sambil merenungkan perkataan Oma.
"Aku harus membuat rencana hidup, aku tidak mau jadi janda muda!" gumam Fely.
Sementara di tempat lain Bara saat ini tengah makan malam bersama Lucille di apartemen yang dia sewakan untuknya.
Sebelumnya dia juga membeli beberapa perabotan untuk mengisi apartemen itu yang mana membuat uangnya berkurang drastis.
"Maafkan aku, Bara. Aku merepotkanmu," lirih Lucille di sela makannya.
"It's Okay. Yang terpenting kau tidak kena pukul lagi oleh Daddy-mu!"
"Aku akan mengambil baju dan barangku disana."
"Tidak perlu," ucap Bara lalu dia memberikan lembaran dolar dengan jumlah banyak pada Lucille.
"Untuk biaya hidupmu, beli baju dan keperluanmu!"
Lucille lagi-lagi dibuat tak enak hati, dia bukan istri Bara tapi pria itu memperlakukannya begitu istimewa. Dia berjanji tidak akan melepas Bara begitu saja.
"Thanks Bara."
Karena sudah seharian bersama Lucille, Bara akhirnya pamit pulang tapi saat dia berpamitan tiba-tiba Lucille mengecup bibir Bara.
"Aku akan menunggumu, Bara," ucapnya.
Yang mana membuat Bara jadi serba salah, bersamaan dengan itu ada sebuah pesan masuk di ponselnya dan Bara segera membukanya.
Jangan lolosin, Bang!
🌸🌸🌸